Persahabatan yang sudah terjalin selama 20 tahun antara Moetia dan Manda diambang kehancuran karena kehadiran seorang pria bernama Bagas.
Manda yang sudah mencintai Bagas sejak kuliah tidak mengetahui jika Bagas adalah atasan Moetia di kantor nya.
Dan saat Moetia mulai jatuh hati pada Bagas, dia baru tahu bahwa sahabatnya juga mencintainya
Lalu siapakah yang dicintai Bagas?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Morning Kiss
Moetia tiba di rumah nya ketika mama nya sedang mengambil air minum dari dapur.
" Baru pulang nak ? " tanya Soraya
" Iya ma, baru selesai makan malam nya " jawab Moetia
" Ya sudah cepat istirahat, besok kamu kerja kan ? " tanya Soraya lagi
Moetia mengangguk perlahan
" Iya ma " jawab Moetia sambil berlalu dan masuk ke dalam kamarnya.
Moetia segera membersihkan diri nya dan mengganti baju.
Moetia baru akan merebahkan dirinya ketika ponsel nya berbunyi.
" Halo " sapa Moetia
" Halo sayang, sudah mau tidur ya ? " tanya Bagas
" Iya, kamu sudah sampai di rumah ? " tanya Moetia
" Sudah sayang, lalu kapan kamu akan mulai memanggil ku dengan sebutan sayang ? " tanya Bagas
Wajah Moetia sudah merona
" Apakah harus ? " tanya Moetia
" Tentu saja, kamu sekarang adalah kekasih ku jika tidak ada panggilan khusus, lalu apa bedanya aku dengan teman mu yang lain ? " tanya Bagas
Moetia ingin mengatakan nya tapi sangat sulit
" Bagas aku belum bisa mengatakan nya sekarang, beri aku waktu ya ! " pinta Moetia
Bagas terkekeh
" Baiklah sayang, apapun untuk mu " sahut nya
" Terimakasih " jawab Moetia
" Baiklah, sekarang istirahatlah aku akan menunggu besok di kantor " ucap Bagas
" Baiklah, selamat malam Bagas " ucap Moetia
" Selamat malam sayang " sahut Bagas
Moetia mematikan ponselnya dan tidur.
Sementara di rumah Bagas, ibu nya masuk ke dalam kamar sesaat setelah Bagas menelpon Moetia.
" Bagas " tegur Belinda langsung duduk di sebelah Bagas
" Kenapa Bu ? " tanya Bagas
" Kamu kan janji sama ibu, mau kasih kesempatan buat Manda tapi kamu sama sekali gak ada waktu buat sekadar nemenin dia makan siang ! " ucap Belinda
" Bagas lagi banyak kerjaan Bu, jangan maksa Bagas terus dong ! nanti kalau kerjaan Bagas terpengaruh gimana ? " tanya Bagas
Belinda terdiam, dia sebenarnya juga merasa tidak enak jika terus mendesak Bagas apalagi sampai berpengaruh pada pekerjaannya.
" Baiklah, ibu gak akan maksa lagi tapi kalau kamu ada waktu sekali aja ajak jalan Manda, dua hari lagi dia pulang ke Jakarta " terang Belinda
Bagas masuk ke dalam selimut nya
" Lihat nanti aja Bu, Bagas ngantuk. Bagas istirahat ya " ucap nya pelan
Belinda menghela nafasnya lalu meninggalkan kamar Bagas.
' Bukan maksud ibu memaksa kamu Bagas, tapi bagaimana pun kamu harus bisa melupakan wanita jahat yang sudah mengkhianati kamu itu ' batin Belinda sambil menutup pintu kamar Bagas
Keesokan pagi nya
Moetia bangun dan segera membersihkan diri nya, selesai mandi dan bersiap Moetia segera ke kamar Manda.
" Pagi cantik " sapa Moetia penuh semangat
" Pagi Ti, semangat banget hari ini. Habis naik gaji ya ? " tanya Manda
" Kok tahu " sahut Moetia
" Nebak aja " jawab Manda
" Ada acara apa hari ini ? " tanya Moetia
Manda menggeleng
" Gak ada, mau gangguin Tante Soraya aja sama ngajak kak Sisilia ke Mall nyari oleh-oleh buat ayah sama ibu " jawab Manda
" Nanti malam kita ke cafe nya temen ku yuk, disana temen ku suka bikin konser amal, kalau kamu datang pasti tambah rame " ajak Moetia
" Oke " jawab Manda cepat
" Yuk, kita sarapan " ajak Moetia
Moetia dan Manda sarapan bersama Soraya dan Aries.
" Gimana kerjaan sayang lancar ? " tanya Aries
Moetia mengangguk
" Lancar pa " jawab Moetia cepat
" Oh ya Manda, nanti siang Tante mau ada gathering di kantor nya Om, kamu ikut ya ! " ajak Soraya
" Emang boleh Tante ? " tanya Manda antusias
" Ya boleh dong sayang, habis nya ngajak Moetia sekarang susah, kerja terus dia nya " keluh Soraya
Manda terkekeh
" Tahu tuh Tante, yang dipikirin kerjaan terus kapan dia mikirin pacar ? " goda Manda
" Kalau soal jodoh, kalau waktunya datang ya dia akan datang sendiri " sahut Aries
Ucapan Aries membuat Manda dan Moetia saling pandang lalu mereka tertawa.
" Sudah, sudah kalian ini selalu begini kalau di nasehati " keluh Soraya
" Maaf " ucap Moetia dan Manda be barengan dan lagi-lagi membuat mereka tertawa lagi.
Moetia tiba di kantor nya, saat dia masuk ke dalam ruangan nya.
Moetia di buat terkejut karena ada seikat mawar merah di atas meja kerjanya.
Moetia mengambil nya dan membaca tulisan yang ada di kartu ucapan nya.
' Selamat hari jadi pertama, kekasih ku '
Moetia tahu dari siapa itu, dia menyimpan mawar itu di salah satu vas bunga yang memang ada di ruangan itu sebagai pajangan.
Dia meletakkan nya di pojok meja kerjanya, sambil memeriksa dokumen Moetia terus memandangi mawar itu sambil tersenyum.
Telpon di atas meja berdering, Moetia lalu mengangkat nya
" Selamat pagi " sapa Moetia
" Ke ruangan ku, sekarang " seru Bagas
Moetia menghela nafas nya panjang, lalu berdiri dan menuju ke ruangan Bagas.
Moetia melihat Reno di depan pintu.
" Pagi pak Reno, si bos kenapa ? " tanya Moetia khawatir
Reno mengangkat bahunya sekilas
" Belum sarapan kali ! " jawab Reno singkat
Moetia mengetuk pintu lalu membuka nya
" Ada apa ? " tanya Moetia mendekat ke Bagas
" Kemari " Bagas memanggil Moetia dengan isyarat tangannya agar lebih mendekat
Moetia menurut dan berdiri di hadapan Bagas
" Ada apa ? tapi Bagas, terimakasih untuk bunga nya ya " ucap Moetia sambil tersenyum
" Itu tidak gratis sayang " sahut Bagas membuat bulu kuduk Moetia berdiri
" Maksud nya aku harus membayar nya " Moetia terlihat kesal
" Katakan berapa harganya ? " tanya Moetia kesal
Bagas terkekeh
" Bukan dengan uang " seru Bagas
' cup '
Bagas mencium pipi Moetia, karena terkejut Moetia tidak bisa menghindar.
Moetia menyentuh bekas ciuman Bagas
" Masih pagi begini, kamu sudah mesum Bagas. Kamu menyebalkan " ucap Moetia menjauh dari Bagas
" Sayang, itu adalah morning kiss " jawab Bagas
" Maksud mu, akan ada juga afternoon kiss, evening kiss begitu ? " tanya Moetia kesal
Bagas mendekati Moetia lagi
" Tadi nya tidak ada, tapi jika kamu mengatakan begitu, baiklah " sahut Bagas
Moetia membulatkan matanya
" Maksud mu ? " tanya Moetia
Bagas menarik Moetia dan memeluk nya
" Aku mencintaimu, selamat hari jadi yang pertama, soal afternoon kiss dan yang lain itu aku hanya bergurau " tegas Bagas
Bagas menjauh sedikit agar bisa melihat Moetia
" Mulai hari ini setiap hari nya aku akan memberikanmu seikat mawar merah, bagaimana apa kamu suka ? " tanya Bagas
Moetia mengangguk
" Terimakasih Bagas " jawab Moetia
" Cobalah untuk memanggil ku dengan panggilan sayang " seru Bagas
" Baiklah, sayang " ucap Moetia sambil berlari meninggalkan ruangan Bagas
Bagas malah tertawa melihat tingkah konyol Moetia.
Meskipun bukan lagi remaja yang berusia belasan tahun, tapi Moetia masih bersikap seperti itu.
Dan Bagas bahkan menyukai Moetia yang seperti itu, polos dan tidak dibuat-buat.
Tadi pagi sebelum kedatangan Moetia, Bagas sempat di buat kesal karena klien nya membatalkan kontrak sepihak.
Reno kembali setelah membuat kan Bagas secangkir kopi.
Bagas terkejut karena tadi sewaktu dia tinggalkan wajah Bagas terlihat kesal, tapi sekarang saat dia kembali wajah nya sudah berseri-seri.
" Nih bos kopinya " ucap Reno sambil meletakkan kopi diatas meja di hadapan Bagas
" Hem " jawab Bagas
" Tuh muka sudah gak lecek lagi kayak nya " sindir Reno
Smga jg bagus sprti ke 3 novel yg sdh ak baca 😊
♥️
⭐⭐⭐⭐⭐