NovelToon NovelToon
Perjodohan Yang Tak Terduga

Perjodohan Yang Tak Terduga

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Poligami / Aliansi Pernikahan
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Falco Kaiseradler

Bercerita tentang seorang pemuda yang bekerja di sebuah kantor dan dijodohkan oleh bos pemilik perusahaan dengan putri dari bos tersebut. Tapi.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Falco Kaiseradler, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidur Bersama

Saat mereka sarapan bersama, bahkan hingga hidangan di meja telah habis, Visha menyadari ada yang aneh. Fadli terus-menerus mengalihkan pandangannya. Pria itu tampak sibuk dengan piringnya sendiri atau menatap ke arah lain, seolah sedang berusaha keras menghindari kontak mata dengan Visha.

Walaupun Fadli sudah menegaskan bahwa dirinya tidak marah, pikiran negatif kembali menghantui Visha. Ia merasa Fadli sebenarnya sangat murka namun hanya berusaha memendamnya demi menjaga perasaan mereka, dan itulah alasan mengapa suaminya itu enggan menatapnya.

Ketika Tasha dan yang lainnya kembali ke kamar masing-masing untuk mandi, Visha memberanikan diri mendekati Fadli yang sedang melepas penat dengan bermain gim di sofa ruang keluarga. Saat Visha mendudukkan diri tepat di sampingnya, Fadli seketika membuang muka ke arah berlawanan.

"Mas, Visha ingin Mas jujur," ucap Visha lirih sembari memberanikan diri menyentuh paha Fadli dengan lembut.

"Mas marah ya dengan Visha? Visha tahu Mas bilang tidak marah, tapi aslinya berbeda, kan? Setidaknya Mas pasti merasa jengkel karena di malam pertama kita, Mas malah harus tidur sendirian di kamar tamu. Visha benar-benar minta maaf, Mas," lanjutnya dengan nada penuh penyesalan.

Fadli menghentikan permainannya sejenak, namun tetap tidak menoleh. "Saya sudah bilang, saya tidak marah ataupun kecewa. Saya juga sama sekali tidak kesal, jadi kamu bisa berhenti menyalahkan diri sendiri," jawab Fadli dengan nada yang sangat lembut namun tetap gigih mengalihkan pandangan.

"Jika Mas memang tidak marah, kenapa sejak sarapan tadi bahkan hingga sekarang Mas sama sekali tidak mau melihat ke arah Visha?" tuntut Visha, mencari kepastian.

"Um... itu... pakaian kamu..." jawab Fadli terbata, sementara semburat merah mulai merambat di pipinya.

"Pakaian Visha? Memangnya ada apa?" Visha mengernyit bingung, lalu menunduk memperhatikan dirinya sendiri.

Seketika, jantung Visha seolah berhenti berdetak. Ia baru tersadar bahwa sejak bangun tidur tadi, ia belum mengganti pakaiannya. Ia masih mengenakan lingerie sutra tipis yang sangat minim dan seksi, pakaian yang sengaja ia kenakan untuk "melayani" Fadli semalam. Karena bahannya yang sangat tipis hingga hampir tembus pandang dan Visha sama sekali tidak mengenakan pakaian dalam di baliknya, lekuk tubuh Visha dapat terpampang dengan sangat jelas di bawah cahaya lampu ruangan.

"Eep!" Wajah Visha seketika merah padam seperti kepiting rebus. Ia langsung mencoba menutupi tubuhnya dengan kedua tangan, lalu ia tunggang-langgang berlari menuju kamarnya di lantai dua. Sesampainya di kamar, ia membenamkan wajahnya di bantal, dan merutuki kecerobohannya yang memalukan itu.

Sementara itu, Tasha, Misha, Masha, dan Sasha yang baru saja turun setelah selesai mandi, merasa bingung saat melihat Visha yang lari berpapasan dengan mereka dengan wajah merah menyala. Mereka kemudian duduk di sekitar Fadli yang wajahnya juga masih tampak bersemu.

Tak lama kemudian, Visha kembali turun dengan mengenakan pakaian rumahan yang jauh lebih sopan. Meski begitu, suasana antara Fadli dan Visha masih diselimuti kecanggungan; wajah mereka berdua kembali memerah saat tak sengaja bertatapan. Sasha yang mengingat penampilan seksi Visha tadi langsung menyadari situasinya dan menyeringai nakal.

"Heee..." goda Sasha sembari tersenyum mesum. Ia membisikkan sesuatu kepada ketiga kakaknya, yang seketika membuat Tasha, Misha, dan Masha ikut menyeringai menggoda ke arah pasangan tersebut.

Hari itu pun berlanjut dengan berbagai kegiatan bersama. Mereka mengobrol dan bermain di ruang bermain. Di sela-sela permainan, Fadli melontarkan pertanyaan yang sempat mengganjal di hatinya.

"Omong-omong, saya menempati kamar yang mana nanti? Saya tidak keberatan tetap tidur di kamar tamu jika kalian merasa kurang nyaman tidur satu ruangan dengan saya," tanya Fadli.

"Jangan begitu, Mas! Kita kan sudah sah menikah, masa kami membiarkan suami kami tidur sendirian di kamar tamu? Memangnya istri macam apa kami ini," protes Tasha sembari bercanda.

"Jadi, saya pakai kamar yang mana?" tanya Fadli kembali.

"Normalnya sih Mas tidur di kamar utama bareng Mbak Visha, karena Mbak Visha kan istri yang nomor satu," jawab Misha.

"Tapi kalau Mas mau tidur dengan siapa saja di antara kami juga boleh, kok. Kami semua kan memang istri Mas," tambah Masha.

"Benar! Malah kalau Mas mau ke kamar Sasha, akan Sasha sambut dengan 'pelayanan' penuh!" sahut Sasha sembari mengedipkan mata dengan nakal. Namun karena perawakannya yang masih 12 tahun, tingkah itu justru terlihat sangat lucu dan membuat semua orang tertawa.

"Ih, Sasha serius tahu! Sasha akan berusaha membuat Mas Fadli jatuh cinta sama Sasha secepatnya, supaya kami bisa bercinta secepatnya juga!" lanjut Sasha dengan tawa mesum yang membuat wajah kakak-kakaknya dan juga Fadli langsung merah padam.

"Sasha! Kamu masih baru 12 tahun, kenapa pikiranmu sudah semesum itu?" tegur Visha sembari menggelengkan kepala.

"Biarin! Mesum ke suami sendiri kan gapapa. Daripada malu-malu kucing terus kayak Mbak, nanti malah lama dapat jatahnya," jawab Sasha sembari menjulurkan lidah ke arah Visha.

Malam pun tiba. Setelah makan malam usai, Tasha dan adik-adiknya segera beranjak ke kamar masing-masing. Visha tetap bertahan di ruang bermain, menemani Fadli yang masih asyik dengan konsol gimnya karena ia tidak ingin mengulangi drama "pintu terkunci" seperti kemarin.

"Mas, sudah malam, yuk tidur," ajak Visha lembut.

"Kamu tidur saja duluan kalau sudah mengantuk, saya tanggung mau menyelesaikan level ini," jawab Fadli.

"Tidak mau. Visha tidak ingin mengulangi kesalahan kemarin. Visha akan tunggu sampai Mas selesai," tegas Visha meski matanya sudah terlihat sangat berat.

Fadli melirik ke arah istrinya yang sudah terkantuk-kantuk namun tetap bersikeras menemaninya. Ia tersenyum, merasa tersentuh. "Baiklah, ayo kita tidur," ucap Fadli sembari mematikan permainannya.

Sesampainya di kamar Visha, suasana mendadak menjadi sangat canggung saat mereka berdua naik ke atas ranjang yang luas itu. Keduanya berbaring miring saling berhadapan, namun Fadli sengaja menjaga jarak dengan berbaring tepat di tepi tempat tidur agar tubuh mereka tidak bersentuhan.

"Ah, sebelumnya saya minta maaf. Terkadang saya mengorok saat tidur, jadi maaf kalau itu sampai mengganggu tidur kamu nanti," kata Fadli memecah keheningan.

"Mas tenang saja, Visha tidak keberatan dengan hal itu kok," jawab Visha tersenyum. "Mas juga tidak perlu tidur jauh-jauh di pinggir begitu, kasurnya masih cukup untuk kita berdua."

Fadli sedikit menggeser tubuhnya mendekat, namun jarak di antara mereka masih cukup lebar. Melihat itu, Visha menghela napas, lalu ia sendiri yang menarik lengan Fadli hingga tubuh mereka berdempetan rapat. Ia melingkarkan lengannya ke pinggang suaminya dan membenamkan wajahnya di dada Fadli yang bidang.

"Visha paham kalau Mas ingin menjaga kami dan menunggu sampai kami lulus sekolah atau benar-benar jatuh cinta," bisik Visha. "Tapi bagaimana kami bisa jatuh cinta dengan Mas jika Mas terus-menerus membangun tembok dan menjaga jarak seperti ini?"

Fadli terdiam, meresapi ucapan Visha yang sangat masuk akal. Ia pun mengalah, lalu melingkarkan lengannya ke tubuh mungil Visha dan mendaratkan sebuah kecupan lembut di kening istrinya.

"Baiklah... saya berjanji tidak akan menjaga jarak lagi dengan kalian," bisik Fadli hangat. "Selamat malam, Visha."

"Selamat malam, Mas," jawab Visha. Kecanggungan itu perlahan memuai, berganti dengan rasa nyaman saat keduanya tertidur dalam dekapan hangat satu sama lain.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!