Raga Sebastian Aldevano Buwana siswa paling bermasalah di sekolahnya. SMA GANESHA merupakan tempat ia bertemu dengan siswi paling hiperaktif, lugu, dan super ceria Senja AURORA Sejak ditolong oleh Senja udah jatuh cinta pada Raga, Senja bertekad agar Raga menyukainya
BAGAIMANA KELANJUTAN KISAH MEREKA ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tania22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 12 PESTA TRAGIS
...Aku percaya tak ada usaha yang mengkhianati hasil...
...SENJA AURORA...
jam menunjukkan Pukul 19.00 dan Raga tiba di depan rumah Senja. Lebih cepat setengah jam. jujur saja, itu membuat Senja kebalakan sendiri. Senja sudah bersiap-siap di bantu oleh pembantunya sementara itu Raga keluar dalam mobilnya dan menyandarkan badannya di pintu
" Raga "
Raga menegakkan tubuhnya menatap Senja yang memanggilnya . ia terkesima melihat Senja berlari padanya, sesekali ia membenarkan high heels yang karenanya Senja menggunakan dress pendek berwarna hitam bercorak emas di bagian dadanya Raga meneguk ludah berat ia terlihat Cantik malam ini
" Raga kok diem aja sih ? ayo kita Udah terlambat nihh ? seru Senja menghampirinya " Raga kok bengong aja sih ?
Raga menarik sebelah tangan Senja " ini benar Senja kan ? tanyanya Pangling
Senja terkejut dengan Pertanyaan Raga Cewek itu berhenti memekik dan menatap Cowok itu dengan Pandangan heran
" kenapa aku jelek ya ? Senja meringis melihat respons Raga yang hanya diam memasang ekspresi datar Pandangan Cowok itu sulit di artikan
" Tuh kan , Si Bibi Aku Udah bilang jelek kebesaran nih dress-nya sama sepatunya ketingg .... " ucapan Senja menggantung, saat Raga menarik tangannya agar lebih dekat ia melotot, jantung seakan mencelos dari tempatnya Raga memandangnya seintens ini. Rambut Senja di biarkan di tergerai Tidak ada Pita yang mengikat rambutnya Hanya ada bando yang berbentuk daun-daun kecil berwarna emas menghiasi rambutnya
" kalau ke sekolah jangan kayak gini menor ? Raga akhirnya mengeluarkan suara Raga akhirnya melepas tangan Senja. Senja Pikir Raga akan memujinya Cantik, harapan tidak pernah sesuai ekspektasi
" Menor ya ? Senja bersuara dengan nada kecewa dengan hendak menghapus makeup yang ada di wajahnya, namun Raga menahan pergerakannya
" Padahal aku Cuma Cantik di depan kamu ? ucapannya dengan nada Pelan ". Ya walaupun aku memang enggak Cantik, sih "
" Udah, jangan dihapus Biarin aja. Pake makeup nggak Pake juga sama Muka Lo sama aja ? Raga masuk ke dalam mobilnya Sementara Senja masih dalam luar. Memandang kaca mobil " Ayo masuk kata Lo Udah terlambat "
Senja mengganguk dan masuk ke dalam mobil dengan wajah sedih mobil melesat pergi dari rumahnya. selama di perjalanan senja diam di luar merasakan keheningan Raga meliriknya sekilas
ia gerah dengan keheningan ini hingga Raga membuka percakapan " Mama Papa Lo Udah tau gue ngajak Lo dateng di sana
" Udah kok Tadi Pulang sekolah "
" Oh gitu bagus deh "
Senja melirik ke kursi belakang Ada kado juga sebuket bunga mawar merah terbungkus kertas Cokelat dan hiasi pita besar warna merah
" Ayo Turun Udah sampe " Ucap Raga melepas seat belt-nya Senja menarik tangannya
" Raga aku boleh tanya nggak ? Senja memberanikan diri menatap wajah Raga Itu semua buat Celine semuanya "
Raga mengerti arah pembicaraan senja dan menggaguk " Ya buat dia Semua kenapa ?
" Gak apa-apa Bagus,ya bunganya ? senja tersenyum padanya Namun ia hanya diam, tidak menjawab kenapa hati Raga merasa sakit setelah Senja mengatakan itu Padanya ?
" Ya udah, gue mau Cari Celine dulu Lo mau nyari teman-teman Lo atau orangtua dulu ? tanya Raga setelah Senja ikut keluar dari mobilnya
" mau nyari Ayah dulu, baru Naomi tapi nggak tau dia Udah dateng atau nggak ? Senja menutup pintu mobil Raga " Bisa bawa sendiri ? kalau butuh bantuan aku bant... "
" Nggak usah " Raga memotong Ucapan Senja " Gue masih bisa bawah sendiri Mending Lo nggak usah ganggu gue Lo duluan aja ? jawabannya ketus
Seharusnya Senja sadar dengan Posisinya. ia dan Celine beda Posisi di hati Raga, ia menarik nafas dan mengangguk mengerti
Cewek itu meninggalkan Raga yang sibuk mengambil bungan di dalam mobilnya jujur saja,ia berharap kekasihnya itu mengejarnya mencegahnya dan menghadiri acara ulang tahun itu bersama-sama. Sayang sampai saat di pintu acara ia masih tak juga memanggilnya. Ternyata benar, itu hanya angan-angan yang akan terjadi dalam bungan tidurnya saja
" Wow !! Siapa nih ? pekik Glen di depan hotel yang sudah ramai diisi mayoritas teman sekolah. Senja hanya tersenyum malu melihat eskpresi Cowok itu " Artis dari Mana,neh ? tambahya
" Apa sih, Glen ? Bisa aja deh . " Senja tertawa Karenanya
Di tempat lain,ada dua orang sedang menatap sinis Senja baru datang Ya Celine berdiri di sebelah Sandra, keduanya sedang memandangnya dengan keji
Niko yang sejak tadi sibuk dengan kue-kue pun melirik Glen dan menghampirinya " Wooo ! siapa nih ? Sendirian aja "
" inget woi punya Raga ! Bastian, kakak kelasnya yang berteriak dari kejauhan
" ini Senja " Ucap Bisma sambil menggoyang-goyangkan gelasnya Senja temannya Naomi ? Wow,you look sou beautiful "
" Bisa aja,sih kak Bisma " Senja tersenyum malu " liat Naomi nggak "
" Nggak tau mungkin belum dateng Terus mana Raga " tanya Bisma pada Senja
" Di belakang kayaknya lagi sibuk. Ya udah kalau gitu, gue mau nyari Ayah ? Senja tersenyum ke arah mereka " Udah dulu ,ya semuanya Gue mau ke sana dulu ? Senja menunjuk ke arah pria yang menggunakan jas rapi berwarna hitam
" Oh,Om Surya iya deh Senja. tadi gue sempet kenalan sama Papa Lo. Siapa tau gue nyangkut jadi mantunya ? Bastian memberi kedipkan genit pada Senja, hingga membuat Raga yang baru saja masuk ke dalam hotel menatapnya tajam
" jangan godain Senja Mulu Lo ? ujar Raga yang sudah berdiri di sebelah Senja
" Sewot aja nih, Pak Bos " sahut Bastian
" Ya udah ... " Senja mundur lalu menjauh dari kumpulan teman Raga " Aku ke sana dulu ya "
Raga mengedarkan pandangannya ke arah Celine. Satria datang dari arah Pintu dengan sebuket bunga dan kotak kado kecil di tangannya. Lima Cowok itu menatap ke arah Satria, namun ia enggan menyapa dan malah nyelonong begitu saja ke arah Celine
" Kirain nggak dateng " Celine menyambut Raga dengan senyumnya yang mengembang sempurna
" mana mungkin gue nggak dateng " Raga membalas senyum Celine, lalu memberikan kado yang sudah Raga beli setelah pulang sekolah tadi " Orang tua loh kaya Juga ya sampe bisa Nyewa hotel semewah ini "
" Lo dateng sama Senja " Celine melirik ke arah Senja yang sedang berbicara pada ayahnya " Kapan Lo Putusin dia buat gue "
" Maksud Lo apa ? tanya Raga terkejut
Celine menerima kado yang di berikan Raga Padanya " Orang kayak Senja, nggak Pantes dapetin cowok kayak Lo. Lo bisa dapet cewek yang jauh lebih cantik, Ga senja itu kampungan norak lagi ! kenapa Lo masih betah sama dia "
Raga hanya diam tanpa bisa membela kekasihnya yang sudah diinjak-injak harga dirinya
" Putusin aja, daripada Lo menderita sama dia ? Celine berdiri di sampingnya lalu berjalan ke arah meja makanan " Ngapain juga Lo betah sama orang yang gak Lo suka ? Cepek Sendiri kan jadinya " Celine meminum segelas sirup merah yang ada di meja
" Gue nggak ngerti, kenapa Lo tiba-tiba bilang kayak gitu ke gue "
Celine mendekatkan dirinya pada Raga. Mengalungi pinggang cowok itu " Gue sayang sama Lo Raga " Ucap Celine " Putusin Senja buat gue "
" Bisa aja,sih kak Bisma " Senja tersenyum malu " liat Naomi nggak "
" Nggak tau mungkin belum dateng Terus mana Raga " tanya Bisma pada Senja
" Di belakang kayaknya lagi sibuk. Ya udah kalau gitu, gue mau nyari Ayah ? Senja tersenyum ke arah mereka " Udah dulu ,ya semuanya Gue mau ke sana dulu ? Senja menunjuk ke arah pria yang menggunakan jas rapi berwarna hitam
" Oh,Om Surya iya deh Senja. tadi gue sempet kenalan sama Papa Lo. Siapa tau gue nyangkut jadi mantunya ? Bastian memberi kedipkan genit pada Senja, hingga membuat Raga yang baru saja masuk ke dalam hotel menatapnya tajam
" jangan godain Senja Mulu Lo ? ujar Raga yang sudah berdiri di sebelah Senja
" Sewot aja nih, Pak Bos " sahut Bastian
" Ya udah ... " Senja mundur lalu menjauh dari kumpulan teman Raga " Aku ke sana dulu ya "
Raga mengedarkan pandangannya ke arah Celine. Satria datang dari arah Pintu dengan sebuket bunga dan kotak kado kecil di tangannya. Lima Cowok itu menatap ke arah Satria, namun ia enggan menyapa dan malah nyelonong begitu saja ke arah Celine
" Kirain nggak dateng " Celine menyambut Raga dengan senyumnya yang mengembang sempurna
" mana mungkin gue nggak dateng " Raga membalas senyum Celine, lalu memberikan kado yang sudah Raga beli setelah pulang sekolah tadi " Orang tua loh kaya Juga ya sampe bisa Nyewa hotel semewah ini "
" Lo dateng sama Senja " Celine melirik ke arah Senja yang sedang berbicara pada ayahnya " Kapan Lo Putusin dia buat gue "
" Maksud Lo apa ? tanya Raga terkejut
Celine menerima kado yang di berikan Raga Padanya " Orang kayak Senja, nggak Pantes dapetin cowok kayak Lo. Lo bisa dapet cewek yang jauh lebih cantik, Ga senja itu kampungan norak lagi ! kenapa Lo masih betah sama dia "
Raga hanya diam tanpa bisa membela kekasihnya yang sudah diinjak-injak harga dirinya
" Putusin aja, daripada Lo menderita sama dia ? Celine berdiri di sampingnya lalu berjalan ke arah meja makanan " Ngapain juga Lo betah sama orang yang gak Lo suka ? Cepek Sendiri kan jadinya " Celine meminum segelas sirup merah yang ada di meja
" Gue nggak ngerti, kenapa Lo tiba-tiba bilang kayak gitu ke gue "
Celine mendekatkan dirinya pada Raga. Mengalungi pinggang cowok itu " Gue sayang sama Lo Raga " Ucap Celine " Putusin Senja buat gue "
tiba-tiba ia bergeming di tempat lalu melirik ke arah Celine yang tersembunyi padanya. Seharusnya Raga sekarang merasa senang mendapatkan pertanyaan dari Celine, entah kenapa hati kecilnya berkata lain ia melirik ke arah Senja, Cewek itu sedang Memperhatikannya dari jauh Sayang tindakannya di luar kemauan hatinya. ia merangkul balik Pinggang Celine sambil mengusap punggung yang terbuka Cewek itu
" Gue nggak suka sama Senja, Lo tenang aja ? balas Raga " Gue, masih suka sama Lo Celine "
...•••...
" Senja sini bentar,deh ! Celine tiba-tiba memanggil " Sini Senjaa "
" Eh, gue ke sana dulu ya ? pamit Senja Pada teman-temannya
" kenapa ? Ucapannya setelah sampai di hadapan saudara tirinya itu. Raga hanya mengamati Senja. sedangkan di belakang Senja ada Satria serta Teman-temannya berkumpul menjadi satu, Raga Sadar pandangan musuhnya itu pada kekasihnya sejak tadi satria terus memperhatikan Senja dari tempatnya tanpa berpaling
" Fotoin gue sama Raga dong ! Permintaan Celine membuat Senja dan teman-teman terkejut " Ayolah, Senja Lo kan selalu baik sama gue ? Celine memberikannya Ponsel. Ponsel milik Raga yang ia ambil dari kantungnya
Senja menatap Raga namun ia hanya bergeming di tempat Mungkin saja Raga beranggapan tidak mau bila orang tua Senja tahu kalua ia Pacaran Atau mungkin saja Raga tidak mau Senja merusak hati Celine
Memikirkan hal itu membuatnya Pusing Senja mengambil Ponsel dan ia mengangguk Sedangkan Naomi yang kesal langsung di tahan oleh Niko agar tidak berbuat nekat
" Mau foto di sini " Senja bertanya Pelan
Raga bahkan tidak mengiyakan atau sekedar Tersenyum Senja Seolah orang asing dalam hidupnya setelah ada Celine. seharusnya Senja sadar bahwa Raga selalu bersikap seperti itu padanya
" iya di sini " Celine berdiri di sebelah Raga" Fotoin sama Raga " Celine menggandeng Raga dengan mesranya, sedangkan Raga hanya diam di tempat.Tidak ada Penolakan yang keluar dari mulutnya
Apakah ini Rasanya cinta bertepuk sebelah tangan ? apakah ini yang pernah di rasakan Bundanya dulu selalu saja di nomor dua bukan yang pertama
" Tidak terduga Celine mencium pipi Raga Bagiamana dengan Senja ia lemas dan merunduk dalam-dalam tidak sanggup lagi melihatnya
" Coba liat " Celine berjalan ke arahnya
Senja memberikan ponselnya ke Celine lalu mundur untuk ia menjauh. ia bingung harus berbuat apa, hingga tubuhnya menabrak meja ulang tahun Celine apa yang terjadi selanjutnya ? meja nya jatuh bersamaan dengan kue hingga membuat seluruh orang terperangah melihatnya
" Ya ampun Senja " Sandra menyeru marah menghampirinya " Pasti kamu sengaja kan mau hancurin acara anak saya ? lengkingan suara ibunya membuat Senja semakin gemetar sementara yang lain terkesima melihat, kejadian itu beberapa orang berbisik
" Maaf Ma Senja tadi nggak sengaja ? Senja Semakin ketakutan Celine menghampirinya
" Emang orang kayak Lo tuh Kampung ? Nggak Cocok dateng di sini Dasar Perusak ! Celine menampar Senja hingga membuat seluruh orang yang menyaksikannya tersentak " Liat kan pesta gue rusak karena Lo "
" Celine " Surya melerai, Ayahnya menarik Celine ke belakang lalu menatap Senja kecewa " Udah Celine ! kamu nggak boleh Kayak gitu "
Celine sama sekali tidak menggubrisnya Harusnya gue nggak terima Lo ke acara ini ? pekik Celine yang sudah emosi " Sekali Perusak tetap Perusak Gue benci banget sama Lo "
...•••...
" Ikut gue !" Tarikan Cowok itu membuat Senja mengaduh kesakitan. Langkah keduanya terhenti di belakang taman hotel yang minim Cahaya
" Raga sakit " Senja meringis kesakitan " Raga !
" Lo tuh apa-apan sih Senja ? Setelah di rasakan Cukup sepi Raga mendorong tubuh Senja ke dinding dengan kasar. Dinding itu dihiasi batu-batu alam Wajar bila kepala Senja merasa Pusing
" kalau Lo iri jangan kayak gini Caranya
" Apa ? kamu mau marahi aku Juga " tanya Senja dengan nada Pelan, kini wajahnya merah Pias
" Udah aku bilang aku nggak Sengaja ! aku udah minta maaf sama Celine Tapi kenapa kamu marahi aku " lirih Senja
" Lo Pasti sengaja, kan ? Raga mendorong kedua Pundak Senja lalu mencengkeram Pundaknya kuat-kuat dan mendekatkan wajahnya ke Cewek itu
" Lo Pasti iri kan kalau ulang tahun Celine dirayain, sementara Lo nggak pernah dirayain semewah Kayak gini ? Raga menahan kedua Pundak Senja sejujurnya Raga kecewa karena ingin membelikan bungan untuk Senja hilang dan di gantikan amarah yang memuncak
" kalau gue ajak omong tuh ! jawab, ! Bukannya nangis kayak gini ? Raga membentak Senja yang sesenggukan di depannya
" aku nggak iri aku Cuma Cemburu liat kamu bermesraan sama dia apa aku salah
" Tapi nggak gitu Caranya Senja "
" aku Udah bilang aku nggak sengaja Raga aku nggak Sengaja "
" Lo tau, gue muak sama Lo ! Raga menjauh dan meninggalkan Senja sendirian
Senja hanya merunduk, Bibirnya bergetar menahan tangis perih masih terasa olehnya. Tidak ada yang membela dan berpihak padanya. Senja juga tidak pernah diharapkan oleh siapapun. Bahkan satu-satunya alasan Senja tersenyum ( Raga ) juga ikut menyalahkannya
" Senja Udah jangan nangis lagi " Senja sama sekali tidak menoleh ia tahu milik suara itu Satria. Cowok itu memeluknya dari samping memberinya kekuatan padanya. Ternyata Satria sudah mengamati keduanya Cowok itu mengikuti diam-diam setelah Raga sudah menghilang ia datang dari persembunyiannya
" kenapa sih, nggak ada yang percaya sama gue ? gue Udah bilang gue nggak sengaja " Namun Pertanyaan Senja hanya di Jawab oleh angin
aku sukaa
agk ribet bacanya🙏
salken,kak
Salken kak Tania..
Aq mampir nih....
g sempat nolak atau keenakan? 😛