NovelToon NovelToon
Jerat Cinta Dibalik Dendam

Jerat Cinta Dibalik Dendam

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Dendam Kesumat / Tamat
Popularitas:645k
Nilai: 4.9
Nama Author: dtyas

Tristan Emilio, menyimpan dendam atas kematian adiknya. Merencanakan pembalasan dendam dengan menyakiti Gendis Nayaka Putri.

"Kehormatan dibalas kehornatan, nyawa dibalas nyawa," ujar Tristan.

"Lakukan apapun semaumu, lampiaskan dendammu tapi jangan sakiti keluargaku," sahut Naya.

Apakah dendam Tristan akan terbayarkan?
Bagaimana nasib Naya setelah merelakan hidupnya untuk membayar kesalahan sang Kakak?

IG : dtyas_dtyas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menemui Tristan

Tristan melempar kunci mobilnya ke atas meja, lalu dia mendaratkan tubuh pada sofa. Bersandar dengan kepala menengadah sambil terpejam, kedua kakinya menjulur di atas meja.

Kejadian tadi sore benar-benar membuat emosinya memburuk. Pria yang berhubungan dengan kematian sang Adik muncul dengan berani dihadapannya, berlagak bak seorang kakak yang melindungi adiknya.

“Kamu melindungi adikmu, aku pun sama. Meskipun terlambat,” keluh Tristan. Dirinya baru saja dari club, berniat menghilangkan penat dengan minuman keras tapi memilih pulang sebelum semakin mabuk.

Tristan membuka kancing kemejanya dan melepaskannya, hingga tersisa bawahan saja saat terdengar bel apartemen. Merasa tidak menunggu seseorang, Tristan mengernyitkan dahinya lalu beranjak menuju pintu.

Wajahnya berubah tersenyum melihat Maira yang berdiri di depan pintu. Tidak menduga kalau Maira akan mengunjungi, jelas-jelas dia bilang akan sibuk seharian ini.

“Hai sayang,” sapa Tristan setelah membuka pintu. Maira melangkah masuk mengabaikan sapaan Tristan.  

“Kenapa passcode-nya ganti sih,” keluh kekasih hati Tristan. Dengan wajah cemberut dia duduk di sofa, diikuti oleh Tristan di sampingnya.

“Dirubah berkala, sayang. Ayolah kita bersenang-senang malam ini, untuk apa meributkan hal yang tidak penting.” Tristan meraih dagu Maira agar menoleh ke arahnya dan langsung menyambar bibir yang masih tertutup perona bibir.

Pagutan mereka semakin dalam dan panas apalagi Maira membalas dan menyambutnya dengan rela. Pertukaran saliva yang menimbulkan decapan, kedua tangan Tristan sudah berpindah pada pinggang Maira sedangkan Maira sendiri sudah mengalungkan tangannya pada leher Tristan.

“Kita lanjut di kamar,” ajak Maira ketika Tristan melepaskan dan menjauhkan bibirnya karena keduanya membutuhkan oksigen.

Entah siapa yang memulai dan menyentuh, saat ini keduanya sudah polos dan Tristan berada di atas tubuh Maira. Memainkan perannya dengan begitu epik dan profesional, membuat suasana kamar menjadi semakin panas dan Maira mulai mengeluarkan dessahan karena sentuhan-sentuhan tangan  dan bibir Tristan.

“Oh, Shitt. Tristan cepat lakukan,” tuntut Maira diantara dessahannya.

“With my pleasure, honey.”

Bagian tubuh Tristan siap bertandang ke tubuh Maira, tiba-tiba dia teringat wajah itu. Wajah Naya, yang sesekali terlihat menikmati juga menampilkan wajah khawatir.

Tristan memejamkan matanya untuk menghilangkan pikiran yang baru saja lewat, dia harus menyelesaikan apa yang sedang dia lakukan saat ini, lagi-lagi pikirannya mengingat saat Naya berbicara dengan rekan kerjanya. Terlihat ceria dan hangat, dengan pria lain tapi sangat jutek dengan dirinya.

“Shittt,” maki Tristan lalu beranjak dari tubuh Maira dan duduk di tepi ranjang sambil mengatur nafasnya.

“Tristan, apa kamu gil*? Aku sudah dipun_cak g@airah dan kau hentikan begitu saja,” teriak Maira sambil menarik selimut dan menutupi tubuhnya. Tristan yang duduk memunggunginya beranjak bangun.

“Sorry, banyak hal yang mengganggu pikiranku saat ini. Tiba-tiba saja aku kehilangan minat,” ujarnya lalu memakai boxernya dan meninggalkan kamar.

Menuju kitchen island, tepatnya lemari tempat menyimpan beberapa botol alkohol. Tristan menenggak langsung bahkan tanpa menggunakan gelas.

Tidak lama kemudian Maira menghampiri Tristan, sudah berpakaian lengkap seperti saat dia datang. “Tristan, kamu harus jelaskan masalah tadi. It’s not you, Tris.”

Tristan hanya mengedikkan bahunya lalu kembali menenggak botol yang dia pegang.

“Aku pergi,” ujar Maira.

Mendengar suara pintu, artinya Maira sudah benar-benar meninggalkan apartemennya. Tristan menghubungi seseorang, “Halo, ikuti Maira. Awasi selama dia ada di Indonesia, laporkan apa yang dia lakukan dan siapa yang dia temui,” titah Tristan lalu mengakhiri panggilan.

Tristan merasa aneh dengan kehadiran Maira yang langsung mengajaknya bercint*, padahal siang tadi wanita itu yang menolaknya. Keduanya cukup aktif dalam urusan ranjang dan hubungan jarak jauh karena pekerjaan membuat Tristan ragu kalau Maira tidak berulah saat jauh darinya.

Tristan mengusap wajahnya karena sosok perempuan itu kembali terbayang. “Aku pasti sudah gila, bagaimana bisa wajah itu terus terbayang.”

Sedangkan di kediamannya, Naya setelah menyaksikan sendiri perdebatan Daru dan Tristan yang menguak kejadian dan menyimpulkan kalau dia menjadi korban dendam antara dua pria itu memilih langsung pulang ke rumah.

Menunggu Daru untuk penjelasan yang lebih detail tapi sampai malam Daru tidak ada menunjukkan batang hidungnya. Berkali-kali Naya menghubungi tapi tidak aktif.

“Kak Daru kemana sih?”

Naya berbaring di ranjangnya masih menunggu kehadiran Daru. Bukan berarti dia melupakan kesedihan karena kepergian Ibunya, tapi urusan Daru lebih penting untuk masa depannya. 1

Bagaimana jika benar Daru harus mempertanggung jawabkan perbuatannya seperti ancaman Tristan. Sebagai orang kecil, mereka tidak akan bisa melawan Tristan Emilio.

“Nggak bisa, Kak Daru pasti tidak bersalah. Dia nggak boleh di penjara, bagaimana dengan nasib aku,” resah Naya.

Entah jam berapa Naya berhasil memejamkan matanya. Saat dia bangun, sudah cukup kesiangan bagi seorang Naya. Bergegas menuju kamar kakaknya berharap Daru sudah ada di sana tapi nihil,  kamar itu masih kosong.

“Kak Daru nggak pulang, atau jangan-jangan ….”

Entah dari mana Naya bisa berpikir kalau Daru tidak pulang karena sudah diamankan oleh pihak yang berwajib.

“Aku harus hentikan ini,” ujarnya.

Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian. Naya bertekad harus menemui Tristan, sempat bingung karena hari ini weekend dan tidak mungkin pria itu ada di kantor. Memilih menghubungi Dion untuk menanyakan dimana Tristan berada.

“Ahh, ternyata Gendis Nayaka Putri menghubungiku setelah kemarin mengabaikan pesan dan panggilan ….”

“Pak Dion, kita bahas masalah kemarin lain kali. Ada hal yang lebih penting,” ujar Naya membuat Dion yang berada di ujung telepon heran dan mengernyitkan dahinya.

Bagaimana bisa seorang Naya menyela dan berani mengaturnya.

“Apa hal yang lebih penting dari urusan kamu mangkir tanpa kabar.”

Naya berdecak, “Aku harus bertemu Pak Tristan, dimana aku bisa menemuinya?”

“Apartemennya mungkin, aku bukan baby sitternya yang dua puluh empat jam harus mengawasi keberadaannya.”

“Bisa kirimkan aku alamat ….”

“Sayang, kemarilah … siapa yang kamu hubungi,” suara seorang wanita di ujung telepon. “Sebentar sayang,” ujar Dion lalu mengakhiri panggilan.

Tidak lama ada notifikasi pesan masuk yang ternyata dari Dion, berisi alamat apartemen Tristan.

Naya memandang bangunan mewah di hadapannya setelah turun dari taksi. Agak ragu melangkahkan kakinya ke dalam gedung itu, tapi mengingat masalah Daru dia meyakinkan diri agar meneruskan tujuannya.

Membaca kembali pesan dari Dion saat berdiri di depan pintu yang nomor unit dan lantai sudah sesuai dengan isi pesan. Naya menekan bel lalu menunggu pintu dibuka. Menekan kembali dan menunggu sampai beberapa kali.

Sedangkan di dalam kamar, Tristan yang masih tidur terganggu dengan suara bel berkali-kali.

“Siapa yang bertamu sepagi ini,” keluh Tristan lalu beranjak malas dari ranjangnya. Masih dengan penampilan semalam dia menuju pintu dan menatap layar yang menunjukkan siapa yang bertamu.

“Apa Tuhan sedang mengujiku atau memberiku rezeki," ucap Tristan sambil menyunggingkan senyumnya.

\=\=\=\=\=\=\=

1
Sri Udaningsih Widjaya
ceritanya bagus kak
Mini Amora
langsungggggg cusssss ahhhh ke judul ini🤭
Mini Amora
sudah baca thorrr.
gentala & ajeng

kerennnnnnnn lahhhhh pkknya
Mini Amora
arini & cakra... sudah baca dongggg
Mini Amora
kasian naya...

tristan²... kamu kan blum tau crta aslinya gmn, main bales dendam aja, hati² besok nyesel aja, tau rasa deh
Mini Amora
haiii juga author ku... yg karyanya bikin ku candu... 😍
Tika Pane
Luar biasa
Lisa Icha
kasihan ma Naya
Lisa Icha
baru mampir Thor ceritanya kayak seru deh
Nova Evita
aku sudah baca beberapa cerita author, termasuk yg ini. semuuaaaa nyaa baguuus bagus. makasih ya thor... sukses selalu buat author
Nova Evita
akhirnya.... bahagia 🥰
Nova Evita
lha itu ponsel nya naya aktif. kenapa Tristan gak lacak keberadaan naya melalui ponsel nya naya ?
Nova Evita
gasskeun tridtan.... pepet teruuuus sampai naya bilang iya
Nova Evita
Yesss.. di pecat. moga aja beneran..
Nova Evita
nnnaaah gitu dong dion. jadilah mak comblang utk Tristan dan naya. jadilah provokator utk Tristan menyadari perasaan nya ke naya. dion juga sengaja kek nya affair sama Maira utk menyadarkan Tristan kalo Maira tu bukan perempuan baik". beruntung Tristan punya bawahan kek dion
Nova Evita
rencana yg bagus naya.... aku dukung
Nova Evita
kau pengecut Tristan. harusnya kau datangi dari.... kau lupakan dendam mu pada nya. kau pukul sampai babak belur kek, kau bikin cacat kek, kau hancurkan usahanya kek.. atau apapun yg bisa kau lakukan utk menuntaskan dendam mu. PADA DARU.... BUKAN PADA NAYA.
Naya gak ada salah apapun. Sheryl juga salah karena gak bisa jaga diri.
pengecut kau... semoga kau bucin sama naya
Nova Evita
ku berharap dion juga dapat balasan karma nya 😠
Nova Evita
balas dendam Tristan salah kaprah. daru melakukan nya tanpa sengaja, dalam keadaan mabuk minuman. beda dengan Tristan yg dalam keadaan sadar. hanya mabuk dendam . Tristan akan dapat akibatnya nanti
Sri Widjiastuti
😁😁😁😉sdh ktm aja, lgs kumat ni tristan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!