Direnggut, dianggap remeh dan dihancurkan. Semua itu sirna saat diriku mengalami kebangkitan. Ingatan yang diwariskan akan menjadi saksi bisu untuk mengembalikan kehormatanku. Apa yang ditakdirkan untukku akan kembali padaku. Langit dan bumi, seluruh penjuru dunia, akan kuukir sebuah kisah, kisah tentang reinkarnasi sang dewa naga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sam Ilfar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
XYD 12 - Hutan Kematian
XYD 12 - Hutan Kematian
Hutan Bambu Emas adalah sebuah hutan yang letaknya jauh dari permukiman penduduk dan berada jauh dari Ibukota Jiahan. Lokasi Hutan Bambu Emas sendiri berada ditengah hutan terlarang yang begitu terkenal di Kekaisaran Jia yakni Hutan Kematian.
Alasan mengapa disebut Hutan Kematian karena energi spiritual yang ada di hutan tersebut sangat pekat dibandingkan dengan daerah disekitarnya. Selain itu Hutan Kematian dihuni begitu banyak Binatang Roh dan kebanyakan Binatang Roh membuat sarang disana.
Hutan Bambu Emas menjadikan Hutan Kematian menjadi markas persembunyian mereka dikarenakan lokasi yang sulit untuk ditemukan manusia. Hutan Bambu Emas merupakan aliran netral terbesar di Kekaisaran Jia dan setara dengan Sekte Matahari Emas, namun seiring berjalannya waktu Hutan Bambu Emas mulai menutup pada dunia luar sebelum akhirnya She Ao menjadi Patriark mereka dan mulai memberlakukan sistem pelatihan kultivasi yang baru disana.
Saat ini Hutan Bambu Emas terpecah menjadi dua kubu. Yang pertama mereka adalah kultivator yang telah dikalahkan She Ao dan hidup mengembara sedangkan yang kedua adalah pengikut She Ao yang semuanya merupakan mantan dari organisasi pembunuh.
Ada alasan lain mengapa She Ao mengambil alih Hutan Bambu Emas karena keberadaan Golok Naga Emas yang konon tersembunyi disana. Setelah bertahun-tahun mencari keberadaan Golok Naga Emas, She Ao sama sekali tidak menemukan keberadaan golok tersebut dan berakhir mati ditangan Xiao Yang tanpa perlawanan yang begitu berarti.
Mengetahui keberadaan Golok Naga Emas membuat Xiao Yang mendatangi Hutan Bambu Emas terlebih dahulu. Selain telah mengetahui informasi para kultivator Hutan Bambu Emas terdahulu, Xiao Yang juga datang dengan sejumlah informasi yang membuatnya semakin percaya diri.
Sesampainya di Hutan Kematian, Xiao Yang memandang pepohonan besar yang menjulang tinggi kelangit dan mulai merasakan energi spiritual yang sangat pekat. Aura yang tidak asing dan sangat akrab dengannya membuat Xiao Yang tersenyum.
“Golok Naga Emas... Salah satu hasil tempaanku di Era Para Dewa. Aku tidak menyangka golok ini ada ditempat ini.” Xiao Yang pun langsung mengedarkan aura tubuhnya ke segala penjuru.
“Seperti pencarian ini akan lebih mudah...” ujar Xiao Yang sebelum bergerak dengan kecepatan tinggi menuju lokasi keberadaan Golok Naga Emas.
Jalan yang Xiao Yang tempuh adalah rute menuju sarang Binatang Roh Alam Bumi. Sama halnya dengan seorang kultivator, Binatang Roh juga memiliki tingkat kultivasi yang dapat membuat mereka memiliki kesadaran seperti manusia dan berbicara.
- Alam Raja
- Alam Kaisar
- Alam Bumi
- Alam Langit
- Alam Dewa
Lima tingkatan inilah yang membedakan kemampuan Binatang Roh. Jika Binatang Roh telah mencapai tingkat Alam Dewa maka Binatang Roh tersebut dapat berbicara dan berpikir layaknya manusia.
Diantara beberapa tempat yang mengerikan di Hutan Kematian, rute yang diambil Xiao Yang adalah salah satunya karena merupakan sarang Binatang Roh Alam Bumi. Bahkan para kultivator Hutan Bambu Emas berpikir dua kali untuk kesana.
“Seharusnya aku melakukan hal ini dari awal. Aku terbutakan oleh dendam dan amarah, bahkan setelah bereinkarnasi beberapa kali aku tetap melakukan kesalahan yang sama...” Xiao Yang tersenyum kecut saat mengingat kehidupannya ini.
Namun Xiao Yang tidak berlarut terlalu lama mengingat masa lalunya karena sekarang benar-benar menikmati kehidupan barunya.
Setelah nampak bayangan gerombolan Binatang Roh, Xiao Yang pun melepaskan Aura Dewa Naga dengan jumlah yang besar. Kedatangan Xiao Yang memancing gerombolan Binatang Roh bergerak dan sebagian langsung menuju keberadaan Xiao Yang.
“Apa mereka berpikir dapat mengalahkan diriku ini?!” Xiao Yang tersenyum dingin saat melihat gerombolan Serigala Iblis Hitam menuju kearahnya.
ROOOAAAARRR!!!
Dengan menggunakan Langkah Naga Petir, Xiao Yang bergerak mengelabui gerombolan Serigala Iblis Hitam yang membentuk sebuah formasi untuk menyerang dirinya. Kemudian dengan kecepatan tinggi Xiao Yang melepaskan serangan sambil berpindah-pindah tempat.
“Tapak Dewa Naga!”
BOOOMMM!!!
BOOOMMM!!!
BOOOMMM!!!
Dengan cara yang sangat mengejutkan Xiao Yang berdiri ditengah formasi gerombolan Serigala Iblis Hitam dan menyerang beberapa Serigala Iblis Hitam yang berada didekatnya.
“Sadari poisimu! Binatang Sialan!” Selanjutnya Xiao Yang mengintimidasi gerombolan Serigala Iblis Hitam yang tersisa begitu juga dengan Binatang Roh Alam Bumi yang lainnya.
“Tunduk dan matilah dihadapanku!”
Tiba-tiba tekanan gravitasi disekitar Xiao Yang menjadi berat. Hanya dalam hitungan detik saja semua gerombolan Binatang Roh Alam Bumi yang ada disekitar dirinya tidak dapat bergerak dan tubuh mereka semua menghimpit ketanah.
Setelah itu Xiao Yang mengeluarkan sebuah pedang dari telapak tangannya sambil melepaskan energi Qi kepada bilah pedangnya.
Lalu dengan energi Qi yang berkumpul pada bilah pedangnya, Xiao Yang melepaskan satu teknik pedang yang dalam sekejap menghancurkan semua tubuh Binatang Roh Alam Bumi.
“Teknik Pedang Naga...”
“Bentuk Pertama — Gravitasi Naga Bumi!”
Apa yang dilakukan Xiao Yang sulit untuk dipercaya karena dapat menaklukkan sarang Binatang Roh Alam Bumi yang ditakuti kultivator Hutan Bambu Emas. Keributan yang terjadi ini tentu saja membuat para kultivator Hutan Bambu Emas datang untuk memeriksanya.
Xiao Yang mengetahui hal ini karena dia merasakan beberapa hawa keberadaan yang mendekat. Jika dihitung mereka semua berjumlah sekitar lima puluhan orang dan itu membuat Xiao Yang bergegas untuk mengambil Golok Naga Emas yang tertancap didepannya.
Namun sebelum Xiao Yang mengambil Golok Naga Emas, sejumlah kultivator Hutan Bambu Emas mengepung dirinya dan menanyakan kedatangannya kemari.
“Apa yang dilakukan bocah sepertimu dihutan ini?!” teriak salah satu kultivator.
“Jangan terluka dekat! Energi yang dilepaskan bocah ini berbahaya!” Kultivator yang lain menegur.
Beberapa kultivator Hutan Bambu Emas menjaga jarak dari Xiao Yang dan mulai membentuk formasi penyerangan. Namun sebelum mereka semua bergerak lebih jauh, Xiao Yang sudah melepaskan teknik pedangnya yang lain.
“Teknik Pedang Naga...”
“Bentuk Kedua - Pedang Tanpa Wujud!”
Melihat Xiao Yang berdiri dengan santai, sejumlah kultivator Hutan Bambu Emas menggunakan kesempatan ini untuk menyerang, sebagian dari mereka menjaga jarak dan bahkan ada yang melarikan diri untuk melaporkan kejadian ini.
“Jangan lengah dan meremehkan bocah ini! Dia berbahaya!” ujar kultivator Hutan Bambu Emas kepada rekan-rekannya.
“Darimana dia mendapatkan kekuatan sebesar ini? Apa bentuk fisiknya hanyalah tipuan belaka?” sahut yang lainnya.
Sebelum mereka menyadari lebih jauh sebuah serangan tak kasat mata menusuk perut mereka dan ada yang langsung memotong leher mereka. Tanpa mereka sadari, tubuh mereka sudah dikelilingi seribu pedang yang tidak berwujud dan siap menghunus tubuh mereka semua.
“Apa kalian tidak melihat seribu pedang disekitar kalian semua...”
Xiao Yang menatap dingin semua orang yang terbunuh satu per satu oleh serangannya. Dengan ekspresi yang kosong, Xiao Yang melihat jelas bagaimana musuhnya terbunuh satu demi satu.
Genangan darah di hutan itu memenuhi rerumputan dan mengalir deras menuju lokasi yang lebih rendah. Sementara itu tatapan Xiao Yang tertuju pada sebuah cahaya berwarna emas yang tak jauh dari jangkauan matanya.
“Golok Naga Emas...” Xiao Yang menggumam pelan.
Apa yang Xiao Yang lihat adalah Golok Naga Emas yang memancarkan cahaya berwarna emas dan energi spiritual yang sangat besar.
Karena telah menemukan Golok Naga Emas, Xiao Yang pun langsung mengalirkan energi Qi kepada gagangnya dan merasakan kekuatan yang bertabrakan antara dirinya dengan Golok Naga Emas.
“Aku menciptakan beberapa pusaka kuno untuk membunuh mereka. Tidak kusangka aku menemukan salah satunya disini.”
Xiao Yang menatap Golok Naga Emas hangat akan penuh kenangan dan menggenggamnya lebih erat dari sebelumnya. Dalam kurun waktu lima detik energi spiritual yang besar mengalir dari jari-jari ditangan kanan Xiao Yang dan menuju ke dantian miliknya secara perlahan.
BOOOMMM!!!
BOOOMMM!!!
BOOOMMM!!!
BOOOMMM!!!
Seluruh energi spiritual dan aura yang ada didalam Golok Naga Emas kembali pada Xiao Yang. Hal ini tentu saja menyebabkan peningkatan kultivasi yang tidak wajar pada tubuh Xiao Yang.
“Kultivasiku menembus Alam Bumi Tahap Puncak...”
Xiao Yang merasakan kekuatan yang mengalir dengan deras dalam dirinya dan merasakan sensasi dimana dantian nya seperti seakan meledak.
“Golok Naga Emas, sekarang kau telah kembali kepadaku.” Xiao Yang berkata sambil menarik Golok Naga Emas dan langsung bergerak menuju hawa keberadaan yang begitu banyak.
“Aku akan mencoba seberapa tajam dirimu pada mereka!”
Sebelum sampai di lokasi markas persembunyian Hutan Bambu Emas, Xiao Yang sudah dihadang oleh puluhan kultivator Hutan Bambu Emas dan para tetuanya.