NovelToon NovelToon
NADZAR 17 Tahun

NADZAR 17 Tahun

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa Modern / Tamat
Popularitas:541k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nisrina Ulya

Ini HIDUPKU dan yah ini KISAHKU.
Kisah yang diawali oleh ucapan ku sendiri, ucapan bukan sembarang ucapan melainkan sebuah ucapan yang mengikat janji pada diriku sendiri.

"Hanya karena cintai bukan berarti lu bisa jadi brengsek Dav..."

Nadzar (janji) yang berisikan tentang keputusan untuk sendiri dalam jangka umur 17tahun dan berakhir dengan perjodohan, hahaha... setelah menyelesaikan satu Nadzar harus menyelesaikan satu Nadzar yang lain.

Itulah hidupku yang dipenuhi dengan perjodohan Nadzar, hingga suamiku pun terikat oleh janji menjaga anak gadis orang lain.

~DEVIRA SINDI ALICIA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nisrina Ulya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perkedel

"eh anak mama ada apa nih tumben nggak tidur lagi." mama melihat anak semata wayangnya turun dari tangga.

"iya ma soalnya hari ini Cia dapet hidayah hehehe..." bergabung bersama orangtuanya duduk di ruang keluarga.

"Alhamdulillah... gini terus ya nak, nggak baik tidur lagi habis sholat subuh." ayah mengelus sayang puncak kepala anak gadisnya.

"Insyaallah yah, Cia usahain, tapi kalo nggantuknya kebangetan ya gimana lagi."

"Padahal mau papa nikahin" ucap mama yang tengah bersandar di bahu ayah.

"Ha gimana ma?" Tanya Sindi kaget.

"Papa mau nikahin kamu sama anaknya om Hermawan." jelas mama.

"Bener pa?" Sindi menatap ayah meminta penjelasan.

"iya, jadi ayah sama om Hermawan dulu pernah ada Nadzar kalo kita bakal nikahin kamu sama anaknya om Hermawan, kamu mau kan?"

"Kalo Cia ikut ayah mama aja karena Cia yakin pilihan papa mama adalah yang terbaik buat Cia, walaupun kaget si, pacaran pas halal malah bagus kan yah nggak usah takut dosa dan terjauh dari fitnah, Cia juga nggak bisa pilih cowo sendiri buktinya kemaren di duain, lagian om Hermawan kan baik banget sama kita, beliau dulu juga sering nolong kita, jadi ingat waktu ayah dulu kecelakaan, kan om Hermawan yang bantu kita, bibit bebet bobotnya aja baik insyaallah anaknya juga baik." ucap Sindi bijak.

"Anak siapa sih ini bijak banget." Mama bangkit hendak memeluk anaknya.

"Cia kan udah bilang, kalo Cia dapet hidayah ma..." Sindi membalas pelukan sang mama.

"Bisa aja kamu, Alhamdulillah lah semoga lebih baik kedepannya."

"Aamiin.."

"Eh iya tadi kamu bilang habis di duain berarti kamu diem diem pacaran ya dibelakang ayah." ayah menatap datar anaknya.

"Nggak nggak Cia nggak pernah pacaran yah cuma hampir eh ternyata udah ada pacar." Sindi menggeleng kuat.

"Berarti bukan jodohnya Cia dan ini Allah ganti sama yang lebih baik." Ayah mengelus puncak kepala ayahnya.

"Iya yah." Sindi mengangguk.

"Udah yuk bantu mama masak nanti calonmu mau ngelamar kamu kesini."

"Hari ini ma?" Sindi kaget, baru aja di bilangin eh udah mau dilamar aja.

"Iya, ya udah ayo." Mama bangkit memuju dapur.

"Terimakasih ya nak, ayah sayang sama kamu." Ucap ayah memeluk Sindi.

"Cia juga sayang sama ayah, Cia mau bantu mama dulu ya yah." Sindi membalas pelukan ayah.

"Iya sana." Ayah melepaskan pelukannya.

 

 

🌸 

 

Baru saja menyelesaikan satu Nadzar sekarang Sindi harus menyelesaikan Nadzar kembali, dimana Nadzar itu akan abadi selama ia masih bernyawa bahkan akan di bawanya hingga akhirat, inilah garis hidup Sindi, ia yakin ini yang terbaik untuknya dan Sindi yakin ia bisa menyelesaikannya.

"sini duduk Mama mau moles wajahmu dulu, biar cantik" mama menuntun Sindi duduk di depan meja rias.

"enggak mau ma..." tolok Sindi.

"ayolah sayang kita udah di tunggu" bujuk mama.

"enggak mau mama.., Cia nggak mau kayak badut.." Sindi masih kekeh dengan keinginannya.

"enggak bakal jadi badut sayang.."

"Nggak mau pokoknya, Cia emang kayak gini ma, kalo emang mereka mau Cia jadi bagian keluarganya mereka harus Nerima Cia apa adanya, lagian Cia nggak mau nipu mereka pakek make up, kek badut ma..." rengek Sindi.

"tapi sayang..."

"udah jeng nggak papa, lagian udah cantik kok calon menantu mami.., kepribadiannya juga baik, nggak salah papa Hermawan memilih kamu sayang" ucap seseorang yang ada di ambang pintu.

"Tante, maaf tan." Sindi bangkit dan pencium punggung tangan Tante Vera yang insyaallah akan jadi ibu mertuanya.

"Nggak papa nak."

"Keras banget ya perdebatan kita, sampai jeng Vera datang ke sini."

"enggak kok jeng, habis ke kamar mandi tadi pas lewat nggak sengaja denger kalian, ya udah yuk sayang udah di tunggu Farel"

Sindi hanya tersenyum "Farel? tunggu jangan sampai si perkedel itu, ah nggak mungkin nama Farel itu banyak bukan cuma si perkedel." ucapnya dalam hati.

"mama sama Tante duluan aja, Cia pakai jilbab dulu"

"ya udah jangan lama lama, yuk jeng" mereka pun keluar.

Setelah siap dengan pasmina maroonnya Sindi turun ke bawah, deg deg deg deg jantung Sindi tidak bisa di kontrol sangking nervousnya mau ketemu calon suami.

"Sini sayang duduk di samping mama" Sindi duduk di samping mamanya, mata Sindi langsung tertuju kepada seorang laki laki di hadapannya yang tampak tak asing baginya dan dia hanya menunduk memainkan setan gepengnya eh... headphone maksudnya.

"Rel disimpan dulu hpnya" tante Vera menyenggol lengan anaknya, sontak laki laki langsung kaget dan mendongak membuat tatapan kami bertemu.

"Perkedel..." Sindi melototkan matanya.

"Bener perkedel, ngapain lu kesini?"

"Jangan bilang dia calon gue... Astaga... mimpi apa gue di jodohin ama si perkedel." Batin Sindi meronta ronta.

"nama gue Farel bukan perkedel." Ucap Farel kesal.

"Yah... dia..." Sindi menatap sang ayah meminta penjelasan.

"Iya nak Farel ini calon kamu."

"Yaahhh kok si perkedel sih yah." Ucap Sindi memelas.

"Namanya Farel Cia, nggak sopan ih!." Mama memukul paha anaknya.

"Gampangan perkedel ma."

"Hhhh ada ada aja ya kamu." tante Vera terkekeh.

"Eh tante, maafin Cia tan." Sindi tidak enak kepada tante Vera karena dengan seenak jidatnya mengganti nama sang anak.

"Nggak papa, panggilan sayang ke Farel ya..." tante Vera menggoda calon menantunya.

"Eh eng_enggak tan." Ucap Sindi gugup.

"Jadi kalian udah kenal?" Tanya mama.

"Perkedel itu, eh kak Farel itu senior yang hukum Cia gara gara kaos Cia ketinggalan di mobil dan Kak Farel juga yang udah ngambil First kiss Cia." Mendengar ucapan Sindi mereka semua melotot kecuali anak kecil yang sibuk dengan tabletnya, Sindi pun ikut melotot karena keceplosan mengucapkan itu.

"Ha? First kiss." Beo bunda.

"Bukan bunda, Farel ngga sengaja nyium dahinya bukan bibirnya, tapi Sindi ngotot bilang kalo itu First kiss padahal kan enggak." Jelas Farel.

"Sama aja sama sama ciuman pertama." Bela Sindi.

"Ouhhh ayah kira beneran, udah sana kalian ngobrol berdua, yakinin hati kalian masing masing kalo udah balik kesini, masalah pernikahan biar para orangtua yang ngurus." Sindi langsung beranjak dan si susul Fare.

"Gue harap lu nerima perjodohan ini." Farel membuka suara setelah mereka duduk di ayunan taman belakang rumah Sindi.

"Kalo gue nggak nerima?"

"Gue bakal mohon biar lu terima perjodohan ini, please terima perjodohan ini, waktu papi kritis papi bilang kalo gue harus nikah sama anak om Heru, dan akhirnya papi meninggal, gue pengen menuhin keinginan terakhirnya papi, jadi gue mohon Lu mau ya Nerima perjodohan ini, minta maaf kalo kemarin ngehukum lu keterlaluan." ucap Farel panjang lebar.

"Om Hermawan meninggal?" Tanya Sindi kaget.

"Iya papi meninggal beberapa bulan lalu, lu ingget pas gue nggak sengaja nabrak lu di parkiran hari pertama mos, nah itu gara gara gue buru buru karena dapet kabar kalo papk kritis." Farel menerawang jauh kedepan.

"innalillahiwainnailaihirojiun..." Sindi membekap mulutnya sendiri.

"Maka dari itu gue mohon lu terima perjodohan ini ya..., tapi bukan semata mata karena papi ataupun kasian ke gue, gue pengen nikah sekali seumur hidup jadi kita mulai dari awal, kita sama sama belajar mencintai, kira sama sama bangun keluarga yang harmonis." Farel menatap Sindi.

"ya"

"Ya apa?" tanya Farel memastikan.

"iya gue nerima perjodohan ini."

"makasih.. kita mulai dari awal" sontak Farel ingin meneluk Sindi.

"Eittt belom halal." Ucapan Sindi membuat Farel salah tingkah.

"Abang udah belom..." suara cempreng seseorang mengalihkan pembicaraan mereka.

"siapa ini?? cantik banget..." Sindi menghampiri gadis kecil itu.

"ini Naila adek tersayang gue..."

"hai Naila.."

"hai kak."

"mulai sekarang panggilnya jangan kakak tapi sistah aja ya... sista Cia atau sista Sindi juga boleh." Sindi mengelus puncak kepala Naila.

"oke sistah Cia."

" ihhhhhhh gemezzzz hehehe, dari dulu pengen adek perempuan tapi sayangnya nggak di kasih sama Allah." Sindi gemas ke arah Naila.

"Nanti kita buat yang perempuan." Ucap Farel yang langsung dapet satu cubitan di lengannya.

"Perkedel mesum..." pekik Sindi.

"Awwhhh sakit Ci... udah ayo masuk." Farel mengusap lengannya yang terasa panas karena cubitan maut calon istrinya.

Setelah sampai ruang tamu Farel dan Sindi melakukan serangkaian acara lamaran lalu di tutup dengan makan bersama.

{\_/}

( •.•)

/❤

1
Bagoes Soeryawan
ceritanya loncat2 jadi gak faham
Nina: Halo Kakak
maaf Kak, loncat² bagaimana ya Kak? apakah chapternya tidak urut?
terima kasih telah membaca cerita ini Kak🙏
total 1 replies
niaa
Telat dua tahun, dongT_T Gapapa ya mbak thor, tetep menyerah, jangan semangat!🙏🏻
Nina: kalo bisa nyerah kenapa semangat
total 1 replies
Frida ZahwaFatih
koq Tamat Thor🥺🥺
Nina: iya Kak tamat 🙏
terima kasih telah membaca cerita ini
total 1 replies
Frida ZahwaFatih
woow Sindi hamil y thor
Rindi Almeera Hastu
lanjut
Nurul Kalqsyah
Thor kok gk nambung?? Crita ny dng eps sblum ny ???
Nina: akan nyambung dengan episode yang akan up Kak
total 1 replies
Reni_R
aq hrus bca ulang dr atas lho ka nina, biar g lpa alur ny.. 😁😁🤭.

smga up ny g lama..
jga kshtan dan smngat nulis ny...
Nina: hehehe saking lama baru up jadi lupa ya Kak.

semangat
total 1 replies
𝚢𝚊𝚝𝚒 𝚚𝚞𝚛𝚛𝚘𝚝𝚞 𝚊𝚚𝚢𝚞𝚗
lanjut Thor,up-nya jangan lama lama dong.....
Qonita Fithriya Ahmad
akhirnya...
Dea Ananda
aku gak rela cia dia apa apain sma tuh penjahat
Ayunda Rahma
Jadi nostalgia ke jaman putih biru, jaman di mana ke-alay-an merajalela😭
Reni_R
akhrnya up jg.. 😁🤭

smngat ka nina,, d tunggu kelanjutn ny. 🤗
Reni_R: setelah sekian purnama bertapa d goa,
akrnya kluar y..
semoga dpt inspirasi dlm pertapaan.. 😂🤭

aq tunggu klnjutan ny.. 🤗
total 2 replies
Zusanakey
kapan up lg author..
cerita nya bagus
Siti Mariyam
lama bingit thor nunggunya
DWN
lanjut thor
Daratullaila🍒
Hai author! Aku mampir nih😁 semangat terus nulisnya🤗 ditunggu feedbacknya🤗 5 like dan 5 rate sudah mendaraattt

Numpang promo ya, mampir juga ke novel pertamaku
Salam dari Calon Istri CEO
Susi Ana
jempol hadir, mampir ya
R.F
semangat up. like. jangan lupa feedback ya
Meymey Yonggi
akhirnya up juga ,,Jan lama" dong kak up nya ,,,di tunggu part selanjutnya, semangat
Aprillia Aprillia
ditunggu lnjutannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!