Namaku Arsyila Nadira
Keluarga ku masih utuh Namun retak.
Di rumah ini aku punya dua nama,
"beban keluarga"saat piring pecah karena Ayah melemparnya ke Ibu.
Dan "tidak ada"saat mereka berdua lupa, aku masih duduk di meja makan saat mereka bertengkar.
Ibuku yang punya banyak hutang membuat amarah ayah melonjak setiap hari.
Aku terpaksa terjun sebagai 'wanita malam '
untuk merubah ekonomi keluarga ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Selya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 11
Pertemuan pertama di keluarga kaya raya agak sedikit canggung bagi Arsyila.Namun sifat orang kaya tidak seperti yang Arsyila pikir,ia fikir orang kaya akan semena-mena terhadap orang bawah seperti nya.Namun beda dengan Rey dan nyonya Bella yang sangat menghargai orang bawah seperti Arsyila.
Rey mengantar Arsyila pulang,dalam perjalanan pulang ponsel Arsyila berbunyi.
Melly yang menelfon,Rey menatap ke layar ponsel Arsyila
"Sudah angkat saja Syil...,"Perintah Rey.
Arsyila dengan ragu menerima panggilan telefon dari Melly.Entah kenapa Melly tiba-tiba menelfon nya,saat momen ia sedang bersama Rey.Arsyila tidak mau terjerumus lagi di hiburan malam karena ia sudah mendapat pekerjaan yang layak.
"hallo Syil... Kamu kemana aja sih ! Malam ini ada job please kamu datang yah ?"ujar Melly lewat panggilan telefon.
Rey langsung merebut ponsel Arsyila dan berbicara langsung pada Melly.
"Halo Mel ! Aku Rey... Sekarang Arsyila kerja bareng aku.Dan aku mohon stop mengajak Arsyila kerja bersama mu lagi,"ucap Rey dan langsung mematikan telefon dari Melly.
Tut... Tut... Tut...
"ah sialan,awas aja kamu Syil ! Jadi sekarang kamu merebut pria incaran ku.Dasar gak tau di untung,"Gerutu Melly dengan wajah sinis.
.
Di dalam mobil Arsyila terus memandangi pria yang duduk di samping nya itu.Entah ia harus bersikap layaknya karyawan pada bosnya,atau sebagai teman biasa.Arsyila dilema karena perlakuan Rey terhadap nya yang begitu peduli.
"entah perasaan apa ini.Tapi demi apapun terimakasih ya Rey telah menyelamatkan ku dari ajakan Melly tadi,"Gumamnya dalam hati.
Rey berhenti di depan sebuah toko kue.Ia turun untuk membeli beberapa kue lalu lanjut mengantar Arsyila pulang.Kali ini yang membuat Arsyila terkejut adalah Rey mengantarnya sampai depan rumah.
"Rey sudah sampai disini saja please !"Arsyila memohon agar Rey tidak turun dari mobil.
"aku bukan pria pengecut Syil.Aku mengantar mu pulang dan aku harus berpamitan pada kedua orang tuamu,"Ujar Rey sambil menenteng beberapa kue yang di belinya tadi.
"tapi...,"Arsyila belum selesai bicara Rey sudah mengetuk pintu rumah Arsyila duluan.
"Tok... Tok... Tok... Asalamualikum!"Teriak Rey dengan suara lantang.
Ibu yang mengira kalau itu adalah penagih hutang lagi,ia dengan pelan-pelan membuka pintu.
Ceklek...
Ibu lumayan terkejut,dihadapan nya berdiri anak gadisnya dengan pria tampan membawa mobil mewah serta menenteng sebuah oleh-oleh untuk ibunya.
Baru pertama kalinya Arsyila berani membawa pria ke rumah nya,apalagi pria yang Arsyila bawa kali ini dari keluarga terpandang.Ibunya Arsyila sangat hati-hati dalam berbicara pada Rey.
"walaikumsalam... Eh Arsyila ini siapa ?"Tanya Ibunya dengan nada sopan.
"kenalin Bu... Saya Rey ! Saya adalah teman Arsyila dan ini ada sedikit oleh-oleh buat ibu,"Ucap Rey sembari memberikan kue yang di belinya tadi.
"oh nak Rey.Ayo masuk ke rumah ibu yang sederhana ini,"Ibunya mempersilahkan Rey masuk.
Arsyila merasa heran dengan sikap ibunya pada teman laki-laki nya.Padahal dia pernah memperingatkan kalau tidak boleh memperkenalkan laki-laki ke rumah kalau masalah hutang ibunya belum sepenuhnya selesai.
"apa ini barusan ! Tidak salah ibu berkata seperti itu,padahal dia selalu memarahiku untuk tidak membawa laki-laki ke rumah,"gumam Arsyila lirih.
Rumah sederhana milik Arsyila berbeda jauh dengan tempat tinggalnya,namun Rey bersikap sangat sopan di rumah itu.
Ibu Asih menyuguhkan segelas teh hangat buatan nya,Ayah Arsyila yang mendengar suara berisik dari ruang tamu kemudian keluar menuju ruang tamu.
Pria berkumis tebal dengan tatapan sinis itu memandangi Rey serius.Namun Rey memberanikan diri berdiri dan berjabat tangan dengan nya.
"ini pasti Ayah Arsyila kan ? kenalin Yah saya Rey teman nya Arsyila,"ucap Rey sambil berjabat tangan.
Wajah Arsyila tegang,takut amarah ayahnya akan meledak di depan Rey.Ayahnya sangat tidak suka kalau Arsyila keluyuran apalagi dengan seorang pria.
Namun diluar dugaan,justru Ayah Arsyila menyambut hangat kedatangan Rey walaupun dengan ciri khasnya yang dingin dan cuek.
"oh yasudah lanjutkan mengobrol dengan ibu,Ayah masuk ke dalam dulu !,Ayah nya kemudian meninggalkan mereka di ruang tamu.
Arsyila yang dari tadi sudah khawatir kalau Rey akan dimarahi oleh Ayahnya,namun Ayahnya bersikap lain.Apa mungkin pria yang pulang bersama nya dari keluarga terpandang ? Jadi Ayah dan ibunya bersikap baik kepada Rey,coba saja kalau ia membawa pria berbaju lusuh.Apa Ayah ibu nya masih bisa bersikap seperti ini.
Tak lama kemudian Rey berpamitan dengan ibu Arsyila.Mobil Rey sudah menjauh,dan Arsyila siap di interogasi oleh ibunya.
"oh jadi itu yang melunasi hutang ibu kemarin pada juragan Pendi ? Ya kan Syila...,"Tanya ibunya dengan nada serius.
"ya tapi itu hutang Budi Bu.Syila harus bekerja untuknya,"jawab Arsyila.
"oh dia bos mu ! Ayah kira dia laki-laki simpanan mu,"celetuk Ayah yang mendengar pembicaraan Arsyila dengan ibu.
Arsyila langsung masuk ke dalam kamar meninggalkan Ayah dan ibunya.Kedatangan Rey di rumahnya di sambut baik oleh Ayah dan ibunya yang gila harta.Tapi Arsyila harap Ayah dan ibunya tidak memanfaatkan kedekatannya dengan Rey.
"biarkan dia mau berbuat apa sekarang.Yang terpenting hutang ibu sedikit demi sedikit berkurang berkat Arsyila,"ucap ibu kepada suaminya.
"ah aku juga sudah pusing memikirkan kebutuhan kalian ! Aku tidak peduli,"ucap Ayah Arsyila yang tiba-tiba pasrah begitu saja dengan sikap anak perempuan nya.
Arsyila bersyukur mendapat teman sekaligus bos yang begitu baik hati.Menjaga Arsyila walaupun ia dilanda kesibukan dengan bisnisnya,karena Rey tidak mau Arsyila terjerumus ke dunia malam lagi.