NovelToon NovelToon
PELAKOR ISTIMEWA

PELAKOR ISTIMEWA

Status: tamat
Genre:Mafia / Hamil di luar nikah / Selingkuh / Pelakor / POV Pelakor / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: Meta Janush

Belinda Alexandra Amani dijual oleh ayahnya pada seorang pria asing saat ia berusia tujuh belas tahun. Dia dikurung dalam kamar gelap, kaki serta tangannya dirantai dan matanya ditutup kain hitam. Hampir setiap malam dia disiksa.

Setelah dilepaskan dari tempat terkutuk itu, Bella dijual kembali ke Nightclub sebagai pembayar hutang ayahnya. Empat tahun kemudian dia bertemu kembali dengan pria yang merenggut kesuciannya.

Pria itu bernama Dante Sebastian, seorang pria beristri dan sudah memiliki seorang anak.

“Sejak kapan kau bekerja disini?” Dante melontarkan pertanyaan sambil tangannya menyentuh tubuh gadis itu. Tangannya mengusap kulit lembut dan mulus Bella.

“Ehmm…..sejak tiga setengah tahun lalu!” jawab Bella dengan jujur.

“Kenapa kau bekerja disini? Apa kau kekurangan uang?”

Trauma, dendam dan keinginan untuk membalas orang-orang yg menghancurkannya. Tapi takdir membuatnya menjadi orang ketiga untuk membalaskan dendam dan merebut kembali miliknya.

PELAKOR ISTIMEW

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meta Janush, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12. DIBAWA KE PENTHOUSE

Sudah beberapa tahun dia tidak pernah lagi menyebut nama Tuhan, hatinya membeku dengan penderitaan serta kekecewaan yang terus dideritanya. Dia sudah tidak tahu apa yang harus dipercaya dan apa yang diinginkannya dalam hidup.

Tapi saat ini dia sedang berada dalam titik terendah dalam hidupnya. Dia mengkhawatirkan adiknya, dia tak ingin hidup adiknya berakhir seperti dia. Tak terasa air matanya menetes, sesak didada yang dia rasakan seolah ingin meledak. ‘Ibu…..kuatkan aku ibu. Aku merindukan ibu!’

Aku harus kuat tidak peduli apapun yang terjadi padaku, aku harus tegar dan bertahan yang penting adikku aman dan tidak terjadi hal buruk padanya, itu saja sudah cukup! Ucap Bella berusaha menenangkan hatinya. Tiba-tiba dia tersadar jika mobil sudah berhenti. Pintu bagasi terbuka lebar.

“Keluar!”

Suara bariton diiringi kap bagasi terangkat keatas sehingga pancaran sianr dari lampu menerangi membuat tangan Bella bergerak cepat mematikan lampu ponselnya lalu memasukkan kedalam tas.

“Terimakasih Tuan Dante.” ucap Bella sambil keluar dari dalam bagasi dengan tangan masih menutupi bagian dada. Dante tidak menunggu sampai Bella berdiri, pria itu membalikkan badan dan berlalu.

Bella berusaha mengikuti langkah pria itu dengan setengah berlari, rambut panjangnya menutupi wajah dan kedua tangan memegang tas sambil menutupi bagian depan tubuhnya. Saat tiba didepan lift dia melihat banyak penjaga, tak menunggu lama pintu lift terbuka. Lift khusus itu terhubung langsung ke apartemen mewah milik Dante.

‘Apa pria ini memang pendiam?gumam Bella yang terus mengikuti Dante. Sedari tadi tidak ada percakapan diantara mereka. Dante sebastian adalah seorang pria yang dingin, kaku dan dia tidak banyak bicara. Sangat berbeda dengan pria yang biasa menyewa Bella.

Saat pintu lift terbuka, Dante masuh tak bicara justru melangkah keluar dan berhenti tepat diruang tamu apartemennya.

‘Gila benar! Mau sampai kapan kami diam-diaman begini? Bella kehabisan akal dengan sikap pria itu. Yang dia lakukan hanya mengekor Dante ke lantai dua. Bella hanya bisa mengutuk dalam hatinya karena kesal dengan pria itu.

“Ini kamarmu! Buatlah dirimu senyaman mungkin, siapkan kebutuhanmu sendiri. Pelayan akan datang untuk mengisi bahan makanan setiap hari dan membersihkan apartemen. Mereka tidak tinggal disini, akan ada penjaga yang akan menjaga pintu keluar satu-satunya di tempat ini. Jangan pernah berpikir untuk melarikan diri sebelum perjanjian berakhir! Apa kau paham?”

“Ya saya paham Tuan!” ucap Bella sambil melemparkan senyum yang sengaja dimanis-maniskan.

“Jangan coba-coba bunuh diri! Kalau kau sampai melakukan itu, maka aku akan menjadikanadikmu sebagai gantimu!”

Bella beergedik ngeri mendengar ucapan Dante, dia ketakutan dan netranya mengerjap menatap pria dihadapannya itu. “Saya mohon jangan ganggu adik saya, Tuan!”

“Semua tergantung pada sikapmu!” ucap Dante.

“Saya janji pada Tuan bahwa saya tidak akan mengecewakan anda. Saya mengerti betul semua yang sudah anda katakan. Saya akan mematuhi aturan anda.” Bella bersungguh-sungguh ingin melakukan yang terbaik demi keselamatan adiknya.

“Jangan lupa apa yang akan terjadi jika aku tidak puas!” ucap Dante Sebatian lagi sambil tangannya menurunkan tangan Bella yang menutupi bagian kembar tubuhnya.

“Saya paham, Tuan.” jawab Bella cepat. Saat tangan Dante mempermainkan dua titik sensitif milik Bella, gadis itu mendesah lirih. Sentuhan tangan itu menghancurkan kewarasannya, seperi sengatan listrik yang mengaliri seluruh tubuhnya yang bergetar menikmati sentuhan itu.

Saat Bella tanpa sadar ingin memegang jas yang dikenakan oleh Dante, pria itu membentaknya. “Jangan kau sentuh! Tangan kotormu tak layak menyentuhku!”

“Apa anda tidak ingin, Tuan?” tanya Bella meskipun kalimat yang diucapkan pria itu sangat menusuk hatinya dan dia merasa direndahkan.

“Apa aku ada mengatakan kalau aku menginginkanmu, ha? Wanita yang sudah disentuh oleh ribuan laki-laki, cuihhh….!” hinaan demi hinaan dilontarkan Dante pada Bella tapi tangannya masih mempermainkan Bella, sehingga membuat gadis itu terhanyut dalam gairah.

Tapi----

“Tuan…..apakah anda akan pergi malam ini?” tanya Bella ketika tiba-tiba Dante mengangkat tangannya dan langsung membalikkan badan disaat dia melihat Bella mulai bergairah. ‘Sialan! Kenapa tanggung sih, tega sekali dia mempermainkanku seperti ini! Kenapa tidak sekalian diselesaikan sampai tuntas saja?

“Aku mau pergi atau mau tinggal disini, itu bukan urusanmu! Aku akan kembali kesini jika aku menginginkanmu kapanpun! Kau tidak berhak mengaturku!” ucap Dante sambil tangannya kembali menyentuh bagian sensitif yang tadi dipegangnya. Hanya sekian detik dia kembali menarik tangannya dan pergi meninggalkan Bella tanpa menatapnya sedikitpun.

TING!!!

Pintu lift terbuka lalu dia segera masuk dan pergi. Bunyi notifikasi ponselnya bertepatan dengan pintu lift yang tertutup. Bunyi ponselnya sedikit mengganggu Dante. Dia melihat nama penelepon lalu menghembuskan napas, raut wajahnya terlihat tak senang. ‘Kenapa harus sekarang sih? Gumamnya dalam hati, dia merasa tidak nyaman menerima telepon saat ini.

“Ada apa kau meneleponku Tatiana sayang?”

“Aku hanya ingin tahu keberadaanmu, sayang. Kita baru saja tiba di Indonesia beberapa jam lalu tapi kau sudah meninggalkanku. Kau sangat sibuk dengan teman-temanmu.”

“Apa Alex sudah bangun?”

“Belum. Aku baru saja dari kamarnya dan dia masih tertidur kelelahan.”

“Aku segera menuju kesana, tunggulah aku. Kalau Alex bangun tolong tenangkan dia ya sayang. Aku akan segera tiba di mansion secepatnya.”

“Baiklah. Aku menunggumu, sayang! Hati-hati dijalan ya. Kami berdua mencintaimu dan menunggumu.”

Pufff!!!! Dante merasa tak nyaman dalam hatinya tapi dia berusaha keras untuk mengendalikan diri. Dia meletakkan ponselnya dalam saku seakan tidak ada yang terjadi.

‘Maafkan aku Tatiana!’ lirihnya dalam hai sambil menjauhkan pandangan matanya dari jari yang tadi sudah memegang sesuatu. Saat dante keluar dari lift, dia memerintahkan para penjaga untuk menjaga penthouse-nya dengan baik dan memberi intruksi untuk mengawasi Bella.

“Apa kalian sudah paham?”

“Paham Taun! Tidak ada yang boleh masuk kedalam selain Tuan, wanita yang berada didalam tidak boleh keluar. Pelayan wanita yang bertugas merapikan dan membersihkan hanya satu orang saja.” ujar salah satu pengawal yang merangkum semua intruksi yang diberikan Dante.

“Bagus! Jangan sampai ada kesalahan! Ingat, aku tidak akan menyuruh siapapun masuk ke penthouse! Jadi kalian tidak boleh mempercayai siapapun yang mengatasnamakan atas perintahku. Tanpa ada ijin langsung dariku atau perintah langsung dariku tidak ada yang boleh masuk kedalam!”

“SIAP TUAN!” kata para pengawal serempak. Dante pun segera masuk ke mobilnya dan pergi. Supir yang membawanya melirik dari spion memperhatikan Dante yang memejamkan mata. Dante masih merasa tidak nyaman dalam hatinya. ‘Tatiana….Alex!’ bibir Dante bergumam berulang kali hingga sampai didepan gerbang mansion.

Setelah dia bergelut dengan emosi dan pikirannya, pria itu mencoba menenangkan diri.’Jangan sampai aku menyakiti keduanya! Ujarnya lagi masih dalam rasa cemas dan berusaha menutupi kegelisahan yang tidak bisa dia pahami dan tidak bisa dia jelaskan pada keluarganya.

Dante masuk ke mansion dengan langkah cepat.

“Selamat datang, Tuan!” sapa kepala pelayan rumahnya sambil menutup pintu tapi diacuhkan oleh Dante. Dia terus melangkah menaiki tangga menuju kamar yang dulu selalu disinggahinya ketika dia dirumah.

“Sayang, kau ada disini?” tanya Dante saat ingin melihat siapa yang berada didalam.

“Selamat pagi, suamiku tersayang.” wanita it mendekat dan langsung melingkarkan kedua tangannya dileher Dante dan mencium bibirnya mesra.

*Hai readers! 👋👋 author mo bagiin nih visual penthouse Tuan Dante Sebastian 😊😊 Gimana menurut kalian?

Semoga para pembaca bisa punya penthouse kayak gini ya. Amin 🙏🙏

1
Nami chan
Dejavu ama ant man 🙈 tp beda
Nami chan
Hah? Kok jadi cerita superhero?
Fredy: ada hulk ga?
total 1 replies
Nami chan
Kan dante udah dikasih tau nick? atau siapa ya yg bilang udh dikepung, makanya kalo fiserang suruh semua penghuni masuk bunker
Nami chan
Paa secara ga langsung mau kasih info ke anna biar ga bingung. Tp knp mesti muter2 sih, ga langsung ngomong. Kan cm ada manuel doank, dan lagi udh dikasih tau dante dia bukan bella
Nami chan
Kan barrack udah tau bukan bella, seingetku dante pernah ngomong
Nami chan
Yg heran itu kok bs mimpin lama.. Pdhl perasaan tiap perang banyak pasukan federal yg mati.
Mmg robert sll kambing hitamin org tiap ada gagal perang. Tp kan ttp dibawah kepemimpinan robert intinya.
Anggep ada yg backing org kuat. Tp kalo presidennya bener harusnya ttp curiga. Kecuali presiden jg iblis
Nami chan
Bukannya rudal udah diganti target ke arah gudang senjata yg dikepung federal?
Nami chan
Disuruh jangan sebut nama padahal
Nami chan
Aku ga paham maksudnya robert kane ngrencanain apa?
Nami chan
kan haizzz pengacau emg bocil kematian ini. kok emosi aku
Fredy: sabar mba..sabar jgn emosi, cukup hajarrrr..pukulll..tendangg 😂😂😂
total 1 replies
Nami chan
malah jd beban si sarah itu. Jd kebagi konden dante
Nami chan
Ga paham dante skrg udah sampe dimana? Maksudnya sarah ikut ke tempat transaksi?
Nami chan
Apa ga seharisnya bilang ya walau mgkn anthony pun ga akan langsung percaya.
Tp kalo ga bilang ada kemungkinan anthony bakal lindungi robert.
Walaupun udh tau bukan anaknya tp pasti merasa udh dirawat. Krn blm tau sifat asli robert
Nami chan
Noel kenapa manggilnya masih tuan aja 🤣 masih sungkan kah?
Nami chan
nah udah kuduga.. aku ketar ketir takut pas dante tlp malah sibuk gr2 nick lg tlp ed. Harusnya mereka punya hp sebanyak jumlah temennya gasih ? 🤣
Nami chan
Tp duduk manispun otaknya bekerja lbh berat drps yg lain. Biasanya pemimpin lelah di otak
Nami chan
Maksud belinda mungkin dunia dante CS itu bahaya. Belinda udh mmg biasa ada di sikon bahaya jd biar dia aja yg udah terlanjur masuk. Jangan sarah juga.
Lagipula dante tipe setia, barrack tipe suka jajan. Mgkn itu yg jadi pertimbangan
Nami chan
Ya karna waktu belinda hamil itu yg belinda rasain, makanya nurun ke janin. Lagian jg belinda takut gelap gara2 kau dante
Nami chan
Maksudnya ini 1 arah? trs kuarnya gimana? Berarti tiap kesana harus 2 org. Apa itu untuk penjara apa gmn
Nami chan
Wkwkwkk grogi sampe dante gagal romantis.
Ada cjncin berlian ditaroh di atas spon cuci piring 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!