Menceritakan kehidupan pernikahan Dokter cantik Rinjani Mahisa dan Mita pramesti yang di peristri oleh Om Ceo tampan.
Bagaiman kelanjutan rumah tangga mereka menghadapi tingkah laku manja dan possesif dari suami mereka.
Sedikit di bumbuhi
konflik rumah tangga yang ringan namun menguras emosi, saat sang mertua menghadirkan wanita untuk menghancurkan rumah tangga anak nya sensiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewiwitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebohongan Lucy
Flashback On.
7 Tahun lalu....
Serena tengah berdebat dengan suaminya Ayah dari Leonardo, Leonardo adalah anak tiri dari Serena.
"Jadi Lucy anak kandung kamu!"Bentak Tuan Delon Evans.
"Iya Pah, Maafkan Mama yang tidak jujur kepada Papa."Tangis Serena.
Delon menatap tajam ke arah Serena,"Aku tidak mau Lucy berdekatan dengan Leon, dan aku juga tidak mau kamu berhubungan dengan Lucy lagi."Ucap Delon.
"Tapi pah, bukankah Leon mencitai Lucy dan bukankah Papa juga menyukai Lucy kenapa Papa mau menjauhkan mereka?"Tanya Serena.
"Itu dulu saat aku tidak tau siapa Lucy, tapi sekarang keadaannya berbeda Lucy adalah anak yang bahkan Mamanya saja tidak mau mengakuinya. Apakah wanita seperti itu pantas untuk Leonardo?"Tanya Delon.
Serena menyesali kejujurannya pada suaminya, mungkin jika dia tetap diam maka Lucy dan Leonardo pasti bisa bersama.
Sementara itu di balik tembok Lucy tengah menahan tangisnya, Lucy mendengar semua pembicaraan Serena dan Delon.
"Jadi aku anak yang tidak perna di harapkan."Ucap Lucy.
Lucy berlari menuju mobilny, gadis itu mengendarai mobilnya dengan keceparan tinggi.
Bruakkk!!
Mobil Lucy mengalami kecelakaan, Lucy menabrak pembatas jalan. kepalanya terbentur kemudi sehingga mengeluarkan darah segara.
Serena mendapat telvon dari pihak rumah sakit,"Lucy kecelakaan!"Ucap Serena.
Serena dan Dion mendatangi rumah sakit dimana Lucy dirawat.
"Dokter bagaiman keadaan Lucy?"Tanya Serena, Serena merasa cemas meski dia tidak membesarkan Lucy tapi walau bagaimanapun Lucy tetap anak kandung Serena.
"Lucy mengalami benturan yang kuat di kepalanya, dia mengalami koma."Ucap Dokter.
Serena merasa lemas dia tidak menyangka jika anaknya akan mengalami hal semacam itu.
Satu bulan berlalu Serena setia menemani Lucy, walau dia belum sadar dari komanya.
"Apa dia belum sadar?"Tanya Delon.
"Iya..."Ucap lirih Serena.
Delon mendekati Serena,"Besok Leon akan pulang, aku mau kamu mengatakan pada Leon bahwa Lucy sudah meninggal."Ucap Delon sebelum pergi.
Serena hanya bisa pasrah menuruti semua permintaan suaminya itu.
Tanpa di ketahu Delon dan Serena ternyata Lucy sudah sadar dan mendengar percakapan mereka.
"Jadi kalian mau menyingkirkan aku, baiklah aku akan membalas semua perbuatan kalian."Gumam Lucy dalam hati.
Saat Serena tengah pergi, Lucy bangun dari tidurnya dia melihat sekeliling kamarnya. Matanya menatap kesosok suster yang sedang memeriksa keadaannya.
"Siapa nama mu?"Tanya Lucy.
Suster itu terkejut karena Lucy tiba-tiba sadar.
"Aku Suster Siska..."Jawa Siska.
Lucy terenyum kearah Siska."Sepertinya dia bisa diajak kerja sama."Gumam Lucy dalam hati.
"Apa kau mau uang?"Tanya Lucy.
Siska menatap aneh pada Lucy,"Apa dia tidak waras kenapa dia bertanya begitu."Gumam Siska dalam hati.
"Memang kenapa?"Tanya Siska.
Lucy turun dari ranjangnya kemudian mendekati Siska."Aku akan memberi mu banyak uang jika kamu mau bekerja sama dengan ku."Ucap Lucy.
"Pekerjaan apa?"Tanya siska dengan senyum smirk nya.
Dari saat itu semua diagnosa penyakit Lucy telah di palsukan oleh Siska, tapi yang nyata hanya penyakit kangker otaknya sementara Alzheimer itu hanya tipuan Lucy.
Tahun demi tahun berlalu, hinga saat Lucy di bawa kerumah sakit tempat Rinjani bekerja sembagai Dokter.
"Jadi ini istri Leonardo."Batin Lucy saat pertama kali bertemu Rinjani.
Flashback Off.
Wanita yang baru saja keluar dari kamar Lucy adalah Siska, asisten baru Rinjani di rumah sakit.
Siska yang membantu Lucy sampai sejauh ini hanya karena imbalan uang, dan Siska juga yang memalsukan semua laporan pemyakit Lucy.
"Sebentar lagi drama penyakit lupa ingatan ini akan selesai."Ucap Siska.
Tanpa Siska tau ternyata ada yang mendengar ucapannya.
Keesokan harinya, Lucy terbangun dengan senyum merekah di bibir.
"Kamu sudah bangun?"Tanya Leonardo.
Leonardo pagi-pagi sekali telah datang menemui Lucy.
"Iya aku sudah bangun Leon."Ucap Lucy.
Leonardo terkejut dengan apa yang dia dengar,"Kamu ingat aku?"Tanya Leonardo.
"Tentu aku mengingat mu, kamu laki-laki yang sangat aku cintai."Ucap Lucy.
Saat Leonardo dan Lucy tengah berbicara tiba-tiba masuklan Siska dan juga dokter yang telah menangani Lucy selama ini.
"Maaf saya mengganggu, tapi ada yang mau saya sampaikan mengenai kesehatan pasien bernama Lucy."Ucap doker.
"Silahkan Dok..."Ucap Leonardo.
"Maaf kan saya, selama ini saya salah mendiagnosis Lucy. Lucy selama ini mengidap amnesia anterograde, pengidapnya mungkin akan mengalami gangguan pada otak berupa sulit mengingat satu hal yang baru. Artinya, kondisi amnesia jenis itu membuat pengidapnya kesulitan dalam membentuk ingatan baru. Kondisi ini bisa bertahan secara permanen, tetapi bisa juga sembuh dalam jangka waktu tertentu."Jelas Dokter.
"Dan saat ini Lucy telah sembuh dari amnesianya dan untuk kangker otaknya telah turun menjadi setadium 2."Jelas Dokter lagi.
Setelah itu Dokter dan Siska keluar dari ruang rawat Lucy.
"Leon aku sudah sembuh."Ucap Lucy senang.
Leonardo tidak tau hatus bereaksi seperti apa, dia masih bingun dengan keadaan sekarang.
Sementara itu di tangga darurt, Siska memberi sejumlah uang pada dokter yang baru saja menemui Lucy dan Leonardo.
"Ingat jaga rahasia ini."Ucap Siska.
Dokter itu mengangguk dan langsung pergi.
Mereka tidak tau bahwa mereka tengah diawasi oleh seseorang.
Kembali pada Lucy dan Leonardo, kini Lucy tengah duduk di samping Leonardo.
"Leon bukankah kamu berjanji akan menikahi ku?"Ucap Lucy.
"Iya..."Jawab Leonardo datar.
Leonardo merasa bahwa cinta untuk Lucy telah pudar, dalam pikiran Leonardo hanyalah Rinjani seorang.
"kapan Leon, aku sudah tidak sabar menjadi istri mu."Ucap Lucy.
"Nanti kita bicarakan lagi, sekarang kamu siap-siap bukankah hari ini kamu di perbolehkan pulng."Ucap Leonardo.
Lucy terasnyum lalu berdiri dari duduknya dan membereskan semua barang-barangnya.
"Ayo kita pulang."Ucap Lucy.
Leonardo membawa barang-barang Lucy, lalu menuntun Lucy untuk keluar dari kamar rawatnya.
"Lucy sudah boleh pulang?"Tanya Mita yang kebetulan berpapasan dengan Lucy dan Leonardo di depan loby.
"Iya Dokter Mita..."Jawab Lucy.
Mita menatap sinis kearah Leonardo,"Dasar Om gatal, baru di tinggal istrinya sebentar saja dia sudah cari yang lain."Gumam Mita dalam hati.
"Kalau begitu saya permisi dulu."Pamit Mita.
Leonardo hanya tersenyum masam kepada Mita.
"Awas saja kamu Om, nanti bakal aku adukan semua perbuatan mu pada Rinjani."Ucap Mita.
Mita telah mengetahui dimana keberadaan Rinjani yang sebenarnya.
Sementara itu wanita hamil tengah menikmati jam istirahatnya dengan semangkuk es krim di tangannya.
"Segar sekali rasanya..."Gumam Rinjani.
Rinjani memang tengah berada di masa-masa mengidamnya, kemarin dia meminta pada kirana untuk di buatkan rujak buah. Dan hari ini dia minta di belikan es krim rasa kesemek.