NovelToon NovelToon
Hanya Sekadar Pengasuh

Hanya Sekadar Pengasuh

Status: tamat
Genre:Nikahkontrak / Ibu Pengganti / Tamat
Popularitas:687.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Merpati_Manis

Julia, mengambil cuti satu semester dan bekerja sebagai pengasuh anak, untuk membiayai skripsi dan wisudanya nanti.

Tanpa disangka, anak kecil yang diasuh Julia begitu menyayangi gadis itu. Hingga dia merengek, meminta sama sang ayah agar bisa selalu bersama Julia.

"Nikahi Julia, Arman. Dia gadis yang baik dan sangat menyayangi putrimu," titah sang mama.

"Tidak, Ma. Arman sudah memiliki Renata, dia yang akan menjadi ibu sambung bagi Asa, bukan pengasuh itu!" tolak Arman dengan ketus.

"Asa mau bunda Uli, Ayah, bukan aunty Tata!" jerit Asa yang langsung menangis histeris.

Bagaimanakah kisah mereka selanjutnya?
Apakah Arman akan menikahi Julia sebagaimana permintaan sang ibu dan putrinya?
Apakah Julia mau menjadi ibu sambung bagi anak kecil yang diasuhnya?

Ikuti terus kisah mereka, hanya di Novel : Hanya Sekadar Pengasuh 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Merpati_Manis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Usap Air Matamu

"Dik Juli." Suara bariton Pak Tamin membuat Julia tersadar bahwa saat ini dirinya tidak sedang bermimpi, duka lara itu nyata dan benar-benar dia rasakan.

"Dik Juli jangan khawatir, saya akan anggap utang itu lunas jika Dik Juli mau menjadi istri keempat saya," tawar Pak Tamin dengan tersenyum lebar, menampakkan deretan giginya yang berwarna kuning karena jarang dibersihkan.

Julia tertegun mendengar perkataan Pak Tamin yang gamblang dan tanpa tedeng aling-aling. Gadis itu sampai tak bisa berkata-kata.

'A-apa barusan orang tua itu bilang? Menjadi istri keempat dari laki-laki yang seumuran almarhum ayah? Apa dia tak memiliki kaca di rumahnya?' monolog Julia dalam keterkejutannya.

"Bagaimana Dik Juli? Kamu bersedia, kan? Aku jamin, hidupmu akan enak jika kamu mau menjadi istriku." Laki-laki paruh baya bergigi kuning itu tersenyum pongah.

"Maksud Bapak, saya akan Bapak jadikan sebagai penebus hutang ibu saya?" tanya Julia pelan tapi penuh dengan penekanan. Gadis cantik itu menatap Pak Tamin dengan tatapan marah.

Pak Tamin yang tadinya begitu bersemangat dan sangat percaya diri bahwa lamarannya akan diterima Julia, langsung memundurkan punggung. Laki-laki paruh baya tersebut ciut juga nyalinya, melihat kemarahan yang terpancar jelas di mata Julia.

"Bu-bukan begitu maksud saya Dik Juli," ujar Pak Tamin, gugup. "Saya hanya bermaksud hendak membantu meringankan beban kamu," lanjutnya beralasan.

Hening sejenak menyapa ruang tamu berukuran dua kali tiga meter tersebut. Ruang tamu yang hanya ada satu set kursi usang tanpa hiasan apapun pada dindingnya yang warna catnya telah memudar.

"Nak Juli, maaf jika saya ikut berbicara," tutur Pak RT, mengurai keheningan. "Maksud Pak Tamin ini daripada Nak Juli menjual tanah kios atau menjual rumah peninggalan orang tua, lebih baik Nak Juli menjadi istri Pak Tamin." Pak RT menatap Julia yang nampak masih tidak terima dengan permintaan laki-laki paruh baya yang lebih pantas menjadi orang tuanya itu.

"Jika Nak Juli menikah dengan Pak Tamin, dia berjanji akan mencukupi semua kebutuhan hidup kalian berdua dan juga membiayai sekolah Dika sampai adikmu itu kuliah," lanjut Pak RT, seperti yang sudah disampaikan Pak Tamin sebelumnya pada ketua RT di kampung Julia tersebut.

"Maaf, Pak RT. Lebih baik, Juli menjual tanah bekas kios untuk membayar hutang orang tua Juli," tegas gadis yang kini netranya dipenuhi oleh air mata tersebut.

Julia menekan rasa sakit di hati, berusaha semampunya agar air matanya jangan sampai menetes. Dia tak ingin terlihat lemah di depan orang yang tak memiliki hati seperti Pak Tamin.

"Tanah bekas kios ibumu itu, takkan cukup untuk melunasi hutang almarhumah ibumu berikut bunga yang belum dibayarkan, Dik Juli," sahut Pak Tamin.

"Silahkan Bapak hitung saja kekurangannya, jika tanah kios itu saya serahkan pada Bapak," tantang Julia. "Nanti kekurangannya, akan segera saya carikan," lanjutnya. Julia sekilas melirik laki-laki tambun yang duduk tepat di hadapannya.

Gadis yang masih berduka karena kepergian sang ibu yang mendadak itu semakin muak pada laki-laki paruh baya di depannya, laki-laki berumur yang tega memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan dan kesusahan orang lain demi ambisi dan nafsunya semata.

"Saya hanya berani kasih harga tanah itu dua puluh lima juta rupiah karena letaknya kurang strategis dan terlalu dekat dengan jalan raya. Jadi, jika saya bangun kembali menjadi kios, tidak ada lahan untuk parkir." Pak Tamin menatap dalam netra Julia.

"Jadi, kalau plus bunganya, kekurangannya sekitar dua puluh juta rupiah dan saya minta, besok pagi uang itu harus sudah ada," lanjut Pak Tamin, sengaja menekan gadis itu agar Julia berpikir ulang dan mau menerima tawarannya yang menurut laki-laki itu sangat enak.

Julia menelan ludah, getir. Dada gadis itu terasa begitu sesak, bagai dihimpit batu besar dengan bobot ratusan kilogram. Dia sampai merasa kesulitan untuk sekadar bernapas.

Gadis berbulu mata lentik itu menghela napas berat, berharap beban berat yang dia rasakan akan sedikit berkurang. "Baik, Pak. InsyaAllah akan Juli usahakan," balas Julia dengan yakin.

"Pikirkan kembali, Dik Juli. Dua puluh juta rupiah itu tidaklah sedikit," pinta Pak Tamin yang tetap berharap Julia mau menerima tawarannya untuk menjadi istrinya yang paling muda, istri keempat.

Julia menggeleng pasti. "Saya pasti bisa membayarnya besok," tegasnya. Gadis itu benar-benar merasa yakin dengan keputusan yang dia ambil saat ini.

"Darimana kamu akan mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu kurang dari satu hari?" tanya Pak Tamin, meremehkan.

"Bapak tidak perlu tahu darimana saya mendapatkannya, yang terpenting uang itu besok sudah ada di tangan Bapak," balas Julia, Ketus.

Gadis itu sangat kesal karena merasa diremehkan oleh tamunya. Bukannya dia tidak sopan, berbicara kasar pada orang yang lebih tua, tetapi orang yang diajak bicaralah yang memulai dan memancing kemarahan Julia.

Pak Tamin menghela napas kasar. "Baik, jika besok pagi uangnya belum ada. Maka, mau tidak mau, kamu harus menjadi istri saya!" ancam Pak Tamin yang tetap memaksa.

Laki-laki yang terlihat sangat kecewa itu kemudian beranjak, yang diikuti oleh Pak RT.

"Nak Juli, kami permisi dulu," pamit Pak RT.

Julia hanya mengangguk dan tak ingin mengantarkan kedua tamu tersebut, keluar dari rumahnya.

Gadis itu masih terpaku di tempat duduk, meski kedua laki-laki paruh baya tadi sudah beberapa menit yang lalu meninggalkan rumah sederhana tempat Julia dan sang adik bernaung.

'Apa yang harus aku lakukan? Darimana aku bisa mendapatkan uang sebanyak itu, hanya dalam waktu semalam?' batin Julia, bertanya.

Tanpa Julia sadari, air mata menetes membasahi kedua pipinya yang mulus. Gadis itu menangis dalam diam, hanya punggungnya yang terlihat bergetar karena menahan suara tangis agar jangan sampai keluar dari mulut dan terdengar oleh sang adik.

'Kenapa cobaan ini datang bertubi-tubi menghampiri Juli, Tuhan? Kenapa harus Juli? Tidakkah Engkau lihat, bahwa aku bukanlah wanita yang kuat untuk menanggung semua ini seorang diri?' protes Julia dalam hati.

Gadis itu masih terus menangis dalam diam, meratapi nasib buruk yang seolah mempermainkan hidupnya. Nyeri di dada semakin terasa, hingga air mata Julia semakin deras mengalir menganak sungai.

Cukup lama Julia menangis, sampai-sampai gadis cantik itu tak menyadari kehadiran seseorang yang tahu-tahu sudah berlutut di sampingnya sambil menyodorkan sapu tangan.

"Usap air matamu ...."

🌹🌹🌹🌹🌹 bersambung ...

1
Rusmini Mini
udh selesai kok gitu doang ...💪💪💪♥️♥️
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh bintang limanya, Kak 🥰🙏

Iya, kan, udah happy, Kak😁
total 1 replies
Rusmini Mini
/Proud//Proud//Proud//Proud/
Rusmini Mini
bukankah bunuh diri termasuk perbuatan yg di benci/di laknat oleh Allah ya /Grimace//Grimace//Grimace/
Rusmini Mini
enggak di layani dosa,di layani jd ingat Renata krn sll bercocok tanam dgn Arman /Slight//Slight//Slight/
Rusmini Mini
kali Rena meninggoy sekarang kok gak seru ya /Grin//Grin/
Rusmini Mini
kan ada cctv...dan saksi mata
Rusmini Mini
apa tiap ruang Rmh skt ada pisau buahnya thor /Grievance//Grievance/
Rusmini Mini
keterlaluan Renata.../Gosh//Gosh/
Rusmini Mini
akalnya ada aja si Arman
Rusmini Mini
mulut manis Arman semua bikin kecanduan....😖😖
Rusmini Mini
nyerah ya...Arman yg tegas mana...
Rusmini Mini
Renata lupa kalo ada saksi mata suster Maria ....
Rusmini Mini
hadeh apakah Arman tergoda apa tdk ya ???
Rusmini Mini
yakin kuat nahan hasrat sampai ubun ubun Arman...💪💪
Rusmini Mini
apakah anda yakin dgn ucapan Arman buktikan dulu baru bicara /Proud//Proud/
Rusmini Mini
awalnya nyata sekarang jg kenyataan
/Smug//Smug/
Rusmini Mini
menang banyak bih Arman
Rusmini Mini
siapa tuh orang
Rusmini Mini
kayaknya Renata hrs ke dokter boyke nih utk mengatasi masalah seksualitas nya yg tinggi
Rusmini Mini
Nasibmu oh Julia /Cry//Cry/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!