NovelToon NovelToon
Suamiku Milik Ibunya

Suamiku Milik Ibunya

Status: tamat
Genre:Romansa / Keluarga & Kasih Sayang / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Cerai / Tamat
Popularitas:228k
Nilai: 5
Nama Author: Muhammad Yunus

Joya Jasmine' di anggap bodoh karena terlalu patuh pada suaminya. Dia selalu terima kelebihan dan kekurangan suaminya. Namun, semua berubah ketika Ibu mertuanya ikut tinggal bersama mereka dan mulai ikut campur dalam urusan rumah tangganya.

Joya tidak tahan dengan perlakuan Ibu mertuanya dan lebih membuat Joya menyesal karena Hamdan' suaminya sangat nurut pada ibunya, seorang anak yang terlalu patuh pada ibunya, membuat Joya semakin kesal dan tidak tahan, terlebih ketika Ibu mertuanya membawa perempuan yang di kenalkan pada Joya sebagai calon istri muda suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Yunus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lelah

Sudah satu bulan berlalu. Hingga kini Hamdan masih mempertahankan kedua istrinya tetap bersamanya, bahkan mereka tinggal satu atap.

Bukan tidak ingin membawa Ayenir dan ibunya pergi, akan tetapi Hamdan benar-benar tidak memiliki uang lebih untuk sekedar mencari kontrakan.

Joya juga terlihat acuh dengan semua itu, Handan pikir Joya mulai menerima keadaan dan mau berdamai dengan Ibu dan madunya.

Tetapi sebenarnya Hamdan merasakan perubahan sikap Joya yang tak sehangat dulu, Joya yang tak seceria dulu bahkan Hamdan jarang menemukan Joya berada di lain tempat rumah mereka selain di kamar.

Hamdan pulang kerja sekitar jam lima sore, dan baru sampai di rumah pukul enam sore. Ia turun dari mobil dengan raut wajah gembira. Namun, ekspresinya berubah dalam sekejap mata ketika di ambang rumah, ia menyaksikan Joya berbagi tawa dengan seorang pria.

Hamdan tak mengenali laki-laki itu.

" Jadi, sampai pesan dari Bangkok waktu itu!" suara Joya terdengar sangat jelas

" Waaah! pantasan, kirain dari lokal"

Suara tawa lepas Joya membuat kaki Hamdan terpaku. Anak semata wayang Rubiah itu mengamati interaksi sang istri dan laki-laki asing itu dengan detak jantung yang sangat kencang.

Beberapa Minggu terakhir, Joya bersikap teramat kaku kepadanya. Istrinya itu juga tak melayaninya dengan baik seperti dulu, jangankan kebutuhan batinnya, lahirnya saja Joya jarang melayaninya, wanita itu melimpahkan tanggung jawabnya pada ibunya dan Ayenir, tapi kini, dengan mata kepalanya sendiri. Joya tampak asyik berbincang dengan laki-laki lain.

" Sebenarnya itu hadiah dari Ayah yang diberikan padaku sih mas, kalau untuk beli bonsai semahal itu pakai uang sendiri sih sayang!"

" Wah, nggak nyangka mba juga melihat harga kalau mau beli sesuatu"

Si tamu mampu membuat kekesalan Hamdan naik ke ubun-ubun, terlebih melihat senyum wanita tercintanya itu di tunjukkan untuk si pria itu bukan untuk dirinya yang sudah sangat merindukan Joya seperti dulu.

Suara tawa Joya kembali terdengar.

" Ya Allah mas, pastilah! Sebagai Ibu rumah tangga wanita harus pintar membagi uang."

Sudah cukup. Hamdan tak sanggup lagi mendengarkan lebih lama. Telinga dan hatinya terasa panas ketika sang istri memanggil 'Mas' pada pria lain yang bukan dirinya.

Langkah tegasnya ter ayun, tak tunggu waktu langsung menarik Joya ikut bersamanya masuk kedalam kamar, Joya sempat terperangah tak percaya melihat tingkah suaminya yang terlihat sangat tidak sopan. Tetapi belum sempat mengucapkan protes, Hamdan membentaknya.

" Apa begitu sikap mu ketika aku tidak ada di rumah?

Joya yakin, tidak hanya dirinya yang terkejut, pria di luar sana pasti juga bisa mendengar suara Hamdan yang menggelegar.

Kenapa sih laki-laki ini?

" Apa sih mas, datang-datang kok langsung marah-marah?" tanya Joya dengan raut kesalnya.

" Suami mana yang tidak marah ketika melihat istrinya seperti seorang wanita murahan di depan pria lain?"

' Plak'

" Cukup!" Napas Joya tersengal-sengal. Tak pernah dia sangka Hamdan bisa berucap keji seperti itu.

Joya menatap tepat di bola mata Hamdan. Tak ada sedikitpun rasa bersalah di sana, hanya ada tatapan kebencian yang membuat Hamdan menciut.

Gemuruh di dada Joya begitu terasa hingga rasanya jantung wanita itu hendak keluar dari tempatnya.

Joya mengedipkan matanya dan setetes air mata berhasil lolos begitu saja dari matanya. " Seperti wanita murahan ya?" Dia menatap Hamdan nanar.

Hamdan tak memberi Jawaban atas pertanyaan Joya, tiba-tiba lidahnya terasa kelu.

Joya terkekeh pelan dan mengangguk.

" Oke, aku terima hinaan kamu, dan kupikir aku bisa benar-benar menjual diri hanya untuk sekedar menyambung hidup karena memiliki suami seperti mu! Aku sudah terlanjur nggak berharga jadi sekalian aja, kan?" Joya berjalan meninggalkan Hamdan dengan langkah cepat.

Hamdan buru-buru mengejar istrinya dengan napas memburu, Joya yang akan segera menutup pintu kamar mandi, namun Hamdan lebih dulu menahan pintu nya.

Joya hanya menatap suaminya tanpa minat. Tubuh lelah. Lelah menghadapi sikap Hamdan. Lihatlah, pria ini begitu tegas dengannya, tapi pada ibunya seperti hamba dan ratu. yang selalu menundukkan kepalanya dan membungkukkan badannya, pun dengan titah wanita itu yang selalu Hamdan turuti. Sangat menyebalkan.

" Joya," Panggil Hamdan lirih seperti bergunam.

Joya menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Dia menangis terisak kala merasakan Handan berusaha memeluknya.

Hamdan mendekat dan berusaha menekuk Joya, Wanita itu enggan menatapnya barang sedetik saja.

" Joya, Dek!" Dada Hamdan terasa di cubit.

" Pria yang di depan tadi adalah teman kuliahku dulu, dia datang kemari karena tertarik dengan bonsai yang aku tawarkan lewat penjualan online, aku butuh makan, aku butuh uang, aku tidak bekerja, aku juga tidak mendapat uang bulanan dari mu, dan kini kau sebut aku wanita murahan?"

Kata Joya dengan isakan rendah.

Hamdan tertegun di tempatnya berdiri. Kerongkongan nya terasa sulit untuk menelan. Hamdan seperti di hantam sesuatu tak kasat mata. Dadanya terasa sesak dan tiba-tiba rasa takut datang menghantuinya.

" Aku mau sendiri," Kata Joya dengan nada lemah.

" Maaf, Dek." Hamdan meraih tubuh Joya dan memeluknya.

' Kamu tidak akan pernah tau apa yang ku rasakan saat ini' batin Joya.

Baju yang dipakai Hamdan terasa basah. Joya masih menangisi rumah tangganya yang sudah di ambang kehancuran. Hamdan sendiri memilih diam sambil menahan sesak di dadanya. Dia mengelus punggung Joya dengan lembut.

Joya yang merasa pelukan Hamdan menjanjikan kedamaian semu , memilih melerai dekapan suaminya itu. Dia mengusap kedua pipinya bergantian. Dia menekan gelombang air matanya agar tak terjatuh lagi.

" Sudah ku putuskan" ucap Joya menatap Hamdan kembali.

Joya menarik kedua sudut bibirnya, Kembali memeluk tubuh tegap Hamdan. Sedikit berjinjit untuk meletakkan dagunya di lekuk leher Hamdan yang tiba-tiba terdiam, Hamdan terlalu kaku untuk membalas pelukan Joya.

Joya mendekatkan bibirnya di telinga Hamdan.

" Lepaskan aku Mas, aku rasa kita punya jalan sendiri-sendiri."

Joya sudah mengambil keputusan yang terbaik. Melihat Hamdan yang tak memahaminya membuat ia membulatkan tekadnya untuk berpisah. Joya juga tak ingin membuat hubungan Hamdan harus terurai dengan ibunya. Terlebih kini Hamdan sudah memiliki istri lain dari wanita yang menyandang status sebagai Ibu mertuanya.

Kini dia membiarkan cinta pertamanya hilang, yakin patah hatinya akan terobati dengan berjalannya waktu.

Terlalu sakit ketika seorang yang sudah membersamainya selama ini justru mengatakan hal yang tidak semestinya, bagaimana bisa Hamdan merendahkan harga dirinya dengan menyebutnya wanita murahan?

Ini terkait masa depan yang pernah sempat terencana di antara mereka. Hamdan ingin Joya menjadi seorang Ibu rumah tangga, merawat buah hati mereka kelak dengan tangan Joya sendiri. Hamdan tak keberatan untuk membantu pekerjaan rumah ketika kelak anak mereka merengek minta dimanja oleh Joya. Rangkaian rencana masa depan yang begitu indah, tapi sayang itu kini terasa menyedihkan. Karena kini Joya menyadari harapan itu tak akan pernah terwujud.

" Sayang, kamu bicara apa?" Hamdan menjatuhkan lututnya di lantai.

1
May Keisya
mending ibunya dianter plg aja ke kampung...JD ibu ko kejam bgt sesama perempuan ko bisa gitu
Lesmana
bukan cm ibumu , conge.. itu bini ke2 elu jg jd racun..
Lesmana
katanya udah mati rasa , udah gak ada debaran , udah jijik.. tp kog msh cinta aja ?? galau nih si joya..🤭🤭
Setiawan
rinjani madu yg ke2 , thor ??🤭🤭
Setiawan
minta pertama kalinya dr hongkong !!!
yg udah ketauan aja , minta tggl bareng anaknya.. trus minta gaji full anaknya , blm lg minta printilannya.. gimana minta2 hal lainnya wkt seblm si hamdan nikah sama joya😄😄😄 pny laki model hamdan , sama juga ciptain neraka di dunia buat diri sndr..
Husna Farahdiba
loh kan bisa dengan alasan gak mau di madu,gitu aj kok repot
Lesmana: emang.. masa hrs selingkuh dulu br bs cerai.. kalo gitu , si hamdan bs disuruh kawin mulu sama emak sablengnya..
total 1 replies
Nia Kurnia
saya sukaaaaa... baca marathon langsung sehari selesai/Grin/
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
najish..sing nggawe kowe sing d kmabinghitamke Anakmu, ngopeni dg telaten
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
iblis berkedok si Rian mah, kasian rion sllu d korbankan
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
jahat..pnya 2 anak tp selalu condong.mmbla rian, jd jebakan kan kl jio itu anak rian bkn rion
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
brtaruh nyawa melahirkan ? 🤣🤣🤣
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
jgn dl lah...br jg menjanda mndg d nikmti masa kesendiriannya, kl sdh trkat lagi mkn ssh bergerak dan siap2 d kcwa lagi andai suaminya bkn tipe penyyaang yg pgrtian
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
lha apa mgkn mlh sbnre anak e rian, tp bgmna bisa?
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
bkn anak kandung , pantes aja jahat
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
ealah mmng karaktere wedhok ra bener, ya Allah kasian anak yg terlahir dr rahim ibu yang buruk akhlaknya, kasian km ramdan hrse km bahagia andai km tdk memasukan ibumu kerumah tanggamu pasti masih harmonis
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
wah wah berasa anda dan anak anda yg kaya raya yah..padahal anakmu y begitu rmh kndraan jaa mlk mantumu tabungan pun tk punya
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
rmh numpang pake bawa ibu lucknut yg bawa wanita lain buat d jdkn mantu, amit2..nah kan asline laki2 itu kere dan bs baik kalau dia fokus istri jgn biarin org ke 3 masuk merusak keharmonisan keluarga.
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
jen3ng angel men d sebut hehe
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
alasan apa joy,lha itu nkh lagi g perlu cari2 apalagi kdrt.. wong suami ktauan slgkh aja bs u gugatan, d foto akad nya buat bukti tkt e mengelak
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
dzalim km Dan, terusno wae. smoga para suami yg masih di STIR ibunya kl sakit g kan smbuh kl blm.mohon ampun maaf bersujud d kaki istrinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!