"Still With You" adalah sebuah novel yang menceritakan kisah cinta antara Sofia dan Daniel, yang terinspirasi oleh lagu Jungkook. Mereka mengalami pasang surut dalam hubungan, menghadapi rintangan, dan menemukan kekuatan cinta sejati di tengah kesulitan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝓐𝓻𝓲𝓿𝓲𝓸𝓷𝓪, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Antara Senang dan Sedih
Silvi melanjutkan menggambar desainnya dan Fery juga tetap disitu. Bukan malah melihat desain Silvi. Ia malah memandangi wajah Silvi. Sepertinya ia mulai tertarik. Desain yang dibuatnya sudah selesai. Ia minta pendapat Fery. Tapi lagi-lagi Fery melamun memandangi wajah Silvi.
"Hei Tuan Muda ini gimana bagus nggak desain aku, tapi kurang gambar lengannya doang sihh."
"Tuan gimana...hei...." Ucap Silvi sekali lagi.
"Ehhh....iya maaf gimana tadi?." Tanya Fery.
"Ini gimana bagus nggak, pendapat tuan muda gimana?."
"Ini kan gaun pesta tapi simpel nggak usah banyak hiasan saranku cukup yang bawah itu brukat aja terus sama lengannya juga brukat." Ucap Fery memberi saran.
"Itu juga bagus jadi ini di lehernya nggak usah di kasih bunga cukup brukat aja di samain."Ucap Silvi.
"Iya gitu juga bagus" Ucap Fery.
Lalu Ia menggambar desainnya sesuai saran Fery. Ia begitu teliti. Saat ia menggambar tiba-tiba Fery tertidur di pundaknya. Ia ingin membangunkan namun tak tega akhirnya ia biarkan. Ia takut jika Fery bangun. Beberapa menit akhirnya Desainnya selesai ia tinggal mewarnainya saja namun tangan nya begitu lelah. Lalu ia putuskan ikut tertidur disitu.
Hari pun mulai sore. Fery terbangun dari tidurnya. ia kaget ternyata ia tidur dipundak Silvi. Sontak ia langsung duduk tegak. Tak sengaja ia melihat Desain Silvi. Ia kagum dengan gambaran desain itu, terlebih lagi sarannya sangat berguna untuk Silvi.
"Panda hitam desainmu cantik, gua suka lo juga menyukai saran gua, hhmm menarik." Ucap Fery lirih, sambil tersenyum tipis.
Lalu ia memandangi wajah Silvi saat tidur.
"Panda hitam lo kalau tidur cantik juga ya, kayak adem banget dilihat, gua ngerasa kayak ingin memiliki lo. Pasti suatu saat nanti bisa." Batin Fery.
Ia tak tega membangunkan Silvi yang sedang tidur pulas. Ia langsung meninggalkan Silvi diruang itu.
Setengah jam kemudian Silvi bangun. Ia mulai menggeliat, menarik-narik tubuhnya. Saat melihat jam ia kaget ternyata sudah pukul lima sore. Ia langsung ke dapur. Saat di dapur ia bertemu dengan Fery yang sedang membuat mi rebus. Karna ia tadi tidak ikut makan siang.
"Tadi kenapa kamu tidak bangunin aku, udah sore banget." Ucap Silvi merasa kesal.
"Aku nggak tega lagian lo tidurnya nyenyak sih." Jawab Fery.
"Ya walaupun gitu kan di bangunin dong, sekarang lagi masak apa?."
"Kamu duduk aja di ruang makan, biar aku yang nyiapin."
",Nggak usah mumpung gua nggak malas-malasan nih, gua tambah lagi ya mienya nanti satu lagi buat lo."
"Ahh... nggak usah nanti biar aku bikin sendiri."
"Udahlah lo mandi sana udah sore panda hitam."
Silvi pun akhirnya mandi, beberapa menit kemudian ia selesai mandi dan berpakaian. Lalu ia menuju ke ruang makan.
"Lohh tuan muda kok mie nya belum di makan?." Tanya Silvi.
"Sengaja nggak gua makan dulu, biar kita bisa makan sama-sama."
Silvi merasa tuan mudanya mulai berubah. Ia merasa senang dan akhirnya usahanya tak sia-sia. Mereka makan bersama, saat sedang makan Silvi mau teringat akan pesta itu. Ia tak punya gaun untuk pesta, ia bingung mau bilang apa tidak. Setelah ia pikir-pikir akhirnya ia memutuskan untuk memberi tahu Fery.
"Tuan nantikan ada pesta maaf kalau aku tidak ikut giman.?" Tanya Silvi takut.
"Kenapa nggak ikut kan Lo kemarin udah janji sama gua mau ikut."Jawab Fery.
"Tuan muda saya nggak punya gaun untuk pergi ke pesta, takutnya malu-maluin tuan muda nanti saat di pesta."
"Yaampun masalah itu doang, nanti lo ke mall sama kesalon sama gua."
"Tap...tapi tuan nggak usah." Ucap Silvi gagap.
"Nggak boleh nolak harus, habis makan kita ke mall."
Mereka selesai makan, Silvi berganti baju dan Fery mereka berdua mulai berangkat ke mall untuk memilih gaun pesta dan membeli kado.
Setengah jam kemudian sampailah di mall, ia begitu agak minder berjalan sesandingan dengan Fery. Namun Fery malah menggandengnya untuk berjalan di sandingnya. Sesampai di toko baju, ia langsung disuruh memilih gaun serta di bantu oleh pelayan toko. Ia mencoba gaun pertama begitu feminim, lalu meminta pendapat Fery namun ia tidak suka dengan gaunnya terlalu kalem. Ia mencoba yang kedua sampai Silvi lima kali berbolak-balik ganti gaun akhirnya yang keenam sangat cocok untuk Silvi. Gaunnya begitu elegan tidak terlalu mencolok. Setelah membeli gaun Silvi diajak ke Toko Baju untuk hadiah kado. Silvi membeli jam tangan Rolex Antimagnetique, sebenarnya ia ingin beli jam yang biasa saja pakai uang ia sendiri namun Fery menolak. Malah ia ingin membayari semua itu. Akhirnya Silvi pasrah takutnya Fery marah. Lalu Fery membelikan Sepatu Swarovski Nike Fila Fx2 untuk hadiah kado. Silvi terheran-heran kenapa Fery membelikan kado yang sangat mahal-mahal itu harganya saja lebih dari lima juta, namun ia langsung menghilangkan pemikiran tersebut ya karena wajar saja ia kan juga dari keluarga konglomerat. Setelah membeli kado Fery mengajak Silvi ke salon untuk mendandani wajahnya.
Sesampai di Salon Silvi langsung di suruh untuk di make up. Ia merasa agak risih untuk make up karena ia tidak terlalu suka berdandan. Namun semua ia tahan agar ia bisa berpenampilan cantik di depan Fery. Riasannya akhirnya selesai, Fery melihat wajah Silvi begitu terkejut. Ia begitu sangat berbeda dengan Silvi sebelumnya. Silvi sekarang begitu cantik, anggun, dan lembut. Ia memandangi Silvi tanpa berkedip. Hatinya semakin ingin memilikinya. Sepertinya benih-benih cinta mulai tumbuh dari hati Fery. Dan harapan Silvi ingin memiliki Fery mungkin akan terwujud. Lalu mereka berdua berangkat ke pesta ulang tahun.
Akhirnya mereka berdua sampai di pesta itu. banyak sekali orang-orang disana termasuk orang-orang yang kaya dan semua berpenampilan sangat mewah, glamor dan anggun. Mereka berdua mulai memasuki pesta itu. Fery menjulurkan tangannya dan membantu Silvi untuk keluar dari mobil. Mereka berdua berjalan seperti sepasang kekasih. Saat sampai di dalam Silvi terkagum dengan keindahan pesta itu. Semua dihiasi dengan cantik dan sangat mewah, ia melihat sampai melongo.
Tiba-tiba teman Fery datang.
"Hai Bro udah datang, dari tadi atau barusan." Tanya temannya yang bernama lucky. Iya, lucky adalah temannya Fery yang sekarang sedang mengadakan pesta ulang tahun.
"Hai, gua barusan datang kok, HBD ya bro panjang umur sehat-sehat selalu ya, ohh ya ini kado untuk lo" Ucap Fery memberi selamat.
"Ah, iya makasih Fer, kadonya kelihatan kecil tapi kayaknya berat deh dua-duanya hehehhee." Ucap Lucky sambil cengengesan.
"Ini siapa Fer di samping lo, baru lagi ya." Tanya lucky sekali lagi.
"Ahhh ini kenalin pacar aku." Jawab Fery.
Sontak Silvi langsung kaget mendengar perkataan Fery. Pikirannya langsung ambyar. Hatinya mulai gaduh antara ia ingin senang atau sedih. Silvi mendengar perkataan Fery seperti ia bermimpi entah seperti nyata atau hanya halusinasi. Ia mencoba mencubit Fery untuk melihat kenyataan atau hanya halu. Ternyata semua itu nyata di mata Silvi. Ia mulai gugup.
"Salam ke...kenal ya..nama ku Sil...Silvi" Ucap Silvi gugup.
"ahh iya salam kenal juga nama ku Lucky." Jawab lucky.
"Bro pacar lo berbeda nggak kayak kemarin siapa tuh, Nora iya mantan lo itu terlalu bar-bar, kalau pacar Lo yang ini sangat kalem dan lembut andaikan gua kenal lebih dulu dari Lo pasti gua sikat." Ucap lucky berbisik pada Fery.
"Ahh apaan sihh, jangan coba-coba ya." Ucap Fery lirih.
mampir juga ya ke karyaku judulnya
"ANGKASA :salam penghuni bumi"
Ijin promosi juga untuk karya saya,
DELAPAN PUSAKA : AMARAH HARIMAU
ceritanya menarik lanjut aku pantengin terus 😍😍