Kinanti Larasati, gadis cantik berusia 23 tahun, harus menjadi ibu muda diusianya yang masih 20 tahun karena kesalahan yang dia lakukan dengan kekasihnya. Laki-laki yang menghamilinya tidak bertanggung jawab, dan Kinanti sendiri terbuang dari keluarganya.
Arga Dirgantara , seorang laki-laki tampan, berusia 28 tahun, pengusaha muda yang sukses, dan dia adalah ayah biologis dari anak Kinanti.
Bagaimanakah perjuangan Kinanti dalam membesarkan anaknya tanpa seorang pendamping disisinya, Akankah dia akan bersama dengan Arga lagi, atau mungkin menemukan cinta yang lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ju juariyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
Beberapa hari setelah kejadian itu aku ngga bertemu dengan Dimas dan Danu, dan aku juga disibukkan dengan pekerjaanku setiap akhir bulan begini pasti menumpuk, yang harus melakukan pembayaran kepada supplier, penagihan kepada customer, menyiapkan invoice penagihan beserta kelengkapannya,belum lagi membuat laporan mengenai aktifitas keuangan perusahaan.
Mungkin Dimas mengerti akan kesibukanku di setiap akhir bulan makanya dia ngga minta ditemenin meeting, atau jangan-jangan dia sudah dapat sekretaris baru, syukurlah kalau gitu, batin Kinanti sambil terus melakukan aktifitasnya.
"Kinan....udah jam makan siang ni, kita makan dulu yukk, ntar dilanjutkan lagi pekerjaanmu", kata Ratih mendatangi meja kerjaku.
Akupun menghentikan aktifitasku, dan ternyata Ryan sudah berdiri di depan mejaku sambil berkata"Kok masih kerja Kinan kan ini sudah jam istirahat".
"Iya pak ini juga udahan kok", kataku tersenyum sambil membereskan kertas-kertas diatas meja kerjaku.
"Yuk kita makan bareng", ajak Ryan.
"Tapi saya sudah janjian makan bareng dengan Ratih pak", kataku.
"Ya sudah ngga apa-apa kita makan bareng dengan Ratih juga", Kata Ryan lagi.
"Ngga apa-apa ni pak saya ikutan juga, ganggu ngga", tanya Ratih. Akupun menyenggol Ratih sambil melotot.
"Iya ngga apa-apa Ratih, yuk kita jalan sekarang, kita makan di kantin depan aja ya", kata Ryan.
Kami pun berjalan menuju kantin yang berada di depan gedung ini. Kantinnya lumayan lengkap dan bersih, dan masakannya pun enak. Aku memesan gado-gado lontong makanan favoritku, Ratih memesan nasi pecal ayam, sedangkan Ryan sate ayam lontong. Sambil makan kami pun mengobrol tentang pekerjaan.
"Pak....kok tumben si beberapa hari ini aku ngga disuruh temenin bos meeting, ngga ada meeting atau bis sudah dapat sekretaris baru", tanyaku kepada Ryan.
"Waduh saya juga ngga tau kin, sebab tiap kali kamu disuruh temenin meeting, yang menghubungi saya pak Danu, dan saya pun tidak banyak bertanya", kata Ryan menjelaskan.
"Kenapa lo Kin, kangen ya sama bos besar", tanya Ratih sambil mengunyah makanannya.
"Dih apaan si Tih, iya kangen sama juteknya", kataku sambil tertawa, Ryan dan Ratih pun ikut tertawa.
"Syukurlah kalau bos jutek itu sudah ada sekretaris baru, jadi kan dia ngga akan nyuruh-nyuruh aku lagi, jadi kan pekerjaan aku juga ngga terbengkalai", lanjutku.
"Jadi kerjaan kamu banyak yang terbengkalai ya Kin, maaf ya", tanya Ryan.
"Ngga apa-apa pak, maksudnya harusnya kerjaan yang ini sudah beres, jadi tertunda, mungkin kalau aku mau lembur mungkin akan beres pak tapi aku memang ngga mau lembur pak, takut ngedrop", jelasku.
"Tau ngga, kan aku sempet hampir pingsan diruangan bos saat terakhir kali nemenin bos meeting", kataku lagi.
"Kok kamu ngga cerita Kin", kata Ryan.
"Trus gimana Kin", kata Ratih.
"Pas aku jalan mau pulang, aku pusing, jalanku oleng, untung aja pak Danu nangkap tubuhku jadi ngga sampai jatuh, trus aku dibawa ke rumah sakit, ternyata tensi darahku rendah dan asam lambung tinggi", kataku lagi.
"Sekarang kondisi kamu gimana, tanya Ryan khawatir.
"Alhamdulillah sudah mendingan pak".
"Yukk kita balik ke kantor, sudah pada selesai kan makannya, aku mau lanjutin kerjaanku, pak Ryan pasti udah nunggu laporannya kan", lanjutku saat kulihat piring Ratih dan Ryan sudah bersih.
Ratih menggangguk sambil menenggak minumannya, Ryan berjalan ke meja kasir tuk membayar makanan kami.
"Makasi ya pak atas traktirannya", kataku dan Ratih berbarengan, dan kami pun berjalan ke arah gedung Samudera.
++++++++++++++++++++++++++++++++++
Hai teman-teman yang sudah mampir ke cerita saya, makasi ya, juga Jangan lupa tuk kasih like, vote, komen di setiap episodenya.
Oh iya jangan lupa tuk mampir juga ke cerita saya yang berjudul Seputih cinta Karina.
Thanks readers, love u ♥️♥️
apa thor sehat-sehat kah
semangat thor...💪💪