NovelToon NovelToon
Initium Saga

Initium Saga

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Chicklit / Tamat
Popularitas:87.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: hafitria_571

Lunna itu cuma anak kelas sebelas SMA. Rada julid, lumayan kalem, irit komentar, tapi kadang bisa juga cerewet bin rempong. Tapi walau kadang mukanya keseringan datar, Lunna itu sebenarnya asyik kok.

Lunna punya temen cewe. Namanya Kira, panjangannya Arkiera, guru-guru sering salah manggil, disebut lebih bagusan kalau Aksara.

Lunna juga suka novel fantasi. Tapi apa dia tahu... kalau sihir itu sesungguhnya ada? Bahkan pada dirinya sendiri?

Lunna itu rahasia, misteri dengan sejuta kata.

Lunna itu berbahaya, tapi juga amat memesona.

Kau tahu legenda tentang Razenskalavia? Negeri dongeng yang jauh di dimensi sihir sana? Karena ternyata, Lunna adalah anggotanya....

'Hello, Bangsawan Razenskalavia... masih ingat dengan Mitos Balaur dan Wiz?'~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hafitria_571, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PART 11

"Ba... Bagaimana ini?" tanyanya terbata.

Drole melirik sekilas wajah manusia di sampingnya. Gadis yang tergolong tinggi itu terlihat pucat. Drole menajamkan setiap indera yang dimilikinya.

Bagaimanapun juga, ia jauh lebih tahu dunia ini daripada Lunna. Karena ia berasal dari sini, walau sebelumnya ia tak pernah ke Lembah Iblis. Apa lagi yang ia ketahui tentang tempat terkutuk ini?

Orang yang dimangsa pemimpin roh jahat jelas akan meninggal. Tapi kalau sampai dijadikan budak, orang itu hanya akan jadi tumbal. Boneka berjalan yang dikendalikan.

Drole bisa bernapas lega, karena ia hewan. Hewan punya naluri dan akal yang tidak bisa dikuasai roh. Mereka hanya mampu memegang kendali atas jiwa manusia. Apalagi manusia murni, dalam artian bukan keturunan Orion dan berasal dari bumi.

"Aku tidak tahu cara mengalahkan mereka," Drole akhirnya berbisik setelah tiga detik merenung. Memang benar. Ia tak menemukan cara apapun untuk melawan roh hitam itu. Bahkan setelah menggali ingatan dengan keras di otak mungilnya.

Drole melayang satu meter di dekat Lunna. Berjaga, dan berusaha tidak terpisah dari anak manusia itu. Karena ia belum memastikan apakah Lunna ada kaitan dengan aktifnya portal rainbow atau tidak. Jadi ia hanya bisa memastikan bawa roh itu tidak menyentuh kulit Lunna.

Roh roh jahat itu melayang dengan lengannya yang melambai. Mereka berputar-putar mengelilingi Lunna dan Drole. Berputar pelan, seakan menikmati wajah mangsanya yang ketakutan. Diam menciut bagai tikus di hadapan singa.

Lunna melihat batu di tanah yang terkena cahaya hijau Drole. Batu hitam yang mengkilap. Mungkin batu beku itu berasal dari lava asli yang butuh ratusan tahun untuk mengkristal. Karena ia tak pernah melihat batu sebening itu sebelumnya.

Oke, kembali ke situasi ini...Apa reaksi mereka jika ia melempar batu? Lunna melirik ke arah Drole lalu menunjuk batu dengan gerakkan mata. Meminta persetujuan. Drole terlihat tidak mengerti dengan kodenya. Lunna menggigit bibir. Lalu kemudian memantapkan hati. Baiklah, ia akan coba.

"Terima ini roh jahat!" Lunna melempar batu ke salah satu roh itu. Drole sontak kaget dengan tindakannya. Hewan itu tak menyangka kalau hal ceroboh itu yang Lunna maksud.

Batu itu ternyata menembus, tidak melukai sama sekali. Karena memang, roh hitam itu bagaikan kabut asap yang menggumpal dan terkendali oleh kekuatan jahat. Secara fisik mereka tidak nyata. Tindakan Lunna hanya membuat para roh tersebut semakin marah.

Lunna menepuk dahi, harusnya ia tahu sejak awal. Fakta itu jelas-jelas terpampang nyata. Drole mengeluh tertahan. Situasi ini semakin mencekam dengan tindakan gegabah barusan.

"HEY!!!" Lunna berseru tak terima saat dua roh memegang tangannya.

Awalnya hanya terasa seperti asap dingin yang menyentuh kulit. Tapi lama kelamaan berubah seperti serabut tali hitam yang melilit. Semakin lama semakin kencang.

Kedua roh itu menyeret Lunna mundur. Gadis itu memberontak, tapi para roh itu malah semakin ganas. Mereka menghentakkan tubuh korbannya, lalu dengan sadis terus menyeret. Membuat wajah putih Lunna menyapu tanah. Lunna terbatuk. Jadi begini toh rasanya mencium permukaan bumi, ada sensasi goresan yang tidak manusiawi.

Drole yang berada tak jauh dari Lunna dikelilingi beberapa roh jahat. Cahaya hijau kucing itu meredup. Aura mencengkam sepertinya berpengaruh terhadap sistem kerja kekuatannya.

"KHIIIII!! KHHIIII!!"

Mereka menjerit seakan tercekik pada Drole. Terlihat sangat membenci keberadaan makhluk bercahaya di kawasan gelap milik mereka. Tunggu- mungkin mereka benci cahaya. Mungkin itu kelemahan mereka!

"Drole! Bersinarlah lebih terang!!" seru Lunna sekeras mungkin.

Drole mengangguk. Paham akan maksudnya. Dia menutup mata, kosentrasi penuh. Tubuhnya semakin bercahaya. Awalnya para roh jahat itu berputar-putar marah. Namun tak lama kemudian mereka terbang mundur secara perlahan. Menjauh dari cahaya menyilaukan Drole.

Berhasil, pekik Lunna dalam hati. Drole terbang cepat sambil terus bercahaya ke arahnya. Kedua roh yang menangkap dirinya melepaskan lilitan mereka.

Lunna jatuh berlutut, terengah-engah. Di dekat para roh itu terasa samakin mencekik leher, benar-benar tidak ada oksigen. Paru-parunya seakan di tutup paksa. Jika lebih dari tiga menit, ia yakin ia bisa mati muda di tempat tak layak ini.

Akhirnya belasan roh tadi mulai menjauh. Tidak berselera untuk melawan. Cahaya silau dari Drole mengikis nafsu memakan yang mereka miliki. Tapi tidak seutuhnya, karena bisa dilihat, mereka tidak sepenuhnya meninggalkan lokasi di mana dua makanan yang jarang tersedia mendadak muncul.

"Nona baik-baik saja?" Drole memegang pundak Lunna. Bertanya khawatir. Lunna menyipitkan mata, silau dengan cahaya alami di tubuh Drole. Ia mengangguk.

"Kalau begitu...ayo kita pergi," ajak Drole. Lunna berdiri, dengan Drole yang setia menuntun jalan.

Mereka mulai melanjutkan perjalanan. Berlari-lari kecil di antara pepohonan gosong yang berusaha menangkap dengan sulur-sulur akarnya. Lunna jatuh bangun, kelelahan. Drole pun jadi khawatir dengan kondisi fisik nonanya.

"Nona masih kuat kan? Kita tidak bisa berhenti di sini, akan sangat berbahaya. Lihat!–" Drole menunjukkan dengan kepalanya. "–para roh itu akan mendekat saat cahaya ku meredup. Mereka tidak akan membiarkan kita lolos begitu saja," Drole mencoba menyemangati.

"Masih berapa jauh?" tanya Lunna lemah. Energinya seakan tersedot habis. Tak bersisa bahkan hanya untuk mengeluarkan suara yang lebih keras.

"Kira-kira tiga kilometer lagi."

Hah? Lunna menaikkan alis, mengeluh dalam hati. Drole kembali membantunya berdiri. Menurunkan kecepatan terbangnya agar ia tidak semakin melemah.

Lunna masih bisa melihat para roh itu di sekeliling mereka. Para roh hitam itu memandang dengan tatapan ganas. Gusar karena tidak bisa mendekat. Mereka hanya terbang radius lima meter. Depan, belakang, kiri, dan kanan. Dimana-mana ada roh jahat.

Lima belas menit berlalu, tiba-tiba Drole berhenti. Dia menatap sekitar dengan tajam. Cahaya hijaunya semakin terang benderang. Kucing itu seakan tahu ada yang datang. Kesiur angin pengap menerpa dengan kencang.

Para roh di sekitar mereka secara bersamaan langsung pergi menjauh. Seakan tidak mau berpapasan dan terlibat dengan apa pun yang akan datang. Sepertinya ini lebih buruk,

apalagi mereka masih harus menempuh dua kilo lagi.

"Ada apa Drole?"

"Gawat. Pemimpin mereka datang untuk mengambil alih," Drole menjawab serius.

"Hah?" Lunna mendengus putus asa mendengarnya.

Angin menderu semakin kencang dan dingin. Membuat merinding, dengan bulu kuduk yang meremang. Apa ini tanda-tanda makhluk halus kasta tertinggi datang?

Dari balik pepohonan gosong muncul bayangan merah bersemu hitam dengan ukuran tiga kali lebih besar dari pada roh-roh jahat lain. Namun bentuknya sama dengan roh kecil. Hanya seperti bayangan asap hitam berbentuk manusia tanpa kaki dengan jubah besar menutup kepala hingga bawah.

"Ya ampun–" suara Lunna tersangkut di tenggorokan. Ia mematung melihatnya. Begitu pula dengan Drole.

"HAHHAAHAHAHA!! KHAAAA!!!"

Pemimpin roh jahat itu berteriak menggelegar. Bersamaan dengan itu petir di langit menyambar. Kilatan cahaya menerangi daerah kerontang itu sepersekian detik. Membuat Lunna dan Drole kaget setengah mati. Angin yang ditimbulkannya pun seperti angin topan, membuat mereka hampir terdorong mundur.

"Emm... Ma... Maaf, kami hanya numpang lewat," suara Drole bergetar.

"KHAAAAA"

Angin topan berbau pengap menerjang kebih kuat. Lunna dan Drole terseret sepuluh meter ke belakang. Lunna jatuh berguling-guling di tanah, mengenai bebatuan yang membuat luka gores dan memar di tubuh.

Sedangkan Drole terlempar menabrak pohon. Lalu jatuh ke tanah. Cahaya hijau hewan itu meredup. Lunna mengusap wajahnya yang penuh tanah. Pakaian rapi yang tadi ia kenakan kini kusut dan kusam. Namun sekarang bukan saatnya untuk mengkhawatirkan penampilan. Karena pemimpin roh itu semakin mendekat.

Lunna refleks mundur menjauh. Terus mundur hingga tertahan pohon yang sudah setengah mati. Makhluk hitam itu menjulurkan lengannya yang tertutup jubah besar. Menggapai tubuhnya, mengangkatnya ke udara.

Lunna tercekat, menahan nafas. Bau terbakar dan tanah tercium pekat. Menguar bebas dari tubuh non-fisik makhluk terkutuk itu. Membuatnya semakin sulit bernafas. Drole melesat ke arahnya. Bersinar terang yang sangat menyilaukan.

"KKHAAAAA!!"

Pemimpin roh itu berteriak marah. Tidak suka dengan keberadaan makhluk bercahaya di wilayahnya. Tapi sayangnya makhluk itu tidak menjauh atau pun melepas Lunna walau Drole bersinar terang. Reaksinya berbeda dibandingkan roh-roh lain. Salah satu lengan hitamnya yang bebas memukul Drole dengan sangat kuat.

Drole terpental sejauh dua puluh meter. Jungkir balik di tanah. Lunna memberontak, tidak terima Drole mendapatkan perlakuan sekasar itu. Tapi sayang, aksinya malah membuat makhluk ini semakin mempererat genggamannya. Membuat badan mungilnya terjepit.

Drole kembali terbang. Melesat cepat untuk menyerang pemimpin roh. Namun saat Drole menghantam tubuh pemimpin roh itu, Drole menembusnya. Kucing itu terkejut, menoleh ke belakang.

"Drole! Awas!" seru Lunna memperingati.

Drole masih melesat cepat. Lunna tidak bisa melihatnya dengan jelas. Yang pasti cahaya hijau Drole bergerak cepat ke arah sebuah dahan besar. Drole tidak bisa menghentikan dirinya secara mendadak.

BRAAKK

Suara tabrakan keras terdengar ke seluruh lembah. Lunna tercengang, tak bisa membayangkan seberapa sakitnya itu. Ia tidak tahu bagaimana keadaan hewan lucu itu sekarang. Apalah terluka parah?

Cahaya hijau Drole tidak lagi terlihat. Lunna bisa merasakan kalau matanya memanas. Ada embun di sudut mata, tapi ia menggeleng. Menyangkal kalau ia nyaris menangis. Semua kesedihan ini harus berubah jadi kemarahan. Ia harus punya nyali untuk melawan pemimpin roh itu.

Lunna menarik napas panjang. Tidak peduli seberapa sakitnya tenggorokan karena udara tak sehat. Ia harus murka, karena itu akan membantunya berani nekat. Ia kemudian menatap penuh kebencian kepada pemimpin roh jahat.

Lunna melebarkan perisai. Melepaskannya dengan kuat ke depan. Pemimpin roh itu hanya terdorong beberapa meter ke belakang. Tapi itu cukup membuatnya terkejut dan melepaskan genggaman. Makhluk itu tidak menyangka bahwa gadis mungil yang terlihat rapuh di tangannya dengan berani menantangnya.

Lunna terbanting di tanah cukup keras. Tubuh rampingnya serasa remuk dan patah di beberapa bagian. Ia melihat ke arah Drole lagi. Tidak ada tanda-tanda keberadaannya. Cahaya hijau kucing itu juga tidak muncul lagi.

Lunna mengeram. Kali ini ia tidak akan diam saja. Ia akan melawan hingga titik penghabisan. Tak kan ia biarkan makhluk itu tertawa menang. Demi harga diri dan nyawanya!

1
Kgs Indra Rajasyah
Lanjutttt
✰‪ ⃟ ⃟ 🐝ε𝖗𝖑𝖎𝖓𝖆ᵉᶬʷ⋆᭄
semangat kakak, maaf baru bisa baca lagii 😊😊😊
🖤༒︎★𝕱𝖚𝖏𝖔𝖘𝖍𝖙★༒︎🖤
Gambar amuba fix kelas gw banget 😂😂😭😭
nazaruddin thamrin
ada lanjutannya thor? Fresh Nazar mendukungmu. Ditunggu LIKE dan KOMEN mu ke novel PEMBALASAN SANG CEO dan HOT MAN ON CAMPUS. kita saling support terus ya.
Bintang Calista Putri
5 like 💞💓
Bintang Calista Putri
Keren ceritanya kak
Bintang Calista Putri
Bagus kak ceritanya
Bintang Calista Putri
Keren kak thor
Bintang Calista Putri
Hmmm
Rachel Ichza Cullen
masih ada kelanjutannya ga kak author cerita ini??
Rachel Ichza Cullen: sambunggin donk thorr..kerennn tauuu
total 2 replies
Rachel Ichza Cullen
asinn..hahahaaa
Rachel Ichza Cullen
bahasanya gaul khas bocah zaman now yaa... semngat thor
🌻Ruby Kejora
5like dulu...nanti q sambung lagi.
like blk karyaku ya
cinta rasa covid -19
the Thunder's love
🌻Ruby Kejora
hai thor...q datang mendukung mu.like setia mendarat
Riana Nazwa
ceritanya bagus kak aku suka

bdw mampir juga ya kak di novel Ku judulnya TERSISIH KARENA MENDUA
Yuli
ayo thor semangt update ny aq 😘tunggu lho😘😘😘baru mampir dah ska ceritanya
Lade eunoia
like 🥰 ditunggu up selanjutnya
Ezrahi
selamat Thor
mampir ya
Dian Anggraeni
mantap tor ! lanjut dong 👏👏👍👍👍
Ls
hadir thor.. like ☺️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!