NovelToon NovelToon
Sistem Kebohongan Menjadi Kenyataan

Sistem Kebohongan Menjadi Kenyataan

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Rizal, seorang pemuda yatim piatu yang baru saja dipecat dari pekerjaannya dan ditipu habis-habisan oleh mantan kekasihnya, mendapati hidupnya hancur berantakan di sebuah taman kota Jakarta. Namun, takdirnya berbalik seratus delapan puluh derajat ketika sebuah [Sistem Kebohongan menjadi Kenyataan] tiba-tiba masuk ke dalam kepalanya. Sistem ajaib ini mengubah setiap cacian, kebohongan, dan modus penipuan yang diarahkan padanya menjadi kenyataan yang sesungguhnya. Berawal dari pesan penipuan undian palsu, Rizal mendadak menjadi miliarder yang membuat semua orang yang pernah merendahkannya menyesal, sekaligus menarik perhatian banyak wanita cantik yang terpikat oleh kesuksesan dan pesonanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

"Selamat malam, Nona Clara."

Rizal menyapa dengan nada santai lalu menarik kursi dan duduk berhadapan dengan Clara.

"Selamat malam Tuan Rizal, terima kasih sudah menerima undangan mendadak saya."

Clara tersenyum manis meski wajahnya masih tidak bisa menyembunyikan rasa lelah yang amat sangat.

Seorang pelayan datang membawakan hidangan pembuka dan menuangkan anggur merah ke gelas mereka.

"Bagaimana keadaan Tuan Besar Wijaya?"

Rizal membuka percakapan sambil memotong daging steik di piringnya.

"Kakek sudah jauh lebih baik, para dokter bahkan mengatakan beliau sudah seperti orang sehat pada umumnya."

Clara menatap Rizal dengan tatapan penuh rasa terima kasih.

"Semua itu berkat Anda Tuan Rizal, saya berhutang nyawa kepada Anda."

"Saya hanya kebetulan memiliki obat yang tepat di waktu yang tepat, tidak perlu berlebihan."

Rizal menyesap anggur merahnya perlahan.

"Sebenarnya, ada hal lain yang ingin saya bicarakan dengan Anda malam ini."

Clara meletakkan pisau dan garpunya lalu menatap Rizal dengan raut wajah serius.

"Ini mengenai masa depan Keluarga Wijaya dan posisi saya di perusahaan."

"Terdengar seperti masalah internal keluarga konglomerat yang sangat rumit."

Rizal tersenyum miring mendengarnya.

"Memang benar. Sejak kakek jatuh sakit, banyak paman dan sepupu saya yang mulai bergerak untuk mengambil alih Wijaya Group."

Clara menarik nafas panjang, seolah melepaskan beban berat yang selama ini dipikulnya sendirian.

"Saya butuh sekutu yang kuat dan tidak bisa dibeli oleh uang mereka."

"Dan Anda memilih saya yang baru Anda kenal kurang dari sehari ini?"

"Insting saya mengatakan bahwa Anda adalah orang yang tepat, Tuan Rizal."

Clara menatap tepat ke manik mata Rizal tanpa keraguan sedikit pun.

"Jika Anda bersedia mendukung saya, saya berjanji akan memberikan bagian saham yang pantas untuk Anda."

Rizal terdiam sejenak mendengar tawaran aliansi yang sangat menggiurkan tersebut.

Namun dia tidak langsung menjawab iya atau tidak.

Mata Rizal justru tertuju pada secangkir teh chamomile hangat yang baru saja disajikan oleh pelayan pribadi Clara.

"Nona Clara, sebelum kita berbicara soal bisnis dan saham."

Rizal menunjuk cangkir teh tersebut dengan dagunya.

"Apakah Anda selalu merasa pusing, mual, dan kelelahan ekstrem setiap kali selesai meminum teh itu?"

Clara mengerutkan keningnya karena terkejut dengan pertanyaan yang sangat akurat tersebut.

"B-bagaimana Anda bisa tahu? Saya memang selalu merasa sangat lelah akhir-akhir ini."

Clara mengira itu hanya efek samping dari stres mengurus kakeknya dan perusahaan sekaligus.

"Itu bukan karena Anda stres atau kurang tidur, Nona Clara."

Rizal mencondongkan tubuhnya ke depan dan menatap Clara dengan sangat tajam.

"Itu karena ada seseorang yang menaruh racun penekan saraf dalam dosis kecil di setiap minuman yang Anda konsumsi setiap hari."

Prang!

Clara tanpa sadar menyenggol gelas anggurnya hingga jatuh dan pecah di lantai.

Wajahnya yang sudah pucat kini berubah menjadi seputih kertas HVS.

"R-racun? Anda pasti bercanda Tuan Rizal, ini teh yang disiapkan oleh kepala pelayan kepercayaanku sendiri."

Clara menggelengkan kepalanya dengan tangan yang mulai gemetar.

"Apakah saya terlihat seperti sedang bercanda saat menyembuhkan kakek Anda siang tadi?"

Rizal membalas dengan nada dingin yang langsung menyadarkan Clara pada realitas pahit.

Pemuda di depannya ini adalah orang yang berhasil menyembuhkan penyakit mustahil kakeknya dalam hitungan detik.

Jika dia bilang itu racun, maka kemungkinan besar itu adalah kebenaran.

"Sistem, gunakan Mata Deteksi pada cangkir teh itu."

Rizal membatin di dalam hatinya untuk memastikan semuanya.

Ting!

[Mata Deteksi diaktifkan.]

[Objek: Teh Chamomile.]

[Kandungan: Ekstrak bunga chamomile, gula batu, dan 0.5 miligram racun saraf jenis Atropa Belladonna yang sulit dideteksi medis biasa.]

"Ada racun saraf jenis Belladonna di dalam cangkir itu, dosisnya kecil agar Anda terlihat mati karena kelelahan jantung."

Rizal membacakan hasil deteksi sistemnya dengan suara pelan namun terdengar jelas di telinga Clara.

Nafas Clara seketika menjadi tidak beraturan.

Pengkhianatan dari orang terdekatnya membuat hatinya hancur lebur malam ini.

"Siapa... siapa yang tega melakukan ini padaku?"

Air mata perlahan menetes dari sudut mata Clara yang indah.

Dia adalah CEO yang kuat di luar, namun di dalam dia hanyalah seorang wanita muda yang dipaksa memikul beban terlalu berat.

Rizal berdiri dari kursinya dan berjalan mendekati Clara.

Dia mengulurkan tangannya dan menepuk pelan bahu wanita yang sedang bergetar menahan tangis itu.

"Menangislah jika Anda ingin menangis, Nona Clara."

Clara akhirnya tidak bisa menahannya lagi.

Dia menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan dan menangis terisak dalam diam.

Rizal hanya berdiri di sampingnya, memberikan waktu bagi Clara untuk melepaskan rasa sakit dan pengkhianatan itu.

Ting!

[Misi Sampingan Terbuka: Bongkar dalang di balik peracunan Clara Wijaya dan hancurkan rencananya.]

[Hadiah: Saham 15% dari Wijaya Group dan Peningkatan Kekebalan Tubuh Tingkat Lanjut.]

Rizal tersenyum tipis membaca notifikasi misi baru yang muncul di depannya.

Ini adalah langkah pertamanya untuk benar-benar menguasai dunia bisnis Jakarta dari balik layar.

Setelah beberapa menit, Clara perlahan menghentikan tangisnya dan mengusap air matanya menggunakan tisu.

Dia mendongak menatap Rizal dengan mata yang kini menyiratkan tekad membunuh yang sangat dingin.

Clara yang lemah telah pergi, digantikan oleh CEO berdarah dingin yang siap membalas dendam.

"Tuan Rizal, apakah tawaran aliansi saya tadi masih berlaku?"

Clara bertanya dengan suara serak namun sangat tegas.

"Tentu saja, saya sangat suka bekerja sama dengan wanita yang pintar."

Rizal kembali duduk di kursinya dan menyilangkan kakinya dengan santai.

"Bantu saya menemukan siapa dalang di balik semua ini, dan saya akan menjadi pedang Anda di Wijaya Group."

"Kesepakatan diterima."

Rizal mengangkat gelas air putihnya sebagai pengganti gelas anggur.

"Mari kita bersihkan parasit di rumah Anda mulai besok pagi, Nona Clara."

Clara ikut mengangkat gelas air putihnya dan menyentuhkannya ke gelas Rizal.

Cling.

Suara dentingan gelas itu menjadi saksi bisu dari aliansi dua monster yang akan segera mengguncang dunia elit Jakarta.

Malam ini, Clara Wijaya akhirnya menemukan tempat bersandar yang jauh lebih kuat dari siapa pun di dunia ini.

Dan bagi Rizal, ini adalah awal dari pertunjukan besarnya menggunakan kekuatan sistem tanpa batas.

1
kinataa⁸
5m nya ksh aku juga/Smile//Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!