Saat ia mengidap penyakit tumor otak pun, ayahnya tidak peduli, istri menceraikannya, dengan sisa tabungan yang ia punya, ia pergi ke rumah sakit untuk operasi, sayangnya ia mati di meja operasi.
Keajaiban pun datang, ia mendapatkan kesempatan hidup sekali lagi dan kendapatkan sistem untuk menjadi dokter hebat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8 Misi Selesai
[Ting!]
[Misi Berhasil]
[Selamat Anda mendapatkan 5.000.000]
[Selamat Anda mendapatkan 2000 poin]
[Obat penyembuhan kanker otak 80%]
[Saldo 7.000.000]
[Insting penyembuhan:4%]
[Pendeteksi penyakit:4%]
[Kecerdasan:4%]
[Keberanian:4%]
[Keterampilan Tindakan:4%]
[Pengendali Energi:4%]
[Pengetahuan ramuan/obat-obatan:4%]
[Ketahan Mental:4%]
[Poin:2500]
[Level 3]
Langkah Arka terhenti di ujung gang sempit yang tembus ke jalan raya utama. Cahaya lampu sirene merah-biru dari mobil polisi dan ambulans memantul di dinding-dinding bangunan tua di sekitarnya.
Dari kejauhan, ia melihat tubuh Wijaya Kusuma sedang diusung menggunakan tandu oleh tim medis.
"CEO Kusuma Corp, huh?" gumam Arka sambil menyandarkan bahunya ke dinding gang. "Ternyata bukan sembarang orang kaya yang kubuat bernapas lagi malam ini."
Aku lebih baik minum potion penyembuhan ini dulu," kata Arka.
Arka pun meneguk habis potion tersebut dan potion itu membuat kanker otaknya sembuh sepenuhnya, tapi itu sama sekali tidak menganggunya, karena selain pengobatan, potion itu membuat darah menjadi encer dan daya pikir Arka menjadi lebih tajam.
[Ting!]
[Sistem Penyelamat Takdir - Modul Informasi:]
[Wijaya Kusuma adalah salah satu tokoh kunci dalam industri medis dan properti kota ini. Tindakan Anda telah mengubah takdir besar yang seharusnya memicu krisis keuangan di Kusuma Corp.]
Arka melipat tangannya di dada. "Jadi maksudmu, keputusan yang kuambil tidak cuma menyelamatkan satu nyawa, tapi juga dampaknya luas ke mana-mana?"
[Benar. Setiap nyawa yang diselamatkan memiliki 'Bobot Takdir'. Makin besar pengaruh target dalam masyarakat, makin tinggi Poin Takdir dan Reputasi yang Anda dapatkan.]
"Menarik," kekeh Arka. "Lalu, sekarang apa? Aku butuh tempat tinggal, Sistem. Aku tidak bisa terus-terusan jadi 'hantu' yang berkeliaran pakai baju pinjaman begini."
[Rekomendasi Sistem:]
[Buka 'Toko Sistem' -> Kategori: Aset & Identitas Realitas.]
Arka mengibaskan tangannya di udara, memanggil layar transparan biru yang kini terasa seperti bagian dari dirinya sendiri.
Ia memilih menu Toko Sistem yang baru saja terbuka.
[Aset, Kemampuan | Deskripsi | Harga ]
[Identitas Baru (Legal) Dokumen lengkap (KTP, SIM, Paspor) yang terdaftar resmi di basis data pemerintah]
[Sewa 1 Unit Apartemen untuk tempat tinggal Anda sementara]
[Keahlian: Farmakologi Herbal]
[Kemampuan meracik obat alami berkhasiat tinggi tanpa peralatan laboratorium rumit]
Tanpa ragu, Arka menekan tombol penukaran untuk dua opsi pertama.
"Identitas legal dan apartemen. Dua hal itu mutlak kalau aku mau hidup tenang tanpa dikejar-kejar polisi atau dianggap buronan kamar mayat. Soalnya KTP ku, SIM dan KK ku entah kemana perginya."
[Penukaran Berhasil!]
[Poin Anda di potong 500 untuk Penukaran Kartu Identitas]
[Sisa Poin 2000 Poin]
Ting!
[Identitas Resmi: Arka (Usia 26 Tahun) telah terdaftar di Sistem Kependudukan Digital.]
Di layar sistem ada gambar KTP dan semua kartu Identitasnya muncul.
[Klik layar untuk mengambil kartu Identitas Anda]
Arka menyentuh layar hologram tersebut dan mengambil KTP baru bertuliskan namanya, "Arka", lengkap dengan foto dirinya yang tampak rapi.
"Teknologi sistem ini benar-benar tidak masuk akal," gumam Arka takjub seraya menggelengkan kepala.
Setengah jam kemudian, Arka sudah berdiri di depan pintu Unit 702 Apartemen Melati. Gedung apartemen ini tergolong kelas menengah, tidak terlalu mewah hingga menarik perhatian, namun cukup bersih dan aman.
Arka pun berjalan menuju resepsionis. "Mbak, saya mau sewa satu unit ruangan apartemen ini, kira-kira berapaan ya?" tanya Arka.
"Berkisar 3-5 juta pak, Anda mau yang standar, mewah atau VIP?" tanya resepsionis itu ramah.
"Yang standar aja pak," kata Arka.
"Oh baik Pak, yang standar 3 juta perbulan ya. Dan bayar di muka," kata resepsionis itu.
"Baik Pak, boleh saya minta KTP Anda agar saya bisa mengurus sewa Anda?" tanya resepsionis itu.
"Ah iya, baiklah." Arka menyerahkan kartu Identitas itu kepada resepsionis tersebut dan beberapa saat kemudian.
"Baik Pak, ini kartu untuk membuka kuncinya, ruang sewa Anda nomor 210, silakan Pak," kata resepsionis itu tersenyum sembari memberikan KTP da kartu ruangan.