NovelToon NovelToon
ILMU PENGLARIS

ILMU PENGLARIS

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: HERMAWAN 505

DESKRIPSI CERITA: ILMU PENGLARIS (Ilmu Pemanggil Tamu)"Jangan pernah coba-coba untuk mengingkarinya..."
> Bagi Rahmat, kemiskinan adalah kutukan yang harus dihancurkan, bahkan jika ia harus bersekutu dengan iblis sekalipun. Melalui perantara Mbah Cahyo, kios baksonya mendadak berubah menjadi lautan manusia yang lapar. Namun, di balik kepulan asap dandang yang menggiurkan, ada aroma anyir darah dan hawa dingin yang mengurung tempat itu.
> Di saat Ratna, sang istri yang setia berjuang melayani pelanggan dengan peluh dan ketulusan, ia tidak pernah tahu bahwa suaminya sendiri telah menjual jiwanya ke penguasa kegelapan hutan fajar. Satu per satu keanehan mulai muncul. Angin yang berputar aneh, tatapan kosong para pembeli, hingga sekelebat wajah mengerikan yang mulai menggantikan wajah tulus istrinya.
> Sebuah kisah tentang keserakahan yang membutakan, kebohongan yang menumpuk, dan sebuah jebakan pesugihan searah yang tidak akan pernah membiarkan korbannya kembali ke jalan yang benar dala

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HERMAWAN 505, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aroma jahanam

Bab 11 - Aroma jahanam

Perjalanan pulang dari rumah kayu Mbah Cahyo berlangsung dalam keheningan yang teramat berat dan mencekam. Sepeda motor tua milik Rahmat terpacu sedikit kencang, membelah kabut fajar yang perlahan mulai memudar ditelan semburat cahaya pagi yang dingin. Di sepanjang jalan, Ratna yang duduk di boncengan hanya bisa menyandarkan kepalanya yang terasa sangat pening. Pikirannya didera kebingungan yang luar biasa; ia terus bertanya-tanya di dalam hati mengapa sekujur tubuhnya mendadak terasa teramat lemas, remuk, dan sakit tiada terkira.

Kondisi Ratna berbanding terbalik dengan Rahmat yang tengah mengemudikan motor di depannya. Pria itu sama sekali tidak memedulikan keluhan sang istri. Pikiran Rahmat saat ini telah sepenuhnya dikuasai oleh ambisi yang meluap-luap. Ia hanya ingin cepat-cepat sampai ke rumah, tak sabar untuk segera mempraktikkan hasil ilmu hitam jahanam yang baru saja ia tebus dari tangan sang dukun.

Sesampainya mereka di rumah, Rahmat bergerak cepat dengan penuh kewaspadaan. Tanpa membuang waktu, ia langsung menyembunyikan botol kaca berisi air rendaman jahanam itu di sebuah tempat yang teramat aman, sebuah sudut rahasia di mana tak akan ada seorang pun yang bisa menemukannya, termasuk istrinya sendiri.

Keesokan paginya, suasana kios masih tampak lengang saat Rahmat mulai sibuk di depan dandang besar, memasak racikan kuah bakso untuk dagangan hari itu. Setelah memastikan situasi sekitar benar-benar aman dan Ratna tidak mengawasinya, Rahmat mengambil botol rahasianya. Dengan tangan sedikit gemetar, ia mengambil sesendok kecil cairan kental yang mengeluarkan aroma amis samar yang cukup memualkan dari dalam botol tersebut, lalu perlahan mencampurkannya ke dalam kuah bakso yang tengah mendidih di dalam dandang.

Anehnya, tepat setelah cairan kental itu menyatu dengan air rebusan, bau amis yang sempat menusuk hidung tadi mendadak lenyap tanpa bekas dalam sekejap mata. Aroma jahanam itu justru berganti, memicu kepulan uap panas yang menyebarkan wangi yang teramat harum, begitu menggugah selera, dan memiliki daya pikat magis yang seolah bisa membuat siapa saja yang mencium aromanya langsung didera rasa lapar yang luar biasa.

Hari itu juga, keajaiban hitam yang dinanti-nantikan akhirnya benar-benar terjadi. Pembeli datang berbondong-bondong bagaikan air bah yang tak terbendung, menciptakan antrean panjang yang mengular hingga meluber ke bahu jalan. Pemandangan riuh yang dulu selalu dirindukan oleh Rahmat dan Ratna, kehangatan serta keramaian kios yang dulu sempat mati suri, kini telah bangkit kembali dalam sekejap mata.

Semua orang yang datang menyantap bakso hari itu selalu melontarkan pujian yang seragam; mereka bilang tekstur baksonya sangat kenyal dan kuahnya terasa gurih tiada tara. Namun, di balik keuntungan besar yang mulai mengalir, ada satu keanehan mengerikan yang kasat mata.

Satu per satu pelanggan yang mengunyah bakso itu menunjukkan gelagat yang ganjil. Wajah mereka benar-benar datar tanpa ekspresi, tatapan mata mereka kosong melompong seolah jiwa mereka tengah ditarik paksa oleh kekuatan tak terlihat. Tidak ada canda tawa, tidak ada obrolan hangat, bahkan tak ada sedikit pun keramahan atau raut wajah puas yang tersisa saat mereka melangkah pergi meninggalkan kios bakso milik Rahmat. Mereka semua bergerak kaku, layaknya seperti sekumpulan mayat hidup yang tengah ditarik oleh aroma jahanam.

Anehnya, baik Rahmat maupun Ratna sama sekali tidak menyadari gelagat ganjil dan mengerikan yang tengah terjadi pada diri para pelanggan mereka. Atau mungkin, jauh di lubuk hati yang paling dalam, sepasang suami istri itu memang sudah tidak peduli lagi dengan apa pun nasib buruk yang menimpa orang-orang yang menyantap dagangan mereka.

Ilmu penglaris yang diberikan oleh Mbah Cahyo terbukti begitu dahsyat dan mengikat kuat. Rasa serakah yang berpadu dengan kepulan uang yang terus mengalir deras telah berhasil membutakan mata batin keduanya. Rasa lelah yang sempat menyiksa raga mereka seolah sirna begitu saja, digantikan oleh gairah hitam yang membuat mereka berdua bergerak tanpa henti, terus-menerus melayani gelombang pembeli yang datang silih berganti tanpa putus hingga larut malam.

Di sisi lain, pemandangan ganjil yang berbanding terbalik justru menimpa kios bakso saingan mereka yang terletak di ujung jalan. Hari itu, warung kompetitor yang biasanya menjadi pusat keramaian di kawasan tersebut mendadak berubah menjadi begitu sunyi senyap dan sepi merana, tidak seperti biasanya yang selalu ramai dipadati oleh pelanggan setia. Padahal, dari segi variasi menu, kios di ujung jalan tersebut menyajikan pilihan yang jauh lebih kekinian dan bervariasi; mulai dari bakso urat, keju, telur, hingga bakso beranak yang tengah naik daun.

Kondisi itu jelas berbeda jauh dengan warung milik Rahmat yang hanya mengandalkan menu monoton berupa bakso urat dan bakso biasa saja. Namun secara tidak masuk akal, jarak yang cukup jauh tidak mampu menyelamatkan usaha mereka; jangankan bersaing, satu mangkok pun tidak ada yang terjual di kios ujung jalan tersebut sepanjang hari itu. Aroma jahanam dari dandang Rahmat seolah telah membius radius jalanan itu dan menutup rapat-rapat minat para pembeli untuk melirik ke arah lain, memaksa pemilik kios saingan hanya bisa terduduk lemas meratapi kerugian besar yang mendadak menghantam usaha mereka.

Malam pun semakin larut ketika riuh rendah antrean jahanam itu akhirnya benar-benar reda. Setelah menutup rapat pintu kios dan membersihkan sisa-sisa dagangan, Rahmat langsung bergegas masuk ke dalam kamar tidur mereka. Di atas kasur kapuk yang kusam, ia menumpahkan seluruh isi laci uang hasil penjualan hari itu.

Seonggok uang kertas berbau kuah bakso dan keringat kini bertumpuk tinggi di hadapannya—sebuah pemandangan yang jumlahnya benar-benar di luar dugaan dan belum pernah mereka capai selama bertahun-tahun berjualan. Di bawah temaram lampu kamar, Rahmat duduk bersila sembari menghitung lembar demi lembar uang tersebut dengan jemari yang gemetar karena girang. Detik berikutnya, tawa kepuasan yang teramat lebar pecah dari bibirnya. Ia tertawa terbahak-bahak, seolah rasa lelah yang mendera raganya lenyap tak berbekas, sepenuhnya dibutakan oleh tumpukan rupiah yang berhasil ia tebus dari sekeping raga istrinya dan sebotol air rendaman sesat di dapur mereka.

Bersambung

1
Mega Arum
sebenarnya kasihan Ratna,..
Mega Arum
kemungkinan itu anak setan 🤨
HERMAWAN 505: bisa jadi karena pak Rahmat itu mandul
total 1 replies
Mega Arum
kasihan Ratna...
Mega Arum
mampir lagi kak.. semoga lbh menarik dr novel sebelumnya,...
HERMAWAN 505: makasih banyak Mega Arumi, mohon dukungannya yah semoga bisa membuat kamu senang dengan hasil akhirnya.👍
total 1 replies
miilieaa
tulisan nya bagus banget😍
HERMAWAN 505: makasih kakak, semoga terhibur yah
total 1 replies
Wulandari Ayuningtyas
halo kak....udah aku like y
jangan lupa like back ke ceritaku 😁
HERMAWAN 505
cerita lokal yang menerik
HERMAWAN 505
makasih sudah mau mampir di novel ku. 🙏🙏🙏
Ara putri
Hay kak, saling dukung yuk. Mampir juga keceritaku TUAN AYAZ TOLONG BERHENTI!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!