Igrisia Devalona Bharata terlahir dari darah campuran dewa dan peri, hingga memiliki kekuatan dasyat dan di akui sebagai dewi alam. Namun kekuatan itu membuat para dewa merasa takut, hingga membuatnya jatuh ke dunia manusia dan kehilangan segalanya. Tekad dendam yang membara membuatnya bangkit mencari pecahan kristal jiwa, yang kini dimiliki oleh para pangeran di tiap kerajaan. Perjuangan panjang membuatnya berhasil mencapai tujuan. Namun perasaan yang terjalin dan kontak fisik yang terus terjadi membuatnya bimbang, haruskah dia membalas dendam atau tinggal di bumi dan hidup bahagia bersama pangeran yang dicintainya. Persaingan cinta pun tak terelakkan membuat igris harus mengambil keputusan di saat yang paling krusial.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Usu dedek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kontrak darah
Mendengar ucapan keras putri mahkota, para perwakilan kerajaan itu memberanikan diri mengangkat wajah dan meminta syarat. Satu persatu mereka maju dan bicara.
"tuan putri, dengan kekuatan dewi alam milikmu, kami ingin kesuburan tanah kami kembali agar rakyat kami bisa hidup dengan damai. Bisa bertani seperti semula. Sehingga tidak ada lagi yang harus mati kelaparan dan pergi berburu ke padang pasir. "
"di tanah kerajaan kami terdapat pohon suci yang telah lama kering akibat sambaran petir dari perang masa lalu, pohon itu memiliki sumber air untuk negara kami. Kami ingin itu kembali agar sungai-sungai kami kembali terisi sehingga rakyat kami bisa mencari ikan tanpa harus pergi ke wilayah selatan."
"yang terakhir, di kerajaan kami hanya para pangeran yang memiliki kekuatan mistis dari alam spiritual. Sementara rakyatnya memiliki tubuh yang rentan, karena terkontaminasi oleh aura iblis akibat perang ratusan tahun lalu. Seorang tabib mengatakan jika bisa menjernihkan sungai Aruna, maka semua rakyat kami akan memiliki daya tahan, walau tanpa perlindungan kristal kami bisa hidup normal, tidak akan takut di mangsa oleh suku lain,"
"tidakkah kalian meminta terlalu banyak?" sahut raja Hermes penuh tekanan.
"Permintaan kalian itu sudah kelewatan. Itu sama saja dengan mengembalikan keadaan seperti sebelum perang."
Seketika aura sang raja dunia mencekam. Hasrat membunuhnya kian menyala. Para wakil ketakutan dan bersujud memohon ampun.
"tenanglah ayahanda, permintaan ini sepadan dengan pertukaran seumur hidup pangeran mereka. Selama tidak meminta keturunan dan membangkitkan orang mati, aku akan menepati janji ku." jawabnya lantang.
Para tamu yang hadir di sana masih berbisik-bisik ingin menyaksikan langsung keajaiban dari kontrak darah itu. Mereka hampir tak percaya jika seorang wanita memiliki kekuatan yang begitu besar. Tubuh yang tak begitu besar bagaimana mungkin bisa menampung kekuatan, mungkin itu isi kepala mereka saat ini.
Semua mata tertuju pada igris. Dewi cantik itu lalu menyayat ujung jarinya dan meneteskan darah ke lantai. Sontak keajaiban pun memenuhi ruangan. Sebuah segel kuno berbentuk lingkaran emas terbentuk dari tetesan darah tersebut. Angin dan semua elemen berputar di atas nya dengan dasyat. Langit memerah dan memancarkan cahaya keemasan. Segel-segel kecil bermunculan di sekeliling igris memenuhi sekitar.
Ia pun mengucapkan mantra dan janji janji yang di pinta kerajaan Ornebic tadi. Di iringi gemuruh dan getaran bumi, sosok dewinya yang perkasa muncul dari belakang tubuhnya. Sosok wanita bercahaya emas dengan sayap besar yang mampu menampung alam membuat seisi ruangan itu bergetar dasyat.
Igris kemudian menggoreskan sebilah pisau kecil ke dada bidang Zean secepat kilat. Sayatan luka itu membuat pangeran muda itu jatuh terduduk. Darah yang keluar dari sayatan itu kemudian membanjiri segel yang di buat igris.
"Dengan penyatuan darah emas, kau dan aku akan terikat seumur hidup. Jika kau miliki keraguan silahkan mundur pangeran. "
"tidak!" ucapnya pelan menahan sakit di dadanya.
"langit dan bumi menjadi saksi akan ikatan darah ini, sampai kapanpun tidak akan terlepas kecuali ada kesepakatan di antara kita berdua,"
Tak lama darah Zean yang ada di lingkaran segel itu pun menguap ke udara. Membentuk sulur akar rambat tanaman. Kekuatan sejatinya yaitu unsur tanah telah bangkit membentuk sulur-sulur akar pohon. Zean menjerit dan berteriak. Wujud harimau putih nya perlahan muncul ke udara.
Tampak wujud nya kini telah sempurna. Seekor hewan suci berbentuk harimau putih bercorak hitam terus menampakkan diri. Sosok monster yang begitu besar hingga mampu merubuhkan plafon ruang istana yang begitu tinggi. Runtuhan dari atas berjatuhan dan masing-masing di tepis oleh tamu undangan dengan kekuatan mereka. Mata para tamu itu takjub, begitupun Danji dan raja Hermes yang baru pertama kali melihatnya.
Istana yang begitu megah kini hancur hanya karena perubahan wujud seorang pemilik kristal jiwa yang telah terikat kontrak.
Raungan macan itu menggema di ikuti sulur akar yang tiba-tiba saja menyebar ke seluruh ruangan. Akar-akar itu tak terkendali. Mengikat tembok, pilar, bahkan ada yang mencekik dan mengangkat tubuh orang lain disana.
Sosok dewi matahari itu lalu memeluk si macan putih di udara dengan sayap nya. Keagungan kekuatan dewi terpaksa di nampaka di depan umum. Besar, kuat, tinggi menjulang itulah gambaran sosok dewi milik igris.
Macan putih yang liar itu kini menjadi penurut. Kristal jiwa yang melekat di dada igris kini mengeluarkan cahaya terang. Tak lama sosok itu menyusut dan kembali menjadi manusia biasa. Akar-akar yang tadi pun kembali masuk ke dalam tubuh Zean. Tak sampai di situ saja keajaiban yang terjadi. Sesaat sebelum Zean terlempar ke bawah, Igrsi dengan sigap menangkapnya. Mendekap nya layaknya seorang kekasih.
"Mulai sekarang kau akan menjadi peliharaan ku," ucapnya manja.
Zean yang masih setengah sadar di dalam pelukan sang dewi perlahan membuka mata. Igris langsung menyerobot bibir merah lembut di depan nya itu. Tatkala ciuman pertama itu berlangsung penuh kemesraan, cahaya terang benderang pun menyelimuti tubuh mereka. Sontak penampilan Zean berubah drastis. Yang semula berpakaian biasa kini penampilannya menjadi seperti panglima perang di alam dewa.
Rambut hitam Zean kini bercorak putih, di keningnya terdapat ikat kepala bercorak bulu macan. Menjadi simbol kekuatan bangsa harimau. Tubuhnya yang kekar kini menimbulkan garis-garis merah. Pakaian putih hitam seperti bulu harimau menutupi sebagian tubuhnya. Dada bidang itu sengaja tampak jelas menawan hati wanita. Igris perlahan melepas ciuman itu dari bibir Zean. Mereka pun berdiri. Wajah Zean tersipu malu dan memerah.
"Kekuatan sejatimu telah bangkit, tidak ada satupun manusia yang bisa melukaimu di daratan ini." ujar Igrisia.
Tubuh igris yang bersinar kini kembali semula. Dadanya timbul kristal tanah berwana hitam yang bercahaya terang. Baru satu dari delapan kristal yang berhasil di kumpulkannya. Igris lalu mencabut sehelai rambutnya dan kembali meneteskan darah emas miliknya dan juga darah Zean.
Dari rambut perak itu keluar cahaya dahsyat yang kini berubah menjadi senjata.
"ini adalah tombak emas, ini adalah milikmu Zean. Tombak ini akan menjadi senjata pamungkas yang bernama tombak Asula. Namanya berasal dari tombak dewa tanah. Kekuatan tempurnya tak kalah hebat dari tombak asli sang dewa tanah di langit. Mulai sekarang kau akan menjadi pendampingku, yang akan menemani ku kemamapun aku pergi."
Zean menerima tombak itu dengan perasaan haru. Secara refleks dia langsung memeluk sang dewi, tak perduli di hadapan raja Hermes. Pelukan kencang itu tiba-tiba terlepas setelah suara batuk raja Hermes memecah kemesraan mereka.
"yang mulia raja, dengan ikatan darah ini maka kerajaan arnebic telah resmi menjadi saudara kerajaan Neuzella. Kami akan bersumpah setia setelah tuan putri menunaikan janjinya. Kami akan mengadakan upacara penyambutan ketika besok tuan putri dan pangeran Zean akan kembali ke Ornebic. " ucap penasihat kerajaan itu.
"Baik lah, .. untuk sementara pangeran Zean akan berada di Neuzella sampai saat yang di tentukan mereka akan ke Ornebic." ucap raja Hermes.
Zean lalu menyerahkan senjata pusaka yang di berikan dewi itu kepada penasihat kerajaan Ornebic.
"Penasihat, bawa senjata ini pulang dan kabarkan berita gembira ini pada ayah," ucapnya.
"lalu bagaimana dengan kerajaan kami?" ucap salah seorang perwakilan.