Daratan Xuanwu penuh dengan Pendekar hebat sepanjang sejarahnya, seorang pemuda lugu berna Ling Tian berhasil menjadi salah satu deretan Pendekar hebat yang melegenda selama seribu tahun namun tidak terduga Dewa iri kepadanya dan membuatnya jatuh ke dalam jurang keputus asaan selama lima ratus tahun. Dalam keputus asaan itu Ling Tian mendapat sebuah kesempatan kedua untuk kembali ke masa lalu dan memperbaiki semua penyesalannya, Ling Tian kembali dengan menentang takdirnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laghrima~, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tabib Kecil
"Cui Ru, antar penyelamatku ini ke ruangan kiri! Aku akan pergi menemui Ketua Klan."
Bai Duan memperkenalkan pelayan pribadinya kepada Xiao Mu yang tidak lain adalah Qin Mu sendiri, awalnya Bai Duan ingin beristirahat setelah mengantarkan Xiao Mu ke tempat tinggal barunya namun saat diperjalanan ada seorang pelayan yang mengatakan jika Ketua Klan ingin menemuinya.
"Semoga beruntung, Bai gege!" Xiao Mu tersenyum lebar yang membuat Bai Duan merasa ada suatu hal yang janggal dengan ucapannya itu.
Cui Ru lalu mengantar Xiao Mu ke ruangan yang dimaksud, sepanjang perjalanan dipenuhi keheningan. Tidak ada percakapan yang terjadi selain tatapan sedikit kurang suka Cui Ru kepada Qin Mu.
"Bersihkan sendiri ruanganmu! Jangan repotkan orang lain dan bangunlah lebih pagi esok hari!"
Saat tiba di depan kediaman kecil itu, Cui Ru hanya mengucapkan pernyataan itu dan pergi tanpa menunggu reaksi Qin Mu. Sikapnya itu membuat Qin Mu paham jika status Bai Duan benar-benar dipandang remeh dan tidak dihormati meski dia merupakan Tuan Muda kedua dari Klan Bai.
Qin Mu menghela nafas pelan lalu perlahan membuka pintu ruangannya itu, detik berikutnya dia langsung terbatuk-batuk karena tebalnya debu.
"Sebenarnya apa yang dilakukan pelayan Klan Bai ini?" Qin Mu menggaruk kepalanya yang 'tak gatal, ruangan itu bukan hanya sangat kotor dan berantakan namun sebagian isinya sudah rusak.
Mau tidak mau Qin Mu terpaksa untuk tinggal sementara sampai dia mampu untuk pergi berkelana dengan bebas, Qin Mu membersihkan ruangan itu secepat mungkin dan memisahkan barang yang sudah tidak layak pakai.
Dua jam kemudian, kediaman kecil itu sudah bersih dan rapi. Qin Mu berbaring di atas tempat tidur sambil memegangi perutnya, hari sudah menjelang malam dan perutnya sudah protes untuk diisi tetapi Bai Duan belum juga kembali.
"Astaga, ini hari menyedihkan kedua dalam kehidupan keduaku ini..." Qin Mu menghela nafas gusar dan mulai berpikir apa dirinya akan mati kelaparan daripada mati di bunuh musuh Klannya.
Qin Mu bangkit duduk saat mendengar suara langkah kaki yang mendekati ruangannya, tidak lama terdengar suara ketukan pintu.
"Xiao Mu... Apa kau sudah tidur?"
"Bai gege?"
Qin Mu membuka pintunya dan mendapati Bai Duan yang berdiri goyah, pemuda itu tersenyum hangat. Bai Duan membawakan sepiring makanan dan baju ganti untuk Qin Mu.
"Maaf membuatmu menunggu lama." Ucap Bai Duan.
Qin Mu membiarkannya masuk, pada saat itu Qin Mu menyadari ada sesuatu yang salah dengan tubuh Bai Duan. Langkahnya sedikit goyah serta raut wajahnya terlihat menahan sakit.
"Apa ada yang terjadi, Bai gege?" tanya Qin Mu dengan alis berkerut.
Bai Duan terdiam sejenak lalu kembali tersenyum hangat, "Hanya masalah kecil, tidak usah dipikirkan! Makanlah, kau pasti sudah lapar, bukan?" Bai Duan meletakkan piring makanan itu di atas meja.
Jawaban itu tentu tidak dipercayai begitu saja oleh Qin Mu, namun dia memilih tidak ikut campur lagi karena Bai Duan terlihat tidak nyaman membahas itu.
Saat Qin Mu makan, Bai Duan menceritakan jika sebulan lagi dirinya akan dijodohkan dengan gadis Klan Fu dan pada saat itu dia akan meninggalkan kediaman Bai. Sebenarnya dia belum ingin menikah dan tidak ingin menikahi gadis itu, bukan karena tidak cantik namun Bai Duan sudah memberikan hatinya kepada gadis lain.
"Lalu apa susahnya? Tinggal tolak saja pernikahan itu." Ucap Qin Mu setelah menelan makanan di mulutnya.
"Itu tidak semudah diucapkan, Xiao Mu..." Bai Duan menghela nafas pelan, "Ketua Klan pasti akan membunuhku jika menolak." lanjutnya dengan wajah tertunduk.
"Dia ayahmu atau bukan?" Qin Mu mengangkat alisnya.
Alis Bai Duan berkedut, dia memandang Qin Mu lalu menghela nafas lesu. Bai Duan merasa bercerita pada orang yang tidak tepat, meski itu wajah mengingat usia Qin Mu yang baru lima tahun.
Meski begitu, Bai Duan tetap melanjutkan ceritanya. Klan Fu merupakan klan besar yang wilayah kekuasaannya melebihi kota Bai serta orang-orangnya terkenal ramah. Namun, Bai Duan belum siap meninggalkan kediaman Bai meski disana dia tidak diperlakukan hormat namun kediamannya ini menyimpan kenangan terakhir ibunya.
Ada satu solusi jika memang Bai Duan tidak ingin menikah yaitu dengan masuk ke pasukan khusus Klan Bai yakni pasukan yang terdiri dari sepuluh orang yang bertugas berburu dan mengumpulkan herbal untuk Klan Bai setiap sebulan sekali. Selain tugas itu, pasukan ini bertugas untuk mengawal anggota Klan Bai yang pergi untuk berdagang setiap akhir bulan.
"Itu bagus, bergabung saja ke pasukan itu." Qin Mu antusias, Bai Duan sendiri heran dengan reaksinya.
"Masalahnya aku hanya akan merepotkan jika ikut!" Bai Duan lagi-lagi menghela nafas, meski kemampuannya dijuluki sebagai Naga Pedang namun itu hanya julukan dua tahun lalu sebelum kekuatannya melemah dan tidak bisa meningkat lagi.
Bai Duan lalu mengatakan jika dua tahun lalu dia merupakan pemuda paling berbakat dan merupakan calon penerus Klan Bai namun di sebuah misi Klan yang dijalaninya dia bertemu dengan seorang pendekar aliran hitam yang ahli racun dan bertarung dengannya, Bai Duan berhasil membunuhnya dengan susah payah. Saat itu dia terluka parah dan menderita luka dalam hingga saat ini. Mungkin karena itulah kekuatannya tidak lagi bisa meningkat.
"Luka dalam bukannya tidak bisa disembuhkan, apa Ketua Klan tidak berusaha mengobatimu?" Qin Mu betanya dengan wajah polosnya.
"Itu mungkin benar..." Bai Duan tersenyum pahit, "Ketua Klan mengatakan jika luka dalam itu tidak lagi bisa disembuhkan...."
"Biarkan aku memeriksa nadimu!"
"Ya?" Bai Duan mengira dirinya salah dengar.
Qin Mu menarik tangan Bai Duan sambil mengatakan jika dia tahu sedikit tentang medis, Bai Duan menahan tawanya saat mendengar itu. Memangnya apa yang anak 5 tahun tahu? Medis merupakan keahlian yang tidak semua orang ahli melakukannya.
Hanya saja Bai Duan tidak tahu jika anak lima tahun di hadapannya itu lebih tua dari usianya sendiri, meski penampilannya terjebak di usia anak lima tahun.
Qin Mu menghela nafas pelan, dia menatap wajah Bai Duan dengan senyuman pahit. Memang benar Bai Duan terkena luka dalam yang mengerikan, sudah keajaiban dia masih bisa hidup sampai saat ini.
"Kau sungguh sangat hebat, Bai gege!" Qin Mu tersenyum tipis, dengan kemampuannya sekarang sangat sulit jika ingin membantu Bai Duan.
"Kau berlebihan, Xiao Mu. Dengan lukaku ini, hidup setahun lagi mungkin sudah sulit." Bai Duan tersenyum hangat.
Qin Mu bangkit dan menepuk pundak Bai Duan dengan pelan, membuat Bai Duan tersenyum canggung dengan perlakuan itu yang menurutnya tidak sesuai dengan usia Qin Mu.
"Aku akan cari cara agar Bai gege bisa tetap hidup!" Qin Mu memberi semangat kepada Bai Duan.
Bai Duan bangkit dan mengelus kepala Qin Mu, "Aku hargai niatmu, tapi aku tahu keadaanku sendiri." ucapnya lalu keluar dari kamar karena malam sudah semakin larut.