NovelToon NovelToon
Bukan Pengantin Cadangan

Bukan Pengantin Cadangan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Pengantin Pengganti
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: tami chan

Arunika Safana terpaksa menurut ketika kedua orang tua angkatnya memintanya untuk menikahi Bratasena Arka Sadajiwa, karena kakak angkatnya -Bianca- kabur tepat di hari pernikahannya dengan Sena. Demi menjaga nama baik kedua keluarga, Aruni menyetujui permintaan kedua orang tuanya meskipun Aruni dan Sena terpaut usia yang cukup jauh yaitu 12 tahun.

Sena; "Semua orang kek anj*ng! semua gara-gara Lo, Bii! kenapa Lo harus kabur di hari pernikahan kita! dan gue harus menikah dengan bocah ini?!"

Arunika; "Astaga kayak mimpi! Nggak ada yang tau, kalau selama ini aku memang suka sama Mas Sena. I have loved him since the first time we met, 2 tahun yang lalu. Dan sekarang aku harus menggantikan Kak Bi jadi pengantin Mas Sena? absolutely I do!"

Gimana ya, keseruan Arunika untuk mendapatkan hati Sena? berhasilkah dia? yuk ikuti kisah mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tami chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari pertama hidup bersama.

Pesawat mendarat mulus di Bandara Soekarno-Hatta. Jakarta menyambut kedatangan pasangan pengantin baru- dengan langit kelabu dan udara panas yang menyengat. Sangat berbeda dengan Bali yang sejuk dan biru.

Aruni menatap keluar jendela mobil yang mengantar mereka pulang. Rumah Sena-yang sekarang juga akan menjadi rumahnya - berada di kawasan elite Jakarta Selatan. Rumah bergaya minimalis modern dengan halaman luas dan pagar tinggi.

"Mas," Aruni memecah keheningan, saat mobil mewah milik Sena sudah terparkir di halaman rumah megah milik suaminya.

"Hm?" Sena menjawab acuh, dia melanjutkan aktivitasnya mengeluarkan dua koper besar dari bagasi mobil, koper miliknya dan milik Aruni.

"Aku... kuliah besok."

"Aku tahu."

“Menurut Mas… aku bilang ke teman-temanku kalau aku sudah menikah, atau nggak perlu?”

Sena mengedikkan bahu. "Terserah kamu. Aku tidak peduli orang tahu atau tidak." Jawab Sena cuek sambil menyeret koper besarnya dan meninggalkan Aruni yang masih mematung di halaman depan.

"Tapi bagaimana kalau ada yang bertanya? Apa aku jawab saja sudah menikah dengan Mas Sena?" Jelas itu adalah harapan Aruni. Aruni memang ingin seluruh dunia tau jika dia sudah menjadi istri sah Bratasena Arka Sadajiwa yang tampan rupawan dan sempurna itu. Tapi kembali lagi, dia tak mau membuat Sena kesulitan karena keinginanya untuk pamer pada teman-temannya.

“Terserah.”

“Tapi kalau…"

"Aruni." Sena menatapnya. "Kamu sudah dua puluh tahun, sudah bisa memutuskan sendiri bukan? Aku hanya mengingatkan konsekuensinya jika kamu bilang ke semua orang kita sudah menikah. Apakah satu tahun lagi kamu juga bisa menjelaskan kepada mereka kenapa kita becerai?”

Aruni menunduk –terdiam. Kata-kata Sena benar-benar menyakitkan, karena jujur saja, Aruni tak ingin bercerai.

Melihat Aruni diam membisu, Sena hanya menghela panjang lalu kembali berjalan masuk ke dalam rumahnya.

.

Rumah Sena luas tapi terasa kosong. Hanya ada dua asisten rumah tangga yang datang pagi dan pulang sore. Mungkin saat malam dan Sena di rumah, dia tak mau diganggu oleh orang asing, sehingga para asisten rumah tangga tidak ada yang menginap.

Aruni diberi kamar tamu di lantai dua. Kamar yang nyaman dengan jendela besar menghadap taman belakang. Tapi entah kenapa, Aruni merasa sedikit kecewa. Mungkin aku berharap kita tetap satu kamar, pikirnya malu-malu. Tapi dia segera mengusir pikiran itu.

Pagi pertama, Sena sudah berdiri di dapur dengan setelan jas rapi, memegang secangkir kopi hitam.

"Pagi, Mas."

Sena menoleh. "Pagi. Ada sarapan di meja."

Aruni melihat meja. Ada nasi kuning komplit dengan telur dadar yang diiris memanjang, abon sapi, ayam goreng dan orek tempe campur kacang goreng. Porsi untuk dua orang.

Aruni menatap takjub, "Mas beli?"

"Ya, ditempat langgananku. Sambil jogging pagi tadi." Sena duduk, mengambil sepiring nasi kuningnya dan mulai makan.

"Mas jogging? Kenapa nggak bangunin aku, aku juga mau ikut…" Aruni bergegas duduk untuk menikmati sarapan yang dibelikan suaminya itu.

"Tidurmu aja nyenyak begitu! bagaimana bisa dibangunkan!"

Aruni mengerutkan alis, "Dia tau aku tidur nyenyak? jangan-jangan dia mengintip ku saat tidur?" tapi Aruni tidak kesal, dia justru... senang.

“Enak?” tanya Sena sambil menatap Aruni.

Aruni mengangguk sambil melahap makanannya, wajahnya terlihat girang sekali.

Sena tersenyum, “makan pelan-pelan.” Sena mengambil tisu dan membersihkan mulutnya. Bangun dari duduknya walaupun nasi kuningnya masih separuh, lalu mengambil kunci mobil yang tergeletak di atas rak kecil khusus pajangan dan menyimpan kunci-kunci mobil Sena. Dia punya dua mobil dan salah satunya mobil sport mahal. "Aku pergi dulu. Ada nomor darurat di meja kalau ada apa-apa."

"Mas..."

Sena berhenti di pintu. "Apa?"

"Semangat kerja ya."

Sena terdiam sebentar. Lalu dengan datar dia menjawab, "Kamu juga. Kuliah yang bener!" Sena menghentikkan langkahnya dan berbalik.

“Kenapa?” tanya Aruni bingung.

“Kamu kuliah naik apa? Pakai mobil merah yang di garasi saja. Kamu bisa bawa mobil, kan?”

Aruni hampir tersedak. Mobil merah di garasi dia bilang? Fera*I harga 5 M itu?! gila aja! “A-aku nggak bisa bawa mobil, Mas…”

Sena mengerutkan alis. “Bisa bawa motor?”

Aruni mengangguk, “kalau motor bisa, sih…”

Sena mengangguk paham. “Sementara naik taksi dulu. Ya sudah aku berangkat.”

Aruni tersenyum sambil mengacungkan jempol dan kembali menyantap sarapannya.

.

.

Di Kampus – Beberapa Jam Kemudian.

Aruni berjalan di antara gedung-gedung fakultas ekonomi. Udara kampus terasa akrab. Teman-temannya melambaikan tangan. Ada yang memanggil namanya.

"Aruni! ke mana aja sih? Hampir seminggu nggak kelihatan!"

Aruni tersenyum canggung. "Ada urusan keluarga."

"Urusan apa?" tanya seorang gadis berambut pendek bernama Vivi, sahabat terdekatnya di kampus. Vivi adalah tipe perempuan ceplas-ceplos, enerjik, dan selalu ingin tahu segalanya.

"Biasa. Keluarga," jawab Aruni menghindar.

Vivi memicingkan mata. "Kamu aneh, Ni. Ada yang disembunyiin pasti..."

"Nggak ada."

"Ah, aku tahu wajah kamu kalau bohong. Tapi sudahlah, nanti aku cari tahu sendiri."

Aruni menahan senyum, lalu mereka berjalan ke kelas bersama. Tapi di tengah jalan, seseorang memanggil Aruni dari belakang.

"Aruni!"

Aruni menoleh. Seorang pria dengan tinggi sedang, berkulit sawo matang, berkacamata, dan tersenyum ramah berdiri di belakangnya. Ini Mario. Teman sekelas yang sering duduk di dekat Aruni. Mario terkenal pendiam, tapi belakangan ini semakin sering mendekati Aruni.

"Hai, Rio," sapa Aruni ramah.

Mario tersenyum. "Kamu lama nggak masuk. Aku khawatir."

"Ada urusan keluarga," jawab Aruni lagi dengan kalimat yang sama.

"Urusan apa?"

Vivi menyenggol Aruni. "Tuh kan, orang lain juga penasaran."

"Aku..." Aruni bingung. "Ada acara pernikahan keluarga."

"Oh, siapa yang nikah?" tanya Mario antusias.

"Kakakku."

"Kakak? Kamu punya kakak?"

Aruni mengangguk, "Iya, kakak angkat," Aruni menjawab cepat. "Tapi tidak terlalu dekat."

Mario mengangguk, meskipun matanya masih memandang Aruni dengan rasa ingin tahu. "Kamu baik-baik saja kan?"

"Iya."

"Kalau ada apa-apa, kabari aku ya."

Vivi mendelik ke arah Mario, lalu berbisik ke Aruni, "Dia tuh suka sama kamu, tau!"

"Vivi!" Aruni memerah.

"Apa? Emang beneran. Semua orang di kelas tahu. Kamu aja yang bego."

Aruni hanya tertawa canggung. Tapi hatinya gelisah. Mungkin semuanya akan lebih mudah kalau Aruni menyukai Mario, bukannya menyukai Sena –tunangan sang kakak yang sekarang malah jadi suaminya.

Tapi walaupun Sena baik padanya, dia tetap kekeuh ingin bercerai satu tahun lagi, terbukti dengan kata-kata Sena yang selalu mengingatkan tentang perceraian. Arun mendesah panjang. Kecewa. Sepertinya mendapatkan hati seorang Bratasena memang tak semudah membalik telapak tangan.

“Eh, ayo buruan masuk. Kelas bentar lagi dimulai!” ucap Aruni, berusaha menyingkarkan rasa sedih yang tiba-tiba hinggap di hatinya. Dia berjalan cepat meninggalkan Vivi dan Mario yang masih terlihat bingung dengan perubahan sikap Aruni.

1
hiro_yoshi74
bisa galon juga mas brooot kk 🤭🤣🤣🤣
Hiro Yoshi
ih bahaya ta Lina sama bikin sahabatan
pantes kalo malem suka kluyuran 🤭🤣🤣🤣
Tamie
gaes... yuk like dan komen sebanyak-banyaknya, biar novel ini rame dan othor-nya semangat nulisnya ya.. hehehe... love you to the bone.. eh to the moon...🤭🤭
Hiro Yoshi: gabut kk hiburan ku cuma bc nopel
total 5 replies
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
hiro_yoshi74
ciiiie ...... yg mulai peka terhadap rangsang .....
hiro_yoshi74
wes lumayan run ngo samgu merem ......
hiro_yoshi74
nah kan malah treveloka ru .....🤣
hiro_yoshi74
aku tau otak mu mas brott..... pasti mau perpanjang dari setahun jadi selamanya .
tak tunggu bgt ms brot bucin akut sama runi kk tam
hiro_yoshi74: he e.... yang pasti posesip bngt dah
total 2 replies
hiro_yoshi74
wk wk ..... macam guguk bae vi di rantai .

emang mas brot ngeri juga vi kalo mode posesip .....
hiro_yoshi74
patik🔥 terus dit sampe mas brott tebakar api cembokur 🔥
sampe ngaku kalo do'i jelose kalo perlu🤭🤣🤣🤣
Tamie: Adit lg jd kompor mbleduk 🤣😅
total 1 replies
hiro_yoshi74
nass jangan bilang idenya sesat modelan vivi kk tam ?


kayake adit sama vivi satu frekuensi dah kk


..... asbun 🤭🤣🤣🤣🤣
hiro_yoshi74: jangan bilang mau cekokin 🥂 pulang" jadi es teler 🤭
total 2 replies
hiro_yoshi74
rejeki nomplio0k vi ......
kpn lagi numpak mobil mahal .......
trik mu emang siiip lah...👍
dalam benak mas broot ....
mbok yo kira kira lah vi . mosok macak cantik . mbahenol secara lo kan milih dress merah menyala ada belahanya dandan cetar membahana kok naik motor awut awutan loh nanti pas turun 🤭
hiro_yoshi74
kalah telak .. selamat menjilat ludah sendiri 🤭🤣🤣🤣
hiro_yoshi74
tak kirain vivi tepi lebih kalem dari runi ehhhhhhh kok modelan bisikan setan yg terkutuk kk 🤭🤣🤣🤣
hiro_yoshi74
semangat kk tam aku
padamu
bnyak tiponya
Tamie: iya ngerti bgt lah..... pokoke i lop u pull...
total 6 replies
hiro_yoshi74
cieee ms broot mulai posesip 🤭💃
hiro_yoshi74
wah sesat vi.
berasa godaan setan yang terkutuk itu run 🤭🤣🤣🤣
hiro_yoshi74
yg pwnting kenyang dulu run malunya no 2 in aja🤭
hiro_yoshi74
wk ,,,, kejawab sudah penasaran nya .....
ternyata diam " jutek" ada rasa yang mulai menjalar tumbuh di hati mas brot..... gass lah mas brot runi kan hallal🤭
Tamie: 🤭🤭🤭🤭.....
total 1 replies
hiro_yoshi74
kok nyesal ????....
mungkikah.. mas brot jatuh cinta dgn runi ....?????
kk tam iki pie .......?
🤭🤭
hiro_yoshi74: nah kan bikin penasaran ........
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!