NovelToon NovelToon
Atas Trauma Kakakku, Aku Hancurkan Kau Lewat Pamanmu

Atas Trauma Kakakku, Aku Hancurkan Kau Lewat Pamanmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:957
Nilai: 5
Nama Author: Hello Ketty.

Bertahun-tahun Sarah disiksa suaminya hingga trauma berat dan akhirnya memilih untuk pergi. Adik kembarnya, Sera, datang untuk membalas dendam. Mengetahui suami kakaknya licik dan telah merampas seluruh harta kakaknya, Sera berjanji akan mengambil kembali semua hak milik kakaknya—meski harus merangkak naik ke atas ranjang Sean, paman dari suami kakaknya yang berkuasa.

Berhasilkah rencana Sera? Bisakah ia mengambil kembali segala hak milik kakaknya? Atau penyamarannya akan terbongkar, menjatuhkannya ke dalam bahaya yang jauh lebih mengerikan di tangan keluarga yang kejam dan penuh kelicikan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hello Ketty., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

"Paman... Mas Adrian itu sangat sibuk. Setiap hari waktunya hanya habis di kantor saja. Kadang kalau dia punya waktu luang untuk pergi, dia malah pergi bersama anak pelayan itu. Aku rasanya seperti sendirian saja di rumah ini, Paman. Semua orang di sini sibuk dengan urusan mereka sendiri, mereka punya teman dan keluarga. Tapi aku? Suamiku terus-menerus sibuk. Di rumah ini, hanya Paman yang terlihat benar-benar peduli padaku."

Fix! Kau memang sudah tidak waras, Sera! batin Sera semakin menyumpahi dirinya sendiri.

Bagaimana bisa dia bersikap seperti ratu drama yang sangat jauh berbeda dari karakter aslinya yang tegas, berani, dan tidak suka berbasa-basi?

Tapi didepan Sean, semua karakternya itu hancur lebur.

"Apa katamu tadi... Adrian pergi bersama anak pelayan? Maksudmu Alena? Apakah mereka memiliki hubungan yang lebih dari sekadar atasan dan bawahan?" tanya Sean dengan tatapan penuh selidik, menatap lekat ke arah Sera seolah ingin membaca apa yang tersembunyi di balik wajah itu.

Jangan sampai dia tahu kalau Alena berselingkuh dengan Adrian. Kalau itu sampai terungkap, bisa-bisa mereka berdua lepas dari jangkauanku, wanita itu akan langsung diusir, dan artinya keluar dari lingkaran merah yang sudah ku tandai. Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi.

Sera segera menggelengkan kepalanya dengan cepat.

"Sepertinya... kalau soal selingkuh, kayaknya tidak begitu, Paman. Mereka itu hanya berteman biasa saja."

"Jadi bagaimana, Paman? Mau tidak temenin aku?" Lanjut Sera segera mengalihkan pembicaraan sebelum Sean bertanya lebih jauh.

Sean terdiam lama menatapnya. Sebenarnya pria itu mempunyai jadwal pekerjaan yang sangat padat dan tak mudah ditinggalkan.

Malam ini ia sudah berencana untuk segera berangkat kembali, dan mungkin tak akan ada waktu luang lagi sampai beberapa bulan ke depan.

Tapi melihat gadis di hadapannya yang terus merengek dengan wajah begitu memelas dan tampak rapuh, hati yang selama ini dingin itu perlahan mulai luluh, sedikit tersentuh oleh permohonan yang terdengar begitu tulus.

"Paman, boleh ya... Lagian aku tidak bermaksud macam-macam kok sama Paman. Aku mengajak Paman itu karena kita kan sama?" Tambah Sera masih berusaha sekuat tenaga membujuk Sean.

Sean mengerutkan dahinya. "Sama? Apa maksudmu?" tanya Sean bingung.

"Iya, kita sama. Bukankah orang-orang bilang kalau Paman itu menyukai sesama laki-laki? Aku kan juga sukanya laki-laki, berarti kita sama dong. Jadi anggap saja aku ini seperti sahabat bagi Paman, begitulah maksudku..." ucap Sera dengan wajah polos persis seperti kakaknya yang lugu.

Sean mengangkat satu alis, dan sedikit menyeringai. "Kau bilang aku... Penyuka sesama jenis?"

Sera mengangguk mantap.

"Itu yang banyak orang bicarakan di luar sana, Paman. Ayolah... Kalau memang Paman suka laki-laki, aku punya teman waktu masih sekolah dulu. Nanti aku kenalkan saja sama Paman."

Sera terus berusaha meyakinkan Sean, berharap pria itu batal pergi dari rumah. Ia bertekad menjadikan kediaman itu tempat neraka bagi orang-orang yang telah menyiksa kakaknya selama bertahun-tahun.

Sean akhirnya kehabisan kata-kata. Apa yang dikatakan Sera itu memang benar adanya. Selama ini masyarakat selalu mengira ia menyukai sesama jenis, bahkan tak jarang banyak mengira dia menjalin hubungan khusus dengan asisten pribadinya sendiri, Max.

Namun Sean memilih membiarkan rumor itu terus berkembang, dan tak pernah sekalipun berusaha meluruskan fakta kepada publik.

Sebenarnya dia tidak seperti yang dikabarkan. Alasannya sederhana: supaya wanita-wanita yang hanya mengincar harta, tidak terus berdatangan dalam hidupnya. Dia hanya ingin hidup tenang tanpa wanita yang menurutnya merepotkan.

Meskipun dia membiarkan rumor itu, tetap saja masih ada sebagian wanita yang memiliki nyali besar untuk mencoba merayunya.

"Baiklah," ucap Sean akhirnya setuju sembari tersenyum tipis, lalu mengangkat tangan kokohnya menepuk ringan pucuk kepala Sera—persis seperti seorang kakak laki-laki yang menunjukkan rasa kasih sayang pada adiknya.

Sera tertegun seketika saat Sean melakukan tindakan itu.

Senyum tipis yang terukir di wajah tampan pria di hadapannya begitu menawan, membuat jantungnya berdegup kencang tak terkendali.

Sera tak menyangka pria yang dirumorkan begitu dingin dan tak banyak bicara ternyata memiliki sisi yang begitu lembut.

Dia... tersenyum? batin Sera terpanah sejenak.

Namun seketika ia tersadar dari kekagumannya itu.

Bangun, Sera! Ayo bangun! Tujuanmu ke sini adalah untuk membalas dendam, bukan untuk terjebak dengan permainanmu sendiri! Dia memang tampan bak malaikat, tapi jika dia tahu kau sedang membohongi dan memanfaatkannya, percayalah... dia tidak akan segan bertindak kasar. Kau bahkan bisa diseret ke pengadilan atas tuduhan penipuan dan penggantian identitas! batin Sera berusaha sekuat tenaga mengendalikan dirinya.

Tapi saat ia kembali merasakan tepukan lembut itu di atas kepalanya, hatinya kembali meleleh.

Tapi... rasanya begitu hangat. Saat melihatnya, aku seolah melihat sosok Ayah dulu. Ayah sering menepuk kepalaku persis seperti ini. Tapi semenjak mereka pergi, aku kehilangan hangat itu dan terpaksa dewasa sebelum waktunya.

Tapi kini... Ini untuk pertama kalinya aku merasakan kehangatan itu kembali.

Tanpa sadar, mata Sera kini berkaca-kaca. Kali ini bukan lagi sandiwara, melainkan air mata yang benar-benar mengalir dari lubuk hatinya yang paling dalam.

"Terima kasih, Paman..."

Sean mengangguk pelan. Dari tatapan pria itu, terlihat jelas ia benar-benar menganggap wanita di hadapannya seperti adik kandungnya sendiri, tak ada perasaan lain yang terselip di sana.

"Sarah!!!"

 

Sean dan Sera sama-sama melihat kearah pintu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!