NovelToon NovelToon
Hancur

Hancur

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen
Popularitas:643.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: I'm Blue

Sebenarnya apa salahku sehingga mereka sangat membenciku, bahkan dia tega memperkosa ku dan terus membuatku menderita.

Aku ingin ingin bertanya pada mereka, tapi aku sama sekali tidak punya keberanian. Apakah hidupku akan terus begini. Lalu, bagaimana dengan janin yang ada di kandunganku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I'm Blue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Pacar Xavier.

Aku memperhatikan Ribi yang asyik bersenandung sambil menyiram bunga di taman depan. Seperti biasa gadis itu ceria sekali, Ribi seperti tidak mempunyai beban hidup, padahal dialah tulang punggung keluarganya.

Aku juga ingin seperti Ribi, yang selalu ceria walaupun menjalani hidup yang berat. Ribi meneleh kepadaku, dan melambaikan tangan. Senyum gadis itu mampu menghipnotis, untuk tersenyum juga.

"Kak bunganya banyak yang mekar," Kata Ribi penuh percaya diri.

"Iya. sangat cantik." Balasku padanya.

Ribi melanjutkan pekerjaannya hingga selesai dan menghampiriku. Gadis itu berkeringat, sehingga membasahi wajahnya.

"Capek?" Tanyaku padanya. Ribi menggeleng dengan semangat.

"Gak kak. Ribi senang sekali menyirami bunga. Ribi suka melihat bunga yang bermekaran."

"Kalau begitu Ribi, yang menyirami bunga setiap pagi."

"Terima kasih kak."

Aku tau, aku tidak punya hak untuk memerintah Ribi, tapi gadis ini senang sekali menyirami bunga.

"Kak, kemaren kakak kemana?"

"Kakak kemakam bunda. Kemaren hari peringatan kematian bunda."

"Kenapa kakak tidak mengatakannya pada Ribi, Ribi juga ingin ikut menjenguk makan bunda kakak."

"Kemaren kak Xavier yang menemaniku."

"Ribi kira tuan muda menyiksa kakak lagi. Ribi takut sekali."

"Jangan khawatir kakak akan kuat," Kataku menghibur Ribi. Gadis itu tampak sedih, tapi kemudian dia tersenyum lagi. Dengan kehadiran Ribi dan Bu Lela membuat hatiku semakin bewarna.

Aku berpisah dengan Ribi, karena gadis itu harus menyelesaikan tugasnya. Tidak lama setelah kepergian Ribi. Aku melihat mobil Xavier datang dan berhenti tepat di depan pintu. Dari mobil itu turun seorang wanita yang sangat cantik. Kulitnya putih, rambut panjang yang bergelombang dan dandanan yang sangat elengan.

Wanita itu tersenyum kepadaku, lalu menggandeng tangan Xavier, yang terlihat cuek saja.

"Ini adik mu?" Tanyanya ada Xavier, jawabannya hanya di balas deheman oleh kakak laki-laki ku itu. Dia lalu mengulurkan tangannya padaku.

"Perkenalkan aku Arinda, pacar kakakmu," Katanya penuh dengan kebanggaan. Sepertinya Arinda sedikit istimewa karena Xavier membawanya ke rumah. Pacar-pacar Xavier lainnya tidak pernah di bawa Xavier ke rumah.

"Ayara," Kataku sambil menyambut uluran tangan Arinda. Arinda tersenyum kembali lalu merangkul lenganku.

"Aku ingin lebih dekat dengan adikmu," katanya pada Xavier.

"Terserah."

Xavier lalu pergi meninggalkan kami. Arinda terlihat sangat tulus, dia memandangku dengan aneh, atau aku saja yang menganggap Arinda memandangku dengan penuh kerinduan, padahal aku yakin, jika sebelumnya aku tidak pernah bertemu dengannya. Entah mengapa aku merasa sangat nyaman dengan Arinda. Biasanya pacar Xavier yang lain membenciku.

"Kamu tumbuh menjadi wanita yang sangat cantik......" Lirih Arinda. Aku memandangnya dengan heran.

"Kamu suka membaca." Arinda mengalihkan pembicaraan.

"Iya kak," Kataku kaku.

"Aku punya toko buku, mampirlah jika kamu sempat."

"Iya kak, aku akan mampir jika aku sempat," dan jika Xavier mengizinkanku.

"Kakak akan menunggumu. Aya kakak ingin menganggap mu sebagai adek boleh kan?"

"Kalau kakak mau, boleh saja."

"Ya Tuhan akhirnya aku punya adik." Arinda memeluk ku dengan senang. Dia nampak bahagia sekali.

Aku sangat menyukai pacar Xavier yang ini. Dia tidak m menbenciku, justru dia menyukaiku.

"Kamu tau Xavier itu sangat dingin sekali."

"Iya."

"Dia juga tidak romantis, terlalu kaku. Kalau dia tidak tampan aku tidak mau dengannya."

"Aku yakin kakak punya alasan tersendiri untuk menyukai kak Xavier."

Arinda memeluk ku sangat erat. Dia bahkan menciumi keningku, aku hanya bisa tersenyum melihat tingkahnya yang kekanak-kanakan.

Xavier datang dan menarik Arinda yang memeluk ku hingga terlepas. Arinda cemberut dengan perlakuan Xavier, dia juga nampak tidak senang.

"Lebih baik lo bikin cewek gw minum!" Perintah Xavier.

"Baik kak." Aku langsung pergi melaksanakan perintah Xavier, tapi ternyata Arinda mengikuti ku juga.

"Aku ikut. Aku tidak ingin berduaan dengan es batu," Katanya lalu menyusul ku.

Di dapur, Arinda masih saja cemberut. Dia mengambil jus jeruk dan menuangkannya di gelas, kata Arinda, dia ingin membuat minumnya sendiri.

"Kakakmu menyebalkan."

"Bersabarlah, dia orang yang baik," Kecuali padaku. Sambung ku dalam hati.

" Iya terkadang dia memang orang yang baik, tapi aku tidak akan memaafkannya, jika dia menyakitimu." Arinda mencubit pipiku dengan gemas.

"Kamu sudah kakak anggap sebagai adik sendiri, jangan sungkan. Jika ada yang menyakitimu katakan padaku. Aku akan melindungi mu daru mereka."

Aku benar-benar terharu mendengar ucapan Arinda. Walaupun baru pertama kali bertemu tapi aku melihat kesungguhan di matanya saat mengucapkan kalimat itu.

"Terima kasih....." Bisik ku lalu memeluknya.

"Butuh berapa lama kalian untuk membuat minuman," Xavier datang dan menatap kami dengan tajam.

"Maaf kak minumannya sudah selesai."

"Aku akan membawanya ke rumah tengah." Arinda berlaku dengan ceria.

Xavier mendekat padaku dan mengelus pipiku, Aku gemetar dan mentalnya dengan mata berkaca-kaca, apa salahku?

"Lo seneng banget hari ini," Kata Xavier sambil mendekatkan wajahnya pada wajahku. Aku mundur beberapa langkah, tapi Xavier malah maju dan semakin mendekat padaku.

Xavier tiba-tiba menciumku, menghisab bibir bawahku dengan rakus, sementara aku hanya bisa diam. Xavier mengigit bibirku pelan dan aku secara refleks membuka mulutku, dia memasukan lidahnya kedalam mulutku. Dengan lincah menjelajahi mulutku.

"Apa yang kakak lakukan?" Tanyaku setelah Xavier menyudahi ciumannya. Dia mengelap bibirku yang basah karena ciumannya.

"Kendalikan dirimu sayang. Jangan sampai Arinda mengetahuinya!" Katanya tegas.

Tentu saja aku tidak ingin Arinda mengetahuinya, aku tidak ingin dia membenciku. Aku berusaha bersikap biasa saja saat menghampiri Arinda.

Aku benar-benar merasa bersalah pada Arinda. Dia adalah pacar Xavier dan aku baru saja berciuman dengan laki-laki itu. Dia pasti sakit hati jika ta, kami baru saja berciuman.

"Wajahmu terlihat pucat Aya. Apa kamu sakit?"

"Tidak kak. Mungkin karena cuacanya panas sekali," Kataku pada Arinda dengan gugup. Aku melihat Xavier yang bersikap biasa saja, dia hebat sekali.

"Kau kira kamu sakit. Jangan membuatku takut."

"Aku tidak sakit kak. sungguh!" Tegasku.

"Lihat dia baik banget sama lo, tapi lo malah menghianati dia," Kata Xavier tanpa suara, saat pandanganku mengarah padanya.

"Lebih baik kita pergi." Xavier tiba-tiba bersuara.

"Aku ingin lebih lama bersama Aya." Protes Arinda tidak setuju.

"Teman-teman udah nunggu lo dari tadi. Jangan buat mereka menunggu lebih lama lagi!" Tegas Xavier membuat Arinda diam dan memasang wajah cemberut.

Arinda memandangku meminta pertolongan, tapi apa yang bisa ku lakukan. Sebenarnya aku juga ini Arinda berada di sini lebih lama.

"Kak pergilah," Kataku pada akhirnya. Arinda tampak sedih tapi dia melakukan apa yang di perintahkan Xavier. Dia menggambil tasnya.

"Baiklah, ayo." Arinda memelukku dan berjalan duluan menuju pintu depan.

Xavier melihatku sambil tersenyum saat aku mengikuti mereka. Dia dengan cepat mengecup bibirku, membuat jantungku berdebar lebih kenceng, karena ketakutan. Semoga Arinda tidak menyadari apa yang di lakukan Xavier.

"Kakak pulang dulu," Kata Arinda, lalu masuk ke mobil k

Xavier. Arinda membuka kaca mobil Xavier lalu melambai padaku, aku juga membalasnya sambil tersenyum.

Aku memperhatikan mobil Xavier, hingga mobil itu hilang dari pandanganku.

"Semoga kita bisa bertemu lagi....." Lirihku.

1
Zi-Ha
bodo kali tu cewek..
ngapain juga masih disitu...😡😡
Tatu Nadia
apa mungkin Aya hamil..hmm..
Tatu Nadia
kejam banget thor
Userr_Erorr
aneh ,, bilangnnyaxavier gk prnh bwa doi" sblumnya kermhnya,, tpi aya tau doi" xavier sblumnya,, n aya juga kn gk prnh kaluar rmh
Sri Suwarni
ini trlalu sadis cerita ny trustrang aja aku ngga suka cerita yg begini maaf
Sumarni Aurellia
kk kpn d lanjutin ceritanya🥺
Sumarni Aurellia
kk kpn d lanjut ceritanya🤔😔
wong_oseng
ini hiatus kah ?
Ira Wati
lanjut
wong_oseng
novel ini apakah sdh hiatus ya....
Tramitra Wisadi
hmmmm
warnita meridiana
lanjut thot
Nining Rahayu
kalo bacanya di loncat2 ga bakal faham ini mah...😁😁😁
Rina Tyas
Thor bukannya Aya panggilnya bunda, k' mama
Rina Tyas
suka thor
Rina Tyas
lanjut kakak
Rina Tyas
semangat ya thor
Rina Tyas
iya kak AQ suka critanya
Suyati Lihawa
kapan lanjutnya thor kok lama sekali ditunggu ya tks
Emma_ku
melotot kn loh..
hahahah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!