NovelToon NovelToon
Singgasana Untuk Istri Yang Terluka

Singgasana Untuk Istri Yang Terluka

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Balas Dendam
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: PandaMaiden

Andra yang jatuh cinta pada pandangan pertama saat bertemu dengan Mila, perempuan yang telah bersuami itu mampu menggetarkan hatinya hingga membuat dia mencari tahu seperti apa kehidupan yang sedang di jalani Mila bersama suaminya. "Mila, kau tak pernah bahagia kan hidup bersama suamimu itu?" tanya Andra menatap serius Mila. "Bapak tidak perlu tahu urusan rumah tanggaku!" sentak Mila. "Ceraikan saja suamimu dan jadilah istriku, kau akan kujadikan ratu dalam hidupku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PandaMaiden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 Lampu Hijau

Bab 11

Lampu Hijau

Bu Maya beberapa hari ini merasa jengkel karena Andra tak pulang ke rumah. Wanita itu tahu, jika putranya itu ke apartemen. Di telpon pun jawabnya hanya iya saja. Dan malam ini, Andra berjanji akan pulang.

Andra masuk ke dalam rumah saat bu Maya tengah membaca majalah. Wanita itu langsung menurunkan kaca mata dan menyimpan buku tersebut ke meja.

"Kamu sudah makan?" Tanya bu Maya.

"Udah, Ma. Aku mau ke kamar dulu," ucap Andra.

"Setelah ini Mama mau bicara,"

"Soal apa, Ma?" Tanyanya.

"Ya kamu ke kamar aja dulu, mau mandi, makan atau apa. Setelah selesai baru ke sini," titah bu Maya.

Andra pun menurut, pasti ada hal penting yang mau di bahas. Entah itu masalah dia kabur dari rumah saat ada pak Wagio atau hal lain yang tidak dia ketahui.

Setengah jam kemudian, Andra sudah duduk di seberang bu Maya. Meletakkan air minum yang dia bawa.

"Ada apa, Ma?"

"Kamu merasa punya salah atau tidak?" Tanya bu Maya.

"Iya, aku minta maaf soal kemarin. Mama kan tahu, aku ga suka di jodohin aku punya pilihan sendiri." Andra menjelaskan kesalahannya.

"Maksud kamu, wanita yang kamu ingin itu adalah istri orang?"

"Ma-maksud Mama?" Kaget Andra.

Bu Maya tersenyum mengejek, bukan dia tidak tahu putranya itu berbuat apa di luar sana. Hanya saja, masih ingin berbicara baik-baik karena putranya itu telah dewasa. Memang benar, dia punya pilihan sendiri, namun pilihan yang salah itu sudah jadi kewajiban orang tua untuk mengarahkan ke yang benar.

"Dia itu punya suami, kamu tidak berhak ikut campur masalah rumah tangganya. Bahkan sampai kamu bawa ke apartemen dan kalian tidur satu atap. Itu tidak benar, Nak."

Andra menunduk, dia sadar akan hal itu. Tapi nalurinya sebagai pria yang melihat wanita itu menderita dia tidak rela, terlebih wanita itu adalah yang dia suka.

"Kamu itu sudah dewasa, bisa membedakan hal semudah itu. Terlebih kamu seorang bos, kamu bisa pilih yang masih singel." Nasehat bu Maya.

"Aku akan menunggunya lepas status ya Ma, kalau Mama memintaku untuk berpaling darinya, aku tidak bisa."

Bu Maya mengembuskan napas lelah, semua usahanya selama ini tidak ada yang berhasil. Jadi untuk kali ini dia akan membiarkan putranya memilih sendiri. Tapi pilihannya malah tidak membuatnya puas.

"Kamu menyuruhnya bercerai? Jangan gila Andra." Tukas bu Maya.

"Ma, suaminya itu cuma jadi benalu. Suka main tangan. Dan juga menjadikannya mesin uang," papar Andra.

"Apa?!" Kaget bu Maya.

Selama ini dia melihat Mila tampak baik-baik saja. Tidak pernah ada gosip di kantor atau hal buruk lainnya yang menjelekkan soal hidupnya.

"Mama kaget kan. Aku sejak awal sudah tahu, Ma. Tapi makin lama kesabaranku ini menipis."

"Hmm, tapi tetap saja. Dia itu masih istri orang,"

"Apa Mama merestui aku dengannya?" Tanya Andra.

Pria itu ingin memastikan jika sang ibu memberikan hak untuk memilih apakah pilihannya itu akan di restui.

"Mama pikirkan dulu." Bu Maya beranjak dan meninggalkan Andra di sofa.

"Kayaknya lampu hijau nih," seru Andra senang.

*

Sementara di perjalanan pulang, mobil Mila diikuti oleh seseorang menggunakan taksi. Wanita itu memang tidak langsung pulang ke kontrakan karena ada beberapa barang yang harus dia beli.

Mila tetap santai saat mengemudi, tidak terlalu memperhatikan hal lain dalam perjalanan. Namun saat di lampu merah, dia berhenti dan melihat mobil biru di belakangnya. Saat lampu sudah berah menjadi hijau, mobil di belakang Mila selalu mengikuti.

Ketika akan belok menuju ke kontrakan, taksi tersebut masih mengikuti membuat Mila merasa takut.

"Sepertinya mobil itu mengikuti ku sejak tadi," ujar Mila.

Wanita itu sengaja tetap lurus terus dan malah menuju ke pom bensin. Lebih baik dia ikutan antri minyak ketimbang alamat barunya di ketahui keluarga toxic nya.

"Mendingan aku antri minyak deh." Mila menatap ke belakang, dan terlihat taksi itu berhenti sejenak lalu menepi.

Perasaan was-was kini semakin kuat di hati Mila. Sepertinya penguntit itu tak akan menyia-nyiakan waktu untuk mengikutinya hingga tetap menunggu.

"Aku harus minta bantuan siapa ya," pikir Mila setengah panik. Dia meraih ponsel dan menelepon Andra.

Entah ini baik atau tidak, dia hanya ingin segera terlepas dari penguntit tersebut. Setelah tersambung, Mila menceritakan kejadian yang saat ini dia alami.

"Kamu tetap tenang dan tunggu, saya akan segera ke sana." Andra meraih kunci mobil yang jarang dia pakai. Yang tentunya tidak mudah di kenali oleh orang yang tahu seluk beluknya.

Tak sampai lima belas menit, Andra bersama orang suruhannya sudah tiba. Orang kepercayaan Andra turun menggunakan kaca mata hitam dan juga jubah, lalu menuju ke mobil Mila yang tentu tertutup oleh mobil lain.

Mila masuk ke toilet spbu dengan membawa kantong berisi masker, kaca mata dan kerudung.

"Ya ampun, pak Andra nyuruh aku nyamar jadi ukhti ya," gumam Mila.

Namun meski begitu. Dia tetap mengganti penampilan sesuai dengan yang Andra siapkan. Lalu dia berjalan santai dengan tatapan lurus ke depan.

Kaca mobil terbuka menampilkan wajah Andra di balik kemudi. Mila pun langsung masuk dengan aman. Dia memperhatikan mobil biru di sebrang jalan yang kini menurunkan kaca, terlihat wajah Vio di baliknya.

"Ternyata dia, berani-beraninya dia mengikutiku," umpat Mila yang tentu di dengar Andra.

"Mau kamu samperin?" Tanya Andra.

"Ogah Pak. Nggak penting," jawabnya kesal.

"Sekarang, kamu mau pulang atau bagaimana?" Andra memastikan terlebih dahulu.

"Ya pulang pengennya Pak, tapi di jamin aman kan ini ya," dia sedikit khawatir. Meski tak sekhawatir sebelum Andra datang.

"Kalau mau lebih aman, kamu ikut pulang ke rumah saya aja. Kamu akan mendapatkan perlindungan 24 jam penuh." Kekeh Andra.

"Pak, sejak kapan Bapak pandai menggombal seperti ini," cibir Mila.

"Tentu sejak mengenal kamu lah, masak nggak peka juga," canda pria itu.

Mila tapak bersemu merah dan mengalihkan tatapan ke luar jendela. Membuat Andra tersenyum lebar.

Tak berselang lama, mereka pun tiba di kontrakan Mila, sebelum turun wanita itu kembali menoleh kebelakang untuk memastikan bahwa di benar-benar aman.

"Kamu aman, Mila. Jangan khawatir," ujar Andra.

"Ee, iya Pak. Terimakasih atas bantuannya dan sudah mau di repotkan. Saya masuk duluan ya," ucap Mila.

"Nggak nyuruh saya masuk dulu?" Kata Andra.

"Pak, tolong. Jangan mulai, nanti di kira orang apa-apa kalau Bapak mampir dan kita hanya berduaan di dalam rumah."

Andra tergelak melihat ekspresi ketakutan Mila yang terpancar jelas di wajah cantiknya.

"Ish, nyebelin sih Bapak." Mila langsung bergegas masuk.

1
Elisabeth Ratna Susanti
waduh aku deg2 an nih
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍
HiaTus: 😍makasi akak
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
semoga rencananya berhasil.....amin 🥰
HiaTus: aminn🙏
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan👍
Elisabeth Ratna Susanti
waduh ibu mertua macam apa ini pengen tak getok pake high heels nih😄
Rani
numpang iklan 🙏
Elisabeth Ratna Susanti
ish! main tampar saja nih orang
NyonyaMuda
jangan galau lagi mila, cepat tinggalkan saja si arjun💪
NyonyaMuda
senangnya sapat traktiran😍😍
NyonyaMuda
pak wagio ngarep banget deh😄
NyonyaMuda
pak andra harus cepet ungkapin ke mila🤭
Elisabeth Ratna Susanti
setuju, jangan aneh2 ya 😄
Santai Dyah
bner mila nurut aja jgn berdebat dengan andra
HiaTus: biar nanti cepet di halalin
total 1 replies
Santai Dyah
jhat nya bu lisa ngetawain mila yang jatuh
HiaTus: iya, mereka keterlaluan
total 1 replies
Santai Dyah
sabar vio mungkin kk kmu lg bhagia mknya brisik
HiaTus: 🙏🙏betul itu
total 1 replies
Santai Dyah
enaknya bisa numpang mndi di tawarin mkn pula si mila
HiaTus: rejeki nomplok🤣
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
jangan bawa2 roman, roman nggak salah 😄
Elisabeth Ratna Susanti: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Elisabeth Ratna Susanti
waduh cowok apaan ini? bayar listrik aja nggak bisa 🫣
HiaTus: kan dia pengangguran🤣
total 1 replies
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Remontada
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!