NovelToon NovelToon
Obsesi Sahabat Suami

Obsesi Sahabat Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Obsesi / Pengkhianatan
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Lautan Ungu_07

Veyra Aletha, ia tidak pernah berniat mencintai siapapun selain suaminya. Baginya, Alvero Halim Winata adalah rumah pertama, lelaki yang ia pilih untuk membangun keluarga kecil mereka bersama putra semata wayang mereka, Renzio Althar Halim.

Kehidupan pernikahan tidak selalu berjalan seperti yang dibayangkan. Di tengah kesibukan Alvero yang semakin tenggelem dalam pekerjaan, hadir Regan Han Sebastian, sahabat sekaligus rekan kerja suaminya yang selalu punya waktu untuk hadir saat Veyra merasa sendiri.

Menemani Renzio bermain. Mengantar Veyra saat Alvero sibuk. Datang membawa makanan. Dan perlahan mengisi ruang kosong yang tidak pernah Veyra sadari sebelumnya.

Hingga suatu hari, kecelakaan mengubah segalanya. Veyra dinyatakan hilang di lokasi kejadian.

Saat semua orang percaya Veyra telah hilang, Regan justru membawanya pergi ke Singapura. Menyimpan rahasia besar yang perlahan mengaburkan batas anatara cinta, rasa bersalah, dan obsesi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lautan Ungu_07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Mau Jadi Yang Ke Dua

Langkah orang-orang mulai memenuhi lobby kantor sore itu. Termasuk Regan, ia menatap jam yang melingkar di tangannya. Waktu sudah menunjukkan pukul 17:45. Satu tangannya menenteng tas laptopnya.

Wajahnya terlihat jauh lebih segar dari orang-orang yang justru menahan lelah. Senyumnya selalu menggantung di wajahnya, mengangguk dan menyapa siapapun yang berpapasan.

"Kenapa pada lesu gitu, ya? Apa kerjaan kantor membuat mereka hampir setres?" gumam Regan sambil memperhatikan siapapun yang ada di sana.

Saat ia hendak keluar, langkah Regan berhenti sesaat. Matanya melihat-lihat sekeliling. Sebelum akhirnya, pandangannya berhenti di satu perempuan yang tengah duduk sendirian.

Regan mengernyit, ia menyipitkan matanya. Seolah memastikan ia tidak salah melihat. "Veyra."

Tanpa banyak bertanya lagi, Regan berjalan menghampiri. Veyra duduk di kursi sambil bersandar, tangannya terus mengusap perut yang sudah membesar.

"Veyra, kamu sendirian?"

Veyra mendongak, lalu mengangguk. "Aku nunggu Mas Al."

"Alvero ada meeting dadakan, aku dengar dia ketemu klient yang minta catatan sahamnya." Regan ikut duduk di sebelah Veyra.

Bibir Veyra seketika mengerucut, bahunya merosot. "Aku udah beberapa kali hubungi dia. Tapi belum aja jawaban."

"Pastinya, dia profesional kalau kerja. Jadi gak mungkin sempet pegang hp saat lagi meeting." Regan menghela napas panjang. "Kenapa kamu menyusul ke sini?"

Veyra menoleh. "Hari ini jadwal aku periksa kandungan. Tadi pagi aku sama Mas Al udah janjian."

Regan manggut-manggut, tatapannya jatuh lama ke wajah Veyra, lalu ke perutnya. Perasannya seketika campur aduk, kasihan dan rasa bersalah yang entah untuk apa.

Yang jelas, Regan merasa Alvero kerja keras demi perusahaannya. Rahangnya mengeras.

"Kamu belum makan?"

Veryra menggeleng. "Rencananya aku mau makan bareng Mas Al, sebelum kita ke rumah sakit."

Regan membuang napas, ia kembali melihat jam di pergelangan tangannya. Langit di luar sudah mulai gelap.

Ia tahu, Alvero tidak akan selesai dalam waktu singkat. Apalagi meeting klien kali ini harus benar-benar teliti, perhitungan keuntungan pemilik saham di perusahaan.

"Veyra, aku temenin kamu makan. Sambil nunggu Alvero selesai, gimana?"

Veyra tidak langsung menjawab, ia hanya menatap Regan beberapa detik.

Regan menaikkan alisnya. "Kamu pasti sudah lapar, kan? Jangan di tahan, sekarang yang kelaperan bukan cuma kamu. Tapi bayi kamu juga."

Pandangan Veyra kini beralih ke perutnya, ia tersenyum tipis. Lalu kembali menatap Regan. "Kamu bener, Regan. Yaudah ayok!"

Senyum Regan langsung melebar, ia sigap membantu Veyra bangun. "Hati-hati," katanya sambil memegangi tangan Veyra.

"Tenang aja kali, ini bukan pertama kalinya aku hamil."

Regan tertawa tipis, tangannya refleks meraih lengan Veyra.

Tapi Veyra cepat-cepat menepisnya. "Regan, jangan sembarangan. Orang lain bisa berpikir yang tidak-tidak."

"Aku cuma mau bantu kamu, Vey." Ia segera melepaskan genggamannya. "Kalau gitu, tas kamu biar aku yang bawa." Langkahnya seketika berhenti.

Tanpa ada penolakan, Veyra memberikan hobo bagnya ke pria itu.

Regan langsung memakainya tanpa merasa malu. Wajahnya senyum-senyum gak jelas.

"Isi tas kamu apa, Vey? Rasanya kenapa lebih berat dari tas laptopku?" Regan mengintipnya sedikit.

"Kamu cek aja, aku gak mau sebutin satu-satu."

Regan membuka tas itu sedikit lebih lebar, isinya hanya satu buku Ibu hamil. Cardigan rajut. Tumbler minum berukuran sedang. Dompet dan ponsel.

"Ternyata seperti ini rasanya jadi suami." Ia terkikik sendiri.

Veyra hanya terkekeh.

Mereka berdua berjalan menuju coffe shop yang berada tepat di sebrang kantor. Sesekali Veyra pegangan pada lengan Regan, begitu juga Regan yang sering refleks memegangi lengan Veyra.

Coffe shop cukup ramai menjelang malam itu, aroma kue manis dan kopi espresso yang paling menusuk hidung.

Veyra duduk di dekat kaca jendela, ia tengah memakan chicken katsu rice dengan lahap.

Sementara Regan memesan chicken triyaki rice. Ia ngunyah pelan sambil sesekali menatap Veyra.

"Makan yang banyak, Vey. Bukan cuma kamu yang butuh asupan."

Veyra mengangguk, "kamu bener, Regan." Jawabnya sambil nunjuk Regan dengan sumpit.

Regan hanya tersenyum.

Beberapa menit berlalu, di meja yang tersisa hanya red velvet cake dessert. Veyra terus menatap ponsel di depannya, berharap Alvero segera membalas pesannya.

Tapi setelah hampir satu jam di sana, tak ada satu balasan pun yang masuk. Veyra membuang napas pelan.

Dan tak lama, satu pesan kini masuk. Bukan dari Alvero, tapi dari Dokter kandungannya.

"Siapa?" Tanya Regan sambil menyendok dessert miliknya.

"Dari rumah sakit, Dokter nanya mau periksa sekarang atau besok." Jawab Veyra sambil mengetik balasan.

Regan yang tengah mengunyah, kini langsung menelan makanannya.

"Veyra, aku rasa Alvero belum selesai juga. Kalau kamu gak keberatan, aku temenin kamu periksa, ya."

Mendengar tawaran dari Regan, membuat gerakan Veyra berhenti sebentar. Rasanya terlalu aneh, karena biasanya Alvero yang selalu menemani pemeriksaan kandungannya. Tapi sekarang, harus Regan.

"Gimana? Itung-itung aku berlatih sebelum jadi suami beneran," lanjut Regan.

"Suami siapa?" Tanya Veyra cepat.

"Emangnya kamu mau punya suami dua. Kalau mau... aku jadi yang kedua juga gak apa-apa." Jawab Regan sambil tertawa lepas. Kata-katanya sangat ringan.

Veyra langsung melempar tatapan menusuk ke arahnya. "Heh, jangan ngada-ngada ya! Aku gak mau sama kamu."

Tawa Regan semakin keras. "Aku hanya bercanda. Masih banyak wanita single, kenapa aku harus jatuh cinta sama istri orang? Apalagi kamu... istrinya Alvero."

Veyra mendengus.

"Jadi gimana? Mau atau tidak aku temenin ke rumah sakit. Atau masih mau nunggu Alvero?"

Veyra menatap ke jendela, langit sudah benar-benar gelap. Lampu jalanan menyala temaram. Ia kembali menyalakan ponsel, angka jam terpampang jelas menunjukan pukul 20:12.

"Yaudah, tanggung juga aku udah di luar."

Regan mengangguk. Ia berdiri lebih dulu, lalu kembali membantu Veyra bangun.

"Tas biar aku aja yang bawa." Regan mengambil tas dari tangan Veyra.

Keduanya segera keluar dari coffe shop. Tapi Veyra harus menunggu lagi, menunggu Regan yang sedang mengambil mobilnya.

...****************...

Di ruang pemeriksaan kehamilan, hanya ada Veyra, Regan dan Dokter perempuan.

Saat ini, Veyra sudah berbaring di atas ranjang. Dokter berdiri di sampingnya sambil terus menggerakkan alat USG di perut Veyra, lalu melihat monitor di depannya.

Regan duduk di sisi ranjang sebelah kiri, ikut memperhatikan layar monitor dengan senyum yang masih sama.

"Dokter, apa jenis kelaminnya sudah terlihat?" Tanya Veyra.

Dokter itu mengernyit, masih menatap serius ke layar monitor. "Saya tidak bisa memastikan sekarang. Janinnya sangat aktif. Kamu abis makan apa?"

"Cake," jawab Veyra singkat.

"Pantesan, janin emang paling senang kalau Ibunya makan yang manis-manis."

"Ohh, berarti makanan manis itu sangat diminati semua kalangan, termasuk janin," timpal Regan.

Dokter dan Veyra sontak tertawa.

"Sepertinya, jenis kelaminnya perempuan."

"Dokter, gimana kalau dia berubah pikiran? Dan memilih jadi laki-laki saat lahir nanti."

"Regan!" Veyra memukul lengan Regan.

Dokter menjelaskan semuanya. Tatapan mereka tak beralih dari layar yang menampilkan janin.

Veyra refleks menggenggam tangan Regan. Perhatiannya masih tertuju pada layar monitor. Ia bahkan tidak menyadari apa yang baru saja ia lakukan.

Sementara Regan kini menunduk. Tatapannya jatuh pada tangan mereka yang saling bertaut. Untuk beberapa detik, ia lupa melepaskannya.​

1
Pengabdi Uji
Regan🤣 km suka yg mna dehh
Addb_Rh
ini jd curiga, obsesi mu ke Zio apa Vyera nanti ujung nya🙄😅
Laila Sarifah
Apa Regan ini nggak pernah pacaran?
Aii Flow🌷: Belum, paling cuma kagum-kagum gitu😄
total 1 replies
Addb_Rh
anu Rzgan, daripada solo karir terus gt, mending nikah aja sih😩😩
masih banyak cewek cantik kok. 🤣
Aii Flow🌷: Bukan cantiknya, tapi minat Regannya yang belum mau😭
total 1 replies
Its me
novel banget 🤭
Aii Flow🌷: Drama banget🤧
total 1 replies
Pengabdi Uji
regann trlalu bnyk nnton drama🙄🙄 eehh
Pengabdi Uji
😭 bukan mami mu aja kita pembaca jg curiga regan ini knp🤭
Aii Flow🌷: Semuanya curiga🤣
total 1 replies
Pengabdi Uji
🙄ga trlalu percaya sma regan kek agak nikungg gitu 🤣🤣
Addb_Rh
makin kesini, makin kesana aja omongan Regan😩😩

normal ya Reg, punya pacar makanya🤣
Addb_Rh
pen nampol Regan pale swallow biar sadar umur🙄

ngalahin anaknya Al, ih kamu Reg.. 😩🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Its me
kebalik mom
apa Alvaro siap di binor sama Regan
Laila Sarifah
Apa Raynand terlalu di manjakan sama orang tuanya, makanya sifatnya nggak bisa dewasa😌
Laila Sarifah: 😭😭😭 Regan elahh, keyboardnya otomatis kesana😭
total 2 replies
Laila Sarifah
Kapan dewasanya kamu Regan😭
Pengabdi Uji
Wkwk All lu srius udh nyaman sma Regan 😭 agak bingung coy ini Regan obses ke lakinya apa ke bininya🤭
Aii Flow🌷: Nggakkk, ya kali ke lakinya😭🤣
total 1 replies
Its me
nah ini kayaknya yang di bilang Raymond tadi 🤣
Its me: bukan Regan tapi Ahsan 🤭
total 3 replies
Its me
bukan sama Alvero tapi sama bini nya
Laila Sarifah
Makanya jangan terlalu deket sama Alvero. Cari istri gih Gan🤪
Aii Flow🌷: Nggak dulu, lagi nunggu mangsa🤧
total 1 replies
Addb_Rh
makanya cari pacar Regan, sifat manjamu itu, kadang ke Al juga agak agak gimana gt. 🥲
Aii Flow🌷: Terlalu dimanja sama Mamynya🤧
total 1 replies
Pengabdi Uji
Samaa😭 aku jg mkir regan geiy anjayyy😭😭 bner kgk siii wkwk
Aii Flow🌷: Nggak😭 dia normal🤣
total 1 replies
Addb_Rh
malu Regan, udah tua. 😩
Aii Flow🌷: Apa itu tua? Regan masih anak-anak🤧🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!