NovelToon NovelToon
Fierce Queen

Fierce Queen

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: deby Widiastuti

kehadiran dosen baru di kampus key, membuat key frustasi. mengutuk, mencaci dosen tersebut menjadi kebiasaannya dan menyantet adalah pilihan terakhir yang sedang key pertimbangkan.


SEASON 2 !!! di gabungkan, baca di sini!!

jangan lupa jadikan favorite, like, comment and vote..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon deby Widiastuti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rusuh..

" KEYYyyy " teriak seorang lelaki yang masuk ke dalam kelas dengan berlari.

Key yang merasa di panggil namanya langsung menengok ke arah panggilan suara.

" Key lu nggak papakan ? " Tanya lelaki itu sembari mengatur nafasnya.

Sedangkan semua manusia di dalam kelas, melihat bingung dengan munculnya seseorang yang tidak mereka kenal. Mata key mengerjap-ngerjap dan mencoba menggelengkan kepalanya berkali-kali.

“ ini kenapa si aji ada di sini dah??” tanyanya pada diri sendiri.

“ iya emang gue ada di sini..” aji menyaut.

Sontak key tersentak.” Hah?”

“ lu nggak papakan? Kok muka lu pucet banget..”

Key menyentuh pipinya dan merasakan hangat, ia lalu melirik aji yang masih menunggu jawabannya. “ gue nggak papa..”

Kini semua mata manusia yang berada di kelas hanya bisa memperhatikan adegan drama mereka, yang

tidak tau kondisi. Bahkan naya, reza dan bryan saja terkejut dengan kedatangan aji.

Arka tersadar dan

berjalan ke arah aji berdiri " anda siapa? Anda tidak punya sopan santun?

Teriak teriak di kelas ?" sentak arka.

Aji membalikan badannya menghadap pada arka yang masih bingung menatapnya, aji membalasnya dengan

cengiran khasnya yang cukup membius kaum wanita. “ hai pak arka, masa bapak nggak inget saya?” tanya aji yang membuat arka berpikir.

" Ma..maaf pak, saya asal masuk aja.” Lanjutnya.

Naya yang kini mulai tersadar dan membuka suara membuat para mahasiswi di kelasnya ribut."

Ya ampun ji, lu ngapain ke sini??"

Key mendongak ke arah aji, dan melebarkan matanya. “ ya ampun, ji lu ngapain sih?? Riwayat masalah lagi.”

“ kamu adiknya key kan? Ada urusan apa?” tanya arka setelah mengingat-ingat wajah aji.

" Saya mau ketemu key pak, maaf pak ini urgent banget. "

“ akhirnya bapak inget, masa iya sama calon adik ipar nggak inget kan bahaya.. “ lanjut aji tanpa memperdulikan mata para mahasiswa yang terkejut dengan perkataannya.

Adik semprulll

sumprett

" Hah?" Arka bingung, begitu juga dengan manusia lainnya yang kini menatap arka dan key

secara bergantian.

Apa? Kaka ipar?

Ada hubungan apa pak ganteng sama key

Ya ampun? Dia adik iparnya

Ya ampun, pak arka calon suami key?

Ya ampu, patah hati ..

Suara brisik mulai mendominasi ruangan ini. Key yang melihat adegan ini merasa semakin sesak dadanya. Ia sungguh pasrah kali ini, ia tidak ingin berdebat. Mata key menatap aji tajam, tersirat dan tersurat akan terjadi pembantaian setelah ini.

Aji mulai menyadari perkataan yang membuat semua manusia di ruangan ini terkejut." Eh maaf pak , bercanda. Hehe..."

" KEYSA !! APA-APAAN INI??" Teriak arka. Arka mulai muak dengan kerusuhan yang aji buat, ia jengah dengan situasi di mana key selalu membuatnya gemas. Pusing, frustasi, marah, dan hampir gila.

Aji yang melihat dan keberadaannya ini.

" Eh kok bapak teriak-teriak ke kakak saya?" aji merasa key akan menangis lagi.

" Jangan macem-macem ya pak, key ini Kaka saya !!" aji mulai membela, ia merasa bersalah dengan kejadian kemarin, aji juga merasa key masih kenyang dengan bentakan yang ia berikan kemarin sore.

" Kamu ini udah asal masuk kelas saya, sekarang kamu marah-marah ke saya? Wah kakak adik sama aja ya kelakuannya !!"

Pedes banget tuh

omongan.

Key akhirnya memberanikan diri berdiri dan keluar dari barisan kursi , ia menggenggam tangan aji. “ ji please pulang, gue lagi nggak mood berdebat...”

" lu kenapa pergi nggak izin ke gue sih, Eh eh bentar, lu pucet banget. Ya ampun lu sakit ya gara-gara nggak makan dari kemarin ? Key maafin gue key.. gue bisa di jadiin sate sama ayah, kalo ayah tau lu sakit.."

" Key pulang aja yuk key, kita ke dokter !!" lanjut aji. Key dan aji kini bahkan mengabaikan tatapan kesal dari arka. Dunia berasa milik mereka berdua kali ini.

" Ji balik sanah, lu bikin malu gue aja ya ampun.." suara key semakin pelan. Naya ikut berdiri dan mendekatkan diri pada dua manusia yang sedang berdebat kecil itu. “ ji mending lu pulang sanah buruan, key bisa dapet masalah lagi ji..” sahut naya.

“ tapi key sakit nay, liat deh pucet banget dia...” sahut aji.

Arka mulai mengangkat tangannya mengusap-usap dahinya, rasa kesalnya sudah mencapai ubun-ubun. Setiap berada di kelas key, key selalu saja berulah. Membuat darahnya mendidih dan otaknya terbakar. " Kelas hari ini, selesai sampai di sini saja. Terimakasih !!" Ucap arka kesal menatap kedua manusia yang tak berdosa itu.

Aji dan key sontak menengok ke arah arka.

" Tuh key udah kelar, buru balik yu..."

" Ambil tas lu.." aji mulai tak memperdulikan arka yang sebagai dosen, ia kini khawatir dengan kakaknya itu.

Key masih terdiam, aji akhirnya berjalan ke arah kursi yang key duduki untuk mengambil tas key. Naya, reza dan bryan meliriknya  penuh tanda tanya ke arah aji.

" Entar gue ceritain.." sapanya pada Naya, reza dan Bryan.

Key yang merasa di tatap oleh sang dosen, akhirnya berjalan mendekati arka. Wajahnya terus menunduk " pak .. saya minta maaf atas kerusuhan yang terjadi.."

Hening

Hening

" Pak saya

mohon maaf telah mengganggu kelas bapak .."

" Kamu i-..."

" Mohon maaf saya potong pak, besok key akan menghadap bapak . Untuk sekarang saya akan bawa

key pulang dulu, bapak bisa liat muka jelek Kaka saya yang semakin jelek karena wajahnya pucet dan raut wajahnya nggak enak sama sekali di pandang. Jadi saya izin, bawa  dia pulang ya pak.."

Ehh busett dah adik kurang ajar

Ngatain kakaknya enak banget dah!!

Arka menatapnya datar, sinis, tajam dan penuh dengan tanda tanya lainnya. “ sekali lagi saya

mohon maaf dengan kerusuhan yang saya buat, saya sangat menghormati anda pak arka..” sahut aji sembari menundukan kepalanya pelan. Aji langsung membawa key keluar kelas sembari di gandeng.

Naya, Reza dan Bryan yang masih berada di kelas mulai merasakan hawa yang semakin panas saat

melihat tatapan arka yang sangat tidak bersahabat. Mereka pun akhirnya berjalan menuju pintu sembari tersenyum ke arka yang tak di lihatnya sama sekali.

*

Parkiranmotor..

“ lu gila ya ji? Lu bikin gue dapat masalah tau nggak??” cerca key melepaskan gengaman tangan aji, yang sedari tadi meneyeret key untuk pulang.

“ udah, itu urusan gue sama pak arka..” sahut aji sembari menyambar tangan key lagi.

“ yang kuliah itu gue, dia itu dosen gue. Ya jelas yang kena masalah gue !! lu tuh bisa nggak sih nggak usah ngerusuhin hidup gue?” sudut mata key mulai berair. Key sangat kesal berada di posisi ini, posisi di mana mereka keluarganya selalu mengkhawatirkannya berlebihan.

“ key ayok lah, jangan kaya anak kecil yang bentar-bentar ngambek..” sahut aji yang masih menarik key untuk segera menaiki motornya.

“ cukup ji cukup, gue bukan bocah !! gue muak banget sama sikap kalian yang selalu mencemooh, posesif, over protektif. Gue udah 20 tahun aji, bukan bocah !!” sentak key sembari melepaskan tangannya.

“ key stop, sekali lu berani jalan lagi dari tempat lu berdiri. Gue nggak akan segan-segan gendong lu..”

Key yang sudah berjalan beberapa langkah dari posisi aji, segera tenhenti dan membalikan badannya. “ lu nggak liat hah? Kita jadi tontonan aji !! gue malu !!”

“ nggak usah bertingkah lagi deh, cukup !!”

Key segera membalikan badannya dan ..

Bughhhh

Kepala key terbentur sesuatu yang keras, ia meringis dan memijat dahinya pelan dan memundurkan badannya lalu mendongak.

“ hah pak arka??” sesuatu yang keras itu adalah dada bidang pak arka, dosen ter ter yang selalu ia keluhkan.

Tangan arka menyentuh lengan key lalu menariknya. “ ji , keysa pergi dengan saya. Kamu pulang saja.”

“ pak saya mau di bawa kemana pak??” tanya key yang juga menuruti arka yang membawanya ke arah mobilnya.

“ ikut aja..”

“ tapi pak saya mau di abwa kemana??”

“ pak ya ampun di liatin mahasiswa pak...”

“ udah diem...”

“ pakkk”

Aji mengerjap-ngerjap berkali-kali, ia mungkin hanya berkhayal bahwa kakaknya yang cerewet lengannya di genggam oleh pangeran berkuda seperti di film-film yang ia suka tonton. Aji mencoba menggelengkan

kepalanya berkali-kali sampai ada suara yang membuyarkan semua khayalan pangeran yang mengajak kakaknya pergi.

“ gue nggak salah liat kan?? Pak..pa..pak arka megang lengan key dan bawa key pergi??”

“ gu..gue nggak mimpikan??” tanya naya yang muncul dari belakang aji.

Aji menengok ke arah belakang dan menemukan naya dengan ekspresi wajah abstraknya.

“ hah? Jadi beneran pak arka bawa kakak gue??” teriak aji saat tersadar dengan semuah ilusi pangeran yang sudah menguap hilang.

Naya mengangguk dengan wajah datarnya.

“ eh gila, gue nggak salah liat kan??” teriakan bryan menyadarkan naya yang masih tidak percaya dengan penglihatannya.

“ woy nggak usah teriak-teriak woy !!” cerca naya.

“ arggghhhh kakak gue mau di bawa kemana itu??? Ya ampun...” teriak aji frustasi.

“ eh itu dia di bawa ke mobil pak arka cuy, eh eh jangan.. jangan..” suara bryan tercekak dengan semua khayalan yang tiba-tiba datang.

“ aduhh gimana ini, gue kejar enggak nih? Gue sih setuju kalo mereka ada hubungan, tapi kan pak arka kok nggak minta izin dulu sama adik iparnya?? Eh tapi tadi udah izin sih. Eh tapi kan? Eh mereka mau kemana woyy?? ”

Plakkkk

“ lu tuh ya parah banget sih otaknya, itu si key pasti kena amuk lagi pak arka !! kasihan banget sih si key, kena semprot terus. Pak arka ganteng-ganteng juga garang ji.”

Aji mengacak rambutnya berkali-kali. “ gue kejar aja kali ya??” tanya pada dua manusia yang masih fokus pada mobil berwarna putih itu yang ssebentar lagi akan menghilang dari pandangannya.

“ eh ngapain??” tanya bryan.

“ lah kata si naya, key pasti kena semprot. Kan kasian masa dia di bentak lagi. Kemarin gue abis bentak dia, sampe dia nggak mau makan..” cicit aji.

“ lu ngapain key hah??” naya tiba-tiba menjadi garang dan tak terima/

“ hah, anu dia .. dia..”

“ lu tuh tega banget sih, key tuh sekarang banyak beban..” naya merengek.

“telfon aja keynya ji..” sahut bryan

Aji langsung mengambil handphonennya di saku belakang, tangannya mulai bergerak membuka kunci dan membuka aplikasi whatsapp.

“ lah masih ceklis satu ini dia. Nomernya nggak aktif...” aji mulai terihat.

“ ahh gue kejar aja dah.. awas awas..” ia segera berlari menuju motor vario berwarna putih itu.

Sedangkan naya dan bryan hanya melihat tingkah posesif aji yang terkesan berlebihan.

“ kakak adik unik ya..” sahut bryan.

*

Mobil arka berhenti di sebuah rumah makan sederhana yang terkenal akan sambal yang berbagai macamnya, arka menoleh ke arah key yang masih terduduk dengan kebingunnya.

“ kenapa saya di bawa ke sini?”  kalimat yang pertama keluar dari key, sejak dari tadi di mobil mereka berdua sibuk dengan ilusi nya masing-masing.

“ makan lah, cepat saya lapar..” arka membuka pintunya dan pergi memasuki rumah makan itu tanpa membukakan pintu mobil untuk key. Kalian jangan harap arka bersikap so sweet seperti pria lainnya.

“ kamu mau pesen apa??” tanya arka saat key datang dan terduduk di depannya.

“ hah? Apa pak??”

“ mau pesen makan apa??”

“ hah? Samain aja deh..”

Ya mereka berada di sebuah rumah makan yang tidak jauh dari perumahan key, key merasa sanagt jangkung karena harus pergi berdua di luar kampus dengan dosennya. Apalagi dengan dosen yang selalu ia coba untuk hindari. Dan sekarang ia harus terjebak berdua dengan makhluk yang selalu membuatnya kesal.

“ keysa. Kamu ini udah dewasa loh. Harusnya kamu dan adik kamu bisa menyelesaikannya dengan cara baik-baik. Jangan dengan teriak-teriak apalagi harus dengan kekerasan.” Arka membuka pembicaraan ini dengan ceramah .

Key hanya terdiam dan mencoba mencari perhatian yang lain, yang sekiranya ia tidak memandang manusia yang duduk di depannya.

“ saya sedang berbicara dengan kamu keysa,lihat saya bukan lihat yang lain..” sahut arka pelan namun penuh dengan penekanan.

Key menghela nafasnya. “ boleh saya minta tolong pak? Saya tidak ingin berdebat kali ini. Kalau bapak ingin menasehati saya silahkan, saya akan dengerin kok tapi saya tidak ingin menjawab apa-apa.” Ujar key akhirnya.

“ berarti sama saja saya di abaikan dong?” tanya arka dengan tatapan yang terlihat lembut. namun key masih tidak berani untuk menatap pria di depannya itu.

“ serahhh dah..” cerca key.

Tak berselang lama makanan yang mereka pesan akhirnya datang, key langsung bangkir dari sandaran kursinya. Kali ini benar-benar lapar setelah berdebat dengan aji di kampus.

“ selamat makan keysa..” sahut arka yang membuat sendok yang key genggam terjatuh.

“ ini orang tumben lembut? Kerasukan jin apa nih??” gumamnya.

“ sering-seringa aja dah kesurupan gini..”

1
Sinok Uul
👍👍👍
Ummy Hasnah
kakkkkk kapan up lagii
Mustika Wati
si rena terus gimana thor , kok key g tNya dulu perihal tunangan arka kmrn y
Iyah Chomel
lanjut thoor
Sartini Dimitri Mah
keluarga key terlalu ketara mengelu elukan Pak arka, padahal juna sama aji Tau arka udah tunangan kesannya tuh mau bikin key jadi pelakor deh
u
haaaaa???? sampai episode 45 gak ada kemajuan hubungan arka sm key muter aja disitu-siti 🤔🤔
widyartini08
bertele2 banget
hitamanis
nangis aku thor
Titi Andriyani Sudarmin
nyesel baca sampai akhir,ujung2nya key ngak SM arka
Nurjannah Inka
yah...endingnya kok melaaz banget 😔
iis
ikut kecewa 😩
Mam Idal Ardiansyah
lanjut donk
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kirain ini endingnya arka sama key akan bersatu kok saya jd kecewa ya endingnya gini🤔🤔🤔🤔🤔
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kasihan arka dan key
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
au ah bingung komennya
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
maka nya dewasa key
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kok jd ilfil ke key ya
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kasihan arka
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
nyadarkan key
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
arka cuekin aja key nya biar ngerti
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!