NovelToon NovelToon
MEJA BUNDAR

MEJA BUNDAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Rumahhantu
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ratna Jumillah

"Meja bundar.. apa itu??"

"Meja yang jadi mitos kelam warga sini. Katanya, kalau sampai ada pendatang yang masuk ke sini dan hilang, udah pasti nggak akan balik, mereka semua pasti mati."

"Siapa kakek sebenarnya??"

"Kakek bukan orang biasa, dia.."

Kara, seorang gadis berusia tujuh belas tahun, terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya dan pindah ke desa terpencil bersama ayahnya. Desa itu sunyi, tertutup, dan dipenuhi tatapan curiga dari warga yang enggan berbicara tentang masa lalu. Di rumah peninggalan kakeknya, Kara menemukan sebuah meja bundar tua yang tergeletak di ruang bawah tanah berukuran pas untuk delapan orang, dengan ukiran aneh di setiap sisinya yang seolah menyimpan rahasia terpendam.

Bisakah Kara mengungkap apa sebenar nya meja bundar itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS.11. Nurma ada dua

Kara mengendap - endap dan melihat ke arah kaca, dia hendak mengintip ke dalam.. tapi karena di dalam tidak ada sama sekali pencahayaan, Kara pun tidak melihat ada siapapun di dalam sama. Dan saat Kara mengintip, suara perempuan yang dia dengar sedang menangis itu juga secara mengejutkan hilang..

Hilang nya bukan secara samar, tapi benar - benar hilang seperti suara musik yang di matikan. Kara makin yakin ada yang tidak beres di sana, meski dia memang tidak pernah bersinggungan sama sekali dengan hal hal magis.. tapi Kara yakin, ada yang tidak beres.

"Apa ada sesuatu di dalem." Gumam Kara. Kara yang sedang mengintip ke dalam dengan senter hp nya sampai tidak menyadari ada yang mendekat padanya.

"Nggak kelihatan apa - apa." Gumam Kara lagi, tapi sedetik kemudian Kara merasa merinding yang teramat sangat secara tiba - tiba.

Saat Kara menoleh ke samping nya, dia pun terkejut saat melihat ada Nurma yang berdiri di sana..

"Teh Nurma.." Gumam Kara, dia malah lebih takut melihat Nurma yang sedang menatap nya sambil senyum.

Nurma tidak mengatakan apapun, tapi tatapan nya seolah menelisik apa yang sedang Kara lakukan. Melihat Nurma yang tidak bicara dan menatap nya dengan tatapan yang tidak biasa.. akhirnya Kara pun berjalan pergi dari sana. Kara tidak mengucapkan apapun, dia hanya berjalan dengan langkah cepat sambil sesekali menoleh ke belakang dengan takut.

Nurma juga masih hanya berdiri di tempat  nya, dia tidak mengejar Kara tapi dia terus menatap Kara dengan wajah datar nya. Kara dengan buru - buru naik ke atas, dan betapa terkejut nya Kara saat dia melihat ada Nurma yang sedang duduk di sofa di lantai dua yang dekat dengan piano.

"Kara dari mana?" Tanya nya, Kara yang mendengar pertanyaan itu pun hanya bisa menelan ludah nya dengan susah payah.

"Kan sudah teteh bilang, kunci pintunya.." Ucap Nurma lagi, dia bicara dengan nada biasa saja tapi Kara sampai berkaca - kaca saking takut nya.

"Aku masuk dulu, teh." Ucap Kara, dia lalu buru - buru masuk ke dalam kamar nya dan mengunci pintu kamar nya.

"CKLAK!!"

Kara merosot di lantai dengan lemas, tangan nya gemetar setelah menyadari dalam satu waktu.. dia melihat ada dua Nurma. Kara pun yakin tidak mungkin jika Nurma yang sebelum nya ada di bawah itu tiba - tiba ada di atas.. rumah itu hanya memiliki satu tangga menuju ke lantai dua.

'Yang mana yang teh Nurma asli.' Batin Kara, dia kemudian bangun pelan - pelan dan berjalan menuju ke arah jendela kamar nya.

Kara mengintip pelan - pelan dari jendela nya ke arah bangunan yang di sebelah, dan ternyata di sana masih ada Nurma yang dia temui di luar, dia masih berdiri di tempat yang sama. Dan seolah menyadari dirinya sedang di tatap oleh Kara, Nurma yang di bawah sana itu mendongak menatap Kara.

"Hiks! Hiks!"

Kara langsung menangis sambil jongkok dan memeluk dirinya di pojokan. Dia tidak tahu yang mana Nurma yang asli, jika yang di depan itu Nurma.. lalu siapa yang dia lihat di bawah sana, dan sebalik nya. Dan seperti malam yang sebelum nya.. akhir nya Kara tidur sambil duduk di pojokan karena takut.

KEESOKAN HARINYA.

Kara terbangun saat hp nya berdering.. ternyata ada panggilan masuk dari ayah nya. Kara yang melihat itu langsung buru - buru mengangkat panggilan dari ayah nya dan langsung menangis.

"Ayah.. ayah.. aku nggak mau tinggal di sini, ayah boleh nggak aku tinggal di tempat lain? Hiks.. hiks.." Kara menangis sesenggukan.

"Kenapa toh nduk? Kan ada anaknya mang Jupri. Ayah ndak tenang kalo kamu sampe tinggal di tempat yang lain." Ucap ayah nya.

"Tapi Yah, aku takut di sini." Ucap Kara, dia merengek dan memohon.

"Takut apa, dek.. ayah di sini lagi kerja nduk, jangan buat ayah ndak tenang.." Ucap ayah nya, Kara yang mendengar itu hanya bisa sesenggukan saja.

"Ada anak nya mang Jupri, kan? Nanti ayah pulang kok lima hari lagi ayah pulang, kan lagi susah kemana - mana dek.. harus di karantina dulu." Ucap ayah nya, Kara masih diam mendengarkan sambil menangis kebingungan.

Kara tidak mau mengganggu pekerjaan ayah nya dan tidak mau juga membuat ayah nya jadi mengkhawatirkan nya, Kara sendiri tidak yakin apa yang terjadi.. akhir nya Kara hanya bisa mengiyakan dan menuruti ayah nya untuk tinggal di sana sembari menunggu ayah nya selesai dari pekerjaan nya.

"Ya udah.." Jawab Kara pelan, dia tidak bisa melakukan apapun.

"Anak mang Jupri baik, kan sama kamu?" Tanya ayah nya, mendengar itu.. yang muncul di pikiran Kara adalah Nurma yang bersikap aneh.

Tapi karena dia tidak mau membuat ayah nya khawatir dan juga tidak mau membuat nama mang Jupri yang sudah bekerja puluhan tahun di keluarga kakek nya itu jelek.. Kara pun memilih tidak menceritakan apa yang terjadi, apalagi adik nya Nurma yaitu Putri.. adalah anak yang baik.

"Baik, yah.." Jawab Kara.

"Ya sudah, syukurlah kalau memang begitu. Kamu baik - baik ya di situ.. ayah mau lanjut kerja dulu." Ucap ayah nya, Kara mengiyakan dan setelah nya panggilan pun di akhiri.

Wajah Kara bahkan masih sembab, dia sampai merasa mati rasa karena kesemutan sepanjang malam dia terduduk di pojok ruang kamar nya. Kara pun bangun dan kemudian kembali mengintip ke luar jendela kamar nya, di sana sudah tidak ada Nurma karena saat itu sudah jam 6 pagi. Kara akhir nya keluar dari kamar nya dan masuk ke kamar mandi..

Lalu setelah sekitar jam 7 pagi, Putri pun datang ke rumah.. Putri datang sambil membawa bahan maskaan untuk dia masak. Putri sampai kaget saat  melihat Kara yang sangat sembab dan juga pucat, Putri berpikir mungkin Kara sakit.

"Teteh sakit, teh?" Tanya Putri pada Kara yang sedang duduk diam di sofa dekat ruang tv.

Tapi Kara tidak menggubris pertanyaan Putri, rupanya tatapan Kara kosong yang mana dia sedang melamun memikirkan apa yang terjadi semalam. Kara sampai tidak melihat Putri yang datang menghampirinya sambil membawa semangkuk besar anggur dan buah lain nya. Barulah setelajh Putri menepuk tangan Kara, Kara langsung terkejut..

"Hhh!!" Kara terkejut dengan wajah yang ketakutan. Putri yang melihat itu pun akhir nya jadi kebingungan dan khawatir.

"Teteh kenapa? Ini Putri, teh." Ucap Putri, Kara sampai mencoba mengstabil kan detak jantung nya lagi.

"Putri.." Gumam Kara, Putri mengangguk sambil masih menatap wajah Kara sambil menunggu apa yang mungkin akan Kara ucapkan.

"Iya, teteh kenapa?" Tanya Putri lagi.

"Putri, kamu pernah lihat hantu?"

BERSAMBUNG!

1
🏡s⃝ᴿ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
hadir kk aq ketingalan
di aku g ada notif lho kk
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
sudah log out kayaknya mereka Ra 🤔🤔
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
ayahnya bawa mayat meren 😱😱🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
ottan bisa bahasa sunda juga?
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
bisa jadi korban gumbal pertama itu nurma
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
jgn jgn sdh meninggal, krn kara aja hampir mau di bunih
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
mampir thor
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
kayak nya ayahnya psikopat deh
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
bener bener ya hesti nggak bisa menjaga harga dirinya sebagai perempuan, sebagai istri dan sebagai ibu dari anak-anak nya
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
broken home🥺
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
aduh serem nya 🥴
Teuing Saha🙃
Jadi, semua pohon yg ada di area rumah itu, sebenarnya adalah kuburan dari para korban..
Teuing Saha🙃
Bukan cuma dihabisi, tapi dimakan juga😤
ᥫ᭡◦•●◉✿ 𝑟𝑖𝑠𝑘𝑎 ✿◉●•◦ᥫ᭡
selamat malam kak thor, semakin seru aja ceritanya, bisa jadi yang dibilang kara tadi kalau ada kuburan masal itu mungkin isinya para korban dulu 🙏🙏
SENJA
pasti beda2 cara pandang lah
SENJA
terus gimana?!?
SENJA
walau ngeselin nurma baik ternyata 🥺
Ayuk Witanto
bukan Rukmini kan
Ayuk Witanto
sepertinya ayahnya kara menyembunyikan sesuatu
Ayuk Witanto
kok ayahnya mau nikah anaknya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!