NovelToon NovelToon
A, B ,C ,D I LOVE YOU

A, B ,C ,D I LOVE YOU

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / One Night Stand / Playboy / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:22.5k
Nilai: 5
Nama Author: Kerincing_kaki

Mihrimah tidak pernah menyangka kalau keputusannya untuk mencoba minum alkohol malam itu nantinya akan membawanya kepada nasib baru dalam hidupnya. Niat hati ingin menghilangkan stres di kepalanya, ternyata kepergiannya bersama temannya ke klub malam itu justru adalah awal mula hidupnya akan berubah total karena seorang lelaki bernama Bian yang akan mulai merecoki hidupnya kini dan nanti. Bagaimana bisa? Ikuti kisah Mihrimah si gadis yang menyedihkan dan kurang beruntung sejak kecil dan Bian seorang CEO yang arogan dan sering sesuka hati. Selamat membaca ♡

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kerincing_kaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DUA BELAS

Mihrimah masih melotot, Mulutnya terbuka lebar, dia memandangi Bian dari atas hingga bawah berusaha mencari kepastian tentang apa yang baru saja dia dengar. Manalah mungkin pernikahan di tukar dengan uang, meski dalam hati dia sangat ingin uang itu.

"Kau bercanda?" Tanya Mihrimah keheranan.

Bian menggeleng bangga. Dia sengaja menunjukkan layar ponselnya, masuk ke dalam aplikasi M-Banking miliknya, dan mengetik nominal tujuh puluh juta. Dengan sekali klik maka nominal itu otomatis akan terkirim ke rekening Mihrimah.

"Dari mana kau mendapat nomor rekening bank ku?" Tanya Mihrimah masih belum habis pikir.

"Dari mana saja sesuai perintahku." Kata Bian menunjukkan power-nya. Mihrimah tertegun, kini dia sadar dia sedang berurusan dengan siapa. Bian bukan pengusaha biasa atau orang kaya seperti pada umumnya orang kaya kebanyakan, pria di depannya itu adalah pengendali, punya kuasa dan millioner.

Mihrimah melangkah pergi, berusaha menghindar.

"Eeeee.....mau ke mana?" Bian keburu menarik tangan Mihrimah yang hendak kabur darinya.

"Aku pulang sendiri aja. " Kata Mihrimah dengan ekspresi agak takut, dia mulai ngeri berada di dekat Bian. Baginya Bian bisa menimbulkan masalah baru bagi hidupnya yang sudah menyedihkan dan susah itu.

"Tidak. Siapa bilang kau bisa mengatur hidupmu ? Mulai sekarang, apapun tentangmu adalah di bawah pengawasanku." Kata Bian sambil menatap lurus ke mata Mihrimah untuk menunjukkan sisi otoriternya.

"Kita kan belum menikah?! Kita tidak punya perjanjian apapun. Kalau aku menolak, kau mau apa?" Tantang Mihrimah memberanikan diri. Bian menekan tombol oke di layar ponselnya.

Ponsel Mihrimah menunjukkan sebuah pemberitahuan, saldo rekening bank-nya sudah bertambah. Percis seperti nominal yang tadi Bian sebutkan, Tujuh Puluh Juta.

"Oke, oke, aku tidak akan memaksa, anggaplah nominal itu ku titip kepadamu. Kalau kau tidak menyentuhnya selama seminggu dan mengembalikannya padaku secara utuh, berarti kesepakatan kita gagal. Tapi jika kau setuju maka nominal itu hanyalah panjar di awal saja, Oke?" Kata Bian panjang lebar.

Mihrimah terdiam, tampaknya pria di hadapannya itu sudah tahu betul cara agar dirinya tak bisa berkutik, dia memang sedang butuh uang, apalagi uang yang mereka bahas itu sudah terlanjur masuk ke rekeningnya.

"Pulanglah dengan mobil yang ini. Aku akan di mobil lain kalau kau memang tak ingin melihatku dulu. Jangan pulang sendiri." Kata Bian melanjutkan.

Mihrimah sedikit terenyuh, entah kenapa sikap Bian yang pengontrol dan protektif seringkali justru sangat dia kagumi. Membuatnya menjadi melayang. Seorang supir membukakan pintu untuk Mihrimah dan dia langsung masuk ke dalam. Sementara Bian pergi dengan mobil lain di belakangnya. Mobil Merekapun kemudian berpisah.

Di dalam mobilnya Bian sibuk melanjutkan kesibukan bisnisnya dengan laptop sementara di mobil yang lain Mihrimah sibuk memandangi saldo bank nya yang baru saja bertambah.

Mihrimah sudah sampai di depan rumahnya, supir membungkuk setelah membukakan pintu untuknya. Mihrimah agak risih di perlakukan seformal itu, apalagi dia merasa kalau dia bukan siapa-siapa.

"Pak, tidak usah terlalu hormat sama saya." Protes Mihrimah begitu dia keluar dari mobil.

Supir itu tidak bergeming, tetap membungkuk saat Mihrimah di depannya.

"Ahh.. Sudahlah." Guman Mihrimah pasrah dalam hati. Dia masuk ke dalam rumahnya baru kemudian mobil yang mengantarnya itu berlalu.

"Aku harus gimana?" Begitu kira-kita keresahan dalam hatinya. Mihrimah tersandar di kursi dekat jendela, dia masih saja memikirkan Bian dan segala tawaran darinya. Kalau saja kondisinya tidak seperti saat ini, hidup pas-pasan dengan ayah yang kasar dan karir yang sedang drop, dia pasti tidak perlu memikirkan penawaran dari Bian. Pria itu dianggapnya punya banyak misteri, tapi di sisi lain hanya pria itu juga lah yang kini bisa jadi tumpuan baginya. Bayangkan saja, uang senilai itu pasti bukan apa-apa untuk pria itu, tapi bagi Mihrimah itu sudah lebih dari cukup.

Pintu depan di buka dengar kasar, terdengar nyaring membentur di dinding. Mihrimah langsung berdiri.

Ayahnya yang dia benci itu sudah dalam kondisi oleng masuk ke dalam rumah. Matanya memar dan sekujur tubuhnya penuh luka. Bajunya juga kotor sekali.

"Ayah kenapa?!!" Mihrimah menjerit melihat kondisi ayahnya yang sudah babak belur dan penuh luka.

"Di...pukuli rentenir..." Ucap Ayahnya dengan suara sangat pelan dan setelah itu roboh, terjatuh di bawah lantai.

Mihrimah menopang kepala ayahnya, air matanya mengalir membasahi kedua matanya. Dia tidak tega melihat kondisi ayahnya seperti itu meskipun sebenarnya perlakuan ayahnya kepadanya tidak pernah baik.

"Ayo kita ke rumah sakit." Ucap Mihrimah yang langsung membantu ayahnya itu berdiri dengan sekuat tenaga untuk ke rumah sakit.

Di rumah sakit, seorang suster baru saja keluar setelah membersihkan semua luka-luka dan memar di tubuh dan wajah ayahnya. Mihrimah berdiri di pinggir tempat tidur, di cengkramnya kuat besi panjang yang menempel di tempat tidur rumah sakit itu. Dia memandangi wajah ayahnya yang masih tertidur karena pengaruh obat yang di suntikkan lewat infus.

Lama dia berpikir, dia mengehla nafas setelah mendapat jawaban atas apa yang harus dia pilih. Dia menekan sebuah nomor di ponselnya dan mengirim pesan singkat setelahnya.

"Mba... Ini tagihan yang harus di bayar. Silahkan ke kasir." Ucap seorang petugas administrasi di IGD ketika menghampiri Mihrimah.

"Iya." Jawab Mihrimah singkat dan langsung menuju ke kasir untuk membayar.

Di tempat lain, senyum Bian merekah. Sepanjang hari di tempat rapat wajahnya menunjukkan rona bahagia dan puas. Para staff yang melihat wajah bos nya itu saling berpandangan satu sama lain melihat keanehan yang tidak biasa dari bos mereka. Bian sang CEO yang di cap paling otoriter dan serius ini mendadak begitu girang selama rapat berlangsung. Bahkan tidak ada satupun presentasi dan penjelasan anak buahnya yang dia kritisi. Semua benar!

"Ijin pak, bagaimana?" Tanya seorang staff yang baru saja selesai menjabaroan planning apa yang akan mereka kerjakan di hadapan bos nya itu.

Bian justru langsung berdiri, memberikan standing applause dengan wajah bersemangat, sungguh di luar dugaan !

Para staff yang hadir semuanya melongo, tidak ikut bertepuk tangan dengan keajaiban yang baru saja mereka lihat. Selama hampir 6 tahunan mereka tidak pernah melihat bos nya itu memberikan tepuk tangan terhadap kinerja anak buahnya.

"Kenapa kalian diam saja?? Ini sungguh luar biasa!" Ucap Bian dengan suara lantang dan penuh penekanan. Sontak seisi ruang rapat langsung latah, segera buru-buru ikut bertepuk tangan karena segan kepada pemimpin mereka yang bersemangat sendiri.

Rapar bubar, Bian sudah kembali ke ruangannya dan duduk sambil mengangkat kakinya ke atas meja. Matanya berbinar-binar karena sebuah pesan yang tadi di bacanya di ruang rapat. Sebuah pesan yang memang sesuai dengan harapannya. Mihrimah akhirnya menjawab 'iya' untuk penawaran darinya, yaitu untuk menjadi istrinya.

1
💟노르 아스마💟
Luar biasa
chulee❤️ 🥰
singkat, jelas,, keren
Ayano
Tipo wak di kata saya.
Kurang satu huruf A
Ayano
Plis jan ampe ada yang innalillahi
Ayano
Berasa bakalan tamat dirimu. Jangan bilang gitu di saat denting woi
Ayano
Aku ngerasa kita cuma penonton doang ini
Ayano
Pasangan penganten baru kalau lagi adem gini ya wak
Ayano
Puncak?
Ayano
Mendadak baper 😅
Aku pergi ke pinggir dulu ya
Ayano
Tipo kak. Dengan kedua tangan kali maksudnya
Ayano
Ngajak ribut 🤣🤣🤣
Dilempar dari kamar ama gak dikasih jatah baru tau lu 😅
Ayano
Bahaya banget tipe yang kek gini. Asli..... bikin esmoni banget 😑😑
Ayano
Lagi masa damai ya mereka 🤣🤣🤣
Ayano
wak... salah ketik
Petinggi keknya bukan petinggu😅
Ayano
Aku mau bagian boleh gak?
Ayano
Tapi ngajak kawin dong
Mantap jiwa
Ayano
Aku menyebut ini pengekangan
Kerincing_kaki
yoiii wakkk
Kerincing_kaki
yuhuu
Ayano
Kalo murahan ngapain dikejar. Bloso
Kerincing_kaki: ihikkkk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!