Pertemuan tak terduga dari dua orang yang sudah saling memutuskan untuk tidak akan pernah mencintai lagi,akhirnya berujung dengan keduanya yang saling terikat satu sama lain.
Akankah keduanya akan bisa bersatu? ataukah ini hanya akan menjadi kisah pemanis sementara bagi keduanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SAYANGI DIA
"Apa yang sudah kau lakukan Celine! Kenapa kau malah menerima ciuman dari nya? Apa kau benar benar berniat untuk menghianati A Riki?!" gumam Celine pada dirinya sendri saat dia sudah berada di kamar Rara.
"Dasar bodoh! Seharusnya kau tidak boleh menikmatinya!" Celine menjambak rambutnya sebagai upaya untuk mengurangi sedikit rasa frustasinya terhadap kejadian yang baru saja terjadi.
"Daddy....daddy...daddy" gumam Rara di tengah tidur lelapnya membuat Celine berhenti menyalahkan dirinya sendiri dan langsung menghampiri gadis kecil itu.
"Rara sayang... Ada apa hm?" tanya Celine saat mendapati Rara sudah bangun sepenuh nya dari tidur nya.
"Rara mimpi Daddy ninggalin Rara ma, Rara takut" gumam gadis itu seraya memeluk Celine erat erat seolah dia takut wanita itu akan pergi meninggalkan nya.
"Ngga sayang, Daddy pasti ga bakal tinggalin Rara" bujuk Celine,dia menepuk nepuk punggung Rara dengan pelan agar anak sambungnya itu bisa sedikit lebih tenang.
"Rara sayang banget sama daddy, tapi daddy ga sayang Rara. Rara takut daddy beneran buang Rara" seru gadis itu lagi dengan mata yang terlihat sudah berkaca kaca.
"Ssttt ga boleh ngomong gitu, daddy sayang kok sama Rara,jadi Rara ga boleh berpikiran seperti itu ya" bohong Celine karna setahunya juga Putra tidak pernah menyayangi anaknya sama sekali.
"Mama ga bohong kan?" tanya gadis itu sambil mendongakkan pandangannya menatap Celine.
"Iya mama ga bohong kok! Rara tenang aja ya sayang" ucap Celine.
"Sekarang ayo lanjut tidur" sambungnya,kemudian dia juga ikut berbaring di sebelah sang anak.hingga lama kelamaan alam mimpi pun akhirnya menyapa keduanya.
ooOoo
Keeseokan harinya seperti biasa Celine keluar dari kamar Rara jam lima pagi untuk kembali ke kamarnya,sebenarnya dia sangat enggan untuk kembali ke kamar itu karna kejadian semalam. Tapi dia tidak punya pilihan,jika salah satu pelayan melihat dia di kamar Rara pasti mereka akan menyebarkan Rumor.
"Kau sudah kembali?" sapa Putra saat Celine baru saja masuk ke kamar itu.Celine dapat mencium bau sampo Putra dengan jelas karna sangat terlihat jika pria itu baru saja menyelesaikan acara mandinya.
"Oh? Eum" balas Celine gugup, dia masih merasa canggung di hadapan Putra karna kejadian semalam.
"Aku akan mandi" ucap gadis itu sambil berlalu dari hadapan Putra.
"Celine" panggil pria itu sambil tangannya juga menggapai tangan Celine saat gadis itu baru saja hendak melewatinya.
"Ada apa?" tanya wanita itu sambil menoleh kepada Putra.
"Aku minta maaf untuk kejadian yang semalam" ucap Putra merasa bersalah,dia pikir dia memang harus meminta maaf karna kesalahan yang sudah dia perbuat tadi malam.
"Aku tidak mengingat apa pun, jadi jangan membahas masalah ini lagi" jawab Celine ,kemudian dia pun langsung melepaskan tangan Putra dan berlalu dari hadapan pria itu.
"Tunggu! Apa dia barusan menolak ku? Menolak pesona seorang Pramudia Saputra? Begitu?" herannya karna baru satu kali ini dia di tolak oleh seorang perempuan dan itu benar benar aneh pikirnya.
"Putra?" Celine menyapa pria yang masih terlihat sibuk dengan laptopnya itu.
"Hm?" gumam pria itu sebagai sahutan dari panggilan Celine tanpa menoleh ke arah wanita itu.
"Aku boleh minta sesuatu?" tanya Celine pelan.
"Katakan saja" jawab pria itu lagi lagi tanpa menoleh ke arah Celine.
"Aku tahu tidak pantas bagiku untuk meminta ini tapi......" Celine menjeda kalimatnya membuat Putra langsung menoleh ke arahnya sambil mengerutkan keningnya.
"Bisakah kau menyayangi Rara? Lagi pula dia anak kandung mu! Aku tak tega melihat dia yang selalu bersedih karna kau abaikan" ucap Celine dalam sekali tarikan nafas.
"Apa peduli mu? Jangan salah paham! Kau bukan siapa siapa disini" ucap Putra sinis tidak suka dengan apa yang baru saja di lontarkan oleh Celine.
"Aku tahu! Tapi bukankah kau sudah sangat keterlaluan? kau tidak harus mengabaikannya,dia masih kecil dia benar benar sangat mendambakan kasih sayang dari mu, aku yakin istri mu juga tidak menyukai sifat mu ini" lanjut Celine lagi,dia benar benar membuang rasa takutnya untuk mengatakan semua ini.
"Tutup mulutmu!! Kau tahu apa tentang keluarga huh? Sebaiknya kau hidup dengan tenang selama enam bulan ini tanpa ikut campur tentang urusan keluarga ku!" ucap Putra geram,kemudian lelaki itu langsung melipat laptopnya dan berjalan secara cepat keluar dari kamar itu.
"Sial! Dia pikir siapa dia!" geram Putra sambil berjalan keluar dari kamarnya.
Celine menatap punggung yang baru saja pergi itu dengan tatapan kesal,menyalahkan pria itu tentang semua yang telah dia perbuat pada Rara.
"Dasar lelaki tidak tahu diuntung! Seharusnya dia menyayangi anaknya yang sebaik dan se lucu Rara! Bukan malah mengabaikannya! Lihat saja jika hak asuh Rara sudah ada padaku aku tidak akan pernah membiarkan dia menemui Rara" ucap Celine sambil mengepalkan tangannya seraya ikut keluar dari kamar yang terasa pengap itu dan berjalan menuju ke kamar Rara.
"Selamat pagi sayang.. Kamu sudah bangun?" sapa Celine pada Rara yang terlihat baru saja bangun dari tidur nya.Celine benar benar menyayangi anak sambung nya itu dia bahkan memecat baby sitter Rara agar dia bisa merawat gadis itu sendiri.
"Pagi ma" sapa gadis itu lesu,sangat terlihat jelas jika dia masih mengantuk.
"Masih ngantuk? Yaudah tidur lagi masih jam enam" ucap Celine.
"Tidak ma! Daddy sangat tidak menyukai orang yang pemalas,jadi Rara ga boleh malas" ucap gadis itu lagi.Celine tersenyum saat mendengar jawaban dari anaknya dan menyayangkan perlakuan Putra yang berlebihan menurutnya.
"Begitu ya? Yasudah ayo kita mandi" ajak Celine,dia merentangkan tangannya agar Celine bisa dengan mudah masuk ke gendongannya.
"Mama yang terbaik" ucap gadis kecil itu,kemudian dia dengan senang hati masuk ke dalam gendongan Celine.
'Semoga saja daddy mu yang bodoh itu akan menyadari betapa berharganya kamu sayang' gumam Celine dalam hati nya, setelahnya dia pun langsung membawa Rara ke kamar mandi untuk memandi kan gadis itu dan mendandani nya.
Epilog...
Pada malam Setelah dia mencium Celine tanpa izin,Putra pun berniat untuk meminta meminta maaf kepada Celine pada malam itu juga.
Perlahan dia memasuki kamar Rara secara mengendap endap.
"Apa ini? Kenapa mereka terlihat sangat serasi berdua?" gumamnya saat melihat kedua perempuan itu tengah tertidur lelap dengan posisi saling berpelukan.
"Siapa pun yang melihat ini pasti akan mengira jika mereka adalah anak dan ibu kandung" gumam Putra sambil tersenyum,kemudian pria itu perlahan membenarkan posisi selimut yang sudah melorot dan langsung keluar dari kamar Rara seperti tidak pernah terjadi apa apa.
pengen apa & pengen ngapain tinggal pencet hp beres deehhh...
bayaran mah tinggal nggesek aja..
scara banyak kartu blac card nya sihhh..
tinggal ambil aja deh
udah lams nih
cerita kelahiran anaknya , cewek atau cowok
baru tamat kan pas thour