Menceritakan tentang kisah kasih anak remaja yang kental dengan komplik persahabatan dan percintaan.
Ketika upik abu sudah menjadi cinderlela namun sang pangeran malah pergi meninggalkannya?
Itulah yang terjadi kepada Raisa Rachmadinata.
Akankan Icha akan kembali menemukan pangeran pujaan hatinya?.
Yuk simak terus ya ROMANTIKA REMAJA Season 2 di episode 75 😎😎😎😎
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebelas..
Riky menggedong Icha yang masih belum sadarkan diri.
"Nyusahin banget sih lo.." Dengus kesel Riky saat berjalan sambil menggendong tubuh Icha.
Riky menyenderkan tubuh Icha di kursi depan mobil kerennya itu.
"Dasar culun.." Dengus Riky lagi saat menyenderkan tubuh Icha.
"Biar saya yang mengantar dia pulang pak, saya kenal sama gadis ini.." Sahut Riky pada Pak Satpam.
Pak Satpam meng-iyakan. Lalu Riky segera masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya meninggalkan sekolah Rajawali Jakarta.
"Harus bawa kemana nih cwe culun?" Gunam Riky melirik ke arah Icha yang masih pingsan.
"Eh lo itu nyusahin gue tau..Ayo bangun ? pingsan kok lama banget sih.. Cepetan bangun culun agar gue bisa tau alamat rumah lo.." Gerutu Riky lalu menghentikan dulu perjalanannya.
"Eh..bangunn.." Kata Riky sambil menggoyang-goyangkan kedua pipi Icha dengan tangan kirinya.
Saat itu posisi wajah Riky dengan wajah Icha sangat dekat sekali, terlihat jelas raut wajah Icha yang sebenarnya sangat cantik nan manis.
'cantik nya natural..' Batin Riky seraya tersenyum tipis lalu merapihkan rambut Icha yang sedikit menutupi wajah Icha.
"Sayangnya Culun.." Kata Riky masih senyum merekah di bibirnya.
Icha tersadar.
Perlahan-lahan ia membuka kedua kelopak matanya. Saat membuka lebar ia sangat terkejut karena wajah Riky sangat dekat dengan wajahnya , sontak Icha mendorong kasar bidang dada Riky.
"Mau ngapain kamu?" Bentak Icha.
"Kamu mau jahatin saya ya.." Bentak Icha lagi.
"Eh culun siapa juga yang mau jahatin lo.. OGAH BANGET..Bukannya bilang terimakasih malah dorong-dorong gue. Eh kalo gak ada gue lo pasti masih terkurung didalam gudang." Gerutu Riky agak kesal.
"Nama lo Icha kan.." Sahut Riky agak dingin.
Icha mengangguk.
"Dimana alamat rumah lo? Gue mau anterin lo pulang..."
"Lagian kenapa sih lo itu bisa terkurung di dalam gudang..Nyusahin gue aja. Nyesel gue datang kesekolah." Riky terus nyerocos bikin Icha pusing di buatnya.
"Kamu banyak ngomong yaa..kepalaku jadi pusing tau gak.." Gerutu Icha kesal.
"Kalo gak ikhlas ya udah gak usah nolongin. Biar saya pulang sendiri saja..Aku bisa kok."
Icha keluar dari mobilnya Riky.
Riky tidak menahannya, ia terus memasang wajah kesel dingin bin datar.
Saat hendak melangkahkan kakinya entah kenapa masih terasa lemes. Icha sedikit jongkok 'kenapa lemes sekali se-akan-akan susah sekali untuk melangkah.' Batin Icha.
Riky diam-diam memperharikan Icha dari kaca spion mobilnya.
Riky keluar dari mobilnya menghampiri Icha , setelah mendekati Icha sontak Riky menggendong tubuh Icha kembali dengan wajah datar tanpa kata.
"Dimana alamatnya?" Tanya Riky setelah ia duduk didepan stir mobil.
"Dijalan Anggrek No 17 memasuki perumahan Elite." Jawab Icha gugup. Karena jantungnya berdegup sangat kencang sekali lebih cepat di bandingkan getaran tadi saat bersama Reyhan.
Skip...
Mobil Riky tiba di depan rumah mewah Icha , satpam penjaga rumah Icha segera membukakan pintu gerbangnya. Mobil Riky berhenti di delan halaman rumah Icha.
"Masih kuat berjalan gak?" Tanya Sinis Riky dengan manik mata melirik ke arah Icha.
"Sepertinya kuat.."
Icha keluar dari dalam mobil Riky , melangkah perlahan-lahan. Riky sangat gemes melihat Icha berjalan bagaikan bebek . Riky keluar dari mobilnya lalu merangkul kedua bahu Icha , memampang Icha berjalan.
Keduanya kembali saling tatap-tapan.
Deng..
Deng..
Deng..
Vita membuka pintu rumah karena mendengar ada suara mobil , karena saat itu Vita sedang berada di luang tengah.
Deng..
deng..
Deng..deng..
Vita sangat shock setengah mati saat di hadapannya ada Riky merangkul bahu Icha seraya tatap-tapan. Terlihat sangat mesra dan romantis.
Vita sangat marah dan cemburu kepada Icha, suara Nafasnya yang terdengar menandakan kemarahan Vita .
"ICHAAA...." Teriak Vita memanggil nama Icha, merusak suasana Riky dan Icha yang asyik saling ber-tatap-tatapan.
.
...