Mengisahkan Tentang Murid perempuan Nakal yang menjadi penakluk hati dari seorang Guru muda berbakat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mania Puspa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tak terduga
Hujan sangat deras disertai petir yang menyambar membuat Vanya gelisah di runag bimbingan untuk olimpiade.
"Nya, kamu tenang ya, Aku disini".ucap Meta yang tahu Akan ketakutan Vanya pada petir.
Vanya mengangguk dan kurang bisa konsentrasi akan materi yang disampaikan pak Anam
Pak Anam melihat kegelisahan Vanya
"Vanya, apa kamu sedang sakit?."tanya pak Anam
"Tidak pak, Vanya hanya takut petir".jawab Vanya lalu kembali menutup telinganya dengan kedua tangannya.
"Ingat tinggal besuk olimpiadenya".jawab Pak Anam yang membuat Vanya semangat meski harus menutup telinganya agar tidak mendengar pwtir.
Pak Anam pun menekan tombol untuk menurunkan alat peredam suara hingga akhirnya ruangan itu kedap suara.
Vanya pun tenang tidak mendengar petir dan semangat mengikuti bimbingan.
pukul 16.00 sore Vanya dan Meta selesai bimbingan.
Meta telah dijemput Vito sementara Vanya masih menunggu hujan Reda.
Pak Anam melihat Vanya yang sendirian lalu menghampirinya dengan membawa payung.
"Sudah sore, pulang".ucap Pak Anam
"Om, ini masih hujan deras begini, bagaimana pulang?Payung juga tidak bawa".jawab Vanya
Pak Anam pun menawari agar Vanya membawa mobilnya.
"Apa om pakai mobil? hehe ngawur, Vanya mnegendarai motor saja tidak bisa apalagi mobil om". Jawab Vanya sambil tertawa hahaha
Akhirnya Vanya ditemani Pak Anam duduk di dekat parkir sambil menunggu hujan Reda karena Vanya menolak diantar Anam.
Ketika ada petir , Vanya reflek kaget dan gemetar membuat Anam memeluknya.
"Ini pertama kali aku memeluk perempuan, Senyaman ini kah".batin Anam dan Vanya pun semakin memeluk erat Pak Anam karena takut.
Tanpa mereka sadari Ternyata Reta belum pulang dan memotret Vanya dengan pak Anam
"Jadi mereka ada hubungan, hah, tunggu Nya kamu akan kena masalah".ucap Reta setelah mengambil gambar mereka lalu menaruh ponselnya ke dalam tas kemudian Reta berlalu.
Pukul 17.00 hujan pun Reda, Vanya berpamitan untuk pulang, namun Anam memaksanya agar Vanya mau diantar pulang dan Vanya pun menurutinya.
Sampai di rumah Vanya
"Terimakasih om".ucap Vanya dan Anam pun mengangguk senyum
"Semangat, besuk olimpiade lakukan yang terbaim".ucap Anam memberi semangat pada Vanya dan Vanya pun senyum lalu mengangguk.
Malam Hari
Vanya sambil disuapi mamanya belajar dengan giat agar besuk ia tidak melakukan kesalahan.
"Nya, makan dulu, belajarnya sudah ya,pasti kamu bisa".ucap Mama Tantri yang kasihan melihat Vanya
Vanya pun senyum.
Selsai menyuapi makan ,mama Tantri keluar ka.ar untuk membawa piring ke dapur.
Mama Tantri kembali ke kamar Vanya dan Melihat Vanya tertidur di atas meja.
Mama Tantri kemudian memanggil Angga untuk memindahkan Vanya tidur di ranjang.
Olimpiade
Vanya dan Meta diberikan semangat oleh Vito dan Bragi juga beberapa teman mereka, tak lupa pak Anam juga ada dijajaran para guru dan kepala sekolah.
Pak Anam mendekati Vanya dan Meta "Kalian pasti bisa, ingat jangan tergesa -gesa dalam menjawab".
Vanya dan Meta mengangguk.
Olimpiade dimulai
Vanya dan Meta belum bisa menjawab soal pertama dan kedua dan mereka tertinggl 200 poin dari tim sekolah lain.
Pertanyaan ketiga Vanya memencet bel setelah pemandu acara selesai membacakan soal.
Meta pun kaget karena belum selesai mengerjakan soal.
Vanya dengan percaya diri menjawab soal dengan benar.
Tim Dari Sekolah Vanya pun bertepuk tangan
Soal keempat kelima dan seterusnya Vanya dan Meta bergantian menjawab.
Mereka akhirnya memenangkan olimpiade .
Vanya tanpa ada rasa canggung segera memeluk pak Anam
"Terimakasih telah mengajari Vanya selama ini".ucap Vanya sambil memeluk Pak anam
Pak Anam pun terkejut dan membalas pelukan Vanya "Sama-sama tetap semangat semoga menjadikan kamu lebih berprestasi".
Semua berfoto bersama dan ketika selesai foto, Mereka melihat ponsel mereka yang di group Sekolah dan betapa terkejutnya mereka melihat Foto Vanya dan Pak Anam yang berpelukan di parkiran saat Hujan.
Vanya dan Pak Anam pun terkejut akan foto itu dan mereka sesampainya di sekolah langsung menuju ruang kepala Sekolah.
"Jelaskan gambar ini".ucap Kepsek
"Pak itu salah faham".jawab Vanya
Kepala sekolah pun mencoba tenang.
"Pak Anam jelaskan".Pinta Kepsek yang sudah mengetahui siapa sosok Anam sebenarnya.
"Maafkan saya,tolong jangan salah faham, Vanya memang calon istri saya, mohon dimengerti, apakah saya salah bila melindungi calon istri saya yang takut akan petir?Dan siapa yang mengambil foto itu sudah jangan di perluas".jawab Anam yang membuat Vanya bingung sekaligus marah
"Lah lah kok, jawabnya gitu".ucap Vanya namun kepala Sekolah memahami ucapan Anam dan tidak mau ada dampak di sekolah.
"Baiklah, kalian jangan perlihatkan hubungan kalian di depan murid lain, Biarkan saya saja yang mengetahui hal ini, Vanya kamu harus nurut".ucap Kepsek yang membuat Vanya mengangguk namun kesal.
Vanya dan Anam pun keluar ruangan.
"Kenapa berbohong, kan jadinya Vanya ..ich Bapak tega".ucap Vanya protes.
"kenapa ?Aku hanya melindungimu, lagipula kekasihmu tidak tahu".jawab Anam
"Kekasih siapa lagi pak?Vanya gak punya".jawab Vanya
"Nah itu ,kalau gak punya ya jadi calon istriku saja"jawab Anam santai yang membuat Vanya semakin kesel.
"Udah udah, ngomong sama bapak kesel , Bikin pusing".jawab Vanya lalu berjalan meninggalkan Anam dan Anam pun mengejarnya lalu meraih tangan Vanya
"Nya, tolong saya, Saya tidak mau dijodohkan dengan perempuan pilihan Mama ".ucap Anam san Vanya pun berfikir sejenak.
"Gak ah, Nanti kaya Reta, Hobi nyiram Vanya, jambak rambut Vanya, Apalagi pasti pilihan mama bapak itu orang yangthe best, Ah Vanya gak mau babak belur".jawab Vanya
Namun Anam menarik tangan Vanya hingga Vanya mendekap ke tubuh Anam.
"Mau tidak mau ,kamu harus mau, kalau tidak aku akan mengeluarkanmu dari sekolah ini".bisik Anam yang membuat Vanya semakin kesal
"bodo amat, eh tapi jangan jangan, Vanya kan udah mau naik ke kelas 12 nih pak, Gimana kalau Vanya kerja sebagai pembantu bapak, jadi tidak ada unsur paksaan, Jadi Vanya bekerja membantu bapak ya minimal satu bulan 10 juta lah ya karena bayaran di Sekolah ini mahal".ucap Vanya yang membuat Anam menyentil kening Vanya.
"Deal"jawab Anam sambil menjabat tangan Vanya.
"Kok bapak terima, harusnya Kan ditolak".jawab Vanya
"Nya kamu cuma pura-pura jadi kekasihku, itu aja, udah jangan rewel".jawab Anam lalu mengajak Vanya pergi.
Beruntung keadaan Sekolah sepi sehingga tidak ada yang melihat mereka kecuali CCTV namun hal itu mudah bagi Anam untuk menghapusnya.
msak dlm 1 episode bisa merubah dlm skjap anehh..brusan brkelahi,,ga mau ngakuin vanya,eeh 10 mnit udh berubah,,ada ya gitu
mas kamu nakalll 😘😘