Hai All, ini adalah karya keduaku.
Sesuai sama judul di atas kali ini aku akan membuat karya tentang dunia permantanan.
Willo, gadis pendiam dan terkesan cuek dan aromantis terkejut saat dia tau ternyata bos di tempatnya bekerja adalah Mantan "Pacarnya" yang super ngeselin.
Willo ingin menghindar dan resign dari tempatnya bekerja namun dirinya tak bisa lepas dari jeratan mantan.
So this is it , Willo story : Hi, Ex - Boyfriend ! 😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SheisUgly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tęsknię za Polską
...Rebahan tak akan membuatmu kaya raya....
...Namun kaya raya bisa membuatmu rebahan....
...🌿Bang Kai🌿...
🌻🌻🌻🌻🌻🌻*
Ngusir sih ngusir tapi yang baik gitu napa. Pas di sana ada Pak Pandu lagi kan aku malu banget.
Mana lagi nih abang Go-Car belom jemput aku.
Jemput dong bang, Willo lelah banget nih seharian muterin kantor 7 lantai.
Ada notif dari chat grup. Ini mesti pada pamer abis liburan ke Singapura.
Gie_na
Willooo
Iqbal_gaming
Willooo
Sandy----
Willooo
@Kemal
Willooo
^^^Willona.S^^^
^^^Paduan suara kelen???^^^
^^^Willona.S^^^
^^^Posisi???^^^
@kemal
kita lagi di hotel mau check out.
^^^Willona.S^^^
^^^uda lo siapin oleh2 buat gw???^^^
Gie_na
beres lah itu.
Sandy---
gimana kantor???
^^^Willona.S^^^
^^^bosnya lom gnti. masih nyebelin.^^^
@kemal.
gpp lah galak yg pnting gji gde.
^^^Willona.S^^^
^^^abis ini klo mnang tender kita bakalan kerja keras.^^^
Gie_na
aku kngen tau sm bos...
@kemal
tau tuh si gina stalker bos mulu.heran gw
sandy---
gina norak liburan k singapur.
iqbal_gaming
gina smpet ilang d hotel.maunya sih gk gw cariin.
gie_na
tmen gw emg tega semua wil ma gw.mntang2 gw cew sendri.
^^^Willona.S^^^
^^^besok kerjain aj mreka.hhh^^^
gie_na
see you next willo.kita mau chek out.
^^^Willona.S^^^
^^^bi karepul yeeaaa gays !^^^
Aku menyimpan ponsel di saku celana. Hanya mereka yang membuatku terhibur. Ahh, enggak sabar rasanya ketemu kalian lagi.
"Kok belum pulang, ini udah malem loh" Seseorang menegurku dengan suara lembut.
Dan suara bernada lembut itu jelas bukan Bang Kai. Dia Pak Pandu.
"Lagi nunggu taksi online Pak.." jawabku tersenyum menatap wajah teduh bosku ini.
"Sayangnya aku harus lembur sama Kai, kalau enggak aku bisa anter kamu pulang"
Weeii, Kita baru aja Kenal Pak. Aku seketika bergeser agak menjauh darinya.
"Saya udah order taksi kok Pak. Enggak masalah" Ucapku gugup.
"Oh, iya team kamu kemarin bikin aplikasi semacam perjodohan gitu ya??" Tanya Pak Pandu.
"Iya Pak, itu team saya yang bikin. Jelek ya Pak..??"
Sesuai saran temanku Yessy aku dan team ku mencoba membuat aplikasi kontak jodoh. Waktu itu otak kami semua kayak benang kusut enggak ada inspirasi mau bikin apa.
"Iya sih, jelek" Jawab Pandu serius. "Aku malah enggak yakin dan Kai marah-marah."
Jangan-jangan bener kata Jelita kalau Kai sengaja menolong ku agar aku enggak di pecat.
Aku hanya tersenyum cengengesan.
"Tapi entah kenapa aplikasi itu malah laris di pasaran. Mungkin netizen menyambut baik aplikasi itu. Kalau kamu sama team kamu banyak waktu luang kamu bisa memperbarui dan menambah fitur"
Lega banget Pandu memberi penilaian begitu. Bang Kai sama Pandu mungkin menganggap aplikasi buatan teamku itu aplikasi alay. Tapi kan jaman sekarang justru yang alay-alay begitu yang laris di pasaran.
Pandu memperlihatkan ponselnya ke arahku.
"Ini, aku udah install. Hmmm, aku mesti coba nih. Siapa tau kan aku ketemu jodoh disini" Pandu senyum lagi dan itu membuatku agak mabuk.
Senyummu kadar alkoholnya berapa persen sih Pak.Kok memabukkan begini?????
Wah, kalau Gina lihat Pandu gimana Bang Kai yang selalu jadi idolanya??
Demi apa Pandu nginstall aplikasi alay?? Dia masih jomblo apa gimana?? Kok butuh jodoh??
Aku hanya bisa senyum-senyum gaje.
"Kayaknya aku pernah liat kamu sebelumnya tapi dimana ya?" Pandu melihat intens wajahku dan penampilanku dari atas ke bawah. Aku yang di tatap begitu jadi takut. Pandu pernah liat aku?? Tapi aku merasa baru hari ini aku ketemu dia.
"Mungkin aku cuma deja vu" Katanya lagi karena mungkin melihat ekspresi takutku.
Alhamdulillah taksi online ku sudah datang.
"Dilihat dulu nomor polisi mobilnya sama nama drivernya. Ini sudah malam, rawan"
Pandu mengingatkan aku untuk selalu mengecek terlebih dulu.
Nopol sama driver enggak ada masalah setelah aku memeriksanya.
"Makasih Pak.." Aku tersenyum padanya kemudian masuk ke mobil.
Tenang sih rasanya jika ada bos satu lagi yang jiwanya bertolak belakang sama Bang Kai. Serasa ada yang belain gitu.
🌿🌿🌿🌿
Seperti biasa aku berangkat kesiangan dan aku berlarian masuk gedung Flowchart dan segera memencet fingerprint dan alhamdulillah aku enggak telat.
"Telat sekali aja gue enggak segan-segan mecat lo ya!!!" teguran dari suara horor sekantor mengagetkanku.
"Ma-- maaf bos." Aku menunduk dan Bang Kai berlalu dari sana dan masuk ke lift mengendarai otopet.
Emang bener-bener ya bosku ini. Bikin anak buah panas dingin.
Dari jam masuk kantor sampai aku istirahat, aku belum bertemu dengan ke empat temanku itu. Kenapa mereka belum masuk ya?? Kan jadi sepi.
Beberapa pegawai lalu lalang menuju tempat istirahat yang ternyaman. Dan aku mendengar beberapa orang pegawai termasuk Gading, Satria, Anggita sedang membicarakan sesuatu yang agak serius.
"Bos lagi bingung nyari penerjemah" Ucap Gading seraya mencomot camilan keripik kentang.
"Emang penerjemah bahasa apa??" Sahut Anggita.
"Bahasa Polandia, entah buat apa.Enggak ngerti lagi deh. Kalau bahasa Inggris sih aku bisa" Jawab Gading.
"Kalau bahasa Inggris mah bos juga bisa dodol...!!" celetuk Anggita dan Satria bersamaan.
"Aku juga bisa bahasa Korea." Anggita tertawa cekikikan.
"Iyaaa percaya lo kan bini online nya Ji Chang Wok sama Siwon Agung!!" Satria mencibir dan Anggia tertawa lagi.
.
.
.
.
"Lo ngapain ketemu gue??" Aku saat ini sedang berada dalam ruang kerja Bang Kai, dan bosku yang super nyebelin itu lagi main game online.
"Saya dengar Bos butuh penerjemah Bahasa Polandia ya Bos??" Ucapanku memberhentikan Bang Kai dari kegiatana bermain game online nya.
Dia lanjut menatapku datar.
"Terus??" Bujug, aku kira dia bereaksi berlebihan.
"Udah dapat bos??" Tanyaku lagi.
"Belom, Bang Pandu lagi nyari. Lo kenapa sih ikut campur urusan gue??" Dia berlagak sinis seolah aku mengganggu waktunya. Enggak ada salahnya kan dia dengerin anak buah. Orang dia cuma main game yang unfaedah.
"Kalau bos belum menemukan penerjemah, Saya bisa bos Bahasa Polandia...." Jawabku gugup.
Bibir Kai memicing sebelah, alisnya juga ikutan naik seirama Bibirnya. Dia menatap ku heran.
"Lo bisa bahasa Polandia??"
Aku mengangguk seraya tersenyum manis sok adorable.
🌿🌿
Walaupun Gunung Merapi meletus, laut Tsunami terus Candi Borobudur terbang jadi ufo, Bang Kai tak akan pernah percaya kalau aku bisa Bahasa Polandia.
Aku punya tetangga di Bogor, dia Warga Negara Polandia namanya Beatrix Czeslawa dan dia menikah dengan Orang Indonesia mempunyai anak bernama Olga yang kini sudah SMA.
Aku belajar bahasa Polandia dari Beatrix. Disaat aku suntuk di rumah, aku sering berkunjung ke rumah Tante Beatrix untuk bermain bersama Olga yang kala itu masih SD. Bahasa Polandia menarik dan aku mempelajarinya.
Sebuah buku tebal di serahkan Kai padaku. Bukan di serahkan tapi dilempar ke arahku.
Kini aku, Kai Dan Pandu sudah berada di ruangan Pandu.
"Enggak taunya kamu bisa Bahasa Polandia Wil. Padahal aku udah cari translator di kedutaan tapi mereka masih sibuk dan banyak jadwal." Pak Pandu selalu tersenyum padaku.
"Tuh buku di baca, jangan senyam senyum aja lo !!" Bang Kai selalu membuat mood ku buruk.
"Kai...." Panggil Pandu lirih menenangkan Kai yang berlagak kasar padaku.
Aku yang cemberut mengambil buku setebal 375 halaman dan semua berbahasa Polandia. Ini adalah buku tentang teknologi terbaru mengenai jaringan telekomunikasi tercepat di dunia.
Aku membaca buku itu.
"Jadi, Flowchart akan bekerja sama dengan pemerintah untuk proyek terbaru tentang jaringan komunikasi. Buku ini adalah referensi untuk di pelajari. Dan Flowchart berkesempatan untuk ambil bagian dalam proyek ini. Pemerintah bekerja sama dengan ilmuwan dari Polandia untuk mega proyek ini."
Pandu menjelaskan dan aku masih membaca buku berbahasa Polandia ini. Banyak angka dan Index disini. Beberapa ada halaman yang menampilkan diagram. Aku tak mengerti tapi aku tau yang di katakan buku ini.
"Ok aku harap kamu menerjemahkan isi buku ini agar Kai dan aku bisa Mempelajarinya. Kita punya waktu tiga hari. Jadi kamu bisa langsung nranslate dan kamu langsung bacakan ke kita"
Lanjut Pandu.
"Lo sanggup lembur dan enggak pulang dari kantor??" Tanya Bang Kai sinis.
"Iya nanti orang tua kamu nyari...." Ucap Pandu.
"Tidak Bos, saya tinggal sendiri di Jakarta Sini. Orang tua di Bogor" Jawabku kemudian.
"Bagus deh, enggak ada masalah kan?? Bisa kita mulai sekarang??"
Lo mesti kuat Willo, dalam beberapa hari kedepan lo akan selalu bersama Bang Kai. Selain nyebelin dan tengil, usahaku untuk move on akan menemui kendala.
Kami bertiga seperti mahasiswa yang sedang menghadapi semester akhir. Belajar tentang komunikasi dan jaringan.
Pandu terlihat serius dengan kata-kata yang aku terjemahkan sedangkan Kai, dia sibuk dengan laptop dan komputernya.
Entah apa yang di kerjakannya itu. Wajahnya serius sekali. Aku hanya berharap otaknya kuat menampung data dan tidak meledak.
"Willo, ayo lanjut lagi..."
Aki tersentak karena dari tadi aku memandang Kai.
"Ah, iya Pak. Maaf..." Aku tersenyum songong. Malu banget ketangkap basah ngliatin Bang Kai.
"Kai emang begitu kalau kerja. Kamu pasti capek kan dari tadi membaca terus?? Gimana kalau kita nyari makan di cafe???"
Akhirnya ada yang peka jika aku hari ini lelah. Dari jam satu siang sampai jam 3 sore aku membaca buku berbahasa Polandia itu.
"Kamu tau Willo, proyek ini sangat penting. Aku berharap bisa memenangkan tender" Pandu menyesap teh hangat seraya memandang langit lepas.
Aku cuma mengangguk. Bagaimana pun Flowchart adalah perusahaan yang bergerak di bidang IT dan keamanan. Dan aku tau perusahaan yang berkantor pusat di Massachusetts ini butuh proyek-proyek baru di Indonesia.
"Apa sebelumnya kamu Mengenal Kai??" Pertanyaan Pandu sepertinya mengarah ke urusan pribadi.
"Oh, enggak Pak. Saya baru kenal Bang Kai... Oh maksud saya Bos sejak pertama kali kerja disini"
Kenapa sih aku banyak berbohong sama laki-laki sebaik Pandu. Enggak ada yang boleh tau jika Kai adalah mantan pacarku dulu.
"Aku kenal Kai sejak hari pertama masuk kuliah di MIT. Dia orangnya cuek tapi dia pintar. Sebelum kami lulus, aku dan Kai membuka kantor Flowchart untuk pertama kalinya di apartemen Kai. Dan kamu bisa lihat sekarang, perusahaan kami sudah merambah di berbagai negara. Aku baru seminggu yang lalu kembali dari kantor pusat yang ada di Massachusetts."
Semilir angin sejuk membuat obrolan kami bertambah semakin hangat. Wajah teduh Pandu membuat suasana menjadi bertambah nyaman. Aku harus berterima kasih padanya, karena Pandu bisa mengalihkan kekesalanku terhadap Kai.
"Astagaaa, kalian disini???" Kai tiba-tiba muncul dan langsung melayangkan protes. Diapun duduk di sebalahku.
"Lo enggak liat kepala Wilona udah panas banyak asapnya??" seloroh Pandu hiperbola.
"Willo mah dari dulu juga gitu. Otaknya enggak panas. Rambutnya aja jarang di sisir. Gue risih !"
Aku kaget dengan kalimat Bang Kai seolah menyatakan aku dan dia sudah kenal sejak dulu. Sedangkan aku baru saja bilang ke Pandu kalau aku tak mengenal Kai sebelumnya.
Aku pun menginjak kaki Kai agar tak banyak bicara dan keceplosan tentang hubungan kita di masa lalu. Kai yang kuinjak kakinya melirikku dan memelototkan matanya tak terima aku injak.
Pandu yang keheranan dengan tingkah kami kemudian menyunggingkan senyumnya.
"Maaf saya permisi Pak." Aku undur diri daripada Bang Kai mengusirku lagi.
🌻🌻🌻🌻🌻
Aku sedang rindu belajar bahasa Polandia guys. Selain Polandia punya teknologi yang maju, aku rindu bahasanya.
Mengucapkan selamat pagi saja harus tengok jenis kelamin dan umur yang di sapa.karena bahasanya juga akan beda.hhhhhh.Maap gaes.
tadi diawal juga ada. situasinya lagi tegang/kaget tp tiba tiba ada kata tergelak.
sejauh ini sukaa😍 semangat kakk