NovelToon NovelToon
MARRIED WITH KETOS

MARRIED WITH KETOS

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Ketos / Nikahmuda / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:370.2k
Nilai: 5
Nama Author: Tania22

rapatkan barisan untuk membaca novel romantis ini 😀😀

Mika dan Arga tiba-tiba dijodohkan oleh kedua orang tuanya. Di sekolah, Arga merupakan senior Mika yang memiliki sifat yang berbeda dan saling membenci satu sama lain.

Ini benar-benar bencana Bagi Mika ia harus tepaksa yang menikah muda dengan Arga Reynald orang yang Paling dia benci karena sifatnya sebagai ketua OSIS

Apakah Mika menerima Perjodohan terpaksa ini atau malah sebaliknya menerima takdir ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tania22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 12 JUJUR

" WOY , Mik ! Jan kabur lo ! " teriak Ibay di ujung koridor yang tengah ramai .

Mika menengok sekilas lalu berlari menghindari keberadaan Ibay .

" Dibilang jan lari juga ! ” Ibay lagi-lagi berteriak dengan keras .

" Napa lu , Bay ? " tanya orang - orang yang ada di sekitar koridor . Ibay menggeleng lalu kembali memacu larinya untuk mengejar Mika .

" SAT , TANGKEP SI MIKA , SAT ! " teriak Ibay heboh tak kala melihat Satya tengah berdiri tak jauh di depan Mika . Sontak Satya merentangkan kedua tangannya , menghalangi jalan Mika .

" Lu apaan sih ! Udah mau masak kelas nih Awas -awas " Mika berusaha mencari celah untuk melewati Satya .

" Nggak bisa kabur lu , " ujar Ibay dengan mencekal sebelah tangan Mika dan yang satunya lagi dicekal oleh Ibay .

" Lo maen kabur - kaburan mulu sih , " ujar Satya ikut - ikutan

" Gue teriak nih ya," ancam Mika .

Ibay dan Satya dengan sigap menyeret lengan Mika masuk ke dalam kelas yang sudah lumayan ramai karena jam Pelajaran Pertama sebentar lagi akan dimulai .

Semua kegiatan di kelas terhenti ketika guru matematika mereka memasuki kelas . Mika dan teman temannya buru - buru duduk di kursinya masing - masing

Tatapan guru matematika itu begitu horor , seolah siap menerkam Kemudian ia memanggil nama murid di kelas Mika satu Per satu untuk memberikan hasil ulangannya Hingga tiba nama Mika yang dipanggil

Mika berjalan ke depan untuk mengambil nilainya. Begitu kertas nilai sudah ada di tangannya Mika dengan hati - hati membuka lipatan kertas tersebut . Setelah melihat nilainya tersebut matanya melotot tak Percaya lalu ia buru-buru kembali ke kursinya .

" Remed kan lu . Sok - sokan tegang segala sih , " ledek Ibay , Mika tak menjawab Ia hanya tetap diam

Lalu setelah semuanya beres dibagikan , Bu Annisa Pamit meninggalkan kelas karena jam Pelajaran sudah berakhir

Tiba - tiba Farhan berdiri di depan kelas .

" Yang nilainya di bawah 65 ngacung . Mau gue data . Soalnya entar Pulang sekolah langsung remed . " Awalnya tak ada yang mengacung seorang Pun , tentu saja karena malu. Tapi akhirnya satu Per satu mengacungkan tangannya , termasuk Ibay , Satya , dan Firdan .

" Woy Be , ngacung lu ! Jan Pura-pura conge , " ucap Satya ngegas .

Mika langsung mendelik tajam . " Gue nggak remed anjir . " Satya menatapnya dengan Pandangan mengejek . " Han Si Mika nggak mau ngaku nih . Padahal udah jelas - jelas dia remed , " ujar Ibay keras - keras

Farhan sontak langsung menatapnya

" Ngacung ae susah sih , Mik Cepetan dah kalian nggak mau istirahat apa . "

Mika mendecak kesal . " Gimana mau ngacung orang gue kagak diremed juga . "

" Boong Pantatnya tepos lu , " celetuk Firdan

" Nih lihat sama mata kalian sendiri gue kagak remed . " Mika mengacungkan kertas nilainya lalu membuka lipatannya tersebut . Angka 100 yang ditulis dengan tinta merah . Satya dan Ibay melongo tak Percaya begitu .

" Nyontek ya , lu sama Raina , " tuduh Ibay .

" Enak aja , kagaklah . Kalau nggak Percaya tanyain aja Raina . Iya nggak Na,"

Raina yang juga shock karena nilai Mika lebih tinggi darinya hanya mengangguk saja .

“Tuh kan,"

“Kok bisa sih Lo kan bego.”

...Mika...

...Arga nilai mtk gue 100...

...Arga...

...Tumben Pinter...

...Mika...

...Kan lo yang ngajarin...

...Arga...

...Bagus deh...

...Mika...

...Traktir gue dong...

...Arga...

...Nggak kebalik...

...Mika...

...Kan lu yang ada duit...

...Arga...

...Ya udah...

...Mika...

...Pulang bareng, kan...

...Arga...

...Lu duluan aja gue ada latihan basket...

...Mika...

...Oh ya udah...

“Eh, Kak Arga udah lo apain aja,” tanya Firdan dengan senyum bangsatnya.

“Lu Pikir gue cewek apaan,” sahut Mika ngegas.

“Lo udah ena-enakan sama Kak Arga sakit anjir,” Satya mengusap dahinya yang kena lemparan tip-ex dari Mika.

“Salah lo sendiri, ngomong nggak Pernah dijaga,” ujar Mika sewot.

“Gue nggak salah dong nanya gitu. Kalian kan udah sah,” ujar Satya.

Setelah Pelajaran berakhir, Mika dipaksa sahabatnya untuk menjelaskan apa yang sebenarnya

terjadi. Akhirnya ia mengaku. Toh, kalau terus ditutupi nantinya akan terungkap

" Nah iya tuh, udah bebas. Ngapa-ngapain nggak

bakalan ada yang ngelarang," sahut Ibay

"Na, ih, bela gue kek ! Martabat gue sebagai cewek lagi injak-injak ini. Kalau R.A Kartini masih ada, udah dimampusin kalian Pada," ujar Mika.

"Jujur aja sih, Mik. Susah ya?" ujar Raina malas

Mika berdecak. "Lo mah sekarang ada di kubu dimampusin kalian Pada," ujar Mika.

Jangan ngerumpi bisa nggak sih? Bentar lagi Bu dimampusin kalian Pada," ujar Mika

"Kita bukan lagi ngerumpi Na, tapi berdiskusi," sahut Firdan dengan muka yang minta ditabok.

"Mik, Pokoknya gue mau minta traktir Kak Arga, lo mah Pelit," ujar Ibay

"Iya tuh bener. Masa ada hajatan gue kagak diundang, kan kampret ya."

" Sono minta. Paling-paling nggak akan dikasih."

" Suudzon sama suami tuh dosa tahu. Mau lu diundang, kan kampret ya," sahut Satya dengan gaya sok-nya

" Ya, dia mah senenglah masuk neraka, kan banyak temennya," ucap Ibay tertawa lebar

" Hina aja terus," balas Mika kesal.

"Lo mah anaknya hina-able banget dah, Mik," ujar Firdan

Mika mengendikkan bahunya tanda tak Peduli.

Kemudian Mika mengotak-atik handphone dan membuka

sebuah Pesan masuk.

...Arga...

...Jangan Pulang dulu. Temenin gue latihan....

"Mik, itu Kak Arga nyuruh lo ke sana," ujar Firdan menunjuk Arga yang tengah melambaikan tangannya Pada Mika, ternyata latihannya telah selesai.

Mika berdiri. "Gue Pulang ya guys, jangan kangen sama gue lu Pada."

"Najis," ujar ketiganya serempak.

Mika melangkah menjauhi ketiganya.

Entah Ada urusan apalagi ketiganya memutuskan untuk tidak

langsung Pulang

Mika menghampiri Arga

"Udah latihannya," tanya Mika setelah tubuhnya duduk di samping Arga

Arga mengangguk.

"Langsung Pulang aja, apa gimana,"

"Gue ganti baju dulu."

Mika mengangguk Pertanda mengerti. Setelah menyampirkan ransel Pada salah satu bahunya,

Arga Berdiri. "Yuk." Mika Pun ikut berdiri dan berjalan di sampingnya.

" Lah, ini gue ikut lo ke ruang ganti aja," tanya Mika ketika langkah keduanya menuju ruang basket.

Arga mengangguk sekali.

"Ya kali, kan banyak cowok. Gue tunggu di mobil aja,"

"Nggak ada siapa-siapa. Mereka langsung Pulang," sahut Arga lalu membuka Pintu ruangan basket

Dan benar saja, ruangan dalam keadaan sepi dan senyap. Lalu keduanya melangkah masuk

"Lo tunggu di sini," ujar Angkasa.

Mika mengangguk paham lalu duduk di kursi yang disediakan

Sedangkan Arga melengos Pergi ke kamar mandi kecil yang ada di ujung ruangan Dan setelahnya terdengar bunyi gemercik air.

Beberapa menit setelahnya, Arga keluar hanya dengan mengenakan boxer dan handuk yang berada di lehernya.

" Arga lu apa-apaan nih ? Pake baju cepetan Di sini ada CCTV, entar disangkanya kita ngapa-ngapain," ucap Mika Panik.

Arga terkekeh Pelan. Sebelah tangannya handuk yang menggantung di leher.

" Santai aja. Penjaga CCTV-nya jam segini udah balik," balasnya. berjalan menuju loker, mengambil baju ganti yang sudah ia sediakan.

“Ayo pulang, udah mau sore.”

Mika berdiri dari duduknya alu _ berjalan beriringan di sebelah Angkasa. Ketika keduanya sudah berada di depan pintu dan Mika akan membuka kenop pintu tiba tiba...

“Argh!” rintih Mika ketika secara_ tiba tiba tubuhnya didorong ke pintu oleh Angkasa. Tidak terlalu keras, tapi tetap saja membuatnya kaget. Angkasa_berdiri tepat di depannya, sangat dekat.

“Suka banget sih dorong dorong,” gerutu Mika menatap Angkasa tajam.

Arga terkekeh, tapi Pandangannya terus menatap intens Pada bibir merah Mika.

“Mupeng kan lo lihat gue,” ujar Mika dengan kerlingan jahilnya.

Arga mengangguk cepat. Sedangkan Mika malah tertawa lebar.

“ Arga ngapain kita ke sini,” Mika mengerutkan dahinya ketika mobil Arga berhenti tepat di depan sebuah tempat kursus masak.

“Lo kan cewek, minimal harus bisa masak,” ujar Arga menatap Mika sesaat lalu turun dari mobilnya.

“Gue nggak mau, enak aja,” sahut Mika cepat.

“Cepetan turun,” ujar Arga mengetuk Pelan Pintu mobil yang ada di samping Mika.

Mau tidak mau, akhirnya Mika turun juga.

Mika berdecak Pelan. “ Arga gue nggak mau,” ujarnya dengan memelas.

Arga menoleh lalu menggenggam jemari Mika menariknya ke dalam.

“Nyewa Pembantu aja sih, jangan dibawa ribet.”

“Kalau nggak diginiin lo nggak bakal bisa masak.”

“Tapi nggak gini juga, ntar juga kalau udah waktunya gue bakal belajar sendiri.”

“Udah ya, Mik. ini juga demi kebaikan elo,” ujar Arga final.

Mika berdecak kesal lalu menyentak genggaman Arga. Mika yang Punya kehidupan bebas tiba-tiba disuruh kursus masak yang ada dia diketawain abis-abisan sama teman-temannya.

Arga berjalan menuju kumpulan wanita yang ada di sana.

“Mbak, saya mau daftarin dia buat kursus masak,” ucap Arga menunjuk ke arah Mika yang berada di belakangnya.

“Namanya siapa, Mas,”

“Mika Larasati.”

“Mau ngambil Paket yang mana, Mas,” tanya wanita tersebut sembari memberikan uluran kertas berisi jadwal kursus masak.

Arga langsung membacanya dengan seksama. “Yang ini aja Mbak, yang seminggu dua kali.”

Arga menunjuk kalimat yang tertera Pada kertas yang sejak tadi ia Pegang.

“Arga lo gila Seminggu sekali aja gue ogah, apalagi yang, dua kali ? Pilih aja yang sebulan tiga kali,” balas Mika sambil menarik Pelan baju belakang Arga. Tapi Arga tak menghiraukannya.

“Ceweknya ya, Mas,” tanya wanita tersebut dengan tersenyum.

" iya, Mbak.”

"Silakan Mas bayar, buat administrasinya.”

Arga mengeluarkan dompet dan mengambil ATM card lalu menyodorkan Pada wanita itu.

“Terima Kasih, Mas, Mbak. Mbaknya bisa mulai masuk kursus minggu depan. Dan ini ID card Mbak Mikanya, Mas.” Wanita itu lau mengembalikan ATM card milik Arga dan memberikan ID card yang bertanda bahwa sekarang Mika resmi jadi ikutan kursus masak.

“Makasih, Mbak.” Lalu keduanya keluar.

" Arga lo jangan gini dong, gue nggak mau dipaksa,” ujar Mika setelah keduanya telah berada di dalam mobil.

" Lo jalanin dulu aja,” sahut Arga santai sambil menyetir mobil.

“Elo enak nggak ngerasain sih. Gue kan masih mau maen barengan anak-anak mumpung masih SMA. Kalau gini caranya, kapan gue maennya,” tanya Mika ngegas.

Arga langsung menoleh Pada Mika.

" Seminggu kan ada 7 hari. Lo kursus cuma dua hari doang. Bukan berarti karena lo ikut kursus dunia lo ikut kiamat. Lo masih bisa main sama yang lain, kursus cuma beberapa jam, Paling lama juga 2 jam doang, selebihnya lo bebas mau ke mana aja.”

Mika diam. Kalau dipikirin bener juga sih apa yang diucapin Arga. Mika menghela napas sekali. “Oke deh.”

Arga lalu tersenyum. “Gitu dong.”

“Iya, demi lo.”

“Thanks.” Arga menularkan senyumannya begitu saja. Nyatanya Mika jadi ikutan tersenyum juga.

...•••••...

1
Li Xian LinLu
emang Enak di gituiin
Li Xian LinLu
lama2 ilfeel jg ma Mika ,maunya apa cb ,
Li Xian LinLu
👍👍👍👍
Li Xian LinLu
angkasa ato Arga? SM yaa
Tata Gunandar
lanjut dong tor
Irkahsris@gmail.com Haris
ini udah tamat thor? nggak rela sebenernya, lanjut thor season 2 gitu,,
Haryani Yuliwulansih
angkasa?
Atunda Atunda
bagus banget novel mu Thor...
Tania 22: Terima kasih banyak
total 1 replies
Retno Harningsih
lanjut
Kea Kenzie
next Thor
Kea Kenzie
lanjut Thor
Anonim
Endingnya sungguh mengejutkan aku
Yenny Cindy
kasihan arga
Retno Harningsih
lanjut thooor
Anonim
next Thor
Anonim
lanjut Thor
Anonim
next Thor
Anonim
Sad banget sih jadi Arga
Beni Beni
lanjut Thor
Beni Beni
sedih banget sih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!