NovelToon NovelToon
Cinta Sejati Tuan Penguasa

Cinta Sejati Tuan Penguasa

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Cinta Murni / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:67.8k
Nilai: 5
Nama Author: SYAFA APRILIA

Daniel Almors adalah seorang penguasa nomor satu di kotanya.
Suatu hari, tanpa sadar dia masuk kedalam perangkap seorang wanita. Sampai akhirnya, saat dia bangun, dia sudah berada di sebuah tempat yang terpencil.

Daniel kehilangan ingatannya, dan telah di selamatkan oleh seorang gadis bisu bersama dengan neneknya.

Seiring berjalannya waktu, Daniel terbiasa dengan kehidupan barunya yang sangat sederhana.

Bukan hanya itu saja, bahkan Daniel yang saat itu sudah bertunangan, malah terjebak dengan perasaannya sendiri terhadap gadis yang baru saja dia kenal.

Siapakah yang akan Daniel pilih? Tunangannya ataukah si gadis bisu yang sudah menyelamatkan dirinya.

Ayo simak jalan ceritanya.

Tapi sebelum itu, jangan lupa follow akun author, subscribe karya, like dan tinggalkan jejak komentar kalian ya! Sebagai penyemangat untuk melanjutkan bab.
Terimakasih!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SYAFA APRILIA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Antara Dua Pilihan

Saat Gania menatap sesaat wajah cucunya, detik itu juga Gania tau, jika Sofia menyimpan kerinduan pada Daniel. Maka dari itu dia memberanikan dirinya untuk bertanya.

Tapi ternyata, Justin malah menjawabnya dengan memberi kabar bahwa Daniel akan segera menikah.

Seketika itu juga Gania yakin, jika cucunya Sofia pasti akan merasa sedih bahkan putus asa dalam penantiannya. Pasalnya, selama kepergian Daniel, Gania malah sering memergoki Sofia yang sedang memandangi gambar diri Daniel yang dia lukis sendiri pada lembaran kertas berwarna putih.

Dan benar saja, setelah Justin mengatakan itu, dengan raut wajah sedihnya Sofia beranjak dari tempatnya berdiri, dan memilih untuk segera masuk kedalam kamarnya.

Gania pun menyusul Sofia setelah Justin dan Bryan pergi meninggalkan rumahnya.

"Coba lihat, apa yang dia berikan untukmu?!" ujar Gania setelah berada didalam kamar Sofia.

Sofia sama sekali tidak tertarik, bahkan gadis itu hanya melirik kan sesaat bola matanya kearah semua paper bag yang diletakkan di atas tempat tidur.

Gania yang melihatnya pun segera mendudukkan bokongnya di atas kasur, tepat di samping Sofia.

"Sudah nenek katakan, rumah ini hanya sebatas persinggahannya! Jadi jangan berharap lebih dari itu, karena itu akan menyakiti hati mu sendiri, Sofia!" ujar Gania dengan lembut.

Sofia yang semula tertunduk pun perlahan mengangkat sedikit wajahnya, menatap wajah Gania.

Seiring dengan itu, Gania pun lekas membawa gadis itu kedalam pelukannya, serta membelai lembut rambut panjang Sofia yang indah.

"Ingatlah perbedaan diantara kalian, Nak!" sambungnya.

Sofia memejam, berpikir bahwa apa yang dikatakan oleh neneknya ada benarnya. Bagaimana pun, dia harus kuat dan menerima keadaan seperti semula, tepatnya seperti sebelum Sofia menemukan Daniel.

*****

Sementara di tempat Daniel berada, setelah mendapat kabar bahwa Justin dan Bryan sudah memberikan semua hadiah-hadiahnya kepada nenek Gania beserta Sofia, Daniel pun memutuskan untuk menemui dokter pribadinya di rumah sakit ternama.

"Tuan Daniel! Sampai kapan kita menyembunyikan hal ini dari orang tua dan kekasihmu?!" ujar Dokter Edward.

"Sampai kasus kecelakaan ku terungkap." Daniel tersenyum miring. "Mereka melakukannya dengan sempurna, hingga aku dan orang-orang ku sulit untuk mendapatkan bukti," sambungnya lagi.

"Ya, aku mengerti. Aku akan menjaga rahasia ini sampai kau sendiri yang mengatakannya pada orang tuamu," jawab Edward.

Daniel mengambil kesempatan untuk mengungkap tragedi kecelakaan itu, setelah sang ibu meminta kepada pihak keluarga Clara untuk menunda pernikahan mereka.

Sampai akhirnya, setelah 1 bulan berlalu.

Daniel terus mengirimkan hadiah-hadiah kepada nenek Gania dan Sofia, melalui Justin dan Bryan.

Hingga apa yang di lakukan oleh Daniel, telah di ketahui oleh Clara.

Gadis itu sangat marah dalam diamnya, saat dia mendapat kabar dari orang kepercayaannya jika Daniel sering membelikan hadiah untuk seorang gadis di luar sana.

Hal itu tentu menjadi ancaman bagi hubungan mereka, pikir Clara yang sedang berdiri sambil meremas kuat tanda bukti pembelian sebuah cincin.

Untuk siapa lagi cincin itu, kalau bukan untuk Sofia. Pasalnya, Daniel tidak memberikan sebuah cincin kepadanya seperti yang tertulis didalam surat cincin tersebut. Pikir Clara, merenungi.

"Sedang apa kau disini?!" tanya Daniel dengan ciri khas suaranya yang serak.

Sepulang dari rumah sakit, Daniel langsung menuju rumahnya. Pasalnya, ada hal yang harus dia kerjakan di ruangannya.

Tapi begitu dia masuk ke ruangannya tersebut, netra nya sudah mendapati Clara yang berdiri di sisi meja kerjanya.

"Da_ Daniel! Sayang, aku.." Clara seketika gelagapan, dan langsung menyembunyikan tangannya yang masih menggenggam tanda bukti pembelian cincin itu ke belakang tubuhnya.

Perlahan Daniel mendekat dengan tatapan dinginnya pada Clara. "Apa yang kau sembunyikan?!" tanyanya lagi.

"A_ Apa?! A_ Aku.. Tidak mengerti maksud mu," jawab Clara masih dengan terbata-bata, bahkan berlagak bodoh di depan Daniel.

Tapi dengan cepat Daniel menarik tangannya, lalu mengambil gumpalan kertas didalam genggaman Clara.

Clara terdiam saat Daniel dengan perlahan membuka gumpalan kertas itu.

"Kau tidak ada hak untuk ini, karna kau masih belum menjadi milikku sepenuhnya," ujar Daniel sambil membuka laci mejanya lalu menyimpan tanda bukti pembelian cincin tersebut ke tempat semula.

"Ku peringatkan, jangan menyentuh apapun jika aku tidak menyuruhmu!" lanjutnya kemudian seraya berbalik lalu melangkah pergi.

"Daniel!!" teriak Clara dengan cukup keras, hingga membuat Daniel menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap kearah Clara.

Gadis itu sudah tidak bisa menahan emosinya, terlihat dari raut wajahnya yang memerah diiringi dengan deru nafas yang memburu.

"Kau pikir aku ini siapa..?! Aku ini tunangan mu..!! Walaupun kita belum menikah, tapi aku juga punya hak atas apa yang kau lakukan terhadap wanita lain di luar sana!!" ujar Clara dengan suaranya yang terdengar parau akibat menahan tangis.

Tapi itu tidak membuat Daniel merasa bersalah, bahkan pemuda itu menatapnya dengan tatapan tajam.

"Apa kau lupa?! Kau sendiri yang menginginkan ku menjadi istrimu, Daniel! Kau yang menyatakan cinta mu padaku! Bahkan kau juga yang membawa kedua orang tua mu untuk melamar ku! Lalu kenapa aku masih tidak punya hak untuk tau tentang cincin itu?! Cincin yang kau berikan untuk wanita lain di luar sana!! Kenapa, Daniel. Kenapa?!" teriak Clara diiringi dengan tangisnya.

Gadis itu sudah sangat kesal dengan sikap Daniel yang terkadang manis tapi terkadang berubah dingin padanya.

Mendengar itu, Daniel pun seketika merasa bersalah. Kemudian dengan perlahan dia mendekati Clara.

Memang benar apa yang di katakan oleh Clara. Daniel memang membelikan sebentuk cincin emas pertama putih untuk Sofia. Pasalnya, Daniel sempat teringat dengan janjinya yang akan memberikan sebuah cincin yang pas di jari Sofia, sebab itulah dia segera membelikannya dan mengirimkannya sebagai hadiah untuk Sofia.

"Apakah kau masih tidak bisa mengingat tentang kita, Daniel?!" lanjut Clara dengan nada suara lemah.

Dia menatap Daniel dengan tatapan sedihnya, saat Daniel berdiri lebih dekat di hadapannya sambil mengusap lembut air matanya yang mengalir di pipi.

"Aku.. Tidak bermaksud untuk menyakiti mu. Memang benar, aku membelikan cincin itu untuk Sofia, tapi karna aku sudah berjanji padanya!" balas Daniel dengan nada lemah.

Daniel berusaha untuk jujur dalam hal itu. Pasalnya, tidak ada gunanya menyembunyikan hal itu dari Clara, karna kenyataannya Clara juga sudah tau dan pasti sudah berasumsi jika cincin itu di peruntukkan untuk Sofia. Pikir Daniel.

"Jadi kau masih berhubungan dengan gadis hutan itu?!" tanya Clara yang hampir tidak percaya, sambil menepis tangan Daniel dari pipinya.

"Sudah lama aku tidak bermaksud dengannya, tapi.. Aku masih belum bisa melupakannya," ujar Daniel lemah.

"Apa maksud mu tidak bisa melupakannya, Daniel?!"

"Maafkan aku, Clara! Perasaan itu muncul begitu saja saat aku bersamanya. Tapi kau juga tidak bisa menyalahkan ku ataupun dirinya! Karna saat itu aku sama sekali tidak bisa mengingat mu!" balas Daniel menjelaskan.

Seketika itu juga rasa di hati Clara bagai di tusuk dengan pedang yang tajam.

Pengakuan Daniel sungguh sangat menyakitkan baginya.

"Kalau begitu tinggalkan, dia! Lupakan dia dan buang jauh perasaan mu padanya! Aku tidak akan mau berbagi dirimu dengan wanita lain, Daniel! Tidak akan pernah!" teriak Clara dengan keras.

"Berhentilah berteriak, Clara!!" balas Daniel dengan nada suara yang lebih keras dan lantang.

"Jangan pernah meminta ku untuk melupakannya! Karna itu tidak akan pernah ku lakukan. Bagaimana pun, dia dan neneknya yang sudah merawat ku saat aku dalam keadaan terluka!!" sambungnya.

"Oh! Jadi kau tidak akan pernah melupakan gadis itu?! Baik! Kalau begitu katakan, aku atau gadis itu yang kau pilih?!" balas Clara dengan terpaksa. Tidak ada cara lain untuk menghentikan Daniel. Pikirnya.

Daniel benar-benar dihadapan kan diantara dua pilihan yang sangat sulit.

****

Bersambung...

1
Kenzi Kenzi
hamiun...moga kmbr
Kenzi Kenzi
kaburrttr....mosok wong lanang koq cemen
Kenzi Kenzi
masqkwn sofia yg trakhir
Kenzi Kenzi
kamu nikah to bang
Kenzi Kenzi
dasar maruk....laki2 ga tegassssss
Kenzi Kenzi
pinter kamu wan daniel...ngiket sofia dgn itu..manamungkin sofia bisa brpaling...opo meneh lek hamidun
Kenzi Kenzi
bener an ortu sofia
Kenzi Kenzi
sengaja sofia lakukan itu...
Kenzi Kenzi
bisa ngomonh
Pipied Roshie
jimmy pasti yg membantu clara
Asih Ningsih
makasih thoor
Syafa Aprilia: Sama-sama kak😊
total 1 replies
Asih Ningsih
iya hbis gini jgn ada lg perpisahan anyltara daniel n sofia thoor
Syafa Aprilia
😔ak nya aja sedih harus berakhir secepat ini. Tpi mau gmn? Ceritanya kurang menarik 😢
Raja Ilusi
Kurang puas sama kemesraan mereka setelah nikah, author sayang...
untuk ending udh bagus😊😘
Syafa Aprilia: hufh..
total 1 replies
Amanda
Puas sama endingnya, tapi sedih juga sih di tinggal sama Daniel dan Sofia,,knp gak di ceritain kehidupan manis mereka setelah menikah sih thor
Syafa Aprilia: Makasih support nya ya! Maaf jika kurang memuaskan
total 3 replies
Bengbenk
Senang akhirnya Daniel dan Sofia bisa bersatu dan hidup bahagia 🤗 tapi aq kok sedih ya Thor cerita ini tamat😢😭
Syafa Aprilia: jgn lupa mampir di karya ku yg lainnya juga kak☺️
total 1 replies
Raja Ilusi
Kok dikit bgt sih beib, cuma 60 bab
Ross
Bikin endingnya bahagia
Amanda
Udah ga sabar baca endingnya thor
smoga pernikahan Daniel ma Sofia berjalan lancar,,
Bengbenk
Kok sedih ya, pas tau cerita ini bakal ending 😢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!