NovelToon NovelToon
Garis Adat Pernikahan

Garis Adat Pernikahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Contest / Patahhati / Perjodohan
Popularitas:63.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mrs.Kang Chi

Jodoh, Kematian, Kebahagian, Kecelakaan di tangan Allah SWT. Tapi manusia dengan kuasanya, berbuat seperti kehendak Tuhan, mengatur perjodohan. Yang terlahir lebih dulu harus menikah lebih dulu.

Seorang lelaki memakai koko putih dengan celana panjang duduk dikursi dengan sopannya berhadapan dengan ayah dari seorang wanita. Lelaki itu dengan ramahnya membuka suaranya.

" Bapak, kedatangan saya kemari untuk melamar anak bapak!"

" Nak, bapak tidak menolak lamaranmu, tapi bapak berikan kamu pilihan, jika kamu ingin menikah cepat silahkan menikahi kakaknya, jika bisa menunggu kalian tunangan saja dulu." Ucap lelaki yang sudah sedikit beruban dengan pakaian berbatik.

Lelaki dihadapannya tampak menatap tidak percaya dengan ucapan ayah dari si wanita yang tertunduk tampak menahan air matanya.

Apakah yang akan dipilih lelaki ini? Menikahi kakaknya atau tetap menikahi adiknya dengan menunggu pernikahan kakak dari wanita yang disukainya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs.Kang Chi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melamar mendadak

Sebuah cafe, Raniyah dan Haya sudah duduk menikmati makanan khas India nasi biryani. Rupanya Haya mengajak adiknya bertemu untuk makan bersama karena dia baru saja gajian. Haya yang sangat mengenal adik bungsunya suka sekali dengan budaya India, ingin memberikannya kejutan.

Benar saja, saat Haya menunjukan menu makanan India kepada Raniyah, air mata Raniyah tidak terbendung lagi, langsung memeluk Haya. Kebahagian yang surut akhir-akhir ini karena masalah Raniyah yang ditinggalkan oleh calon tunangannya juga sangat membuat Haya terpukul.

"Kak Haya, makasih ya." Kata Raniyah setelah menyelesaikan suapan terakhirnya.

" Iya De, kakak seneng lihat kamu senyum lagi."

Raniyah langsung tertunduk, dia tahu sikapnya yang murung membuat seisi rumah ikut tersiksa. Haya yang melihat adiknya terdiam membisu langsung menarik tangan adiknya dan mengengamnya.

" Kakak akan lakukan apapun untuk kebahagianmu De." Ucap Haya sambil mengulas senyuman.

Raniyah terharu dengan kata-kata yang baru saja terlontar dari mulut kakak perempuannya. Baginya kakaknya ini sudah seperti ibu keduanya. Raniyah tersenyum sampai membuat matanya berbentuk bulan sabit.

" Haya!!" Sapa seseorang membuat kakak beradik itu menoleh.

Daiyan melambaikan tangannya, dia berjalan mendekat ke arah mereka, lalu mengambil kursi dan duduk disebelah Haya. Mata berbinar dan seulas senyuman terukir tatkala melihat Raniyah yang berada dihadapannya.

" Kau terlambat pak Dokter!" Canda Haya terlihat begitu girang.

" Maaf, aku ada urusan mendadak!" Kata Daiyan dengan matanya terus memandang Raniyah.

"Dokter Daiyan ini..." Raniyah mengoda kakaknya sambil membuatnya tersipu.

" Bukan, aku hanya teman SMAnya dulu!" Kata Daiyan tungkas dan langsung bersikap dingin, Raniyah pun langsung menganggukkan kepalanya dengan perubahan sikap Daiyan.

Haya hanya bisa menelan ludahnya kasar, terlihat Daiyan sama sekali tidak tertarik padanya, bahkan begitu cepat memutuskan menjawab godaan dari Raniyah.

" Jadi Raniyah? Kamu sudah move on?" Tanya Daiyan tanpa basa basi membuat kakak beradik itu melonggo.

" Kamu kenal adikku?"

" Ya, dia mantan tunangan Ahsan teman kecilku."

" Oh begitu ya!" Haya langsung terlihat kebingungan.

" Wah ternyata dunia ini sebesar daun kelor!" Canda Raniyah berusaha mencairkan suasana.

" Kata siapa? Teori darimana itu?" Todong Daiyan tanpa ekspresi.

krik krik krik

Raniyah tersenyum kaku merasa guyonannya sangat garing berhadapan dengan Daiyan lelaki tanpa ekspresi. Haya pun meminum jus jeruk.

" Ah, Dokter Dai. Mau minum?"

" Tidak! Aku sedang berpuasa!" Tolak Daiyan membuat Haya tersenyum dan meminta maaf karena sudah menawarinya minum.

"Kenapa kakak mengundangnya sih," Gumam Raniyah berkeluh kesah.

"Apa! Kamu tidak suka aku ada disini?" Sahut Daiyan membuat Raniyah melotot.

" Aaah Tidak Daiyan. Adikku hanya sedang bergurau!" Seru Haya agar suasana tidak keruh.

" Aih..Kenapa Kau sangat sensitif sekali!" Timpal Raniyah.

" Rani!! Dia lebih tua darimu, kamu yang sopan!" Tegur Haya.

"Jadi kau lebih tua dariku? Pak Dokter Daiyan Alhanan?" Canda Raniyah sambil memerkan barisan giginya.

" Yeah! Aku 29 tahun, apa kau menyukaiku?" Kata Daiyan cukup membuat Raniyah tidak bisa berkedip. Sementara wajah Haya langsung berubah muram.

"... Bisa ku tebak wanita pendek memang selalu menyukai pria lebih tua dan tinggi!" Lanjut Daiyan tanpa perasaan.

" Waww!! Dokter Daiyan aku rasa percaya dirimu sangat tinggi!" Kata Raniyah mulai tersulut emosi karena membawa fisik dalam obrolannya.

"Ya, tapi kamu cukup manis!" Seketika Raniyah bungkam dengan pujian Daiyan lelaki tembok itu.

Semuanya menjadi hening, bahkan saat ini Raniyah memalingkan wajahnya karena malu, sementara Daiyan terus menatapnya. Di sebelahnya Haya sudah panas hati melihat Daiyan begitu akrab dan sampai melontarkan pujian pada Raniyah.Hatinya sudah terbakar api cemburu yang membara.

" Daiyan, wanita seperti apa yang kau sukai memangnya?" Tanya Haya memberanikan diri sambil menatap samping wajah Daiyan yang sefang menatap lurus ke arah Raniyah dihadapannya.

" Yang tidak banyak tingkah!" Jawab Daiyan singkat padat dan jelas.

Haya terdiam, lelaki yang berada disampingnya ini memang tidak pernah banyak bicara sedari SMA juag tetapi kalau urusan pelajaran dia bisa nyerocos panjang lebar. Otaknya sangat encer, tidak heran banyak yang terpikat olehnya, ganteng, putih, agamis. Daiyan ibarat menu dia itu paket lengkap.

"Apakah wanita bernama Raniyah ini mau hidup bersamaku?" Tanya Daiyan to the point cukup membuat jantung Raniyah hampir copot.

Namun, Haya justru merasa sakit hati dengan perkataan Daiyan, niat hati ingin mengenalkan Diayan pada Raniyah sebagai calon, justru Daiyan malah berbalik melamar adiknya terang-terangan dihadapannya.

" Ja..Jadi? Ma..Maksudnya?" Raniyah tergagap dan beralih melirik ke arah Haya yang tertunduk berkaca-kaca.

"Rani, kita pulang!" Kata Haya sudah tidak sanggup lagi mendengarkan percakapan itu.

" I..Iya kak!"

" Aku akan datang ke rumahmu besok!" Celetuk Daiyan terus memandangi Raniyah.

Haya langsung mengajak Raniyah keluar dari cafe itu. Mereka pulang ke rumah tanpa bicara sepatah kata pun. Haya masih cemberut saat makan malam pun, situasi ini membuat semua anggota keluarga keheranan.

Ruang Makan

Dirumah itu tepatnya diruang makan semua anggota keluarga kecuali kak Fraz sedang ada kepentingan bisnisnya diluar kota. Semuanya duduk dikursi dan menyantap makanan, biasanya acara makan malam itu adalah acaranya sangat hangat dikeluarga Ansori. Tapi kali ini berbeda karena Haya tampak cemberut.

" Kalian Haya Rani bertengkar?" Tanya kak Radit.

"Kalian sudah besar jangan bertengkar, De ngalahlah sama kakakmu!" Tegur ibunya.

"Ya ada apa kalian coba dibicarakan!" Kata Pak Ansor cukup bijak sebagai kepala keluarga.

"Begini pak, besok ada yang mau datang ke rumah," Kata Raniyah dengan terus menatap lurus Haya yang memutar bola matanya penuh kekesalan.

"Loh, siapa? Ahsan lagi?" Tebak ibu.

" Bukan, Dokter Daiyan." Kata Raniyah hati-hati takit menyakiti perasaan Haya.

" Dia mau ngelamar kamu?" Tanya Pak Ansor yang disambut anggukan oleh Raniyah.

" Haya kok kayak kesel gitu sih?" Goda Kak Radit yang justru memperkeruh keadaan.

" Iya! Selalu saja banyak yang naksir sama Rani! Kurangnya Haya apa sih! Bahkan Haya lebih daru Rani! Haya lebih pintar, lebih pintar, lebih cantik!" Kata Haya langsung berdiri dan meninggalkan ruang makan.

Semua yang hadir tampak terkejut dengan penuturan Haya barusan, tidak pernah Haya terlihat begitu emosional. Ibu pun langsung membuntuti Haya ke kamarnya. Disana Haya sudah terisak, ibu pun memeluknya.

" Kenapa Haya?" Kata ibunya lembut.

" Bu.. Haya tuh suka sama Daiyan, tapi kenapa Daiyan milih Rani yang belum kenal juga," Kata Haya sambil sesegukan.

Barulah ibu pun terdiam mendengar hal demikian, Haya tidak pernah menangisi seorang lelaki selama ini, melihat Haya begitu sedih, berarti lelaki itu adalah orang yang teramat disukai Haya. Sambil mengelus punggung puteri tercintanya, Ibu terus berpikir apa yang harus diperbuat untuk keadilan kefua puterinya.

#Bersambung...

1
minarni 0714
Luar biasa
Win26
iki sing goblok sopo, selalu raniyah jadi korban
marun
haya ini kok ngeselin ya. pantesan daiyan g mau
marun
pusing amat yak jadi rania. itu kakak2nya jg pada semaumau gitu ma rania
marun
boleh juga nih g usah olahraga pake susuk aja ya jes
Wu Shi Des
lah, Thor GK rela aq jaya bahagia
Alfatihah
dilanjut thorrr ...msih setia menunggu lanjutannya thorrr
Alfatihah
apakah tamat thorrr
Sri Kusniati
kemana thor dah lama gak up
Mrs.Kang Chi: iya suka lupa nulis, lagi ada kesibukan didunia nyata guys
total 1 replies
Sri Kusniati
lanjut thoe
atin p
👍👍 mantabbb pak Dokter....
suha suharni
akhirnya daiyan dan raniyah bersatu,semoga kedepannya bahagia selalu.dan punya anak sendiri.sipelakor jaya di tendang aja jauh2 Thor,semangat selalu Thor 👍😘💖
suha suharni
dikit banget dah hbs, semangat dong Thor,bkin yg banyak cerita,x.
Mrs.Kang Chi: iya iya deh
total 1 replies
atin p
wkwkwk..pak Dokter ..ngrecep y...mau belah duren
Mrs.Kang Chi: hahaha
total 1 replies
Sri Kusniati
thor lama bgt br up
Mrs.Kang Chi: suka lupa aku tuh hahaha sorry
total 1 replies
Win Da
😂😂😂😂😂😂😂😂 seneng bgt uda lqnjut lagi. ditunggu yang nanti malam nya mrs.🥰🥰
Mrs.Kang Chi: makasih ya udah setia. eaaa nunggu yg hot2 ya
total 1 replies
Sri Kusniati
thor kok lama bgt br up
Ra
tamatin aja thorr udah pda lupa ini
Mrs.Kang Chi: ekwkwkkwk
total 1 replies
Win Da
makasih up nya. jangan lama2... kami sudah rindu 🥰🥰
Alfatihah
g ada terusannya kah ????
Mrs.Kang Chi: sorry lupaa lanjut aneee hahaaha
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!