"Maaf nyonya, tapi bayi anda tidak bisa diselamatkan." Kata-kata itu seperti pisau yang menancap tepat di jantung nya membuat dia mati rasa.
Namun, tampaknya kematian memang mengikuti nya. "Mommy, pergilah bersama dengan bayimu. kau tidak pantas jadi mommy ku." Kata-kata itu dari bibir kecil dengan wajah yang polos namun senyuman licik terbit seiring dengan mobil yang meledak.
"Jika aku hidup kembali, aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama."
Mata itu terbuka dengan napas yang memburu. Dia melihat keseluruh tubuhnya dan sepasang tangannya yang terbuka.
"Baguslah kau sudah bangun. bersiaplah! Pernikahan mu menghitung jam!"
"Aku? hidup kembali?"
Bagaimana kelanjutannya? Apakah akhirnya akan tetap sama atau berubah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siapa yang kena bom nya?
Tangan Athena seperti angin langsung memeriksa isi dibalik sutra yang lembut itu. Rasa penasarannya semakin menjadi-jadi saat melihat sedikit bentuk dari benda yang tersembunyi itu.
Saat sutra biru lembut itu terbuka. Gulungan kertas dengan lingkaran emas bak cincin melilit nya tanpa merusaknya. Manik Athena memastikan keadaan, tampaknya Logan pergi dari kamar. Baguslah! Athena tak menunggu waktu lagi. Tangannya melepaskan lingkaran tipis emas itu dan membuka gulungan kertas nya dan......
Manik Athena terbelalak melihatnya. Seiring dengan kepingan-kepingan ingatan yang menyerangnya. 'Athena, ini surat persetujuan untuk kegiatan jalan-jalan sekolah Aurora Minggu depan. Logan meminta mu untuk menandatangani nya. Karena kau mommy rora kan. Ini, tanda tangan ya.' Mertuanya Jennifer dengan senyuman yang begitu manis mengalahkan madu datang mendekatinya. Tanpa berpikir panjang dan bahagia melihat sikap ibu mertuanya, Athena menandatangani surat yang tersembunyi dibalik persetujuan untuk kegiatan jalan-jalan sekolah itu.
'Mommy mau kemana? Yang lainnya juga?'
'Ke butik. Pembukaan butik!'
'Butik siapa?'
'Tentu saja Tante Jennifer. Kau ini bagaimana? UPS, aku lupa. Kau kan hanya mengurusi urusan rumah, mana tau yang begini.' ejek Miranda.
'Logan, apa maksudnya?'
'Mommy di rumah saja, kami sudah terlambat! Ayo Daddy!' ketus rora mendorong kecil Athena dan yang lainnya tersenyum tanpa iba.
Logan menarik tangan Athena sedikit beranjak dari sana.'Di rumah saja. Kau sakit kan?'
'Tapi, butik apa yang dimaksud?'
'Tentu saja butik mommy! Sudahlah, kau istirahat saja di rumah! Kami akan segera kembali!'
'Kau begitu membuat ku kecewa Athena. Kau seperti tidak menghargai pemberian ku.' Athena bingung dengan ucapan Kakek Lucas padanya.
'Maksud Kakek?'
'Sudahlah, mungkin yang dikatakan Logan benar. Kau istirahat saja untuk program hamil mu. Tapi tetap saja aku tidak menyangka butik yang aku berikan untukmu kau serahkan kepada Jennifer.' Athena dapat melihat tatapan kecewa itu di mata itu.
"Aghhh!" Athena berteriak seiring dengan kepingan-kepingan ingatan berhenti.
"Ya, itu dia! Butik! Ini dia, aku dulu begitu b0doh dan sangat polos sekali. Mertuaku itu mengambil alih butik atas namamu dan menggantinya. Sekarang, tidak lagi! Butik ini akan tetep berada di pemilik nya. Aku terlalu teledor dan benar-benar polos saat Logan menanyakan hadiah waktu itu."
"Hah!" Athena mencengkram ujung kursi yang didudukinya dengan sakit kepala yang masih terasa.
"Kita mulai, ke tahap berikutnya! Tapi setelah memberikan pelajaran kecil untuk putri kecil ku itu."
Persiapan resepsi pernikahan Athena dan Logan telah selesai. Kedua pengantin baru itu datang beriringan dari mobil pengantin yang dihias sebaik mungkin. Sebuah ballroom hotel terbaik menjadi tempat penyelenggara kebahagiaan itu.
Kakek Lucas, pria itu duduk menatap Athena dan Logan yang sedang berdansa di lantai dansa. "Bagus, pertahankan senyuman itu. Kakek melihat kita." Jelas Logan.
"Kenapa? Kau takut melihat senyuman ku yang bertahan lama?"
"Hormati aku. Aku suamimu."
"Tapi itu bukan untuk menghormati. Tapi tunduk! Dan aku menolak!"
"Suamiku, hati-hati dengan tangan mu yang menyentuh pinggang ku. Kalau terluka atau tergores sedikit saja.... Kau tidak lupa kan?" Athena mendekatkan bibirnya ke telinga Logan yang sedikit sulit diraihnya karena perbedaan tinggi mereka. "Kau tidak lupa dengan serangan kecil ku pada pedang mu bukan?"
Logan menghentikan dansa mereka. Tapi Athena meraih tangan besar itu kembali dan berputar-putar kecil seolah tidak terjadi apa-apa. "Jangan berekspresi begitu. Nanti kakek melihat nya."
"Rora, mau bantu aunty?"
"Iya aunty!" Balas Aurora dengan semangat.
"Daddy!" Panggil Aurora yang datang dan menghentikan dansa keduanya.
"Mommy! Bagaimana kalau kita makan bersama? Dansa nya sudah ya? Rora lapar." Rengeknya dengan tatapan memelas.
" Oh, putri mommy lapar rupanya. Ok, kita makan."
"Yeee!" Aurora bersorak gembira, bagi yang lain itu pemandangan keluarga kecil yang bahagia dan manis. Tapi, dibalik manis itu ada racun yang tersembunyi.
Athena melihat jamuan makanan didepannya. Seperti dulu, tatanan yang sama. "Mommy, cobalah ini!" Aurora memberikan sepotong daging untuk nya.
"Terimakasih." Rora mengangguk, anak itu memindahkan tangannya ke arah minuman bewarna hijau.
"Mommy apakah mommy suka kue strawberry dengan kirim matcha diatasnya?"
'Bagus! Itu dia, langsung ke inti. Pengendali bonekanya sudah tidak sabar lagi.'
"Ya, kelihatannya enak. Kalau begitu, suapi Daddy mu dulu."
"Iya, ayo Daddy!" Logan menurut, dia dengan senang hati menerima suapan dari putrinya.
"Sekarang mommy!"
"Ya, tapi setelah ini Aurora juga makan ya. Rora suka kan?"
"Iya!" Athena langsung mengigit kue didepannya. Mulutnya seolah sudah paham akan letak bom didalamnya.
"Enak. Sekarang rora." Anak itu mengangguk patuh, Miranda tengah menghitung di sana seiring gigitan Aurora. 'Maaf ya putriku sayang. Tapi kau harus diberikan pelajaran. Lebih baik lidah mu terasa pedas daripada terbakar api dari orang lain yang m3mbunuh kemanusiaan mu.'
Kue strawberry itu langsung tergeletak di lantai berceceran. Logan langsung menoleh ke arah putrinya. "Rora!"
Dengan wajah yang memerah, aurora tersedak kecil, mengibas-ngibas tangan di depan mulutnya. "Uhuk! Daddy! Pedas!"
Bersambung....
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak 🥰 🥰 🙏