NovelToon NovelToon
Love Story : Dalam Dinginnya Bad Boy, Terukir Hangatnya Cinta

Love Story : Dalam Dinginnya Bad Boy, Terukir Hangatnya Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:26k
Nilai: 5
Nama Author: momian

Bak disambar petir di siang bolong. Jantung Andini berdebar lebih cepat mendengar kedua orang tuannya yang saat ini sedang membicarakan tentang perjodohannya. Padahal jelas sekali jika saat ini Andini masih menimbah ilmu di salah satu kampus swasta.

"Ayah, ibu. Aku tidak ingin menikah dengan pria pilihan ibu dan ayah." Tolak Andini memberanikan dirinya untuk menyelah perbincangan orang tuanya. Ia tidak sanggup jika harus menikah di usia yang masih sangat belia. belum lagi, pria yang akan di jodohkan dengannya adalah pria yang paling menyebalkan di kampus. Pria yang memiliki kekuasaan, ketua geng motor, dan juga pria yang sangat-sangat dingin dan kejam.

Kevin Mahendra
-Bagiku semua gadis di kampus ini sama saja. Tidak ada yang istimewa. Pesonaku, ketampananku dan juga kekayaanku, mampu membuatku memiliki siapa pun yang aku inginkan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

LS bab 12

Yuda membuang helmnya dengan sangat keras ke lantai, membuat Farel karet, tapi tidak dengan Kevin. Mereka saat ini sedang berada di markas singa.

"Yuda apa yang kau lakukan?" Tanya Farel sambil mengambil helm Yuda. Untung saja Helm Yuda, sangat bagus dan tentunya sangat mahal, sehingga tidak membuat helm tersebut pecah meski dibanting dengan sangat keras.

"Kevin! Apakah taruhan ini tidak bisa dibatalkan?" Tanya Yuda tanpa menghiraukan Farel yang tadi bertanya padanya.

Kevin dengan santainya duduk, sambil menghisap rokok, dan menghembuskan asapnya ke udara.

"Kevin!" Teriak Yuda yang kini sangat emosi melihat Kevin.

"Yuda, redam emosimu. Aku tahu kau suka dengan Andini, tapi masa persahabatan kita rusak hanya karena seorang wanita." Bujuk Farel.

Yuda balik dan menatap Farel dengan tajam, bahkan menarik baju Farel di bagian leher.

"Seorang wanita kau bilang? Farel, terlepas dari siapa Andini, terlepas dari aku suka atau tidak, dia itu manusia, Farel. Bagaimana kalau kau yang jadi bahan taruhan? Apa kau mau?"

"Maaf." Farel kalah, Yuda memang terkenal dengan singa yang baik dan pintar. Tapi sekali Yuda marah maka Farel pun tidak akan mampu melawan Yuda.

"Hentikan! Cukup! Apapun yang kau katakan, balapan ini akan tetap terjadi." Kata Kevin dengan tajam, sehingga membuat Yuda melepaskan cengkraman baju Farel.

"Kevin." Teriak Yuda.

"Aku mau pulang. Jika kau tidak ingin ikut taruhan ini, maka tidak usah. Biar aku dan Farel saja yang melakukan taruhan ini." Kata Kevin lalu berjalan menuju motornya, meninggalkan Yuda dan Farel.

"Betul kata Kevin. Jika kau tidak ingin ikut, maka tidak usah. Biar aku dan Kevin yang berusaha memenangkan taruhan ini. Ya, meskipun skor awal sudah dipastikan 1-0 karena kau tidak ikut." Farel pun pergi meninggalkan Yuda seorang diri.

"Arghhh…" Teriak Yuda merasa sangat frustasi dengan dengan keadaan saat ini. Ia bimbang, ingin sekali mengakhiri pertaruhan ini, tapi dirinya tidak punya kekuatan untuk melawan perkataan Kevin. Yuda ingin mundur dari balapan ini, tapi satu sisi sama halnya dia sudah memberikan skor satu pada lawan mereka.

"Sia*lan." Umpat Yuda,. Maju salah, mundur pun juga salah. Itu yang Yuda rasakan saat ini.

•••••

"Kau sudah pulang?" Tanya Andini sambil berdiri menghampiri Kevin yang baru saja masuk ke dalam rumah.

"Kevin, kau tidak ikut balapan kan? Iyakan?" Tanya Andini dan Kevin tetap saja diam. Andini terus mengikuti langkah kaki Kevin, hingga kemudian.

Bruk…

Andini menabrak belakang Kevin, saat Kevin menghentikan langkah kakinya secara tiba-tiba.

"Kevin, harusnya jika ingin berhenti bilang dong. Sakit tau." Omel Andini.

"Kemasi barangmu, besok pagi aku akan mengantarmu ke rumah orang tuamu."

"Untuk apa? Kau ingin kita bercerai, tanpa mau mencoba dari awal?" Panik Andini, ia tidak bisa membayangkan jika di usia yang masih sangat muda ini harus menjadi seorang janda.

"Aku ingin istirahat. Jangan menggangguku." Kevin kembali melanjutkan langkahnya. Disusul oleh Andini, dan langsung berhenti tepat di depan Kevin sambil merentangkan kedua tangannya. "Apa lagi?" Tanya Kevin.

"Jawab dulu? Kenapa ingin memulangkan aku kerumah orang tuaku? Apa kau ingin kita berpisah?"

"Dasar bo*doh." Kevin menyentil kening Andini, sehingga membuat Andini meringis.

"Auh."

"Sana cepat tidur, biar besok aku antar."

•••••

Seperti yang Kevin katakan semalam. Kini Andini sudah berada di rumah orang tuanya. Ibunda Andini begitu sangat bahagia saat melihat sang anak dan menantu datang berkunjung kerumah mereka.

"Bu." Andini memanggil ibunya yang sejak tadi sibuk memperhatikan Kevin yang baru disadari ternyata sang menantu begitu sangat tampan.

"Ada apa sayang?"

"Ayah mana? Kerja? Di hari libur?" Tanya Andini.

"Ayah, ada perjalanan bisnis keluar kota."

"Jadi ibu sendiri?"

"Ya seperti yang kau lihat. Tapi untung saja kau dan Kevin datang jadi ibu tidak sepi lagi."

"Ibu. Hari ini Andini, Kevin tinggal di sini. Nanti malam Kevin akan kembali menjemput." Kata Kevin, membuat Andini heran.

Andini mengira Kevin ingin dekat dan mengenal kedua orang tuanya, namun ternyata Kevin hanya ingin menitipkan dirinya.

"Kevin ada urusan, dan kasihan jika Andini harus sendiri dirumah."

Andini langsung menarik tangan Kevin, membawa Kevin menuju kamarnya.

"Apa maksudmu Kevin? Kenapa meninggalkan aku di sini? Kau mau kemana? Balapan? Iyakan?"

"Tidak! Tapi ada acara di markas."

"Bohong! Kalau begitu aku ikut."

"Andini! Sudah aku katakan, jangan sampai kedekatanmu denganku membuat orang tahu tentang hubungan ini. Dan juga, jika kau mau menjadi rumah, tetaplah diam. Jangan sedikit-sedikit kamu mau ikut."

"Baiklah, aku izinkan tapi jangan lewat dari jam sepuluh malam."

Kevin pergi meninggalkan Andini.

Tapi entah kenapa perasaan Andini begitu sangat gelisah.

Hingga ponsel Andini berdering, banyak pesan yang masuk. Sifa mengirimkan pesan yang membuat air mata langsung menetes membasahi pipi mulus Andini.

"Apa hubunganmu dengan geng singa?"

"Andini, apa yang kau lakukan? Ayo jawab?"

"Andini kau tahu, sebentar malam geng singa akan melakukan balap liar, dan yang sebagai taruhannya adalah kamu Andini?"

"Andini ayo jawab apa hubunganmu dengan geng singa?"

DUARR…

Petir di sore hari yang mampu menggetarkan tubuh Andini. Kaki Andini bahkan kehilangan kekuatan untuk berpijak di lantai.

"Kevin." Lirih Andini sambil memukul-mukul da*danya yang terasa nyeri.

Pesan yang dikirim oleh Sifa bagaikan sebuah tombak yang tajam, yang mampu menghunus jantung Andini, memberikan luka yang amat mendalam.

"Kau jahat Kevin." Lirih Andini.

1
신 서준한
Kak cerita ini, kapan di lanjut??
Tuti Hayuningtyas: lanjuuuut teruuuuus thooooooooor 😅😅😅💃💃🥺
total 1 replies
umi azizah
kakkk...kol belom update lagi huhu
umi azizah
kapan update lagi kak
Apriyanti
lanjut thor
umi azizah
lanjut dong kak yg banyak hehe
Nofi Otafia
lama2 kyk jadi sinetron ikan terbang
Myra Myra
nape jadi mcmne
Nofita Sari
update'ny trlalu lama
Apriyanti
lanjut thor
𐎙࿆ᷤⷭ Murni 𝐀⃝🥀ᴳᴿ🐅
moga aja setelah dilepaskan tangannya Andini dapat menyelamatkan dirinya dari sifa dan gerombolannya
Apriyanti
lanjut thor
Nofita Sari
update'ny trlalu lama
Lis Tina hrp
gimana kelanjutan .....
𐎙࿆ᷤⷭ Murni 𝐀⃝🥀ᴳᴿ🐅
moga aja Kevin datang tepat waktu untuk menolong istrinya
Apriyanti
lanjut thor
Mariana Riana
bagus
Apriyanti
lanjut thor
Nofita Sari
lanjut lanjut lanjut
Apriyanti
lanjut thor
𐎙࿆ᷤⷭ Murni 𝐀⃝🥀ᴳᴿ🐅
up lagi dong Thor masih kurang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!