NovelToon NovelToon
MENUNGGUMU JATUH CINTA

MENUNGGUMU JATUH CINTA

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Perjodohan / Tamat
Popularitas:460.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: EmeLBy

Aku ingin menjadi satu-satunya tempat pulang yang paling kau rindukan.
Untuk kita saling merawat dan membenahi kepingan hati yang hancur karena cinta masa lalu mu.

Aku adalah satu-satunya jiwa yang bahkan tidak memperdulikan tekanan batinku sendiri demi cinta yang telah ditakdirkan untukku.

Aku akan menaklukan hatimu, melepas lelah mu, mengukir tawamu, membuang duka mu.
Hingga kita bahagia.

Kisah ini mengisahkan pengorbanan seorang istri dalam meyakinkan hati suaminya. Berperang dengan masa lalunya. Dan menerima perjodohan yang telah di atur matang oleh kedua keluarga berketurunan Ningrat.

Sanggupkah seorang Roro Dwini Hadiningrat memperjuangkan cintanya...?
Mari, ikuti kisah ku.

Terima Kasih🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EmeLBy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11 : MEYAKINKAN PILIHAN

"Sudah lah. Anggap saja kita adalah kumpulan lelaki pecinta Dwini. Jadi wajar saja kita selalu ingin membahagiakannya." Ujar ayah yang sangat sarat akan makna itu.

Dan kedua pria beda generasi dan beda profesi itu pun sama-sama tergelak dalam tawa yang terlihat kompak dan akrab.

Sesuai dengan cita-cita Dwini kini ia telah nampak sibuk denga kegiatan barunya sebagai konselor di sebuah yayasan yang cukup besar. Yang biasa melayani bermacam kasus psikologis.

Seperti pemberian layanan konseling dan psikoterapi terhadap permasalahan pribadi, merasa stress/frustrasi/cemas (secara klinis). Mengalami kesulitan dalam interaksi sosial dengan orang lain, misal: dengan pacar, teman, rekan kerja, guru/dosen.

Permasalahan keluarga seperti ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Perselingkuhan, permasalahan anak, permasalahan interaksi dalam keluarga, misal: orang tua-anak, mertua-menantu, dll.

Juga membantu memecahkan permasalahan pendidikan, prestasi akademis menurun, kesulitan belajar, sulit berkonsentrasi.

Perilaku nakal yang terjadi akibat kurangnya informasi, misal: kecanduan narkoba, pengetahuan **** yang benar, dll.

Juga yang tak kalah penting yayasan tersebuy akan menangani permasalahan perkembangan (fisik, sosial, maupun psikis). Seperti anak hiperaktif, Autisme, Phobia sekolah, dapat mengarah pada keadaan antisosial.

Lambat bicara atau berjalan.

Tidak setiap kali seorang anak yang terhambat perkembangan fisiknya dikarenakan faktor fisiologis, bisa juga dikarenakan faktor emosi atau psikologis lainnya. Dan tentunya senua permasalahan ini akan di tangani oleh orang-orang yang kompeten di bidangnya

Dwini menyadari bahwa profesinya sekarang merupakan tugas mulia, dia mana ia akan merasa ada sangat senang dan puas. Jika kliennya dapat sembuh dan mengatasi permasalahan mereka lalu menemukan jalan keluarnya.

Ia masih berstatus pegawai magang pada tahun pertama bekerja di sebuah yayasan. Yang kemudian dia angkat menjadi pegawai tetap. Untuk kisaran gajih yang di terima Dwini berkisar pada angka 5 sampai 7jt pada tiap bulannya. Dan tentu tidak lah besar bagi seorang Dwini yang telah banyak mengelontorkan dana untuk biaya pendidikkannya selama ini.

Tetapi bekerja bukan sekedar mencari uang, lebih ke pengalaman dan kepuasan saat kliennya mendapatkan solusi dalam penyelesaian masalahnya adalah nafas bagi seorang Dwini yang berhati baik dan lembut itu.

Kini usia Dwini hampir memasuki ke 29 tahun. sebab tidak terasa 5 tahun sudah Dwini bekerja pada yayasan tersebut.

Usia yang telah hampir memasui kepala tiga ini tentu semakin membuat resah ayah dan bunda Dwini. Maka di suatu sore saat Dwini baru saja pulang dari pekerjaanya.

Ia pun kembali dipanggil untuk di ajak berdiskusi tentang sesuatu yang menurut ayah dan bundanya serius itu.

"Nduk... bisa kita bicara serius sebentar. Ada beberapa hal yang mengganjal pikiran ayah dan bunda tentang mu." Pinta bunda dwini dengan sngat lembut dan berhati-hati.

"Iya... ada pa bun." Jawab Dwini yang sebenarnya mulai curiga jika pembicaraan itu pasti seputar perjodohannya.

"Begini... ayah dan bunda ingin bersepakat membatalkan saja perjodohanmu dengan mas Bimo. Walaupun... dulu memang ayah yang memulai rencana itu, tetapi kita tidak bisa hanya menunggu dengan pasrah begini. Dan... bunda sungguh merasa bersalah atas permintaan konyol ayah dan bunda akan hal ini. Membuat mu tidak memiliki jalinan dan pengalaman dalam urusan percintaan sama sekali." Bunda memaparkan isi hatinya.

"Bunda... menunggu mas Bimo bukanlah suatu paksaan bagi Dwini. Dwini merasa senang saja menjalani hidup dan kisah cinta kami."

"Tetapi masa selama ini Mas Bimo tidak menunjukkan itikad baiknya padamu cah ayu. Ayah tidak yakin akan kesibukannya, sampai selama sepuluh tahun ia lepas pendidikan sekali pun ia tidak punya waktu untuk pulang dan menemuimu." Ayah terdengar sedikit geram.

"Ada ayah, mas Bimo ada pulang. Hanya waktunya singkat sekali sehingga ia selalu tidak sempat menemui ku." Dwini terus saja membela pria pilihannya itu.

"Apa yang mebuat mu tetap bertahan menunggunya. Bahkan kabar darinya pun tidak pernah kamu tau. Atau jangan jangan ia malah sudah menikah diam diam."

"Mengapa ayah justru kini menuduh mas Bimo begitu...? Dwini bertahan untuk tetap menunggunya. Karena Dwini yakin bahwa mas Bimo jodoh yang Tuhan sediakan untuk Dwini. Restu ayah, bunda dan kedua orang tua mas Bimo jua menurut Dwini bisa menajdi alasan Dwini tetap menginginkan mas Bimo jadi suami Dwini."

"Maaf ndhuk... Maafkan kami. Terlalu ikut campur dengan masalah pribadi bahkan hatimu." Kali ini suara bunda Dwini terdengar sedih.

"Awalnya Dwini juga merasa ini terpaksa dan tidak suka. Tetapi jika Dwini teringat bagaimana sikap mas Bimo saat kami kecil dulu. Itu sangat indah dan sangat manis Bun."

"Tapi itu lama sekali cah ayu. Atau... Bagaimana jika kamu terima mas Irwan saja. Sepertinya dia pria baik-baik dan begitu perhatian juga serius dengan mu." Celetuk ayah, membuat Dwini sedikit terkejut.

"Ayah... Apaan siih? Dwini tidak memiliki hubungan apa-apa dengannya. Juga... Tidak memiliki perasaan lebih dari teman padanya." Jawab Dwini.

"Ah... Sudahlah yahnda. Tidak perlu kita lebih jauh mencampuri urusan hatinya. Yang pasti, mulai sekarang... Kamu pikirkan ulang tentang perasaanmu dengan mas Bimo. Yakinkan lagi hatimu... Apa tetap menunggunya atau menyerah saja. Bunda tidak ingin melihatmu terluka dan kecewa, jika harus menikah dengan pria yang bukan pilihanmu. Mungkin keputusan ini hampir terlambat, sebab kami sendiri yang dulu mengatur dan memaksamu untuk hanya mencintai mas Bimo." Bunda semakin terdengar menyesal malam itu.

"Ayah... Bunda begini saja. Jika sampai tahun depan tepat di usia Dwini 30 tahun mas Bimo tiada berkabar. Maka Dwini siap meninggalkannya dan mencari suami. Dwini memang tidak pernah memiliki hubungan spesial dengan pria manapun. Tetapi bukan berartu Dwini tidak memiliki teman lelaki kan Yah, Bun. Jadi...ijinkan aku tetap menunggu mas Bimo." Pinta Dwini untuk menengahi obrolan mereka yang memang alot malam itu.

"Kalau begitu baiklah. Kami mengijinkan, tapi jika ayah boleh saran. Jangan tutup hatimu untuk cinta yang lain. Agar saat kenyataannya nanti mas Bimo tidak serius... Cah ayu tetap siap membuka lembaran yang baru."

Dwini hanya tersenyum hambar mendengar perkataan ayahnya.

"Orang tua yang aneh, dulu saja aku di wanti-wanti untuk menerima mas Bimo. sekarang justru mereka yang memintaku untuk berhenti mengharapkan mas Bimo." Bathin Dwini nelangsa.

Namun, perkataan yang di lontarkan ayah dan bundanya tadi. Sedikit banyak tentu membuat hatinya tergelitik dan sedikit heran, sambil berusaha untuk mencerna, namun tetap dengan kepala dingin menghadapinya.

Tidak semudah yang mereka minta. Susah payah Dwini meyakinkan hati, dulu untuk belajar mencintai Bimo. Tapi sekarang, dengan mudahnya mereka meminta Dwini berpaling hati.

Dwini tersadar dari lamunannya, ketika ponsel yang ternyata dari tadi masih dalam tasnya meronta untuk di angkat pemiliknya.

Dwini menatap nanar ponsel itu, ada semburat rasa enggan di hatinya untuk menerima panggilan dari nomor yang di tidak kenalnya.

Tapi... ia menyadari bahwa ia adalah seorang konselor. Yang mesti harus selalu profesional memghadapi kliennya.

"Hallo...ada yang bisa saya bantu?" tanya Dwini langsung.

 

...Bersambung......

1
bunda n3
merajuk lah suamimu Dwi
Virgo Girl
Lupa niat awal ya Panda🤦‍♀️🤣
bunda n3
/Facepalm//Facepalm/
Shifa Burhan
contoh novel munafik adalah
*semua kesalahan suami diperjelas salah dan dibuat dicap kesalahan fatal dan harus dapat balasan dulu

tapi kesalahan istri malah dibenarkan dan dianggap bukan kesalahan

ini lah contoh pemikiran munafik wanita yang dibawa kedalam karya novel
Shifa Burhan
Bima dengan masalah lalu sudah dianggap kesalahan fatal

dsini dengan pria lain ketemuan, berintrkasi sebagai teman yang fakta sudah sangat keterlaluan dianggap hal biasa

emang susah kalau pemikiran wanita egois dibawa kedalam novel
bunda n3
malah Ayahnya Dwini yg peka
bunda n3
kenapa harus banting pintu segala Bu?
Virgo Girl
Hahaha.... Pak Poll klo ketemu kesayangan bs ngegombal gtu yaaa...😃😃
bunda n3
Bimo ga mau rugi
Virgo Girl
Huahahaha.... lucu banget deh... bikin reader senyam senyum, cekikika sndri kyk aku. Keren karyamu ini Kak 👍👍
Virgo Girl
Uwuuuu banget sih ahli tambang kita🤣🤣
Virgo Girl
Baru ketemu novel ini. Author lucu juga, bs tuh jajal. kontes SUCI...😃😃
bunda n3
Dwini hamidun
bunda n3
Bimo romantis juga
Virgo Girl
Pak irwan dah kayak marketing kartu kredit nihh...kejer target🤣🤣
Virgo Girl
Wadawwww.. . pak Irwan ternyata sang secret admirer Dwini🤣🤣
bunda n3
kan butuh tenaga mas Bimo
bunda n3
Hareudang
bunda n3
ternyata prank
bunda n3
Lagian Bimo juga tidak jujur dari awal, tau pernikahannya sedang tidak baik baik saja, knp tidak mengajak serta istrinya saat bertemu Renata
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!