NovelToon NovelToon
DUNIA X KEKACAUAN

DUNIA X KEKACAUAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi
Popularitas:305
Nilai: 5
Nama Author: YT FiksiChannel

Dien Moretz adalah sarjana pengangguran yang selalu gagal dalam wawancara kerja, karena memiliki kekurangan bibir sumbing yang menyebabkan komunikasinya tidak lancar dan dianggap sebuah beban. Suatu hari saat sedang mencari pekerjaan, tiba-tiba ada monster yang muncul dan memangsa orang-orang. Dien yang selamat akhirnya menyadari bahwa ada dunia lain, dunia yang berbeda dari yang dia jalankan selama ini. Dien yang tertarik dan tidak mendapatkan pekerjaan akhirnya memilih menjadi bagian dari dunia tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YT FiksiChannel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pernafasan Amerika

Pemuda rambut merah itu tidak mendengar pertanyaan Nicholas. Pemuda itu terlihat menatap Dien dengan aneh dan tampak gelisah. 

“Topeng yang sangat mengintimidasi. Jika tekadku tidak cukup kuat aku mungkin berlutut dan menyembah bocah sumbing ini. Benar-benar topeng yang sangat berbahaya.” Batin Aamon menahan hasrat keinginan untuk berlutut kepada Dien.

“Haha. Kamu begitu lemah, bocah! Hanya dengan sedikit tekanan intimidasi, kamu hampir kehilangan kendali dan berlutut kepada bocah itu? Haisss… sepertinya aku salah mengangkat murid! Aku salah mengangkat murid!!!” Keluh kakek tua di alam bawah sadar Aamon dan menggeleng ringan. 

Kakek tua itu merupakan roh seorang praktisi spiritual tingkat tinggi yang kebetulan sekarat akibat suatu hal, dan hanya bisa bergantung kepada Aamon untuk bertahan hidup dan memulihkan dirinya sendiri. 

“Halo! Apakah kamu mendengarku?” Tanya Nicholas semakin kesal kepada Aamon. 

Aamon tersadar dari lamunannya dan mendongak melihat Nicholas, lalu berkata dengan datar “Aku tidak membutuhkan senjata sihir apapun.”

Nicholas menyatukan kedua telapak tangannya seperti bertepuk tangan.

“Itu bagus!!! Setidaknya kamu tidak membuatku susah. Terimakasih karena pengertian, junior!!!” Ujar Nicholas tersenyum senang dan sangat bersyukur. 

Nicholas melihat jam tangannya, lalu melihat Dien dan Aamon dengan senyuman ceria dan penuh kegembiraan. 

“Baiklah sampai disini saja!!!” Nicholas berdiri dan berkata dengan senyuman suka cita.

“Seseorang akan datang untuk membimbing kalian dalam menjalankan misi pertama. Aku harap kalian tidak kehilangan nyawa di misi pertama kalian. Sampai jumpa!” Ujar Nicholas tersenyum lebar, lalu berubah menjadi kertas kecil-kecil seperti digunting.

Suasana di dalam ruangan dengan cepat jatuh dalam keheningan setelah kepergian Nicholas Shain. Baik Dien maupun Aamon tidak ada yang memulai pembicaraan, kondisi itu terus berlanjut hingga seseorang membuka pintu dan masuk. 

Orang yang datang ternyata pria paruh baya yang memakai topi koboi sembari membawa beberapa berkas. Pria paruh baya itu melirik Dien dan Aamon sekilas, lalu duduk di kursi guru/pimpinan dan berhadapan dengan mereka berdua. 

“Dari tiga anggota baru hanya kalian berdua yang datang?” Tanya Pebri. 

Dien dan Aamon tidak menjawab. 

“Lupakan saja.” Pebri menggeleng kepala tanpa daya dan merasa malu karena diabaikan. 

“Baiklah! Sebagai permulaan kalian berdua perkenalkan diri, atribut bawaan, dan tipe praktisi.” Pebri bertanya dan menatap dua orang tersebut. 

"Dien Moretz, praktisi spiritual tipe petarung. Atribut bawaan rahasia yang tidak bisa aku sebutkan." Dien memperkenalkan diri tanpa menyebutkan atribut bawaan miliknya.

Pebri mengangguk mengerti, lalu melirik Aamon si rambut merah. Aamon menghela nafas ringan menanggapi tatapan memaksa Pebri. 

"Aamon Liebert, praktisi tipe pengguna senjata pedang. Atribut bawaan tidak bisa aku sebutkan." Ucap Aamon santai dan acuh tak acuh. 

Pebri tersenyum dan mengangguk senang karena Dien dan Aamon tidak mudah membocorkan atribut bawaan mereka kepada orang lain.

"Bagus! Jangan pernah membocorkan atribut bawaan kalian kepada orang lain.” Pebri memuji Dien dan Aamon. 

“Atribut bawaan adalah kemampuan yang paling berharga bagi praktisi spiritual. Atribut bawaan bisa menjadi senjata yang paling mematikan yang dapat mengubah hasil akhir pertarungan antar praktisi spiritual. Membocorkan atribut bawaan kepada orang lain apalagi kepada musuh sama artinya melucuti senjata sendiri. Jangan sekali-kali membocorkan atribut bawaan kalian kepada musuh." Ujar Pebri mengingatkan, lalu melayangkan dua lembar kertas dengan energi spiritualnya.

Dua lembar kertas itu melayang dan mendarat di tangan Dien dan Aamon.

"Misi pertama kalian adalah menyelidiki keanehan yang terjadi di desa Sukahati. Untuk rincian misi silahkan kalian baca sendiri.” Ujar Pebri memberitahu misi pertama Dien dan Aamon sebagai anggota baru pasukan malam.

Dien mengerti dan membaca rincian misi di dalam selembar kertas tersebut. 

Tok! Tok! Tok! 

Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu yang berirama. 

Pebri melirik tajam pintu ruangan dan berkata dengan suara berat dan ditekan “Masuk!”

Tamu yang datang segera memutar gagang pintu dan mendorongnya. Ternyata tamu itu adalah seorang wanita, dan salah satu anggota baru pasukan malam sama seperti Dien dan Aamon. 

Wanita itu tersenyum canggung dan terlihat bodoh sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Maaf aku terlambat! Aku bangun kesiangan. Aku benar-benar minta maaf.” Ujar Freya meminta maaf dengan tulus. 

Wanita yang bernama lengkap Francisca Crovetto X. Freya itu menampilkan senyuman bodoh dan tampak polos. Freya memiliki tampilan imut dan sangat cantik, rambutnya pendek sebahu, rambutnya berwarna putih dengan beberapa helai dicat hitam, memakai jepit rambut berwarna emas yang menempel di kepala samping kiri, memakai setelan baju serba putih yang bergaya tentara, serta mengenakan sepatu bot khas tentara dengan pistol terselip di pinggangnya. 

Praktis Freya terlihat seperti tentara wanita terhormat, dan memiliki posisi tinggi di dalam militer. 

“Tidak masalah. Silahkan duduk!” Pebri tersenyum menyambut Freya. 

“Misi kalian adalah menyelidiki keanehan di desa Sukahati. Untuk rincian dan pertanyaan tentang misi, kamu bisa bertanya kepada mereka berdua.” Ujar Pebri datar tanpa ekspresi sembari ngupil dengan kaki di atas meja guru/pimpinan.

Dien maupun Aamon tidak terlalu peduli dengan kehadiran Freya. Mereka berdua tenggelam dalam membaca rincian misi dan tidak berniat beramah-tamah maupun berbasa-basi dengan Freya. 

“Misi: Mengungkap keanehan desa Sukahati.”

“Tingkat bahaya: Rendah. Sangat cocok untuk praktisi spiritual pemula.”

“Klasifikasi keamanan: Praktisi spiritual pemula, atau lebih tinggi.”

“Alamat: Desa sukahati, jalan lintas laut tenggara barat, kelurahan pesisir, kecamatan Batu, kota Selabatu.”

“Deskripsi: Beberapa benda atau barang warga desa tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Tidak diketahui bagaimana caranya benda-benda itu menghilang dan siapa yang bertanggung jawab. Menurut kesaksian beberapa warga, mereka pernah melihat secara langsung wajan, piring, parang, selimut, baju, hingga kursi miliknya tiba-tiba menghilang di depan mata seakan-akan dimakan oleh kehampaan. Penyelidikan awal menunjukkan bahwa benda itu tiba-tiba menghilang bersamaan dengan kehadiran hawa yang menindas di sekitar benda target. Para penyelidik menyimpulkan bahwa menghilangnya benda-benda itu disebabkan oleh roh tingkat rendah!”

Setelah membaca rincian misi Dien melirik Aamon yang kebetulan juga meliriknya. Mereka berdua berbagi pemikiran yang sama, lalu segera berdiri dan pergi untuk menjalankan misi. 

“Senior, kami permisi.” Ucap Dien mewakili Aamon dan Freya. 

"Ya ya ya pergilah!!!" Balas Pebri tidak peduli bahkan mengusir. 

Dien segera membuka pintu dan melangkah keluar ruangan, Aamon dan Freya mengikuti dari belakang.

Freya yang berada jauh di belakang segera menyusul dan jalan sejajar dengan Dien dan Aamon. Wanita muda itu tersenyum sambil mengulurkan tangan perkenalan. 

“Namaku Francisca Crovetto X. Freya. Kalian bisa memanggilku Freya. Aku seorang penyihir spesialis pernafasan Amerika. Salam kenal kalian berdua.” Ucap Freya memperkenalkan diri dengan senyuman. 

“Pernafasan Amerika?” Tanya Dien dan pak tua di dalam alam bawah sadar Aamon secara bersamaan. 

“Hahaha. Itu hanya nama pistolku.” Balas Freya tersenyum kecil memamerkan pistolnya yang tampak elegan dan berwarna hitam pekat. 

Dien mengangguk mengerti. 

“Dien Moretz. Panggil saja Dien. Aku seorang praktisi spiritual tipe petarung.” Balas Dien tersenyum dan menyambut uluran jabatan tangan Freya. 

Freya tersenyum senang, lalu melihat Aamon yang diam seperti seorang pemikir berat. 

“Ada apa pak tua? Kenapa kamu begitu terkejut?” Tanya Aamon tidak menyadari uluran tangan Freya. 

“Balas dulu wanita itu.” Balas pak tua dengan suara serak. 

Aamon mengerti dan menyambut tangan Freya yang selembut kapas. “Aamon Liebert. Panggil saja Amon. Seorang petarung spesialis ilmu berpedang.”

Freya mengangguk mengerti. 

“Amon, wanita itu sepertinya seseorang yang berasal dari dunia asli. Mungkin seorang transmigrasi, reinkarnasi, atau bahkan seseorang yang tanpa sengaja masuk ke dunia ini. Aku sangat yakin, karena hanya orang-orang dunia asli yang dapat menyebut pernafasan Amerika. Mungkin saja dia sengaja mengatakan kalimat itu untuk menarik perhatian orang lain yang sama dengannya. Yaitu orang yang berasal dari Bumi atau dunia asli.” Balas pak tua panjang lebar. 

“Pernafasan Amerika?” Aamon mengerutkan kening tidak mengerti. 

“Pernafasan merujuk kepada teknik atau cara bertarung, dan Amerika merujuk pada sebuah negara yang ada di dunia kami. Itu adalah istilah yang sering digunakan para wibu untuk merujuk seorang karakter yang menggunakan pistol dalam sebuah anime.” Pak tua menjelaskan apa adanya. 

“Anime? Wibu? Apa-apaan itu?” Aamon tampak bingung dan penasaran. 

“Lupakan saja! Itu tidak terlalu penting.” Balas pak tua acuh tak acuh dan tidak berniat membahasnya lebih jauh. 

Aamon seketika kecewa, namun dia tidak memaksakan pak tua.

Bersambung.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!