Aleta Quenby Elvina gadis berusia 21 tahun. yang terpaksa harus menikah dengan CEO tampan kaya raya, Ia dijodohkan oleh orang tua nya karena alasan orang tua nya lelah dengan sikap Aleta yang tidak bisa diatur, jadi orang tua Aleta memilih menikahkan Aleta dengan teman kolega papa nya. dengan harapan Aleta dapat berubah menjadi seseorang yang lebih baik lagi.
Namun, ternyata hal itu tidak membuat Aleta berubah malah ia semakin menjadi jadi, dan tidak terkontrol. karna menurut nya dengan ia menikah ia akan menjadi lebih bebas. dan terlepas dari aturan orang tua nya.
akankah pernikahan mereka akan berjalan dengan lancar? ataukah sebaliknya? apakah Aleta akan merasakan bahagia dengan pernikahannya?
selamat membaca ya, dan mohon dukungan nya teman teman☺️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon viannakim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 12 - honeymoon
Setelah penolakan Aleta yang tidak berhasil, akhirnya Tama dan aleta Tetap pergi untuk honeymoon. Karena mau bagaimana pun caranya mamah tidak akan bisa di bantah.
Apapun keinginan mamah harus dituruti tidak boleh tidak, sampai aleta saja merasa lelah menghadapi sikap mamah yang menurut nya terlalu egois itu.
Dari dulu mamah selalu memaksa kan kehendak nya, semua yang mamah inginkan harus segera di laksanakan, apapun yang di lakukan Aleta harus menuruti kemauan mamah.
Makanya Aleta bisa menjadi anak pembangkang seperti sekarang, itu karena sikap mamah nya yang sangat tidak Aleta mengerti.
Dan sekarang pun dia harus pergi honeymoon dengan Tama atas paksaan sang mamah. Jika bisa memilih maka ia sangat malas.
"Hati hati ya sayang" ucap mamah,
"Hm" Aleta hanya berdeham saja sebagai jawaban, bukan termasuk tidak sopan dia hanya merasa jengah saja dengan mamah nya ini
"Pulang nanti jangan lupa kasih bunda cucu ya sayang" sedikit candaan dari bunda untuk Aleta,
"Bunda" Tama menegur bunda nya agar tidak berkata yang dapat menyinggung Aleta. Apalagi sedari pagi wajah Aleta selalu terlihat masam.
Tama mengerti kenapa Aleta menunjukkan wajah masam nya. Dan jika boleh maka Tama akan lebih membatalkan honeymoon nya ini, dia merasa kasihan dengan Aleta yang harus terpaksa melakukan apapun keinginan mamah.
Sedari pagi pun Aleta hanya diam saja, tidak berbicara apapun. Saat ditanya hanya dehaman yang keluar dari mulut nya, bahkan saat mereka sudah berada di dalam pesawat pun Aleta tetap dengan diam nya.
"Kamu mau kita batalin aja" Tama iseng bertanya, ingin melihat Aleta akan bereaksi seperti apa. Karena sebenarnya sungguh tidak mungkin untuk membatalkan nya dalam keadaan pesawat yang sudah terbang. Tama hanya memberikan sedikit candaan untuk Aleta supaya Aleta tidak terlalu terlihat murung
"Gak usah bercanda om, pesawat udah terbang. Om mau kita lompat dari sini?" Ternyata Aleta merespon nya, Tama fikir Aleta akan tetap diam saja jika ia sedikit memberikan candaan.
"Ya siapa tau kamu mau" ucap Tama dengan enteng nya
"Om aja, gue sih ogah" tetap dengan judes Aleta berkata dengan Tama. tetapi itu membuat Tama tersenyum
"Udah gak usah dipikirin anggep aja kita liburan" menyuruh Aleta agar tidak perlu memikirkan nya dan anggap saja mereka sedang liburan.
"Gak mikirin cuma kesel aja"
"Kesel percuma juga kan, gak akan bisa balik juga"
Ya, benar percuma juga Aleta kesal. Tidak akan membuat mereka batal honeymoon, jadi seperti nya memang tidak usah dipikirkan benar kata Tama anggap saja mereka sedang liburan.
...\=\=\=\=\=\=\=...
Setelah Melawati perjalanan yang cukup panjang akhirnya mereka sampai di tempat tujuan mereka yaitu Maldives,
keluar dari bandara mereka langsung mencari taksi untuk mengantarkan mereka ke hotel yang telah di pesan oleh mamah.
Di sepanjang perjalanan menuju hotel Aleta terus menatap ke arah luar jendela mobil. Mata nya tampak berbinar melihat luar tampak begitu indah menurut nya berbeda dengan yang tadi.
Tama pun heran melihat Aleta yang seketika berubah menjadi senang saat telah sampai disini
"Katanya gak mau, tapi sedari tadi saya perhatikan kamu terlihat senang sekali saat sampai disini" ucap Tama
Aleta yang mendengar nya langsung mengeringkan matanya, dan berbalik ke menghadap tama
"Om sendiri kan yang bilang, kalau anggap aja kaya lagi liburan terus sekarang gue udah seneng malah di cibir" ucap Aleta judes, kesal tentu saja tadi Tama sendiri yang berkata anggap seperti liburan lalu mengapa dia malah mengejek Aleta sekarang
"Saya bukan mencibir hanya berkata saja kamu terlihat senang" Tama hanya berkata saja tetapi Aleta mengira nya dia mengejek
"Ya sama aja" sabar Tama Aleta memang seperti itu kan, jadi lebih baik kamu mengalah saja, ucap dalam hati Tama
"Yasudah iyaa saya minta maaf"
Setelah perjalanan yang tidak terlalu lama, akhirnya pun mereka sampai di hotel tempat mereka menginap. Mereka diantar kan oleh pegawai hotel ke kamar yang sudah di pesan.
Aleta pun makin berbinar saat melihat pemandangan luar hotel lewat jendela kamar. Pemandangan yang langsung menghadap ke laut sungguh pemandangan yang sangat menakjubkan bagi Aleta
"Woah bagus banget mamah pinter banget sih pilih hotel nya" ucap Aleta senang
"Mau jalan jalan di pantai?" Tanya Tama padahal mereka saja belum istirahat sudah menawarkan untuk jalan jalan ke pantai saja
"Pengen sih tapi nanti aja deh om gue masih capek" sebenarnya Aleta sangat ingin jalan jalan ke pantai tapi dia masih lelah setelah perjalanan yang cukup panjang, jadi dia ingin beristirahat sebentar sebelum jalan jalan
"Hm oke" Tama hanya mengangguk saja, lagipula dia juga sangat lelah dan butuh istirahat sebentar. Dia hanya iseng saja menawari Aleta, jika Aleta ingin jalan jalan lebih dulu maka Tama akan menemani Aleta.
"Om tidur di sofa ya seperti biasa" aleta masih tidak ingin tidur satu kasur dengan Tama
"Ya okee, saya akan tidur di sofa seperti biasa" dan Tama hanya menuruti nya saja.
Dan mereka pun akhirnya memilih untuk beristirahat terlebih dahulu sebelum jalan jalan di pantai besok.
______________