Jauh-jauh Arumi kuliah keluar negeri untuk belajar sekaligus melupakan mantan kekasihnya, namun takdir malah mempertemukan mereka kembali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dea Nur Shaviera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Celine
"Ada apa Ma?"tanya Kenan pada intinya dengan mamanya yang sangat aneh sikapnya hari ini.
"Di ruang keluarga sedang ada om Juna dengan Celine, kamu temui mereka dahulu ya"ucap Tiara yang membuat Kenan berjalan ke ruang tengah yang diikuti mamanya dibelakang.
"Malam om"sapa Kenan pada teman bisnis papanya, sekaligus Celine yang sudah dianggapnya adik perempuan.
"Malam Ken, akhirnya om bisa bertemu denganmu"ucap Juna tersenyum tulus.
"Kak Kenan"ucap Celine yang tersenyum manis pada Kenan yang duduk dihadapannya sekaligus duduk disamping Kiara.
"Kakak sibuk ya sudah lama sekali tidak bermain kerumahku?"tanya Celine.
"Lumayan sibuk, pekerjaanku banyak"ucap Kenan yang datar pada Celine.
"Kak, temani Arumi didepan. Dia ada diruang tamu sendiri"bisik Kenan pada Kiara yang sangat tidak enak membiarkan Arumi menunggu seorang diri.
"Hanan, temani mami dulu yuk"ucap Kiara pada putra kecilnya yang sangat tampan.
"Oke mami"ucap Hanan yang menggandeng tangan Kiara berjalan keluar ruangan keluarga.
Dan benar saja Arumi sudah terlihat bosan menunggu disofa dengan wajah yang bete memainkan ponsel yang ada digenggamannya saat itu.
"Kakak cantik!"teriak Hanan yang berlari melihat kedatangan Arumi yang sedang duduk disofa ruang tamu.
"Jangan lari-lari sayang"ucap Arumi dengan lembut sambil mencubit hidung mancung Hanan dengan pelan.
"Aku rindu kakak!"ucap Hanan yang duduk dipangkuan Arumi dengan manja.
"Kakak lebih rindu Hanan"ucap Arumi dengan senyumnya yang manis.
"Arumi, udah lama?"tanya Kiara yang tersenyum pada Arumi yang sedang fokus bercanda dengan putranya.
"Lumayan kak, Kenan kemana?"tanya Arumi.
"Aku buatkan kamu minum dulu ya"ucap Kiara yang langsung berjalan ke dapur untuk menghindari pertanyaan itu, karena Arumi sangat mengetahui dirinya.
Arumipun terdiam melihat gelagat Kiara yang menurutnya sangat aneh hari ini, ditambah Tante Tiara saat menyambutnya di rumah ini sangat aneh sekali, membuat dirinya curiga.
"Kakak mencari om ya?"tanya Hanan.
"Memang Hanan tau, om Kenan kemana?"tanya Arumi dengan cantik.
"Om Kenan sedang bertemu dengan tante Celine, aku tidak suka dengan tante itu!"ucap Hanan dengan wajah yang ditekuk.
"Jangan seperti itu Hanan, memangnya tante Celine itu siapa?"tanya Arumi yang ingin mengetahui kejujuran dari mulut anak kecil yang tak berdosa saat ini.
"Kata kakek, dia itu akan menjadi istri om Kenan"ucap Hanan yang membuat Arumi tersenyum getir mendengar penuturan dari mulut bocah kecil itu.
...✴️...
Sedangkan disatu sisi Bima, Tiara dan Kenan sedang duduk bersama keluarga Wijaya di malam hari, karena keluarga Wijaya memang lumayan dekat dengan Keluarga Abraham terlebih lagi mengingat Celine mencintai Kenan.
Dan Kenan sudah terbiasa dengan kedatangan keluarga Wijaya dirumah besarnya, dengan obrolan orangtua mengenai bisnis serta candaan yang menurut Kenan itu biasa aja, entahlah urusan apalagi hingga keluarga Wijaya menunggu kedatangannya sampai dirumah.
"Kenan, kamu sudah mengenal Celine cukup lama. Menurutmu, dia perempuan seperti apa?"tanya Juna pada Kenan.
"Dia baik"ucap Kenan.
"Apa kamu tidak menyukai Celine?"tanya Bima pada putra satu-satunya.
"Dia adikku, Pa"ucap Kenan yang tau inti dari pembicaraan mereka.
"Apa kak Kenan tidak pernah menganggap aku sebagai seorang perempuan?"ucap Celine yang tidak terima dengan penuturan yang diucapkan oleh Kenan.
"Kamu itu memang seorang perempuan, dan aku hanya menganggapmu sebagai adik"ucap Kenan dengan datar.
"Tapi Celine suka kak Kenan!"ungkap Celine yang kesal dengan jawaban dari mulut Kenan.
"Aku capek, mau ganti baju dulu, permisi"ucap Kenan yang langsung keluar dari ruang keluarga berjalan ke ruang tamu.
Saat Kenan melihat ke arah ruang tamu, tidak ada sama sekali Arumi dan yang ada hanya kakaknya Kiara yang sedang bermain mobil-mobilan dengan Hanan.
"Kak, Arumi kemana?"tanya Kenan.
"Pulang"ucap Kiara dengan santainya.
"Kenapa ga pamit denganku? Kan bisa aku antar!"ucap Kenan.
"Hanan, kamu ke kamar dulu ya. Mama mau bicara sama om kamu ini"ucap Kiara yang membuat Hanan berlari masuk ke kamarnya membawa mobil mainannya.
Kenanpun melangkahkan kakinya, namun dicegah oleh Kiara untuk keluar dari rumahnya mengingat masih ada keluarga Wijaya yang datang khusus menemui Kenan.
"Dia butuh waktu Kenan"ucap Kiara.
"Aku akan menjelaskannya!"kukuh Kenan.
"Menjelaskan apa?! Kamu membiarkan dia menunggu kamu 1 jam lebih berada didalam, terlebih lagi Om Juna sangat menginginkanmu menjadi calon menantunya"ucap Kiara.
"Tapi kak!"
"Masuklah ke kamar dan istirahat, besok kamu bisa bertemu dengannya dikantor!"ucap Kiara.
"Apa menurutmu aku bisa istirahat, sedangkan pikiranku ada di Arumi!"ucap Kenan yang tidak suka dicegah dengan kakaknya.
"Kalian ini bersaudara, udah tua juga tapi masih aja ribut, kenapa sih kalian ga bisa akur?"tanya Tiara yang melihat keributan diruang tamu yang ternyata ulah kedua anaknya yang sedang berdebat.
"Ini mah, Kenan mau pergi nemuin Arumi dan udah tau dirumah kita sedang ada keluarga Wijaya"adu Kiara pada mamanya untuk membujuk adiknya yang menjengkelkan dan sudah kelewat bucin parah dengan Arumi.
"Kenan yang dibicarakan kakak kamu itu benar sayang, Arumi butuh istirahat dan besok juga kalian bisa bertemu di kantorkan?"ucap Kiara yang membuat Kenan berjalan ke kamarnya tanpa mengeluarkan suara apapun lagi.
...✴️...
Di pagi harinya, Arumi sengaja datang terlambat karena dia memang sengaja ingin mencari gara-gara dengan Kenan yang membuatnya kesal tadi malam.
Ponsel milik Arumi berdering, membuat perempuan itu mengangkat dan ternyata dari Adimas, kakak senior kampusnya yang saat itu bertemu selesai rapat diperusahaannya.
Hingga 15 menit Arumi menelfon dan segera mematikan telfon itu segera, karena dirinya sudah berada di depan ruang CEO yang sudah dipastikan ada Kenan.
"Benar-benar menyebalkan!"gumam Arumi berjalan masuk dengan ragu keruang Kenan, tidak lupa juga dirinya menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarakannya.
"Assalamualaikum mbak"ucap Arumi dengan senyum diwajahnya.
"Wa'alaikumsalam"ucap Gita yang membalas salam Arumi. "Kamu kemana aja?"
"Adikku sedang sakit, jadinya aku harus mengurus dia dulu. Maaf ya mbak"jujur Arumi, cuma jalannya agak diperlama aja makanya membuat dirinya telat.
"Ini berkas, tolong kamu berikan ke Pak Kenan ya"ucap Gita memberikan setumpuk berkas yang berada di map pada Arumi.
"Arumi, tolong jelaskan ke dia juga. Sepertinya dia sangat khwatir padamu. Tadi Pak Kenan menanyaimu padaku"ucap Gita pada Arumi yang langsung melirik ke arah Kenan yang sedang sibuk dengan laptopnya sekilas.
"Iya mbak, akan aku jelaskan"ucap Arumi dengan senyum dipaksakan berjalan ke arah laki-laki yang sedang sibuk dengan laptopnya.
...*****...
Jangan lupa untuk dukung novel ini terus ya! 😊
JANGAN LUPA KLIK LIKE YA! 🙏
JANGAN LUPA KLIK FAVOURITE! ❤
JANGAN LUPA KOMEN DAN VOTE YA!
TERIMA KASIH! 🤗
Lanjut thor