NovelToon NovelToon
Papaku Kaya Dengan Sistem

Papaku Kaya Dengan Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:17.8k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Arhan si tukang panggul harus menelan pahitnya hidup, rumahnya terbakar, ia mengalami luka bakar, anaknya pincang karena tertimpa kayu dan istrinya menceraikannya.

Naasnya ia mati di lindas 3 mobil sekaligus. Tapi siapa sangka jika hidupnya berubah saat ia mendapat sistem.

Sistem mengubah hidupnya dan membuat mantan istrinya menyesal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27

...⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️...

...Happy Reading...

...⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️...

[TING!]

Suara elektronik yang khas terdengar jelas di dalam kepala Arhan.

Layar biru transparan milik Sistem muncul tepat di hadapannya, memancarkan cahaya yang hanya bisa dilihat oleh Arhan sendiri.

MISI BARU TELAH DITERIMA!

Tugas: Menyelamatkan seorang dokter yang sedang mengalami serangan jantung mendadak.

Lokasi: Mall Grand City Lantai 3.

Status: Sedang Berlangsung ⏳

Mata Arhan menyipit membaca detail misi itu. Ia menatap peta mini yang muncul, menunjukkan titik merah berkedip yang menandakan lokasi target.

"Hm... Dokter kenapa bisa ada di mall?" gumam Arhan pelan sambil menyalakan mesin mobil sport hitamnya.

"Apa dia sedang liburan bareng keluarga? Atau mungkin sedang belanja keperluan pribadi? Ya sudahlah, dokter juga manusia biasa kok, pasti butuh istirahat juga."

Tanpa membuang waktu, Arhan pun menginjak gas.

Wuuusssshhh!

Mobilnya melaju kencang namun tetap stabil membelah jalanan kota yang cukup padat. Perjalanan yang seharusnya memakan waktu 15 menit, ia tempuh hanya dalam waktu kurang dari 10 menit saja berkat keahlian mengemudinya yang luar biasa.

Tak lama kemudian, Arhan sampai di depan Mall Grand City, pusat perbelanjaan terbesar dan termewah di kota itu.

Arhan memarkirkan mobilnya dan langsung melangkah masuk ke dalam gedung megah tersebut. Suasana di dalam sangat hiruk pikuk, ribuan orang berjalan hilir mudik, suara musik latar dan keramaian memenuhi setiap sudut ruangan.

Arhan berdiri di tengah kerumunan, matanya mengamati sekeliling.

"Hmm... Ribuan orang di sini. Gimana caranya aku mencari satu orang spesifik?" tanya Arhan dalam hati, sedikit mengernyitkan dahi.

"Sistem ini ya... Cuma kasih tahu lokasi umum doang. Nggak pernah kasih tahu wajahnya, namanya, atau ciri-cirinya apa. Susah juga kalau begini caranya."

Meskipun mengeluh sedikit, Arhan tahu ia tidak boleh buang waktu. Detik sangat berharga. Nyawa seseorang sedang bergantung pada kecepatannya.

"Baiklah, tidak perlu pusing memikirkan wajahnya. Aku tinggal cari orang yang tiba-tiba pingsan atau jatuh saja nanti," batin Arhan mantap, siap bertindak cepat.

Dengan langkah santai, Arhan menaiki eskalator menuju Lantai 3. Meskipun berada di lantai atas, keramaian tidak kalah padat dibanding lantai dasar. Berbagai toko pakaian dan perlengkapan olahraga berjejer rapi di sana.

Sambil berjalan mencari target misi, mata Arhan tak sengaja tertuju pada sebuah rak sepatu.

"Hm... Sepatu olahraga ini modelnya keren dan bahannya terlihat sangat empuk," gumamnya sambil mengangkat sepasang sepatu sneakers berwarna biru tua itu.

Senyum hangat terukir di wajahnya. "Ini pasti sangat cocok dan nyaman buat dipakai Arka main bola nanti. Anak itu pasti senang sekali dapat hadiah ini."

Namun, baru saja ia memandangi sepatu itu beberapa detik...

Bugh!

Suara benda berat jatuh terdengar jelas. Tiba-tiba saja seorang pria paruh baya yang sedang berjalan, ambruk begitu saja ke lantai keramik yang keras!

"AAAAAAA! SUAMI KU! TOLOOOONG! SUAMIKU PINGSAN!"

Jeritan histeris sang istri langsung memecah keriuhan mall. Wanita itu panik luar biasa, tangannya gemetar memegang bahu suaminya yang tak berdaya.

Mata Arhan menyipit tajam. "Itu dia! Pasti dia target misiku!"

Tanpa ragu sedikitpun, Arhan meletakkan kembali sepatu itu di rak dengan cepat, lalu berlari sigap menerobos kerumunan orang yang mulai berkerumun ingin melihat.

"Minggir semua! Ada pertolongan!" seru Arhan lantang.

Dalam sekejap ia sudah sampai di sisi korban. Orang-orang yang melihat kedatangannya yang cepat otomatis memberi jalan.

"Jangan panik Bu! Tetap tenang! Dan kalian semua, mohon jangan berkerumun terlalu dekat! Berikan udara segar!" teriak Arhan dengan suara tegas dan lantang.

Semua orang terdiam dan mundur sedikit sesuai perintahnya.

Arhan segera berjongkok. Dengan sigap ia membantu mendudukkan tubuh pria itu agar posisinya lebih baik, tidak berbaring total agar jalan napasnya tidak terganggu.

"Bu, tolong tahan dan sandarkan punggung Bapak ke badan Ibu, pastikan dia tetap dalam posisi duduk tegak," perintah Arhan cepat dan jelas.

Sang istri yang masih syok langsung menurut, ia memeluk dan menopang bahu suaminya dengan gemetar.

"Iya... iya Tuan... tolong suami saya..." isaknya pelan.

Arhan tidak membuang waktu. Tangannya bergerak lincah. Segera ia membuka kancing kemeja pria itu satu per satu hingga terbuka bagian dada, lalu dengan cepat ia melonggarkan ikat pinggang dan karet celananya.

"Hapus semua tekanan pada tubuh agar aliran darah lancar dan dia bisa bernapas lega," gumam Arhan fokus.

Dada korban kini terlihat bergerak-gerak tak beraturan, napasnya tersengal berat dan terdengar bunyi ngik yang menyakitkan. Jantungnya bekerja sangat keras namun lemah.

Wajah pria itu semakin pucat, napasnya tersengal berat seperti ikan kehabisan air. Jantungnya berdetak sangat kacau, kadang cepat sekali, kadang hampir berhenti.

"Cepat... Jantungnya berhenti sebentar lagi..." batin Arhan fokus total.

Tanpa membuang waktu sedetik pun, Arhan menggosok kedua telapak tangannya dengan cepat hingga terasa panas. Lalu, dengan gerakan presisi dan cepat...

DUG! DUG!

Tangan Arhan menekan kuat tepat di area dada dan ulu hati pria itu, disertai aliran energi penyembuh yang mengalir deras dari telapak tangannya

"HAAAAA..."

Pria itu menghela napas panjang seolah baru saja kehabisan udara. Tubuhnya sempat tegang sejenak, lalu perlahan menjadi rileks.

Warna wajahnya yang tadinya kebiruan dan pucat pasi, perlahan kembali merona. Napasnya yang tadinya pendek dan mematikan, kini menjadi panjang dan teratur kembali.

"Duk... Duk... Duk..."

Suara detak jantung yang kuat dan stabil kembali terdengar jelas di telinga Arhan.

"Syukurlah... Berhasil," gumam Arhan lega sambil menyeka keringat tipis di dahinya.

Di sekeliling mereka, ratusan pengunjung mall terdiam terpaku. Mulut mereka terbuka lebar tak percaya. Baru saja orang itu mau mati, sekarang sudah bernapas lega hanya dalam hitungan detik!

"Wah... Hebat sekali! Itu siapa sebenarnya?"

"Bukan main! Gerakannya begitu profesional dan cepat!"

"Seperti dokter ahli jantung yang sudah bertahun-tahun berpengalaman!"

Suara decak kagum mulai terdengar bersahutan.

Beberapa menit kemudian...

"Ughhh..."

Pria itu mengerang pelan dan perlahan membuka matanya. Pandangannya masih agak kabur, namun ia sudah sadar sepenuhnya.

"Suami! Kamu sadar Sayang! Alhamdulillah..." Sang istri langsung menangis bahagia memeluk suaminya, tak bisa berkata-kata.

Pria itu menatap sekeliling bingung, lalu matanya tertuju pada Arhan.

"Kau... Kau yang menolongku?" tanyanya lemah namun jelas.

"Iya Pak, Bapak kena serangan jantung mendadak. Untung ketahuan cepat," jawab Arhan santai sambil membantu membetulkan bajunya.

"Terima kasih... Terima kasih banyak Nak. Kalau bukan karena kau, mungkin nyawaku sudah melayang sekarang," ucap pria itu tulus. "Perkenalkan, aku Profesor Richard. Aku adalah kepala ahli bedah jantung di Rumah Sakit Sentosa."

Mendengar nama itu, orang-orang di sekitar semakin kaget.

"APA?! Itu Profesor Richard?! Dokter legendaris itu?!"

"Pantas saja misinya menyelamatkan dokter, ternyata ini orangnya!" batin Arhan tersenyum.

1
Ambu Rinddiany Thea
sistem minta karungin tuh s gina buat kasih makan ikan piranha
aldo
wah mantap sekali thor
aldo
up lah thor seru sekali 🙏🙏🙏🙏
less22: Terima aksih🥰🥰
total 1 replies
Ambu Rinddiany Thea
sekalian sama kepsek nya juga keluarin ganti sama yg bijak
less22
wahhh Terima kasih
aldo
wah mantap sekali thor dan jangan lupa up nya ya thor seru sekali thor 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
aldo
up lah thor seru sekali 🙏🙏🙏
less22: nanti sore lagi
total 1 replies
月亮星星 ( yueliang xingxing )🌟🌙
boleh gk sih saran Thor klo LG jalanin misi nylametin orang pke masker Thor jd klihtn misterius gtu ..
TUAN AMIR
bagus dan menarik. tak sabar nak tunggu sambungan dan saya harap cerita ini tidak separuh- separuh.
less22: oke, Terima kasih kak
total 1 replies
aldo
waduh mantap thor semangat terus ya thor up nya 🙏🙏🙏🙏🙏
Ambu Rinddiany Thea
arka jagn takut ya nak aku ibumu d sini 🤭😂
Ambu Rinddiany Thea: duhh 🤣
total 2 replies
aldo
waw lanjut lah thor seru sekali
less22: nanti ya🤣🤣
total 1 replies
Lili Inggrid
terus lanjut
less22: asiap kak
total 1 replies
Ambu Rinddiany Thea
paling sebel dah klo anak sekolahan yg baru sd tp udh pinter ngebuli , 😡
less22: betul tuh
total 1 replies
Ambu Rinddiany Thea
mau ath arhan ramuannya ambu 🤭
aldo
lanjut thor seru sekali thor 🙏🙏🙏🙏🙏
less22: wahhh Terima kasih🥰🥰
total 1 replies
aldo
wah seru sekali thor jangan lupa up nya ya thor semangat terus ya 🙏🙏🙏🙏
less22: hahaha siappppp
total 1 replies
TUAN AMIR
lanjutkan lagi. seronok baca
less22: wahhh Terima kasih🥰🥰
total 1 replies
aldo
lanjut thor seru sekali 🙏🙏🙏
less22: Terima kasih🥰
total 1 replies
aldo
wah bagus banget thor semangat ya buat up nya ya thor 🙏🙏🙏🙏🤣🤣
less22: oke, siappp
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!