NovelToon NovelToon
Love, Life, And Jennifer

Love, Life, And Jennifer

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:76.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ridhita Herman

Menikah karena perjodohan, tidak selamanya menjadi momok yang menakutkan!
Itulah yang ku alami saat itu!

Aku menikahi pria pilihan nenekku, yang sebenarnya adalah cinta pertamaku!
Pada akhirnya, pernikahan yang ku pikir hanya sebatas pernikahan formalitas, nyatanya membuatku semakin terjatuh...

Aku kembali jatuh cinta kepada Park Young Joon, suamiku!
Semakin aku mencintainya, semakin aku mengetahui tentang fakta bahwa, begitu banyak rahasia yang dia miliki, hingga akhirnya kami berpisah...

Aku, Jennifer Elizabeth Lie.
Menikah ketika usiaku belum genap 25 tahun, menjadi janda di saat usiaku 26 tahun, hingga akhirnya menjadi liar, ketika berusia 27 tahun!

Aku hamil! Namun tidak mengetahui secara pasti, siapa ayah dari janin yang saat ini bernafas di dalam rahimku...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridhita Herman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Better

Seminggu setelah pertemuan malam itu, lebih tepatnya 10 hari setelah kepergian nenek, suasana hatiku, perlahan mulai membaik.

Aku selalu mengingat pesan yang nenek sampaikan melalui suratnya, bahwa aku tidak boleh berlarut-larut dalam kesedihanku, atas kepergiannya.

Walaupun belum melaksanakan harapan nenek, setidaknya aku dapat menggantinya dengan membahagiakan diriku sendiri.

Ya! Nenek selalu berkata bahwa, bahagiaku adalah juga bahagianya...

Aku sudah tidak lagi mengurung diriku di dalam kamar nenek, semenjak 2 hari yang lalu.

Ku pikir, semakin lama aku mengurung diriku disana, aku akan semakin terikat dengan belenggu rasa sakit atas kehilangan sosok yang paling ku sayangi, dan itu akan membuat nenek merasa tersiksa disana, tentu saja aku tidak mau itu terjadi!

Aku ingin, nenek beristirahat dengan tenang disana.

Untukku, 8 hari adalah waktu yang cukup, untuk mengenang kembali kebersamaan antara aku dan nenek.

Dan 8 hari adalah waktu yang cukup untuk membuat hatiku benar-benar kuat untuk menerima kenyataan bahwa, nenekku sudah pergi untuk selama-lamanya.

Sejujurnya, aku sudah cukup ikhlas melepaskan kepergian nenek, karena bagiku nenek tidak benar-benar pergi.

Hanya jasadnya saja yang tidak bersama kami, namun percayalah... Jiwanya masih tetap bersemayam disini...

Di rumah kami...

Bahkan di hati kami, anak serta cucu-cucunya...

"Kamu mau pergi sekarang, nak?" Tanya mama kepadaku, yang saat ini sudah bersiap-siap dengan tas ranselku.

Aku menoleh ke arahnya, seraya memasukkan charger ke dalam ransel, kemudian menutupnya.

"Nanti sore paling, ma." Jawabku, kemudian duduk di pinggir ranjang.

Mama langsung menghampiriku, dan duduk di sampingku, lalu membelai lembut rambutku, sambil tersenyum.

"Mama seneng, lihat Jen nggak murung lagi..." Ucap mama, aku tersenyum, lalu meraih tangan mama.

"Jen nggak mau nenek sedih disana..." Jawabku, kemudian mama memelukku.

...****************...

 

Aku sudah tiba di Villa yang di sewa oleh Denis.

Sudah ada Clara disana.

Dan menurut Clara, selain dirinya, Denis, dan Gina, ada 5 orang teman kami yang lainnya yang kini sudah berada di halaman belakang Villa.

"Lu ngapa sih, nggak mau naik mobil bareng kita, Jen!" Ketus Clara, begitu aku melepas helm ku.

Aku tersenyum melihatnya yang kini menekuk wajah cantiknya, seraya melipat kedua tangannya.

Dan langsung mencubit pipinya

"Gw mabok, kalo desak-desakan di dalam mobil, tau!" Ucapku kemudian melepaskan cubitanku.

"Tinggal nggak salah-salah, di Amerika! Udiknya mah, masiiihhhh aja!" Ucap Clara yang kini mulai menyunggingkan senyum.

"Ya udah, masuk yok! Anak-anak lagi siap-siap untuk barbeque-an buat ntar malam." Ucap Clara seraya merangkulku, hendak masuk ke dalam Villa.

Saat baru saja tiba di depan pintu masuk, kami mendengar suara mesin mobil mendekat, dan berhenti tepat di depan Villa.

Aku dan Clara segera menoleh ke arah mobil itu.

"Siapa tuh, Ra..." Ucapku kepada Clara, seraya menyipitkan kedua mataku ke arah mobil tersebut, untuk memastikan siapa yang ada disana.

Clara terlihat salah tingkah.

"Um... I-itu, Jen... Um..." Clara terlihat makin salah tingkah ketika aku mengerutkan dahiku, menatap wajahnya.

"Ng.... Gi-gini Jen... "

"Hi! Maaf ya, aku telat! Ada beberapa urusan yang harus aku selesaikan." Sosok itu kini sudah berada di hadapan kami.

Kami menoleh ke arahnya

"Y-Young Joon!" Ucapku membelalakan mata ke arahnya.

Young Joon terlihat heran melihatku menatapnya seperti itu.

"A-ada apa?" Ucap Young Joon dengan tatapan heran

"Hehehee... Sorry banget ya, Jen... Gw nggak ngasih tau lu, klu kita-kita pada ngajak Young Joon kesini." Ucap Clara dengan wajah salah tingkah.

Aku langsung menoleh dengan tatapan tajam ke arah Clara.

"Oke, gw ke belakang dulu ya, bantuin yg lain." Ucap Clara langsung berlari ke dalam Villa, meninggalkanku dan Young Joon, yang masih dalam keadaan canggung.

"Um... Apakah..."

"Aku mau masuk dulu..." Aku segera menyela ucapan Young Joon, dan berniat untuk menyusul Clara, namun Young Joon langsung menarik tanganku, agar aku tidak meninggalkannya.

"Mari masuk bersama." Ucapnya kemudian menggenggam erat tanganku.

Jantungku berdegup kencang sekali saat ini.

Kami melangkah bersama ke arah belakang Villa dengan tangan saling menggenggam.

Dan ketika sampai, 8 orang yang saat ini sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing untuk mempersiapkan acara barbeque malam ini, menatap kami dengan tatapan yang sulit untuk diungkapkan.

Aku berusaha melepas genggaman tangan ini, namun Young Joon malah makin mempereratnya!

Aku menoleh ke arah Young Joon dengan tatapan yang sangat kesal, namun anehnya, wajah Young Joon tetap tampak tenang, tanpa menoleh ke arahku.

"Hai..." Ucap Young Joon seraya melambaikan tangannya yang satu lagi ke arah 8 orang yang masih menatap kami.

Aku sempat menoleh ke arah mereka sekilas, dan tanpa sadar membuka mulutku karena tak percaya akan keadaanku saat ini.

Aku masih berusaha melepaskan genggaman ini, dan tak juga berhasil, hingga...

"Buuugggghhhh!!!"

"Aaaaawwwwwwwww!!!" Young Joon teriak kesakitan, karena tinjuku di lengan bagian atasnya, hingga secara reflek dia melepas genggaman tangannya, dan 8 orang tadi, menutup mulut mereka bersamaan..

...****************...

 Entahlah, semenjak melihat Young Joon kembali, setelah terakhir kali kami bertemu pada pertemuan keluarga tempo hari, rasa sedihku atas kehilangan nenekku, hilang begitu saja.

Ditambah lagi, saat dia menggenggam tanganku tadi! Bukan, bukan karena aku sangat bahagia, hanya saja...

Aku merasa sedikit terganggu dengan sikap laki-laki yang saat ini dengan mudahnya dapat berbaur dengan teman-temanku.

"Ummm... Jen... Sorry, ya..." Hanya ucapan itu yang ku dengar jelas dari mulut Clara, selebihnya, aku tidak begitu mendengar dengan jelas, apa yang Clara katakan kepadaku, karena saat ini aku sedang fokus memperhatikan Young Joon yang tampak seolah sudah lama mengenal teman-temanku.

"Jen!!! Lu dengerin gw nggak sih!" Ucap Clara seraya sedikit memukul pahaku, dan secara otomatis, membuyarkan lamunanku.

"Eh.. Eh.. A-apa tadi...?? I-iya... Gw maafin..." Ucapku menatap wajah Clara yang terlihat kesal, sambil mengusap pahaku.

"Iiihhh... Lu mikirin apaan sih!!!" Ucap Clara yang masih saja kesal, dan aku hanya tersenyum konyol

"Eeehh... I-itu... Itu..."

"Hey, mengapa kalian masih disini? Ayo kita kesana! Makanan sudah siap!" Young Joon tiba-tiba menghampiri kami, dan kami pun akhirnya menghampiri tempat barbeque.

Saat sedang mengambil beberapa potong daging dari panggangan, Gina menghampiriku, dan sedikit berbisik.

"Anjiirrr, Jen... Cakep banget calon laki lu!!!" Ucap Gina, membuatku menoleh ke arahnya

"Lu gila, ya!" Aku sedikit memekik, hingga membuat orang-orang di sekitar kami, menatap ke arah kami.

Aku melihat ke arah sekitar, dan tersenyum konyol menatap mereka satu per satu, dan Clara pun menghampiri kami.

"Ada apaan, sih?!" Ucap Clara, menatap kami secara bergantian.

"Si Jenny, sensi banget, sumpah!" Sinis Gina kepadaku, aku segera menoleh ke arahnya

"Jen, ada apaan sih emang?" Tanya Clara. Entahlah, aku bahkan tidak tahu bagaimana cara menjawab pertanyaan Clara, hanya saja...

"Kaya'nya gw PMS kali, ya... Gw ke belakang dulu ya, mau cek." Ucapku kemudian berlalu, setelah mereka berdua mengangguk.

...****************...

 

Pukul 23.37, teman-temanku dan mungkin termasuk Young Joon masih berbincang-bincang di halaman Villa, dan dapat ku dengar dari dalam kamar sini, beberapa dari mereka bersenandung dengan diiringi gitar.

Mood ku sedang tidak bagus hari ini, itulah sebabnya, aku lebih memilih menyendiri di kamar, alih-alih merusak acara yang sudah mereka rencanakan semenjak beberapa bulan lalu.

Pada akhirnya, aku merasa sedikit bosan, namun enggan untuk bergabung bersama mereka, hingga akhirnya, aku memutuskan untuk meraih ponselku, untuk membuka media sosialku.

Sudah cukup lama aku tidak membuka media sosialku.

Terakhir aku membukanya adalah sehari sebelum aku menemui Rob, untuk memperbaiki rem El, sepeda motorku.

Aku segera menekan ikon media sosial, lalu mengetik alamat surel, serta kata sandi, dan...

Terdapat banyak sekali kotak masuk yang tertera di ikon pesan, ketika media sosialku berhasil terbuka.

Dan pengirim pesan terbanyak adalah Arjuna...

1
AuthorNctZenYoon
Bgusss
Ridhita Herman: thankyou 😊
total 1 replies
Intana
untungnya aku gabutuh waktu bertahun2 untuk baca yg season 2 nya wkwkwkwkwk
Intana
novel ini nanti aja ku bacanya after llaj prt 2 ya kaa
Intana
50 : 50 sih ka inituh
bisa jadi anak oppa bisa jadi anak oniisan
valerie
ini seriusan dah di up ka?
Nania
ka aku prefer kamu lanjutin part 2 LLAJ Lo
tapi ngga ada salahnya sih aku baca novel barumu
semoga sama serunya sama LLAJ!
btw untuk LLAJ sumpah ceritanya gantung bgt!
lagi baper²nya malahan belum di update sampai sekarang huuuuuuuu
ngga sabar nungguin kelanjutan kisahnya yj sama jenny
Fika
tolong lanjut part 2 secepatnya ka
Ridhita Herman: aku usahakan, secepatnya, ya... hehehehe...
total 1 replies
Fika
lanjut yatuhan! dah setahun lebih! lanjut donk!!!!!!!!jangan bikin penasaran lah KA!
Fika
lah?tamat?ya lanjut lah KA!
Fika
gangerti sama jalan pikirannya jenny sumpah!egonya terlalu tinggi!jujur aja ya KA,si jenny tuh nyebelin!
Fika
ancuuuurrrrrrr😭
Fika
aiiiiiihhhhhhh 🥺
Fahmi Rahman
keren sih sih ceritanya untuk ukuran novel romantis
ga yg roman picisan
Fahmi Rahman
up lagi ka
valerie
kapan lanjut part 2 nya ka?
✧✧zivana_zois✧✧
hahah
Renyta
lanjut part 2 Thor
valerie
keren! lanjut part 2 Thor!
Anna Aqila 🏚️ 🌺
young Joon,baik kayaknya,tp kok mereka cerai,gara" apa ya ???? jd penasaran
Anna Aqila 🏚️ 🌺
jangan sedih" Napa ka',bisa kering nih air mata 😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!