Nuna, gadis cantik berhidung mancung dengan kulitnya yang putih bersih, diam diam menyukai seorang laki laki yang biasa ditemuinya di cafe langganannya, dalam diam nuna hanya bisa memperhatikan pujaan hatinya tersebut,
Tanpa berusaha untuk mengenalnya lebih dalam, tak jarang Nuna mencuri curi foto dengan kamera ponselnya...
Dimas, laki laki yang dcintai nuna dalam diam, seorang pengusaha di bidang properti, tampan, kaya dan arogan dan dia tak mudah jatuh cinta.
Akankah mereka bisa slaing mengenal dan jatuh cinta satu sama lain????
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gek Nanie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bag.12
Hari ini hari pertamaku bekerja, aku sangat bersemangat, bangun pagi dan bergegas mandi, berdandan natural tapi terkesan elegan ditambah dengan setelan kerja dari butik mama, membuat penampilanku makin prima.
Sesampainya di kantor aku langsung keruangan HRD tempatku interview kemarin, untuk mengambil Tanda pengenal dan beberapa berkas.
Salah satu staff HRD mengantarkanku ke meja kerjaku,
"meja kamu disini, selamat bekerja yaa dan semoga betah" kata Cinta, staff bagian HRD yang mengantarku barusan.
"terimakasih...." jawabku sambil membungkukkan badan.
Aku mulai berkutat dengan komputer di hadapanku, yaa.. sekarang aku merupakan staff keuangan perusahaan raksasa yang katanya milik seorang pengusaha properti ternama di indonesia.
"heii... anak baru yaa?" sapa seseorang, yang aku baca dari nametagnya bernama Cila,
"oh hai... iyaaa aku baru hari ini mulai bekerja" jawabku menyambut uluran tangannya.
"namaku Cila, sama denganmu, aku juga staff keuangan disini,aku sudah 3 tahun bekerja disini, jika kau ada kesulitan, bisa bertanya padaku" katanya dengan ramah.
"namaku Nuna, terimakasih Cil, sudah mau membantuku" jawabku tak kalah ramah.
"ya sudah kita lanjut kerja, direktur disini terkenal killer, dia akan memberi sanksi untuk siapapun yang teledor dalam pekerjaannya" kata Cila seolah mengingatkanku.
"terimakasih ya Cil sudah memberitahuku" jawabku setengah berbisik padanya.
"tapi tenang saja, dia jarang kemari, dia stay di kota sebelah menangani perusahaannya disana, tapi dia bisa datang sewaktu waktu tanpa kita duga lho Nun" kata Cila memperingatkanku sekali lagi.
Hari ini pun berjalan dengan lancar, dan saatnya untuk pulang.
"Cil, kamu pulang naik apa? pulang bareng aku yuk?" ajakku.
"aku naik bus Nun, makasih sebelumnya tapi arah rumah kita berlawanan, aku tak mau merepotkanmu" tolak Cila dengan halus.
"tapi diluar lagi hujan cil, akan lama menunggu bus datang" kataku.
"aku sudah biasa Nun, tenang saja.. kau pulang saja duluan" jawab Cila tetap menolak ajakanku.
"ya sudah kalo begitu, aku tak akan memaksamu, hati hati ya Cil, gapapa kan aku pulang duluan?"
"gapapa, ya sudah buruan, sebelum parkiran penuh sesak dengan mobil yang hendak keluar" jawab Cila.
Akupun pulang tapi sebelum pulang aku mampir dulu ke butik mama,
"wah mbak Nuna cantik sekali, setelan itu sangat pas dan cocok untukmu" kata Tita yang kagum melihat penampilanku.
"makasih mbak Tita, boleh donk kalo aku minta di jahitkan beberapa setel lagi, supaya bisa ganti setiap hari" jawabku sambil terkekeh.
"boleh donk, mau pilih model sendiri apa kami yang pilihkan?".
" mbak Tita aja yang pilihkan, mbak Tita kan lebih mengerti dan berpengalaman dalam fashion daripada aku" jawabku.
Setelah melihat lihat sebentar, akupun bergegas pulang kerumah.
"gimana kerjamu hari ini Nun? apa lancar? menyenangkan?" tanya mama setelah melihatku datang.
"alhamdulillah ma, lancar jaya... dan sangat menyenangkan, aku juga sudah punya teman baru yang sangat baik namanya Cila" sahutku sambil mencium tangan mama.
"alhamdulillah kalo begitu, sepertinya kamu akan betah bekerja disana, dan bagaimana dengan bosnya? apakah galak?" tanya mama ingin tahu.
"sepertinya sih begitu maa.. suasananya mendukung, kerjanya santai dan gampang dicerna serta gajinya menggiurkan, tapi aku masih belom tahu dengan bosnya,karena kata Cila bos jarang berkunjung ke kantor ini, dia stay di kantornya di kota sebelah!" jawabku menjelaskan.
"oh bagus donk, jadi kamu ga perlu setiap hari berhadapan dengan yang namanya bos" seru mamaku.
"iya sih ma, tapi dia sangat teliti dan terkenal killer, kata Cila, jadi meskipun tak ada disana, kita ga boleh teledor sedikitpun" ucapku.
" ya sudah, kamu mandi dulu trus kita makan bareng yaa.." kata mama.
"oke mama sayang... Nuna juga gerah banget daritadi pengen mandi" jawabku sambil ngeloyor masuk ke kamarku.
🥧🥧🥧🥧🥧🥧
Saking antusiasnya bekerja, tanpa terasa sudah hampir 3 bulan aku bekerja sebagai staff keuangan di kantor ini. dan selama itu pula aku belum pernah sekalipun bertemu dengan direktur dari perusahaan ini.
Menurut desas desus, rencananya direktur akan datang siang ini, sebagai jadwal kunjungan rutinnya.
"siap siap Nun kamu bakal terpesona dengan sosok direktur kita, selain dia masih muda dan tampan, dia juga masih lajang lho" kata Cila mempromosikan sosok direktur di depanku.
"hei hati hati, cowok lajang itu pasti ada maksudnya..." jawabku.
"maksud bagaimana Nun?" tanya Cila bingung.
"bisa jadi dia melajang karena dia seorang guy, hahahaha" jawabku sambil tertawa keras, sampai sampai teman yang lain menoleh pada kami.
"jangan sembarangan kamu Nun, masak iya direktur seorang guy" kata Cila tak terima.
"yaa siapa tahu saja... secara gitu loh, katamu dia tampan, tajir dan masih muda,kan mustahil kalo masih melajang sampe sekarang, pasti banyak cewek cewek yang mendekatinya" sahutku semakin membuat Cila bergidik ngeri.
"ikhh.... aku jadi merinding deh Nun" kata Cila sambil meringis geli.
Aku tertawa geli melihat ekspresi wajah Cila yang sangat lucu menurutku.
Tiba tiba, suara gaduh karyawan yang mulai berbaris rapi, aku dan Cila pun ikut berbaris, meskipun aku tak tahu kenapa harus berbaris seperti ini.
"Cil, kita ngapain berbaris seperti ini?" bisikku pada Cila.
"ssttt... nanti juga tau sendiri" jawab Cila sambil menutup mulutnya dengan satu jari, agar aku tak berisik.
"Selamat pagi....." kata suara berat seorang laki laki yang samar aku dengar seperti suara seseorang yang pernah aku kenal.
Karyawan menyahut dengan kompak,
"selamat pagi"
"untuk beberapa hari ke depan saya akan stay disini, saya harap kerja sama kalian" kata suara itu lagi, yang jika ditebak adalah suara direktur perusahaan ini.
Aku masih mengingat sedikit, jika suara barusan sangat mirip dengan suara seseorang yang sangat aku benci di masa laluku. dan sampai sekarangpun aku tetap membencinya. karena aku berdiri di barisan belakang, aku tak bisa melihat dengan jelas wajah direktur tersebut.
"semoga saja hanya mirip" batinku.
Setelah selesai menyapa, kamipun dibubarkan dan kembali ke meja masing masing.
Aku yang daritadi sedikit tegang dengan kehadiran direktur untuk pertama kalinya selama aku bekerja disini, membuatku ingin buang air kecil, begitulah aku ,ketika tegang selalu ingin buang air kecil.
Aku sedikit berlari untuk segera sampai ke toilet, saking terburu burunya, aku menabrak seseorang yang hendak masuk ke lift.
"auw....aduhh maaf, saya tidak sengaja..." kataku sambil menundukkan kepala meminta maaf.
"iya gapapa..." sahutnya, tapi setelah itu,
"Nuna...." kata suara itu lagi.
Aku pun mendongakkan kepala dan melihat kearah orang tersebut, penasaran karena dia tahu dengan namaku,
"kamu....?" kataku pucat pasi.
semangat Thor dgn karya selanjutnya 💪💪
terimakasih banyak Thor dah buat kami terhibur 🙏🙏🙏