NovelToon NovelToon
Ternyata Hanya Pajangan.

Ternyata Hanya Pajangan.

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:672k
Nilai: 4.9
Nama Author: Hnislstiwti.

Aku meninggalkan semua nya dan bahkan cita-cita ku pun aku lupakan, demi apa? demi bisa bersatu denganmu!

Namun, setelah aku bertahan hampir 5 tahun dengan pernikahan ini kenapa rasanya sangat hambar dan tak ada kehangatan sama sekali?

Dan ternyata aku hanya di jadikan pajangan saja di Istana nya selama ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hnislstiwti., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Cintya berdiri di lobi Rumah sakit, dia menghela nafas dan langsung saja menuju ke resepsionis untuk bertanya.

"Maaf Sus, dimana ruang perawatan atas nama Andreas Slim?" tanya nya dengan ramah.

"Sebentar saya cek dulu, Nona" jawab sang resepsionis sopan.

Cintya menunggu dengan sabar, dia juga melirik kesana kemari siapa tau aja ada Vano yang lewat.

"Maaf Nona, disini tidak ada pasien yang bernama itu" jelas suster.

Hah.

"Coba sekali lagi, di bagian khusus jantung" titah Cintya kembali

Dengan patuh sang suster pun mencari, namun sampai dua kali mengulangpun.

"Tidak ada Nona, mungkin di rumah sakit lain di rawat nya" jelas suster kembali.

Dengan raut wajah kesal, Cintya pun melangkah pergi dari Rumah sakit tersebut.

Dia masuk ke dalam mobil dan mencoba menghubungi Vano, namun nomor nya masih tetap sama tak bisa di hubungi.

"Arrgghh, kemana sih sebenarnya Mas Vano membawa Andreas" ucap Cintya dengan frustasi.

Cintya melajukan mobil nya, ia berkeliling saja untuk menghilangkan penat dan juga menunggu Vano memberi kabar.

*

Sedangkan di Rumah sakit yang berbeda, Vano sudah selesai menyiapkan barang yang akan di bawa pulang.

Ya, kondisi Andreas sudah semakin membaik apalagi saat melihat adanya sang Nenek dan Kakek. Dan hal itu juga membuat Dokter memulangkannya.

"Kita langsung saja pergi, taxi yang Ayah pesan sudah ada di depan" jelas Ayah.

"Baiklah, kalian hati-hati di jalan dan jangan lupa hubungi aku jika sudah sampai" balas Vano pasrah.

Ayah dan Ibu hanya mengangguk, kemudian mereka masuk ke dalam mobil yang ada di hadapannya dengan Ayah menggendong Andreas.

"Dadah Papa, Mis You" teriak Andreas melambaikan tangan kala mobil sudah berangkat.

Vano membalas lambaian tangan sang Putra, ia tersenyum.

Setelah mobil pergi, Vano pun masuk ke dalam mobil dan pergi dari sana. Vano sendiri tidak langsung pulang, ia ke perusahaan sebentar karena ada pertemuan penting.

"Ck, baru sekarang kau mencari nya! Ibu macam apa kau Cintya" gumam Vano kala menghidupkan ponsel nya dan banyak panggilan serta pesan dari Cintya.

Ponsel kembali di letakan dan Vano fokus pada jalanan di depan, ia tidak akan memberitahu Cintya kemana Andreas di bawa pergi.

*

Setibanya di perusahaan, Vano langsung naik ke ruangan nya karena disana John sudah menunggu dirinya.

Ting.

Lift terbuka, Vano keluar dan berjalan menuju ke ruangan.

Ceklek.

"John" panggil Vano kala ia sudah masuk ke dalam.

John mengalihkan pandangannya, dia lalu bangkit dari duduk nya.

"Bagaimana keadaan Andreas?" tanya John.

"Sudah mendingan dan ia ikut bareng bokap ke kampung" jawab Vano lirih.

John mengangguk-anggukan kepala nya, dia lalu duduk kembali bersama Vano.

"Pelajarilah dulu, setelah makan siang nanti kita rapat bersama beberapa investor termasuk Nona Kanaya" jelas John dengan memberikan map pada Vano.

Vano menghela nafas kala nama Kanaya di sebut oleh John, dia lalu membuka map dan membaca nya dengan teliti.

John pergi ke ruangannya, dia akan mengerjakan beberapa pekerjaan yang belum sempat selesai.

"Walaupun kau sudah menyakiti Kanaya, tapi nyatanya dialah yang membantu perusahaan kalian bangkit kembali" lirih John.

John menghela nafas nya, ia lalu membuka map yang ada di hadapannya dan kembali bekerja.

*

Singkat waktu, kini jam makan siang pun tiba. John keluar ruangan dan bertepatan dengan itu juga Vano keluar.

Keduanya langsung saja menuju ke lift, karena pertemuan kali ini akan di lakukan di Restoran yang sudah di reservasi oleh Fani.

Ting.

Lift berhenti tepat di lobi, John menerima kunci mobil milik Vano.

John melajukan mobil nya dengan tenang, dia sesekali melirik sahabat sekaligus Boss nya.

"Bagaimana dengan Cintya? Apa dia tau kalau Andreas ikut bersama Om dan Tante?" tanya John.

"Tidak, aku akan membiarkannya dulu sampai dia sadar" jawab Vano menghela nafas kasar.

John manggut-manggut saja, dia kembali fokus pada jalanan.

Hingga tak lama kemudian mereka sampai di Restoran, Vano melangkah bersama John yang sudah membawa berkas untuk meeting kali ini.

John langsung melangkah ke arah meja yang sudah di beritahu oleh Fani, dia juga melihat di meja sudah ada Fani, Kanaya dan juga Axel.

Vano mengepalkan tangannya saat ia melihat Kanaya tersenyum bahagia dengan pria lain.

"Maaf kami terlambat" ucap Vano dengan ramah.

Kanaya menghentikan tawa nya, dia lalu berdehem dan mengubah kembali mimik wajah nya jadi datar.

"Tidak, kami juga baru tiba" balas Fani sopan.

John lalu duduk bersama dengan Vano, lalu ia memberikan berkas yang akan mereka bahas. Sedangkan Axel sendiri hanya diam saja dan memperhatikan Kanaya yang sedang meneliti berkas di tangannya.

Mereka terus saja membahas kerja sama tersebut, hingga tanpa sadar pembahasan tersebut sudah hampir 1 jam lebih.

Dan,

Byur.

"Heiiiii" teriak Axel dengan penuh emosi.

Kelima orang tersebut kaget saat ada seseorang yang menumpahkan air kepada wajah Kanaya dan hal itu membuat murka Axel.

"Cintya" lirih Vano dan John.

Sedangkan Fani dan Axel membantu Kanaya membersihkan wajah dan pakaiannya yang kotor.

Setelah itu, Axel menatap wanita di depannya dengan tatapan tajam.

"Apa maksud nya semua ini, Tuan Vano?" tanya Axel penuh tekanan.

Cintya sendiri diam ketakutan karena ia tak tau bahwa disana ada oranglain juga.

Bahkan ia sudah mundur dan berdiri di dekat Vano serta John.

"Fani urus semua ini, saya akan pergi bersama calon suami saya" ucap Kanaya.

Fani mengangguk, dia menghela nafas saat melihat berkas yang sudah berserakan serta basah.

"Tuan John, perbaiki semua ini dan saya tunggu nanti malam. Jika telat, maaf kita akhiri semua ini" ucap Fani sambil berlalu dari sana.

Vano menatap Cintya penuh amarah,

Plak.

"Kalau mau berbuat sesuatu lihat kondisi, ini bagaimana urusannya? Punya otak pakai" bentak Vano penuh tekanan.

Lalu Vano pergi dari sana bersama dengan John, Cintya menggeram kesal dan pergi dari sana juga.

"Bagaimana ini, John?" tanya Vano dengan frustasi,

"Kita akan kerjakan semua ini, kalau kita kehilangan kerja sama ini maka perusahaan akan bangkrut" jelas John dengan tegas.

Vano hanya mengangguk, dia pasrah dan akan mengikuti semua saran dari John.

"Awas saja kau Cintya, kau selalu saja membuat masalah"

*

Tiba di perusahaan, keduanya melangkah dan langsung masuk ke ruangan Vano.

Beberapa berkas langsung di buka, begitu juga dengan laptop dan keduanya langsung saja fokus.

Vano dan John benar-benar fokus, keduanya terlihat sangat serius dalam segala perbincangannya

Ceklek.

Pintu terbuka, Vano menghentikan pekerjaannya dan melihat siapa yang masuk.

Heh.

Vano mengacuhkannya dan dia kembali bekerja setelah tau siapa yang datang.

"Mas, kamu ini kenapa sih? Dan kenapa kamu malah cuekin aku terus" teriak Cintya.

Brak.

"Diam kau" bentak Vano penuh kesal.

.

.

.

.

.

1
mama yogi
⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ suka,singkat padat dan jelas ,tamat😍
Dinatha: permisi Mbak 🙏
Sudi hadir dan baca karya saya ya😊🥰
Sinopsis :
Dua mahasiswa yang terjebak dalam gaya hidup bebas terpaksa berpisah demi tuntutan realita dan kembali ke kampung halaman masing-masing. Bertahun-tahun kemudian, sebuah perjalanan bisnis mempertemukan sang pria dengan seorang anak perempuan yang mewarisi mata dan senyum manisnya.
total 1 replies
devi aryana
Luar biasa
Andriyati
pede banget mu, mNa me Kanaya sama sampah yg udah di buang,, gak guna jg
angel
Thor kog manggilnya bunda ...disesuaikan dong dgn ceritanya ...
nadira ST
lama2 ksel juga ama vano pgen gue pites dulu dselingkuhin sekarang dkejar2 mau lawan axel siap2 tidur pencoran
nadira ST
sukurin mumet kan
Yunerty Blessa
𝘁𝗮𝗸 𝘁𝗲𝗿𝗮𝘀𝗮 𝗱𝗮𝗵 𝘁𝗮𝗺𝗮𝘁..𝗮𝗽𝗮 𝗽𝘂𝗻 𝗺𝗮𝗸𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗯𝗮𝗻𝘆𝗮𝗸 𝗸𝗮𝗸 𝘁𝗵𝗼𝗿..😘😘
Yunerty Blessa
𝘁𝗲𝗿𝗻𝘆𝗮𝘁𝗮 𝗕𝗿𝗮𝗺 𝗱𝗶𝗯𝗮𝗹𝗶𝗸 𝘀𝗲𝗺𝘂𝗮𝗻𝘆𝗮 ..𝗯𝗶𝗮𝗿𝗹𝗮𝗵 𝗖𝘆𝗻𝘁𝗶𝗮 𝗯𝗲𝗿𝘀𝗮𝗺𝗮 𝗺𝘂 𝗕𝗿𝗮𝗺..🤣🤣
Yunerty Blessa
𝗯𝗶𝘀𝗮 𝗵𝗮𝗯𝗶𝘀 𝗺𝗲𝗿𝗲𝗸𝗮 𝗱𝗶𝗸𝗲𝗿𝗷𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗼𝗹𝗲𝗵 𝗔𝘅𝗲𝗹....𝘀𝗶𝗮𝗽𝗮 𝘀𝗲𝗯𝗲𝗻𝗮𝗿𝗻𝘆𝗮 𝘀𝗲𝗸𝘂𝘁𝘂 𝗖𝘆𝗻𝘁𝗶𝗮..
Yunerty Blessa
𝘀𝘆𝘂𝗸𝘂𝗿 𝗹𝗮𝗵 𝗩𝗮𝗻𝗼 𝗸𝗮𝘂 𝘀𝗲𝗱𝗮𝗿 𝗱𝗶𝗿𝗶 𝗷𝘂𝗴𝗮 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮 𝗞𝗮𝗻𝗮𝘆𝗮 𝗯𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗹𝗮𝗴𝗶 𝗺𝗶𝗹𝗶𝗸𝗶 𝗸𝗮𝗿𝗻𝗮 𝘀𝗲𝗸𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗞𝗮𝗻𝗮𝘆𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗯𝗲𝗿𝘀𝘂𝗮𝗺𝗶....
Yunerty Blessa
𝗿𝗮𝘀𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗖𝘆𝗻𝘁𝗶𝗮 𝗯𝗮𝗹𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗞𝗮𝗻𝗮𝘆𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗔𝘅𝗲𝗹..
Yunerty Blessa
𝗽𝗮𝗱𝗮𝗻 𝗺𝘂𝗸𝗮 𝗸𝗮𝘂 𝗖𝘆𝗻𝘁𝗶𝗮.. 𝘁𝘂𝗻𝗴𝗴𝘂𝗹𝗮𝗵 𝗮𝗽𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗱𝘂𝗯𝘂𝗮𝘁 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗺𝘂.
Yunerty Blessa
𝗖𝘆𝗻𝘁𝗶𝗮 𝗻𝗲𝗸𝗮𝗱 𝘀𝗲𝗸𝗮𝗹𝗶..𝘁𝘂𝗻𝗴𝗴𝘂 𝘀𝗮𝗷𝗮 𝗯𝗮𝗹𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗯𝘂𝗮𝘁 𝗽𝗲𝗿𝗯𝘂𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗺𝘂..
Yunerty Blessa
𝗻𝗮𝗵 𝗱𝗮𝗽𝗮𝘁 𝗷𝘂𝗴𝗮 𝗸𝗮𝘂 𝗯𝗮𝗹𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗩𝗮𝗻𝗼..
Yunerty Blessa
𝘁𝗶𝗻𝗴𝗴𝗶 𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻² 𝗺𝘂 𝗩𝗮𝗻𝗼....𝘁𝗮𝗸 𝗺𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗸𝗮𝘂 𝗱𝗮𝗽𝗮𝘁𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗮𝗻𝗮𝘆𝗮 𝗸𝗲𝗺𝗯𝗮𝗹𝗶..
Yunerty Blessa
𝗖𝘆𝗻𝘁𝗶𝗮 𝘁𝗲𝗿𝗹𝗮𝗹𝘂 𝗼𝗯𝘀𝗲𝘀𝗶....𝗽𝗮𝘀𝘁𝗶 𝗱𝗮𝗽𝗮𝘁 𝗷𝘂𝗴𝗮 "𝗴𝗮𝗻𝗷𝗮𝗿𝗮𝗻"𝗺𝘂
Yunerty Blessa
𝘁𝗮𝗵𝗻𝗶𝗮𝗵 𝗯𝘂𝗮𝘁 𝗞𝗮𝗻𝗮𝘆𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗔𝘅𝗲𝗹..
Yunerty Blessa
𝗮𝗱𝗮 𝗸𝗲𝗺𝘂𝗻𝗴𝗸𝗶𝗻𝗮𝗻 𝗞𝗮𝗻𝗮𝘆𝗮 𝗵𝗮𝗺𝗶𝗹..
Yunerty Blessa
𝗸𝗲𝗻𝗮 𝗸𝗮𝘂 𝗖𝘆𝗻𝘁𝗶𝗮 𝗯𝗮𝗿𝘂 𝗺𝗲𝗻𝘆𝗲𝘀𝗮𝗹..
Yunerty Blessa
𝗽𝗮𝗱𝗮𝗺 𝗺𝘂𝗸𝗮 𝗸𝗮𝘂 𝗖𝘆𝗻𝘁𝗶𝗮..𝗱𝗶𝗰𝗲𝗿𝗮𝗶𝗸𝗮𝗻 𝘀𝘂𝗮𝗺𝗶 𝗺𝘂..
𝗺𝗮𝘀𝗶𝗵 𝘀𝗮𝗷𝗮 𝘀𝗮𝗺𝗮..𝘁𝗮𝗸 𝗻𝗮𝗸 𝗯𝗲𝗿𝘂𝗯𝗮𝗵..𝗖𝘆𝗻𝘁𝗶𝗮 𝗯𝗲𝗻𝗮𝗿² 𝗰𝗮𝗿𝗶 𝗺𝗮𝘁𝗶 𝘁𝘂..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!