Kakak angkat ini bertemu setelah 10 tahun berpisah dengan adik angkatnya, bagaimana jadinya setelah pertemuan mereka tumbuh benih - benih cinta.
Lama kelamaan mereka menjalin hubungan backstreet sebagai kekasih bukan hubungan sebagai saudara tanpa diketahui oleh siapapun.
"Ini tidak benar Fer, apa yang kita lakukan salah...dan tidak seharusnya kita melakukan hal sejauh ini...."ucap Alya Putri Pratiwi dengan isak tangis dalam pelukan sang kekasih.
"Ststst....Cinta tidak pernah salah....dan apa yang kita lakukan atas dasar cinta tanpa adanya paksaan....i love you..." hibur Ferdi sang adik sekaligus kekasih Alya.
Hingga hubungan mereka terbongkar oleh orang tuanya. Bagaimana kisah cinta mereka? apakah mereka harus berpisah atau cinta mereka semakin kuat tak terpisahkan?
Ayo baca terus agar tidak penasaran dengan kelanjutan hubungan mereka.
Ini karya pertamaku semoga dapat menghibur para pembaca dan dukung terus dengan like dan votenya ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aura Dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan malam
Setelah istirahat sejenak sambil menatap ruangan yang sudah lama dia tinggalkan, Alya membersihkan diri lalu mengganti bajunya dan duduk dimeja rias untuk sedikit berdandan.
Lalu duduk disofa dengan memegang ponselnya. Dia akan menelpon ayahnya untuk memberitahu kabarnya. Alya menekan nomer ayahnya dan menelponnya, tidak ama telponnya diangkat oleh Danu.
" Hallo nak…" sapa Danu yang masih bekerja dikantor karna disana waktunya masih sore.
" Hallo yah… Alhamdulillah yah aku sudah sampai dan sekarang sedang dikamar Alyalya yang lama.
Mereka mengobrol lewat ponselnya hingga Alya menyudahi pembicaraan mereka karna pintu kamar yang diketik dari luar.
" Yah sudah dulu ya ada yang mengetuk pintu..." kata Alya.
" Iya nak…" salam buat Adi sama Sandra..." pesan Danu.
" Iya yah... nanti Alya sampaikan by ayah..." Alya menutup telponnya.
Tok...tok...tok...pintu kamar masih diketuk dari luar.
Alya membuka pintunya dan dilihatnya wanita baya yang sudah dikenalnya sejak dia masih bayi, dia adalah asisten rumah tangga yang sudah lama bekerja di keuarga Adi Wijaya, dia adalah bik sumi.
" Bik Sumi apa kabar...?" sapa Alya yang dipanggil hanya diam saja.
' Siapa gadis cantik ini , kok bisa mengenaliku' batin bik Sumi masih menatap alya dengan alis berkerut bingung masih mematung didepan pintu.
" Maaf non.... non siapa ya?" tanya bik sumi ragu.
" Masak bibi gak ingat sama aku, aku Alya bik dulu aku tinggal disini..." mendengar itu bik Sumi langsung memelototkn matanya tidak percaya.
" Non Alya..!" beneran ini non Alya.."bik Sumi masih bertanya tidak percaya.
" Iya bik masak sudah lupa sama Alya..." ujarnya dengan mengerucutkan mulutnya.
" Maaf non saya tidak mengenali non, habisnya non tambah cantik bikin bik Sumi pangling...hehehe..." jawab bik Sumi terkekeh benar benar senang bisa bertemu kajikan cantiknya yang sudah di rawatnya dari kecil.
Mereka berpelukan sebentar,
" Apa kabarnya bik..?" tanya Alya melepas pelukannya.
" Alhamdulillah bik Sumi sehat non..." jawabnya dengan senyum merekah.
" Oh ya non... saya disuruh tuan besar manggil non, makan malam sudah siap, non disuruh turun untuk makan malam bersama..." kata bik Sumi dan Alya hanya menganggukkan kepalanya.
" Kalo begitu saya turun dulu non, mau bantuin nyonya didapur.." pamitnya.
" Iya bik.." jawab Alya.
Lalu bik Sumi turun kebawah dan Alya keluar pintu mau menutup pintunya, tapi dari samping kamarnya juga terlihat seseorang membuka pintu kamar dan ternyata dia Ferdi tanpa Alya ketahui kamar mereka bersebelahan.
Mereka saling bertatapan sejenak, Alya berusaha tersenyum.
' Ternyata kalo gak pake kacamata tampan juga nih adik gue' batin Alya tersenyum.
Ferdi menatapnya dengan tajam.
" Apa lo senyum senyum sendiri, kesurupan lo..!!" teriak Ferdi melihat Alya tersenyum sendiri.
Seketika mata Alya terbelalak menatap tajam Ferdi karna mendengar ejekan Ferdi.
' Nyesel gue bilang ia tampan, ternyata dia cowok yang nyebelin' batin alya menatap ferdi tajam
' Sebenarnya cantik juga nih cewek, tapi sayang gue gak suka lo tinggal dirumah gue.' gumam Ferdi dalam hati masih menatap Alya
Lalu memalingkan wajahnya dan berjalan dengan sengaja menabrak bahu Alya tanpa merasa bersalah dia langsung menuju kearah tangga dan turun ke meja makan.
" Auwww..." pekik Alya kaget memegang bahunya yang sengaja ditabrak Ferdi.
Alya hampir saja jatuh jika dia tidak berpegangan pada gagang pintu, dia mendesah berat melihat sikap dingin adiknya tersebut. Lalu Alya turun kebawah.
Di meja makan sudah ada Adi dan Sandra yang duduk bersebelahan sementara Ferdi duduk di depan papanya seperti biasa, saat Alya datang dia bingung harus duduk dimana sedangkan tempat duduk yang tersisa hanya ada di sebelah Ferdi.
" Sini sayang ayo duduk disebelah Ferdi..." panggil Sandra karna Alya diam saja bingung.
Alya berusaha tersenyum dan duduk dengan kesal disebelah Ferdi.
Sebenarnya meja makan keluarga itu ada 2 tempat , yang sekarang mereka tempati memang untuk makan bersama keluarga inti jadi hanya ada 4 kursi saja. Dan meja makan satunya besar dan banyak untuk makan bersama keluarga besar atau ada tamu lainnya.
Alya duduk dan mereka memulai makan malamnya.
" Wah makanannya banyak banget mah.." melihat makanan yang banyak memenuhi meja tersebut yang dimasak sendiri oleh Sandra.
" Iya sayang kan ini hari spesial, menyambut kedatangan putri kesayangan mama dirumah ini lagi, jadi mama masak makanan kesukaan kamu..." jawab antusias Sandra dengan senyum merekah.
" Trima kasih mah…" jawab Alya dengan tersenyum.
" Ya sudah ayo makan nanti keburu dingin jadi gak enak nanti" kata papa memberi perintah.
Mereka makan dengan sedikit mengobrol.
" Masakan mama memang the best, aku sangat suka masakan mama..." ujar Alya senang sambil menyuap makanannya ke dalam mulut.
" Setiap hari kamu bakalan makan masakan mama..." jawab Alya.
Adi dan Ferdi makan dengan diam mendengar obrolan kedua wanita disampingnya.
" Nanti kita masak sama - sama biar kamu tau makanan kesukaan Ferdi.." kata Sandra
" Uhuk...uhuk..." Ferdi tersedak mendengar ucapan mamanya.
" Pelan - pelan dong Fer makanya..." memberikan air putih untuk putranya.
" Lagian kenapa harus kasih tau makanan kesukaanku..!!"timpal Ferdi tidak terima
" Kalo makanan mama sama papa Alya kan sudah tau, dia belum tau apa aja kesukanmu yang sekarang kalo dulu Alya tau apa kesukaan kamu….ya gak sayang...." jawab Sandra santai dan Alya hanya mengangguk.
" Gak perlu...!!" teriak Ferdi melirik sebelahnya.
" Aku gak suka orang lain mengetahui semua tentang aku...." menatap Alya tajam.
" Dia bukan orang lain Ferdi..! dia kakak kamu, jadi bersikap baiklah padanya...." sahut Sandra.
" Dia bukan kakakku..! dia hanya orang asing yang bisa tinggal dirumah ini..! jawab Ferdi dengan suara keras.
" Ferdi…!!" bentak Adi hingga membuat Ferdi diam.
" Bagaimanapun juga dia itu kakak kamu, jadi bersikaplah baik dan sopan padanya…" Adi menasehati putranya dengan merendahkan suaranya.
" Kita ini keluarga dan sudah sepatutnya kita saling menyayangi…" tambah Adi
" Lagian kalian kan tinggal bareng bersama kita, jadi kalian akan sering bertemu jadi papa harap kalian bisa akur seperti dulu.." lanjutnya.
" Iya dulu kalian itu selalu bersama saling menyayangi bahkan dulu kamu itu gak mau berpisah dari kakak kamu..." Ferdi merasa kesal mendengar oemelan papa da mamanya, hari ini kepalanya rasanya sudah panas ingin melampiaskan amarahnya.
Sedangkan Alya hanya diam saja menatap makannya tanpa ingin menyentuhnya.
" Sudahlah ma.. pa.. mungkin Ferdi hanya belum terbiasa Alya dirumah ini, dia masih butuh waktu untuk bisa menerima Alya lagi, nanti lama kelamaan dia akan mengenalku sebgai kakaknya lagi dan kami pasti bisa saling menyayangi seperti dulu..." kata Alya berusaha meredamkan kekesalan orang tuanya terhadap Ferdi.
Sebenarnya dia juga merasa kesal dan sakit hati akan penolakan Ferdi yang secara terang terangan mengatakan bahwa dia tidak menyukainya atau bahkan membencinya
eh tunggu2 kok ada nama tiara yg sllu disebut oleh author🤔