Adinda terpaksa harus pergi dari rumah ketika calon suaminya di habisi oleh Papanya sendiri, Adinda sudah berhubungan dengannya bukan hanya sehari saja melainkan sudah bertahun-tahun semenjak wanita itu masih memakai seragam SMA.
Kevin yang tidak ingin nyawanya melayang percuma memilih untuk pergi meninggalkan Adinda begitu saja, meskipun dirinya sudah tahu kalau wanita itu sedang mengandung anak mereka Walau tanpa ikatan pernikahan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mima ah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Maharani Safitri
Sepeninggal Hendra dan juga istrinya, para warga kampung mendekati Maharani yang terlihat bengong dengan semuanya.
Wanita itu bahkan tidak sadar kalau pertemuan hari itu sudah selesai akibat saking terkejutnya dengan perkataan dari Hendra, dan juga tidak menyangka jika pria di masa lalunya itu seperti menghentikan segala macam mata pencaharian dan juga hal yang membuat dirinya bisa bertahan hidup di tempat itu.
"Maafkan kami ibu Rani, hanya saja setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Tuan Hendra tadi mau tidak mau kami harus melakukan seperti yang dia katakan. karena Biar bagaimanapun anak-anak kami terus sekolah dan hidup kami juga perlu biaya, jika hanya ingin mempertahankan anda dan kami semua mati kelaparan rasanya sangat tidak mungkin kan? "tanya kepala kampung di situ membuat Rani menatap sinis ke arahnya karena menurutnya pria itu benar-benar tidak berguna dalam mempertahankan harga diri dan juga wibawanya sebagai seorang pemimpin.
"kalian itu memang manusia-manusia yang tidak berguna sama sekali, masa iya mempertahankan harga diri di tempat ini saja tidak bisa? ah sudahlah aku juga tidak mungkin meminta tolong kepada manusia kalian yang sangat tidak punya hati nurani, yang rela mengorbankan teman dan juga tetangga kalian sendiri hanya untuk tetap mendapatkan apa yang kalian inginkan. "Rani begitu emosi membuat warga di situ Hanya bisa pasrah karena mereka tahu Wanita itu sangat keras kepala dan juga begitu arogan.
"Wah jangan ngomong seperti begitu dong! Memangnya kamu pikir kami juga mau keadaan ini terjadi, kita itu tidak bisa apa-apa karena memang tidak punya kekuatan sama sekali jadi apapun yang akan diperintahkan oleh orang kaya ya lebih baik kita ikuti saja! lagian tadi kan Tuan Hendra ngomong kalau kamu mau hasilnya tetap bakalan diangkut lebih baik suruh anak kamu agar menjauhi anaknya kan, dari situ kan kita bisa tahu kalau sebenarnya mereka tidak suka karena kamu itu mengganggu tetapi kamunya saja yang tidak sadar sama sekali ! "jelas salah satu wanita yang bertubuh Tambun di situ karena menurutnya Rani itu bukanlah seorang pemimpin yang mesti didengar.
"anakku mau dekat dengan siapa itu bukan urusan kalian dan juga tidak perlu harus menasehatiku agar bisa mendengar apa yang kalian katakan, selama ini aku bisa mengurus diriku sendiri jadi lebih baik kalian semua diam dan jangan pernah ngomong lagi atau aku bakalan nekat!" teriak Rani kesel.
"Terserah anda saja tetapi yang penting Intinya jangan pernah membuat warga di sini mengalami kesulitan lagi, hanya karena anda tidak pernah mengakui ataupun melakukan apa yang diinginkan oleh orang yang biasa membeli hasil kebun dari kampung ini. "setelah mengatakan hal itu mereka pun pergi karena menurut mereka menasehati Rani itu sama saja bohong karena wanita itu selalu merasa diri paling benar dan tidak pernah melakukan kesalahan serta tidak suka diatur kehidupannya oleh orang lain meskipun kehidupannya itu terkadang salah Dan juga merugikan orang-orang di sekitarnya.
"Lebih baik aku telepon Kevin saja memastikan kira-kira itu anaknya Hendra sudah mengirimkan uang untuk dia atau belum, Kalau memang orang tuanya tidak bisa membeli hasil kebun kita dia tidak masalah kita bertahan hidup dari uang anaknya Ya jelas merupakan uang yang diberikan oleh Hendra kepadanya! "batin Rani yang tersenyum penuh kemenangan Karena ia merasa yakin jika Kevin mempunyai kartu kunci untuk bisa membuat Hendra tidak dapat bertekuk lutut karena anaknya itu kan sudah membuat Adinda merasa bucin kepadanya.
Maharani merasa heran ketika ponsel anaknya itu tidak bisa dihubungi sama sekali, dan lebih parahnya lagi ketika dicobanya berkali-kali memang tetap dalam posisi yang sama yaitu di luar jangkauan.
padahal selama ini Kevin tidak pernah melakukan hal tersebut karena nantinya bakalan membuat dirinya merasa khawatir, Entah mengapa perasaan Rani menjadi tidak enak secara tiba-tiba Padahal tadi dirinya biasa saja.
""ini Kevin ke mana ya? perasaan kemarin-kemarin dia baik-baik saja tadi pagi juga aku telepon pun masih dalam baik-baik saja, ya Tuhan Semoga saja Hendra tidak nikah dan melakukan sesuatu hal yang sangat merugikan Putraku? "Rani yang tadi begitu sombong tiba-tiba mendadak menjadi begitu stres karena takut jangan sampai Hendra yang merasa tidak terima dengan dirinya yang bersikap cuek dan tidak peduli langsung melampiaskan kepada anak laki-laki satu-satunya itu.
Kevin saat ini benar-benar tengah ketakutan ketika Hendra dan juga Silvia datang bersama beberapa anak buah mereka yang bertubuh Tambun dan juga kekar, Kevin begitu terlihat kecil di mata mereka sehingga membuat anak muda itu benar-benar ketakutan dan tidak percaya.
"saya selama ini sudah mencoba sabar dengan berbicara baik-baik kepada kamu untuk meninggalkan anak saya, tetapi sepertinya kamu tidak pernah sadar diri dan juga sadar posisi yang ada malah berbuat hal yang tidak tidak kepada Adinda! saya bakalan tetap mengizinkan kamu bersekolah sampai selesai ujian akhir, tetapi ingat kamu selalu dalam pantauan saya dan jika kamu mendekati Adinda lagi maka saya pastikan mau sudah selesai atau belum ujiannya kamu tetap bakalan saya Habisi tanpa sisa! "tegas Hendra yang benar-benar tidak ingin dibantah oleh siapapun.
"Baik Om saya akan melakukan apa yang Anda katakan dan tidak akan pernah melanggarnya, tetapi tolong Biarkan saya mengikuti ujian akhir Soalnya ini merupakan impian Ibu saya yaitu ingin saya lanjut kuliah!"lirih Kevin penuh permohonan membuat Hendra tertawa sinis.
"Makanya kalau dari awal niatnya sekolah lebih baik sekolah saja tidak usah mendekati anak orang, kalau anak orang itu sepadan dengan kamu Ya tidak masalah tetapi kamu sama Adinda itu kayak Bumi dan langit tidak cocok sama sekali! jangan membuat dia masuk ke dalam lingkaran kemiskinan kamu itu, karena anak saya itu dari kecil tidak terbiasa hidup susah! "Silvia menimpali perkataan Kevin tadi membuat pria itu benar-benar merasa harga dirinya diinjak-injak tetapi tidak berani melawan Karena posisinya sekarang tidak bisa melakukan hal itu.