NovelToon NovelToon
IKHLASKAN AKU PERGI SUAMIKU

IKHLASKAN AKU PERGI SUAMIKU

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Cerai / Pernikahan Kilat / Tamat
Popularitas:259.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Sutihat Basti Wibowo

Pernikahan yang bahagia adalah impian setiap rumah tangga. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Andhira, gadis berusia 21 tahun yang dipaksa menikah oleh keluarganya dengan seorang lelaki bernama Daffa, yang ternyata adalah seorang lelaki yang keras dan kasar terhadap Andhira.

Perlakuan Daffa yang kian hari semakin menjadi membuat Andhira mengalami depresi dan kondisi kesehatan jiwa yang buruk hingga dia divonis mengidap bipolar. Rumah tangga yang bagai neraka itu membuat Andhira mengguggat cerai suami jahatnya tersebut.

Akankah Andhira terbebas dari pernikahan yang penuh siksa itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sutihat Basti Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12 Uang Belanja

"Diam di sini dan jangan kemana-mana!" perintah Daffa seraya menghempaskan lengan Andhira dengan kasar.

"Aaarghhh!" teriak Andhira sembari meremaas jemari tangannya sendiri.

Teriakan Andhira itu sontak membuat Daffa kaget dan tidak menyangka. "Dia berontak?" gumam Daffa penuh tanya.

Mata Andhira memerah menahan amarah dan perasaan yang bercampur aduk. Dia tidak habis pikir dengan sikap Daffa yang menurutnya sangat bertolak belakang itu. Di satu sisi tidak ada cinta yang Andhira rasakan dari Daffa untuknya. Namun, di sisi lain Daffa bersikap seolah sangat tidak ingin jauh dari Andhira. Terlebih lagi, Daffa selalu menyentuh Andhira layaknya seorang suami pada istrinya. Meski pada kenyataanya, dia melakukan hal tersebut dengan kasar dan tidak berperasaan. Pikiran Andhira seperti tidak mampu lagi menampung semua perlakuan Daffa yang sangat tidak selayaknya.

"Hey, apa kamu sedang berteriak kepadaku?" tanya Daffa dengan nada tidak suka.

"Aku bosan kamu perlakukan semena-mena, Mas. Apa masalahmu, huh? Kalau kamu tidak bisa mencintaiku kenapa kamu menerima perjodohan kita? Kenapa kamu bersikap seolah kamu menginginkan aku? Kenapa kamu menikahiku, Mas? Kenapa?" Andhira memberondong Daffa dengan pertanyaan-pertanyaan sembari menangis dan meninggikan nada bicaranya.

"Rendahkan suaramu! Begitukah caramu bicara pada orang yang sudah menjadi suamimu?" tandas Daffa merasa paling benar.

Mendengar perkataan Daffa begitu, ingin rasanya Andhira meludaahi wajah Daffa. Dirinya merasa Daffa sangat tidak adil dan begitu tidak tahu diri. Kesabaran Andhira benar-benar sudah di ambang batas. "Aku mau ...."

Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumah mereka dan membuat kalimat Andhira terhenti. Daffa mendengus, lalu bergegas untuk melihat siapa yang datang. Seperti yang Daffa katakan sebelumnya, bahwa akan ada teman yang berkunjung ke rumah mereka. Sekarang temannya itu sudah datang.

"Hai, Daffa ... Bagaimana keadaanmu?" sapa teman Daffa ketika dia telah membukakan pintu.

"Ohh, Dewa, aku sangat baik. Ayo masuk," jawab Daffa menyambut temannya yang ternyata bernama Dewa itu.

"Dimana istrimu, Daf? Apa kamu tidak mau mengenalkannya padaku?" tanya Dewa berbasa-basi.

"Dia ada di kamar. Sebentar, aku akan memanggilnya," tutur Daffa, kemudian pergi menemui Andhira.

"Jaga sikapmu dan ayo temui temanku!" lontar Daffa tanpa basa-basi saat mengajak Andhira keluar dari kamar.

Andhira menyeka kasar sisa air mata yang masih menempel di pipinya. Lalu, berjalan mengekor di belakang Daffa. Dalam hati Andhira dipenuhi tanya. "Sepenting apakah tamu yang datang itu, hingga dia seperti ingin menunjukkan yang terbaik?" batinnya.

"Dewa, kenalkan ini Andhira, Istriku. Andhira, ini Dewa teman semasa SMA-ku," tutur Daffa memperkenalkan keduanya.

"Senang berkenalan denganmu," ucap Dewa seraya menyimpulkan senyum.

Andhira hanya mengangguk dan membalas sekilas senyuman Dewa. Kemudian, Andhira berpamitan untuk membuatkan tamu mereka minuman. "Di depan orang lain dia memperkenalkan aku sebagai istrinya, tapi saat berdua denganku dia memperlakukan aku seperti budaknya," gerundal Andhira ketika berada di dapur.

Hanya butuh waktu beberapa menit saja, Andhira sudah kembali dengan satu cangkir kopi dan dua cangkir teh di nampan. Lalu,dia menyuguhkannya di atas meja. Daffa menepuk sofa kosong di sebelahnya, mengisyaratkan pada Andhira untuk duduk di sana. Andhira pun mematuhinya dengan sangat terpaksa.

"Maafkan aku, ya. Aku tidak bisa hadir di acara pernikahan kalian, karena saat itu aku sedang bertugas di luar kota. Untuk itu, hari ini aku menebusnya dengan datang ke rumah kalian," tutur Dewa menyampaikan alasannya.

"Ahh, tidak perlu kaku begitu, Dewa. Lagi pula, acaranya sudah berlalu," timpal Daffa terdengar bijak.

"Silakan diminum dulu," imbuh Daffa mempersilakan Dewa untuk minum kopi yang dibuatkan Andhira. Sementara itu, Daffa dan juga Andhira meminum teh mereka.

Beberapa jam mereka lalui dengan mengobrol kesana kemari. Membicarakan hal-hal yang sebenarnya Andhira tidak mengerti. Andhira hanya diam dan jadi penyimak perbincangan di antara tamu dan suaminya itu. Dia merasa mulai bosan duduk di sana tanpa tahu arah pembicaraan mereka.

"Oh ya, Daff, Dhira ... Karena aku masih ada keperluan lain, aku pamit pulang dulu," ujar Dewa berpamitan.

"Oke, terima kasih sudah mengunjungi kami," balas Daffa sembari berjabatan tangan dengan Dewa.

Sebelum pergi, Dewa memberikan sebuah amplop yang cukup tebal kepada Daffa. Selayaknya tamu yang datang ke sebuah pesta pernikahan, Dewa memang sengaja menyiapkan itu sebagai hadiah. Walau, Dewa memberikannya saat pesta sudah berlalu. Lalu, Daffa pun menerimanya dan berterima kasih.

Daffa dan Andhira mengatarkan dewa sampai ke depan pintu. Kemudian, mereka melambaikan tangan sebagai salam perpisahan ketika Dewa mulai melajukan mobilnya. Selekas itu, mereka pun masuk dan menutup pintu rumah. Suasana pun kembali tegang dan kaku.

Andhira berjalan meninggalkan Daffa yang sedang tersenyum sembari membuka amplop yang diberikan Dewa. Wanita bermata indah itu duduk di bibir ranjang seraya membuang napas kasar. "Aku tidak tahan akan semua ini," cicitnya dengan mata yang menatap tajam ke arah pintu.

"Ayah, tolong Dhira, Yah. Dhira tidak sanggup menghadapi kenyataan ini sendirian. Dhira rindu Ayah ...," lirih Andhira mengenang mendiang ayahnya yang sudah tiada.

Daffa datang mengejutkan Andhira. "Ini uang belanjamu untuk tiga hari," seloroh Daffa menyodorkan selembar uang sebesar lima puluh ribu rupiah.

Andhira menatap Daffa dan menerima uang itu dengan ragu-ragu.

Bersambung ....

1
falea sezi
true kah
Safa Almira
sukaA
Perempuan Terindah: terima kasih, Kak ❤
total 1 replies
id IG: sabia.sky
adhira temennya author?
Perempuan Terindah: begitulah, Kak. 🙂
total 1 replies
Pucca Riana
Bagus ceritanya thor, smg semakin ramai yg baca
Perempuan Terindah: terima kasih, Kak. 🤗❤
total 1 replies
Hotma Gajah
ceritanya sungguh membagongkan🤣
Perempuan Terindah: Huum, kek komentarnya. 🤣🔥
total 1 replies
Hotma Gajah
cerita jadi aneh jgn lari dari koridor🤣🤣🤣
Perempuan Terindah: Iyaaa. Seaneh komentarnya. 😆
total 1 replies
Hotma Gajah
Dira bodoh nggak up date kali ya nggak tau kdrt oneng
Perempuan Terindah: Huum, Kak. Silakan baca bab selanjutnya. ❤
total 1 replies
Hotma Gajah
wsnita lemah bodoh wajar di tindas lanjutkan ampe modar😏
Perempuan Terindah: Sungguh teganya. 🤣
total 1 replies
Hotma Gajah
jgn pernah buat cerita wanita yg gampang di tindas buatlah cerira wsnita kuat cerdas dan tangguh buat motivasi bagi wanita"yg kurang beruntung ok.
Perempuan Terindah: Oke, Kak. Jangan tersinggung. Meski diangkat dari kisah nyata, semoga bukan ini kisah Kakak. ❤
total 1 replies
Evy
selain kasar pelit pula.
Perempuan Terindah: Valid. 🍃
total 1 replies
Nismawati
good
Perempuan Terindah: 🌹🌹🌹🍃🍃🍃
total 1 replies
Yuantusha
apa ada udang dibalik bakwan
Perempuan Terindah: Hai, Kak, terima kasih sudah baca. Semoga suka. ❤❤
total 1 replies
Yuantusha
kabur trs cerai
Yuantusha
50 untuk 3 hri mana cukup
bùat sehri aj g kañ çùkup
Perempuan Terindah: Betul, Kak.
total 1 replies
Yuantusha
apapun alasannya g hŕus kasar gitu kli
Yuantusha
daffa itu manusia ap iblis ci
Yuantusha
apa sebenere maya udah tau sifat dava sebelumnya
Yuantusha
seharusx gak usah dimasakin
Yuantusha
pengen remes remes otaknya dafa
Yuantusha
sakitnya hatiku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!