NovelToon NovelToon
Disty Milik Javeno (Aku Pelacur Milik Javeno)

Disty Milik Javeno (Aku Pelacur Milik Javeno)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Penyelamat
Popularitas:923
Nilai: 5
Nama Author: S.Lintang

⚠️⚠️

Bukan Cinta Yang Memiliki.
Tapi Obsesi Yang Menjerat.

⚠️⚠️

~•~

Aku bukan milikmu
tapi kamu tidak pernah melepaskanku.
- Disty -

Kamu milikku, dan tidak ada
yang berhak memilikimu selain aku.
- Javeno -

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S.Lintang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Disty keluar dari walk in closet dengan seragam nya. Ia juga sudah rapi dan siap untuk berangkat. Tetapi Javeno sama sekali belum siap. Javeno sudah mandi, tapi malah tidak memakai seragam sekolah.

Disty ingin bertanya kapan Javeno akan mengganti pakaiannya, tapi ia masih menghindari kontak mata dengan Javeno mengingat kejadian memalukan yang dirinya salah orang dan salah paham.

Javeno berdiri mendekat sambil memberi sepotong buah apel yang tadi sempat ia makan juga pada Disty.

Disty menerimanya dan mengunyah.

"Udah?" tanya Javeno dan Disty mengangguk lalu keluar duluan.

Javeno menyusul dan merangkul posesif pinggang Disty. "Aku pulang ke mansion utama hari ini," katanya.

Disty menoleh sebentar. "Jadi kamu nggak sekolah?" tanyanya.

Javeno menggeleng. "Aku antar dan jemput kamu nanti," jawabnya.

Disty mengangguk saja. Disty belum pernah bertemu dengan keluarga Javeno, makanya ia juga tidak tau kalau Javeno memiliki saudara kembar.

Keduanya sarapan lebih dulu sebelum Javeno mengantar Disty dengan mobil.

Sepanjang jalan menuju sekolah, keduanya hanya diam dengan Javeno yang terus menggenggam tangan Disty penuh kasih sayang.

Disty diam karena masih merasa malu juga mengingat kejadian semalam yang dia salah mengira.

Saat sampai di depan gerbang. Javeno tidak langsung membiarkan Disty keluar begitu saja dari mobil. Ia mencium seluruh wajah Disty dan terakhir ia juga mengecup singkat bibir ranum itu.

"Nanti aku jemput," kata Javeno dan Disty mengangguk.

"Iya," katanya sambil keluar dari mobil.

Dan sudah di sambut oleh Zayna yang melambaikan tangan dengan senyum penuh.

"Pagi," sapa Zayna.

Disty diam saja dan terus melangkah. Zayna juga diam tidak memaksa Disty untuk membalas sapaan nya.

"Tadi lo di antar Javeno?" tanya Zayna yang membuat langkah Disty berhenti lalu menatap dirinya.

"Setiap kali Zaffar gangguin lo, Javeno selalu datang dan buat Zaffar berhenti untuk sebentar. Satu sekolah juga tau itu, cuma gue baru liat tadi ini Javeno yang nganterin lo pake mobil," ujar Zayna.

"Dia nggak sekolah?" tanyanya lagi.

Disty diam dan kembali melanjutkan langkah.

"Tapi apa mungkin lo punya hubungan lebih sama Javeno yang lebih berbahaya dari Zaffar, Dis?" tanya Zayna lagi.

Tangan Disty terkepal dan berhenti lagi, menatap tajam Zayna yang menutup bibirnya rapat.

"Oh no, kayaknya gue salah ngomong," batin Zayna.

"Jangan kepo!" kata Disty penuh penekanan.

"Sorry," ucap Zayna.

Keduanya melanjutkan langkah lagi untuk sampai di kelas. Zayna juga tidak membahas apa-apa selain pelajaran.

~•~

"Gav." Javeno memakai headset di telinga sebelah kiri guna bicara pada Gaveno sekarang.

"Hm," dehem Gaveno.

"Di mana?" tanya Javeno dingin.

"Di rumah lo," jawab Gaveno jujur. Karena dirinya sedang duduk berdua bersama Anggun sekarang. Anggun belum bisa ia bawa langsung ke mansion nya yang masih dalam keadaan renovasi.

"Jemput Disty, jalanan macet dan gue bakal telat kalau harus nunggu," kata Javeno tidak bisa menjemput Disty karena jalanan yang padat.

Javeno tidak mau Disty menunggunya terlalu lama dan kejadian di depan gerbang empat hari lalu terulang, di mana Zaffar yang berusaha menyentuh miliknya.

"Hm," dehem Gaveno setuju dan segera berangkat untuk ke sekolahan. Untuk menjemput sang Kakak ipar.

Dan saat sampai di SMA Galaxy II. Gaveno segera kelas XII IPS 5. Di mana bel baru saja berbunyi dan kelas di bubarkan. Setelah guru keluar.

Zaffar menahan pergelangan tangan Disty yang hendak keluar dari kelas juga. Lalu dengan paksaan tanpa persetujuan, Zaffar mencium kasar bibir Disty di depan semua murid yang tercengang itu.

Zaffar sangat berani padahal ini di sekolah?

Disty syok untuk 3 detik awal, sebelum ia mendorong tubuh Zaffar dan_

Plakk

Satu tamparan keras mendarat di pipi Zaffar.

Disty sudah muak terus menerus di ganggu dan berakhir dirinya yang salah di mata Javeno lalu setelah itu mendapat hukuman.

Dan sekarang, Zaffar benar-benar melewati batasnya.

"Stop untuk ganggu gue apalagi lo yang berani dengan lancang sentuh gue!"

Satu kelas di buat takjub dengan suara Disty yang akhirnya keluar. Itu pun dengan amarah yang menyelimuti.

Zaffar memegang pipinya sebentar lalu menatap dingin dan rendah pada Disty yang memberi tatapan tajam padanya.

"Lo marah berlebihan sama gue tapi pas Javeno yang ngelakuin itu, lo diam tanpa amarah, tanpa pemberontakan dan malah menyerahkan diri. Pelacur pribadinya lo?" tanya Zaffar santai. Sangat merendahkan Disty di depan semua murid kelas IPS 5.

"Disty."

Panggilan itu membuat semua orang menoleh dan melotot dengan tubuh menegang sambil bergerak mundur.

Hanya Disty yang tubuhnya seolah di pause oleh kedatangan Javeno yang tiba-tiba. Tidak, itu bukan Javeno, melainkan Gaveno.

Namun tidak ada yang mengetahui itu, bahkan Disty pun tidak tau. Karena Javeno dan Gaveno tidak ada bedanya. Dari tinggi, postur dan wajah. Semua sama.

"Santai aja kali, tegang amat kalian semua," ujar Gaveno terkekeh santai sambil berjalan masuk mendekat pada Disty.

"Ada drama ya? Seru kayaknya," lanjutnya sambil menatap Zaffar sebentar lalu beralih pada Disty.

Semua orang bingung.

Javeno tertawa?

Javeno berbicara ramah?

Tidak, itu adalah Gaveno. Dan perbedaan mereka berdua ada di karakter.

Javeno dingin, kejam dan tidak tersentuh, maka Gaveno ramah.

"Ayo pulang," ajak Gaveno pada Disty yang menatap bingung.

Mengikuti langkah kaki Gaveno yang menggenggam tangannya, membawanya keluar dari kelas dengan wajah tenang dan ramah nya.

"Jav," panggil Disty sedikit gemetar ketakutan walau ada keanehan dengan orang yang Disty pikir adalah Javeno.

Gaveno diam tidak menjawab, sampai ia membawa Disty masuk ke dalam mobil.

Dan sebelum mobil jalan, ia menoleh menatap Disty yang tidak berhenti menatap dirinya.

"Kamu belum bisa bedain mana Javeno dan Gaveno?"

Pertanyaan itu membuat Disty langsung berpikir.

"Iya, Javeno nggak pernah bersikap ramah. Javeno memang tenang, tapi dia dingin. Dan kalau ini memang Javeno, pasti reaksinya tentang aku sama Zaffar nggak akan setenang ini," batin Disty baru sadar.

Setelah melihat kejadian tadi, kalau di pikir-pikir itu mustahil untuk Javeno yang tidak langsung memberi pelajaran pada Zaffar. Ternyata ini adalah kembaran nya.

"Mungkin sekarang Jav udah nunggu kamu di rumah. Aku cuma di minta untuk datang jemput kamu karena tadi dia kejebak macet," ucap Gaveno dan segera menjalankan mobil.

Disty tidak menanggapi Gaveno. Ketegangan dan rasa takut kembali menyelimuti nya sekarang.

Walaupun Javeno tidak ada dan tidak melihat, Javeno pasti tau. Tentang dirinya yang mengeluarkan suara, dan tentang Zaffar yang berhasil menyentuh nya.

Javeno selalu tau dengan cepat kalau itu menyangkut tentang Disty.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!