NovelToon NovelToon
Aku Kembali

Aku Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Balas Dendam / Hantu
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: UmakAy

Fitnah keji dan pengkhianatan merebut segalanya dari Nina, seorang gadis desa yatim piatu yang dituduh berzina dan dibuang ke hutan bersama putri kecilnya, Gendis. Di bawah naungan sihir hitam dan racun dendam mertua serta kakak iparnya, Roni, suami yang dulu sangat mencintainya, tega membiarkan mereka ..
Kini, dari kegelapan hutan belakang desa, Nina kembali. Satu per satu, mereka yang terlibat dalam kematian tragisnya akan membayar hutang darah ini dengan nyawa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UmakAy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Saat ini, Hana sudah berada di desa tempat kediaman Nek Nilam. Hana tiba dengan seribu kepalsuan, mengubah dirinya seolah menjadi sang penyelamat dengan menawarkan pinjaman uang.

Tujuan tersembunyinya jelas merusak kebahagiaan Nina dan Roni. Dengan penampilan paling modis, riasan berkilau, dan senyum manis yang selalu tersungging di bibirnya, Hana mulai mengelilingi sudut-sudut desa. Ia menawarkan pinjaman berkedok kemudahan tanpa jaminan dan bunga rendah, menyasar para warga yang terlilit kebutuhan finansial.

"Kita tahu, kadang hidup di desa ini sulit. Tapi kita semua butuh uang, bukan? Bapak atau Ibu bisa memanfaatkan pinjaman ini untuk modal usaha kecil-kecilan atau memperbaiki rumah," bisik Hana halus penuh manipulasi di hadapan kerumunan warga yang mengelilinginya.

Setelah menanamkan angin segar dan angan-angan indah, Hana kembali ke kontrakan yang telah ia bayar saat pemiliknya ikut berkumpul tadi. Rumah ber-cat biru yang letaknya tepat di seberang jalan rumah Nina. Dari balik jendela, mata culasnya mengamati kediaman Nina, menyusun taktik untuk menjebak Roni dan menciptakan keraguan di dada pria itu terhadap istrinya.

*

Sore harinya Hana mengawasi rumah Nina. Masih terlihat lengang dan belum terlihat Roni pulang. Merasa saatnya tepat, Hana melangkah melintasi jalan. Ia mengetuk pintu kayu rumah Nina dengan senyum paling ramah.

Tok...tok..

Saat pintu terbuka, sosok Nina berdiri di sana. Hana tertegun sejenak melihat wajah Nina. Ia mengakui jika Nina memang cantik walaupun tanpa riasan seperti dirinya. Namun semua itu ia tepis, ia meyakinkan dirinya jika ialah yang oaling cantik. "Dia hanya gadis desa." Sinisnya dalam hati.

Dengan penuh keceriaan, ia menyapa Nina "Hai!"

Nina tertegun sejenak melihat wanita kota berpenampilan mentereng di hadapannya. "Maaf, mencari siapa, ya?"

"Saya Hana,Ini beneran rumahnya mas Roni ya?" Tanyanya pura-pura.

"Iya benar."

"Saya teman lamanya Mas Roni,"

Nina menyambut tangan Hana. "Saya Nina." "Saya baru saja pindah ke kontrakan seberang." Hana dengan nada manis sembari menunjuk ke arah rumah cat biru.

" Saya ke sini mau menawarkan pinjaman uang, mungkin saja kamu atau keluarga sedang membutuhkan dana segar."

Nina merasa ada ganjalan. Keramahan wanita ini. Namun, ia tetap menjaga kesopanannya. "Oh, teman suami saya. Terima kasih banyak, Mbak Hana. Tapi saat ini kami tidak membutuhkan pinjaman apa pun," tolak Nina secara halus.

Hana tertawa kecil, melipat tangannya di dada.

"Sombong amat." Gumamnya dalam hati

"Oh, pasti semuanya berjalan baik-baik saja, ya? Tapi kalau suatu saat kamu butuh bantuan, jangan ragu menemui saya. Saya di sini ada untuk membantu." Ucapnya dengan ramah.

"Baik, terima kasih," jawab Nina singkat . Ia tak mempersilahkan Hana masuk. Hana pun pamitan sebelum Nina menutup pintu perlahan.

*

Sore harinya, deru sepeda motor Roni terdengar masuk ke pekarangan. Roni memang sering berangkat dan pulang kerja dengan motor karena lebih cepat katanya.

Nina menyambut suaminya di teras dengan senyuman hangat. Mereka duduk di teras, Nina masuk mengambilkan segelas air putih dingin untuk melepas dahaga Roni yang lelah bekerja di pabrik kayu.

Di rumah sebrang jalan, sepasang mata dengki menatap mereka berdua.

Saat mereka duduk bersama, Nina mulai membuka percakapan.

"Mas, tadi ada seorang wanita datang ke rumah. Dia menawarkan pinjaman uang."

Roni menghentikan tegukannya. "Siapa?"

"Katanya namanya Hana, teman lama Mas Roni. Dia tinggal di kontrakan cat biru seberang jalan kita," terang Nina.

Roni melihat ke arah rumah yang lama kosong itu, dan benar saja rumahnya sudah terlihat bersih .

Mendengar nama itu, dada Roni berdesir hebat. Kenangan pahit masa lalu melintas, tentang pengkhianatan Hana yang dulu berselingkuh di belakangnya.

"Hana?" tanya Roni, berusaha menutupi kegugupannya. "Dia ada bilang apa-apa tentang Mas?"

Nina mengerutkan dahi, heran melihat perubahan raut muka suaminya. "Tidak ada, Mas. Dia hanya bilang mau menawarkan bantuan pinjaman. Dia terlihat sangat ramah, tapi aku merasa ada yang aneh. Kenapa tiba-tiba dia muncul di desa ini dan menjadi pemberi pinjaman?"

Roni juga bingung mengapa sangat kebetulan sekali ke desa ini.

Ia tak menyadari bahwa Hana telah menyusun persekongkolan licik bersama ibu dan kakaknya di kota.

"Dia mungkin hanya mau berbisnis," sahut Roni mencoba menenangkan, walau dadanya diliputi prasangka buruk. "Tapi, dek, kamu harus ekstra hati-hati dengan orang yang menawarkan uang kemudahan seperti itu."

"Iya, Mas. Aku juga tidak berniat meminjam uang dari siapa pun. Kita sudah cukup berjuang mandiri," angguk Nina tulus.

Roni menggenggam erat tangan istrinya. "Kalau wanita itu membuat tindakan yang aneh-aneh lagi, langsung beri tahu Mas. Kita hadapi bersama."

Nina hanya mengangguk, walaupun ia heran melihat reaksi suaminya tentang Hana.

*

Malam ini Nek Nilam duduk sembari memperhatikan cucunya yang sedang merapikan mainan Gendis. Firasat orang tua tak pernah bohong. Kabar tentang kedatangan rentenir wanita di desa itu telah sampai ke telinganya. Apalagi katanya ia adalah teman Roni.

"Nina," panggil Nek Nilam dengan nada serius.

"Iya nek?"

"Nenek mendengar tentang wanita di seberang jalan itu. Dia itu rentenir. Sebaiknya kamu jangan sekali-kali berurusan atau mengambil uang darinya."

Nina mendekat dan duduk di samping sang nenek.

"Nina tidak ada niat meminjam kok, Nek. Tadi hanya bicara sebentar di pintu."

"Firasat Nenek sangat tidak enak, Nduk," bisik Nek Nilam memegang tangan Nina. "Rentenir itu menjebak orang dengan tawaran manis di awal, tapi mengisap darah pengutangnya hingga tak bisa melunasi. Banyak orang berpura-pura baik hanya untuk mengeksploitasi mereka yang rapuh. Nenek tidak ingin keluarga kita terjerat masalah."

"Iya, Nek. Nina janji akan selalu berhati-hati dan tidak akan pernah tergiur," tutur Nina mengusap lembut jemari rentan neneknya.

Sementara itu, di dalam rumah kontrakan cat biru, Hana duduk bersandar di sofa empuknya. Sebuah senyum culas terukir di bibirnya. Ia memegang ponsel, menekan nomor Rukmini di kota.

"Halo, Bu Rukmini," sapa Hana santai saat panggilan terhubung.

"Halo, Hana. Bagaimana di desa?" sahut suara Rukmini dari seberang telepon.

"Semua berjalan sesuai rencana. Oh iya, Bu. Aku hanya ingin memastikan, Roni masih bekerja di pabrik kayu yang dulu, kan?" tanya Hana.

"Iya, dia masih mengawasi pemotongan kayu di sana. Kenapa?"

Hana tertawa kecil. "Tidak apa-apa, Bu. Aku punya rencana yang sangat bagus."

Tanpa membeberkan detailnya pada Rukmini, Hana mengakhiri panggilan telepon itu. Otak liciknya bekerja cepat. Bila ia ingin mendekati Roni dan merusak rumah tangganya, ia harus merobohkan dulu tiang ekonomi keluarga kecil itu.

"Langkah pertama. Roni harus dipecat dari pabrik kayu itu," gumam Hana dengan mata berkilat penuh kebencian.

"Setelah dia kehilangan pekerjaan dan ekonomi keluarganya hancur, Nina pasti akan tertekan. Di saat itulah aku akan hadir berpura-pura menjadi pahlawan yang mengulurkan bantuan untuk Roni. Pria mana yang tidak akan luluh bila dibantu di saat paling terpuruk?"

1
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Oooh... Jadi begitu, ya... Cara licik keluarga Roni...

🤨🤨🤨🤨🤨
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Pengen rasanya masuk ke cerita di BAB ini, terus bantuin Roni buat nonjokin Herman!!! /Determined//Determined//Determined/
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Ah, sumpah... Merinding pas baca adegan ini... /Panic//Panic//Panic/
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
MANTAP!!! SAYA SUKA GAYAMU RONI!!!
UDAH, PINDAH AJA KE DESA NINA, RON...

💪💪💪
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Kalo saya yang jadi Nina, pasti udah bales ngomong, "Masih mending kangkung yang saya masak, Bu! Tadinya malah pengen saya masakin OSENG PAKU SAMA BAUT!"

🤣🤣🤣🤣🤣
UmakAy: ngakak kak 🤣
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Duuuh... Sabar ya Nina... 😭😭😭
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Seru juga ceritanya...

Terus, gimana Ruhi (kakaknya Roni) bisa punya calon suami? Lah wong sikapnya aja seperti itu sama adiknya sendiri...

Dan Nina, karakternya langsung bikin meleleh... 🤭🤭🤭
UmakAy: biasanya jodoh adalah cerminan diri 🤭
total 1 replies
the virtuso
saling support thor
UmakAy: siap 👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!