NovelToon NovelToon
The Housemaid

The Housemaid

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Romansa-Percintaan bebas / Hamil di luar nikah / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Tamat
Popularitas:75.9k
Nilai: 5
Nama Author: Black in Light

Claire, kepala pelayan mengalami kejadian tragis yang menimpa dirinya. Ia hamil.
Kehamilannya yang mengejutkan membuatnya sangat frustasi.
Kehadiran dua majikan pria yang sama-sama menginginkannya, membuat Claire tambah bingung dengan perasaannya Bisakah Claire melewati semua drama ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Black in Light, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 12

Finnegan Dashiell bermanja kepada Claire dengan sikap jenakanya. Ia tertawa senang saat berada dalam gendongan Claire yang mengajaknya berkeliling rumah hari ini. Finnegan sedikit berontak saat ibunya berusaha mengambil bocah itu dari dalam gendongan Claire. Ia tidak ingin lepas dari dalam gendongan gadis itu sama sekali.

"Dia masih ingin bermain!" Gumam Claire untuk menenangkan Lawrence yang kelihatannya cemburu.

Lawrence mengangguk mengerti. Claire bukanlah orang yang dekat dengan Finnegan, bocah berusia satu setengah tahun itu sebenarnya lebih dekat dengan Janette. Jika

saja Janette tidak sedang flu, Claire pasti tidak akan datang ke kamar Lawrence untuk menggantikan Janette.

"Kalian jangan terlalu memanjakannya!" ujar Lawrence.

"Aku mengerti. Aku tidak akan melakukannya!" jawab Claire.

"Dia harus mandi dulu, baru boleh bermain lagi." ujar Lawrence lagi.

"Bolehkah aku mengajaknya berkeliling rumah lagi sebelum dia mandi? Finnegan seharusnya tidur setelah dia mandi." pinta Claire.

"Tapi dia sangat kotor!"

"Dia tidak akan sakit hanya karena menunda mandi. Boleh, ya? Kurasa Finnegan belum

puas dengan jalan-jalan tadi. Kau boleh bilang tidak untuk memanjakannya, tapi kau juga jangan terlalu keras pada anakmu nyonya!"

"Astaga, kenapa kau mengatakan hal seperti itu. Kau tau kalau aku selalu kesulitan berkelit melawan kata-katamu!" Lawrence berdesis lalu menghela nafas penuh kekalahan. "Pergilah, bawa dia. Tapi jangan terlalu lama."

"Terimakasih, nyonya!" Claire tersenyum senang lalu memandangi Finnegan yang menatapnya. Bocah itu memperlihatkan segelintir

gigi susunya yang baru tumbuh sehingga  membuatnya  terlihat  sangat ceria. "Kita pergi sekarang tuan kecil?" Claire membimbing tangan kecil Finnegan untuk melambai kepada ibunya  lalu keluar dari kamar itu menuju lantai bawah. Claire ingin  mengajak  Finnegan ke halaman untuk berjalan-jalan sejenak.

Setelah sampai di halaman, Finnegan lebih aktif dari yang semula Claire duga. Anak itu

mencondongkan tubuhnya agar ia turun menyentuh rumput. Tapi Claire tidak mengizinkannya. Finnegan mulai rewel karena keinginannya tidak dituruti. Dengan berat hati Claire duduk di rumput dengan Finnegan di pangkuannya. Bocah itu boleh menyentuh rerumputan, tapi Claire terus mengawasinya jika Finnegan mulai mendekatkan rerumputan yang dicabut  dengan tenaga kecilnya ke mulut. Finnegan sedang dalam usia memakan apa saja yang menarik menurutnya. Claire tersenyum sipul setiap kali melihat tawa Finnegan hadir. Selama ini ia banyak melewatkan tawa itu, selama ini hanya Janette yang menikmatinya. Claire sangat menyayangkannya.

Bunyi Klik yang samar membuat Claire mengalihkan perhatiannya ke arah lain. Spontan, tapi intuisinya benar. Noah sedang mengambil fotonya dengan ponsel lalu memamerkan hasilnya setelah laki-laki itu mendekat. Noah duduk disebelah Claire, memindahkan Finnegan ke pangkuannya dan membelai kepalanya. Bocah itu tidak menolak. Laki-laki itu terlihat senang saat Finnegan menggenggam telunjuknya. Ia terus tersenyum hingga akhirnya sebuah teriakan keras mengagetkannya. Dengan gigi susu barunya, Finnegan menggigit jari telunjuk Noah dengan keras. Noah benar-benar kesakitan tapi Claire menertawakannya.

"Astaga, giginya sangat tajam!" Noah menggerutu sambil memegangi telunjuknya. Ia  memandangi Finnegan yang kembali memamerkan giginya. "Kau beri makan apa dia sehingga memiliki gigi setajam hiu?"

"Gigi anak kecil memang tajam. Gigi mereka lebih pipih dibandingkan dengan gigi orang dewasa. Jangan berlebihan!" Gumam Claire

sambil kembali memperhatikan ponsel Noah yang berada dalam genggamannya. Ia mendapati semua gambarnya di dalam ponsel itu, baik di ambil dengan meminta izin maupun diam-diam.

"Foto yang ini, kapan kau ambil?" tanya Claire.

Noah mendekatkan tubuhnya untuk melihat Foto yang ditunjuk oleh Claire. Foto saat Claire menaiki tangga menuju lantai atas. Saat itu ia memanggil Claire dari puncak tangga dan memotretnya tanpa izin begitu Claire menoleh kepadanya.

"Aku juga sudah lupa." jawab Noah berbohong.

"Untuk apa kau mengkoleksi semua fotoku? Memangnya kau suka padaku?" Claire mulai mencercar Noah pertanyaan.

"Kalau iya, bagaimana?" ungkap Noah.

Claire tertawa halus sambil memandang Noah dengan tatapan yang sudah menduga. Belakangan ini Noah memang terlalu menunjukkan perasaannya dan Claire tidak bisa menolak. Ia hanya ingin menikmatinya.

"Terserah padamu, tuan muda. Seorang pelayan tidak bisa mengatur perasaan majikannya. Kami hanya bisa menyaksikan, mendengarkan dan menikmati. Tidak untuk melarang! Tapi berhati-hatilah jika kau tidak ingin nama baikmu tercemar karena berkencan dengan seorang pelayan!" Claire menjelaskan.

"Memangnya kita sedang berkencan?" tanya Noah kikuk.

"Tidak. Tapi pelayan yang lain mengira seperti itu. Bahkan Bethoven dan Lawrence. Semua

orang di rumah ini menduga kalau kita memiliki hubungan khusus." ujar Claire.

"Lalu kau mengatakan apa untuk membela diri?"

Claire menggeleng. Ia tidak mengatakan apa-apa karena tidak ada seorangpun yang bertanya langsung mengenai hal itu kepadanya.

"Kau keberatan jika aku menyukaimu?" tanya Noah lagi.

"Aku tidak punya alasan untuk keberatan sebagai..."

"Sebaga seorang pelayan?" Noah menatap Claire penuh harap. Ia meminta kepada Tuhan

agar Claire mengatakan bahwa dia tidak punya alasan untuk menolak karena Claire seorang wanita yang membutuhkan cinta. Tapi anggukan Claire membenarkan kalau dirinya masih memberi batas antara mereka berdua. Seorang pelayan dan majikan meskipun mereka sudah berteman. Noah  menghela  nafas kecewa, terlebih saat Claire berdiri meninggalkannya dan menyongsong Bethoven yang berjalan menuju ke arahnya. Dengan perasaan linglung Noah mendekat dan memandangi mereka.

Bethoven menyapa Finnegan, putranya lalu menyentuh puncak kepala Claire untuk mengucapkan terimakasih karena sudah menjaga anaknya hari ini. Bocah itu mengulurkan tangan kepada ayahnya untuk digendong dan Claire memberikan Finnegan kepada Ayahnya. Seharusnya Bethoven segera pergi setelah mendapatkan anaknya. Tapi laki-laki itu mengajak Claire mengobrol tanpa mengikut sertakannya seolah-olah mereka sedang membicarakan urusan keluarga. Padahal Noah tau benar bahwa yang mereka bicarakan adalah urusan kantor.

"Mengapa Bethoven membicarakan hal seperti itu kepada Claire? Mengapa tidak kepada istrinya?" ungkap Noah dalam hati.

"Ah, ya. Sangat banyak teman-teman di kantor yang menanyakan dirimu." Bethoven bergumam sambil menimang-nimang Finnegan yang berada dalam pelukannya.

"Di pesta itu kau cukup menonjol. Semua laki-laki normal yang belum menikah menanyakanmu beserta kemungkinan untuk membawamu keluar dari rumah ini." lanjut Bethoven.

"Aku tidak akan keluar dari rumah ini!"

"Berarti kau tidak mau menikah? Seharusnya kau mencari kehidupan yang baik dan menyenangkan. Di keluarga ini, hanya kau yang  belum menikah." ujar Bethoven.

"Aku bukan keluarga di rumah ini, Beth!"

"Kau dan Lavender dibesarkan bersama, saat Lavender tidak ada lagi di dunia ini maka kau yang mengambil alih tempatnya dihati semua

orang. Baik ayah maupun Lawrence mulai mengistimewakanmu. Sekarang bagaimana bisa kau mengatakan bahwa dirimu bukan keluarga di rumah ini?" ungkap Bethoven.

"Tapi aku tidak mungkin menikah dengan teman sekantormu. Kau sedang berusaha menjadi Mak comblang, ya?" tanya Claire curiga.

"Tidak, bukankah kau sudah memiliki hubungan dengan salah seorang teman sekantorku?" Bethoven mengelak sambil  melirik Noah yang berdiri di dekat mereka.

Noah tidak menyangka kalau Bethoven akan mengatakan itu. Ia menoleh kepada Claire yang juga memandangnya dengan tatapan heran. Saat mata mereka saling beradu, jantung Noah hampir saja melompat keluar. Ia menghirup udara sebanyak yang dia bisa.

"Apa ini? Mengapa dunia berhenti berputar tiba-tiba? Kami sudah berpandangan terlalu lama, 'kan?" gumam Noah dalam hati.

---------------

1
Ooreoenakloo
menunggu saat saat seth tau kalau claire hamidun anaknya🤗🤗
Ooreoenakloo
tunggu tanggal mainnya seth 🤣😎
ummi zia
sabar ya claire
ummi zia
mulai ad cinta si noah
mummy_aling
critanya bgus skli🥰truskn brkarya. sokongan dri malaysia ☺☺
mummy_aling
cerita yg bagus😍
Mira Anggraini
waahhhh udah tamat aja... tapi seneng, happy ending 😍
Dasti Rukiah
lanjut Thor keromantisannya Seth dan Claire
lusi
bgus kak , 🤩
Anna Mariana
bagus ceritanya kk
Diana Susanti
kok tamat kak extra part kak👍👍👍
Dasti Rukiah
semangat dan lanjut Thor semangat 💪
BiancaRD
hhhhhhhh.. suka suka josss thorrr. meskipun luama update nya aku setia menunggu. menunggu warna biru. 😘😘😘
Toshi
terima kasih ya doa nya. km juga sehat selalu ya.. memang sempet menghilang soalnya harus isolasi di RS.
Anna Mariana
smg sehat sll kk
Mira Anggraini
baru sempet mampir lagi.. ditunggu kelanjutannya Author
Diana Susanti
apapun itu seth ayahkandungnya Gallian
Diana Susanti
lanjuuut kak
Mira Anggraini
makasih T
author... udah Up 2 chapter☺☺☺
Mira Anggraini
yeaayyy Up juga😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!